Pilgrims on Christ’s Mission

Karya Pendidikan

Karya Pendidikan

Beraksi Untuk Vokasi dengan LAUDATOSI

LAUDATOSI dalam konteks ini adalah singkatan dari acara Lari Untuk Donasi Pendidikan Tinggi Vokasi yang diadakan oleh Politeknik Industri ATMI Cikarang. Acara ini dilatarbelakangi oleh keadaan pandemi yang melanda negeri ini dan mengakibatkan banyak mahasiswa/i (atau masyarakat sekitar) mengalami kesulitan pembiayaan dalam melanjutkan pendidikan/kuliah.  LAUDATOSI sendiri sebenarnya memiliki arti dimana kita harus menjaga bumi sebagai rumah kita, seperti yang disampaikan Santo Fransiskus dari Asisi “Rumah kita (Bumi) bersama bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita, dan bagaikan ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka.” Dengan kegiatan lari ini, diharapkan kita dapat semakin  mampu mengajak sesama kita untuk hidup lebih sehat dan bersinergi dengan alam. Dalam kegiatan Lari untuk Donasi Pendidikan Tinggi Vokasi beberapa “KAMI” yang terdiri atas beberapa instansi AAJI (Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia) berlari selama kurun waktu 24 jam untuk penggalangan dana bagi dunia pendidikan vokasi. Lewat tema “Beraksi untuk Vokasi,” diharapkan seluruh pemerhati pendidikan dapat ikut beraksi atau berpartisipasi untuk berdonasi membantu para generasi muda yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk melanjutkan pendidikannya sehingga dapat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama untuk pendidikan vokasi.  Acara ini dilaksanakan pada 19-20 Agustus 2022. Start dan finish berlokasi di kampus Politeknik Industri ATMI Cikarang. Setiap pelari yang mencapai finish mendapatkan medali unik hasil karya mahasiswa/i dan dosen Politeknik Industri ATMI yang berasal dari daur ulang sampah plastik. Kegiatan  ini diikuti oleh tujuh Romo (Pater T. Agus Sriyono, S.J., Pater. Yakobus Rudiyanto, S.J., Pater Kristiono Puspo, S.J., Pater Hendricus Satya Wening Pambudi, S.J., Pater Laurentius Sutarno, S.J., Pater Guido Chrisna Hidayat, S.J. dan Pater Antonius Suhardi Antara, Pr.), para frater Jesuit,  300 pelari (kategori 5k dan 10k) dan 9 pelari (kategori 80k). Event ini mendapatkan berjalan dengan lancar atas dukungan luar biasa dari kawasan industri JABABEKA, Romo – Frater Jesuit, Paroki Ibu Teresa Cikarang, dan sponsorship, antara lain dari Yayasan Adeline, IKAMI (ikatan Alumni Mikael), PT ATMI Mikael Fortuna, Memory Furniture, RS Permata Keluarga, dan lain sebagainya. Perasaan bahagia, haru, dan penuh semangat bercampur saat pelari-pelari mencapai garis finish. Peserta lari tidak mengejar penghargaan karena acara ini dikemas dalam bentuk charity run. Mereka berlari dengan segala keikhlasan karena sebagian dari uang pendaftaran untuk donasi pendidikan tinggi vokasi.   Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah perjuangan sembilan pelari 80k yang berlari dalam waktu 24 jam yaitu Ardi Nugroho (Komunitas Playon ATMI Cikarang), Hugo Avianto (Canirunners), Caroline F. Sunarko (Recisrunners), Soetrisno (Michael Runners), Agus Murcahyono (JB Playon), Patric Priya Darmanto (JB Playon, Michael Runner), George Surjopurnomo (Canirunners), Yoyok (JB Playon, Michael Runners), dan Edoardo (Gonz Runners). Mereka belum memiliki pengalaman dalam berlari 80k tetapi mereka memiliki keyakinan bahwa mereka mampu menyelesaikan sampai finish. “Pengalaman yang luar biasa buat saya, sesuatu yang dilakukan dengan keteguhan hati dan atas kehendak Allah tidak ada yang mustahil. Proficiat bagi kita semua. Always be a Man and Woman for others,” ujar Ardi Nugroho, pelari 80k LAUDATOSI.  Donasi yang terkumpul dari event LAUDATOSI ini akan diberikan kepada para mahasiswa Politeknik Industri ATMI dari keluarga prasejahtera. Pemberian beasiswa untuk keluarga pra sejahtera ini, salah satunya kita salurkan melalui Program ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah) Keuskupan Agung Jakarta. Kontributor: Fransisca Victoria – Humas Politeknik Industri ATMI Cikarang

Karya Pendidikan

Dari Wayang Hingga Gamelan, SMA Kolese Loyola Tumbuh dalam Keberagaman

Ada anggapan bahwa kesenian tradisional itu kuno dan ketinggalan zaman, apalagi untuk remaja milenial yang sudah serba digital ini. Namun anggapan ini sedikit demi sedikit mulai pudar. Kini makin banyak inovasi kesenian yang menggabungkan konsep tradisional dan modern. Pada hari Jumat, 12 Agustus 2022 lalu, Kota Semarang digegerkan dengan adanya perhelatan Wayang on The Street. Acara ini tidak luput dari perhatian warga Semarang, sebab ini merupakan rangkaian acara seni budaya road to Festival Kota Lama Semarang. Acara ini digelar di Kawasan Kota Lama, tepatnya di Parkiran Laroka. Mengangkat tokoh utama wayang Mahabarata yakni Bima, lakon ‘Cerita Sang Bima’ menampilkan live gamelan serta 77 talent yang berasal dari Sanggar Laskar Muda Ngesti Pandowo Semarang. Sanggar ini bergerak di bidang pertunjukan seni tradisional Wayang Orang (WO) profesional. Tidak hanya itu, acara pun dimeriahkan oleh para tamu undangan dari berbagai instansi, sekolah, maupun kelompok kesenian yang mengikuti parade wayang serta flash mob opening. Para peserta yang kebanyakan adalah remaja diharuskan mengenakan kostum wayang atau busana etnik Jawa. Tak mau ketinggalan, SMA Kolese Loyola turut memeriahkan acara parade wayang dengan mengirimkan empat KKL atas nama Rajendra sebagai Bima, Giasinta sebagai Arimbi, Johan Felix sebagai Rama, dan Avelia sebagai Shinta. Keempat peserta mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir dan dua diantara mereka yakni Rajendra dan Giasinta berhasil menyabet penghargaan medali untuk ‘Kostum Terbaik Kategori Busana Wayang.’  Satu hari setelahnya yakni Sabtu, 13 Agustus 2022, Gamelan Soepra Loyola mendapat kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam acara Konser Rapsodia Nusantara yang digelar oleh pemerintah kota Semarang di Sam Poo Kong. Konser yang digelar dalam rangka perayaan HUT ke-72 Jawa Tengah ini menampilkan pertunjukan orkestra yang berpadu dengan kolintang serta gamelan di bawah arahan Dwiki Dharmawan. Para KKL kelas XI mampu tampil dengan apik dan memuaskan. Latihan yang telah mereka jalani tidak sia-sia meski awalnya konser sempat tertunda selama dua jam karena hujan yang mengguyur Semarang. Parade Wayang dan Konser Rapsodia Nusantara hanyalah dua dari sekian banyak kegiatan yang diikuti oleh para KKL di SMA Kolese Loyola dalam bidang kebudayaan. Para KKL diajak melihat keberagaman seni tradisional yang kini mulai terkikis zaman. Dengan adanya kegiatan kolaborasi, diharapkan akan menumbuhkan semangat KKL dalam hal kebudayaan. Bahwa ternyata kesenian tradisional seperti Wayang Orang dapat dikemas dengan menarik melalui parade dan flash mob. Lalu alat musik tradisional seperti kolintang dan gamelan mampu bersanding dengan orkestra untuk menciptakan harmoni musik yang indah. Budaya tidak pernah berakhir, selalu ada yang baru. Selalu ada bentuk kesenian yang baru, gerak tari, lagu, lukisan. Budaya adalah kisah tanpa akhir. Malsie Junardy Kutipan di atas menggambarkan bahwa seni dan budaya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Gairah kebudayaan dapat disebarkan melalui pertunjukan seni yang dikemas secara apik dan ditampilkan oleh para seniman kondang. Akan tetapi lambat laun, kesenian tradisional mulai dipinggirkan oleh perubahan generasi yang menyukai musik serta pertunjukan seni modern seperti misalnya konser K-Pop, Jazz, Rock, dan lain sebagainya, sehingga sulit bagi kesenian tradisional untuk mendapat tempat di hati para kawula muda. Kesenian tradisional bisa saja disebut ketinggalan zaman, namun kreativitas para seniman tidak bisa diragukan begitu saja. Mereka terus berinovasi menciptakan ragam seni yang baru. Ambil saja contohnya dari kesenian gamelan dan wayang yang mungkin tak banyak diminati anak muda masa kini karena terkesan tua bahkan kuno. Dengan adanya inovasi karya dan kolaborasi, yang tadinya terkesan kuno, kini bisa menjadi sebuah kebanggan bersama. Kontributor: Veronika Oktaviani Astuti, S.Pd. – Guru SMA Kolese Loyola

Karya Pendidikan

Dirgahayu RI: “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”

Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-77, Rabu, 17 Agustus 2022 dengan penuh semarak di tengah kekhawatiran akan kasus covid-19 yang mulai meningkat lagi. Walaupun kegiatan tidak dirasakan oleh semua siswa secara langsung, namun tradisi perayaan Dirgahayu RI dengan upacara bendera dan pesta rakyat setidaknya tetap diusahakan.  Kegiatan perayaan HUT RI di Kolese Kanisius dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu di Kampus Utama: Kolese Kanisius di Menteng dan di Kampus Dua: Pusat Pengembangan Edukasi di Karanggan Gunung Putri. Kampus dua ini sering digunakan para siswa Kolese Kanisius untuk kegiatan-kegiatan leadership dan pengembangan diri. Hanya perwakilan siswa saja yang bisa menghadiri kegiatan-kegiatan ini secara luring, sedangkan siswa lainnya tetap berada di rumah dan mengikutinya secara daring. Diskresi ini diambil untuk tetap memperjuangkan protokol kesehatan dan kenyamanan bersama. Di Kampus Utama Menteng Raya, Peringatan Kemerdekaan RI dilangsungkan dengan sangat sederhana, yaitu upacara bendera dan makan bersama. Sebagai inspektur upacara, Pater Leonardus Evert Bambang Winandoko, S.J. – Ketua Yayasan Budi Siswa, menyampaikan bahwa secara umum seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya para Kanisian harus bersyukur dengan situasi bangsa dan negara saat ini yang masih memungkinkan kita bergerak bebas dan melakukan aktivitas harian kita dengan baik tanpa gangguan-gangguan yang mengancam.  Situasi ini sangat berbeda dengan teman-teman Kolese kita yang berada di negara lain, dimana mereka sedang mengalami teror, penggeledahan, dan beragam intimidasi. Kondisi demikian membuat mereka tidak bebas melakukan aktivitas sekolah  dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia wajib bersyukur karena berada dalam kondisi yang lebih baik. Dengan rasa syukur kita didorong untuk memanfaatkan kondisi ini dengan baik dan secara optimal mengembangkan diri dengan semangat Magis, memperdalam ilmu pengetahuan dan pemahaman yang memampukan kita berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara menjadi lebih baik. Sedikit berbeda dengan kampus Kolese Kanisius di Menteng, perayaan HUT RI di kampus Karanggan Gunung Putri disemarakkan dengan aneka macam lomba dan kemeriahan lainnya, seperti lomba menangkap ikan, panjat pinang, sepak bola, band, dan lain-lainnya. Pusat Pengembangan Edukasi yang memiliki lahan seluas kurang lebih 20 h.a menjadi aset yang memungkinkan sekolah dalam mengembangkan pendidikan holistik secara lebih optimal. Kampus Menteng akan menjadi pusat keunggulan akademis sedangkan kampus Karanggan lebih mengembangkan sisi karakter dan kepemimpinan. Lokasi Pusat Pengembangan Edukasi yang luas dan leluasa memungkinkan sekolah mengadakan kegiatan Dirgahayu RI secara luring walaupun dengan kuota siswa yang dibatasi. Melalui perayaan HUT kemerdekaan RI ini, para siswa diharapkan merasakan pengalaman otentik terkait nilai-nilai yang dikembangkan sekolah, yaitu: nasionalisme, patriotisme, perseverance, magis, dan brotherhood. Semoga pengalaman mendorong siswa untuk semakin semangat dalam belajar dan berlatih. AMDG. Kontributor: Paulus Edy Sucipto – Humas Kolese Kanisius

Karya Pendidikan

United by Value, Moved by the Future

Reportase WUJA (World Union of Jesuit Alumni) United by Value, Moved by The Future menjadi tema kongres ke-10 World Union of Jesuit Alumni (WUJA) yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, 13–17 Juli 2022 dan bertempat di Kolese St. Ignatius Loyola, Barcelona, Catalan – Jesuitas de Sarriá San Ignacio. Kongres X WUJA kali ini dihadiri oleh sekitar 300 alumni kolese atau universitas Jesuit dari tujuh benua di dunia. Kongres X WUJA merupakan sebuah momen bersejarah dalam perjalanan AAJI (Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia) sejak berdirinya di tahun 2007. Mimpi untuk bisa mengirim kontingen besar mewakili Indonesia di Kongres WUJA akhirnya tercapai di tahun 2022 ini. Di kongres-kongres WUJA sebelumnya, AAJI hanya mengirimkan satu dua orang perwakilan saja. Secara khusus, pada kesempatan ini kontingen Indonesia memiliki misi khusus untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah kongres WUJA XI. Oleh karena itu, kehadiran kontingen Indonesia dalam jumlah besar selain untuk mengobservasi dan belajar terkait bagaimana menyelenggarakan Kongres WUJA, juga untuk menunjukkan keseriusan Indonesia sebagai tuan rumah kongres selanjutnya. Tidak main-main, pada kesempatan ini, Indonesia diwakili oleh 39 peserta dari delapan Kolese di Indonesia. Yang sangat membanggakan adalah bahwa di antara peserta kontingen Indonesia terdapat satu peserta senior yang merupakan mantan Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bapak Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D. Berbagai persiapan pun dilakukan agar matang saat menghadiri kongres, misalnya pembekalan rohani (rekoleksi) yang dilakukan sebanyak empat kali sebelum keberangkatan. Setiap peserta juga sudah terbagi ke dalam enam kelompok, dimana setiap kelompok melakukan pertemuan secara virtual sebanyak dua hingga tiga kali dan dibimbing oleh pendamping ahli di setiap topiknya. Hal tersebut dilakukan karena pada saat kongres akan dilakukan diskusi panel yang membahas enam topik, yaitu ecology, migration, role of women, religion, social innovation, dan technology. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah melakukan perjalanan selama lebih kurang 18 jam, pada 13 Juli 2022 pukul 08:35 waktu setempat para peserta tiba di Barcelona Spanyol. Agenda pertama yang dilakukan adalah audiensi dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Spanyol, Bapak Ir. Muhammad Najib, MSc. Selesai audiensi dilanjutkan ramah tamah dan kontingen Indonesia langsung bertolak ke Kolese St. Ignatius Loyola, Barcelona, Catalan – Jesuitas de Sarriá San Ignacio untuk melakukan registrasi ulang dan mempersiapkan diri mengikuti Misa Pembukaan Kongres di sore hari. Misa pembukaan bertempat di Basilica Santa Maria del Mar yang dilakukan secara konselebrasi. Pater Jenderal Arturo Sosa menjadi selebran utama didampingi konselebran Pater Provinsial Spanyol P Antonio España, S.J., P José Alberto Mesa, S.J. – Sekretaris Komisi Pendidikan Serikat Jesus; P William Muller, S.J., – Pembimbing Rohani WUJA; P Enric Puiggròs, S.J. – Delegat Platform Kerasulan Catalonia, dan Rektor Basilika Santa Maria del Mar, Mn. Salvador Pie i Ninot. Dalam homilinya, P Antonio España, S.J. menyampaikan “tiga aspek mendasar” yang harus menjadi panduan Kongres ini, yaitu komunitas, nilai-nilai Ignatian, dan melihat ke masa depan. Di dunia kita saat ini, kita menghadapi tantangan yang begitu kompleks, kita bisa saja diliputi kebisuan, ketakutan, atau kesepian. Mengingat hal ini, kita harus bertanya pada diri sendiri, apa yang bisa kita tawarkan kepada sesama untuk membangun komunitas baru. Ia juga mengingatkan bahwa “kita tidak dapat berasumsi bahwa karena kita adalah alumni kolese Jesuit, lalu kita sudah tahu nilai-nilai Ignatian dengan baik. Tidak selalu demikian. Nilai-nilai kita harus mengarahkan kita untuk menjadi manusia bagi sesama seperti yang dilakukan P Pedro Arrupe, SJ bertahun-tahun yang lalu. Selain itu juga hendaklah menjadi orang-orang yang teliti, kompeten, penuh kasih, dan berkomitmen seperti dikatakan Pater Kolvenbach, S.J.” Di akhir homilinya, ia berpesan bahwa kita diundang dalam komunitas universal ini untuk memikirkan kembali kontribusi kita berdasarkan nilai-nilai Ignatian untuk masa depan. Pentinglah agar itu dapat dilakukan bersama-sama dan menyadari bahwa kita tidak sendiri. Setelah misa, kegiatan hari pertama ditutup dengan Opening Reception yang bertempat di Palau Requenses. Hari kedua dan ketiga kongres dibuka dengan perayaan Ekaristi di Kapel St. Ignatius yang kemudian dilanjutkan dengan seminar yang membahas enam topik utama Kongres X WUJA. Topik tentang ekologi dibawakan oleh Mary Evelyn Tucker dengan makalah Ecological spirituality and Ecological justice for Our Time; migrasi dibawakan oleh Cristina Mazanedo dengan makalah Contemporary migration and social transformation; dan peran perempuan oleh Nudia Calduch dengan makalah Women-Church-World, a Challenging Triad. Tiga topik lainnya, yaitu teknologi dipresentasikan oleh Albert Florensa – Making sense of Technology; the need for indifference; agama oleh P Laurent Basanese, S.J. – The Potentials of Religions in Reconciliation; dan inovasi sosial oleh Lisa Hehenberger –Empowering people to use their business skills for Social Impact. Setelah presentasi, setiap hari, semua peserta akan dibagi ke dalam kelompok kecil berdasarkan topik yang sudah dipilih kemudian berdiskusi dengan peserta dari negara lain, bertukar pendapat, dan saling menceritakan kondisi di negara masing-masing. Sore pada hari kedua kongres, berdasarkan minat, para peserta melakukan kunjungan ke organisasi sosial yang dimiliki atau dikelola oleh Serikat Jesus. Ada yang melakukan kunjungan ke tempat migran dan pengungsi di Entrecultures dan Fundacion Migra Studium, kaum marginal dan terpinggirkan di Arrels Sant Ignasi dan Fundacion La Vinya, atau sanggar anak-anak di Centre obert Sant Jaume dan Salut Alta Badalona. Sore pada hari ketiga, para peserta melakukan napak tilas perjalanan St. Ignatius Loyola di Barcelona, yaitu di Casp Jesuit Church, Plaza de Sant Agusti Vell, Marcus Chapel, Plaza de la Llana, Basilica of Santa Maria del Mar, Plaza del Angel, Plaza de los Santos Just I Pastor, Royal Chapel of Palau, dan Cathedral, dan ditutup dengan Official Congress Dinner di Taman Kolese St. Ignatius. Highlight utama penulis di hari kedua dan ketiga kongres adalah para pembicara utama yang membawakan topik mereka dengan sangat menarik, antara lain Pater Jenderal Arturo Sosa dengan Ignatian Framework dan Chris Lowney dengan the Professional Environment: After 50 years of “Cannonball Moments,” will the “Sleeping Giant” Finally Wake Up? Secara khusus dalam pidatonya, P Sosa menyebutkan enam poin kunci sebagai bahan refleksi bersama, yaitu (1) welcoming diversity and fraternal dialogue, (2) we can no longer be without others, (3) Cooperation at the heart of mission, (4) Towards a global community, (5) the Universal Apostolic Preferences, the way of serving our mission of reconciliation and justice, dan

Karya Pendidikan

Sertijab Yayasan Karya ATMI

Rabu, 8 Juni 2022 menjadi salah satu momen bersejarah di dalam perkembangan dan perjalanan (‘pelayaran’) Yayasan Karya ATMI (ATMI Cikarang). Yayasan Karya ATMI akan memulai babak baru dengan ‘nakhoda’ yang baru pula. Pater Yakobus Rudiyanto, S.J. (Rudi, S.J.) mendapatkan tugas dan perutusan untuk menahkodai dan melanjutkan apa yang telah Pater Benedictus Bambang Triatmoko, S.J. (Moko, S.J.) mulai sebelumnya. Tanggal 8 Juni upacara serah terima jabatan telah dilakukan di Aula Xaverius Dormitory dan dihadiri langsung oleh Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. selaku Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, perwakilan Anggota Yayasan Karya ATMI, perwakilan IKAMI, dan Direksi Polin ATMI Cikarang. Sebagai simbolisasi serah terima jabatan, Pater Moko, S.J. menyerahkan bukti cetak berupa dokumen kepada Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. yang kemudian diteruskan kepada Pater Rudi, S.J. sebagai ketua Yayasan Karya ATMI yang baru. Dalam upacara serah terima jabatan, Pater Moko, S.J. melaporkan pertanggungjawabannya selama menjabat sebagai Ketua Yayasan Karya ATMI. Pater Moko, S.J. memberikan salam kemudian menceritakan kembali ‘Genesis’ asal mula pendirian bagaimana ATMI Cikarang dapat terbentuk, dibangun, dan sedang berjalan selama 20 tahun. Dalam sharing tersebut, Pater Moko, S.J. juga menyebutkan dan menegaskan kembali bahwa pada mulanya Pater Casutt, S.J. membangun atau mempunyai cita-cita yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia. Selain dalam dunia pendidikan, orientasi mula berdirinya ATMI Cikarang adalah membantu para pekerja (kawasan industri) dalam mengolah dan upgrade skillnya. Dalam penyampaiannya, Pater Moko, S.J. mengatakan banyak dinamika (terlebih dalam hal keuangan) naik-turun yang telah terjadi selama 20 tahun ini. Di akhir apa yang disampaikan, Pater Moko, S.J. juga memberikan pesan kepada Yayasan Karya ATMI dan semua yang ada di dalamnya untuk ‘nguri-uri’ apa yang telah dimulai dan yang sekarang sedang diperjuangkan.  Pater Benny, S.J. juga memberikan sambutan atas peristiwa serah terima jabatan yang terjadi. Dalam sambutannya, Pater Benny, S.J. pertama-tama menggarisbawahi bahwa upacara (‘Sertijab’ dalam konteks ini) adalah tanda peristiwa. Pater Benny, S.J. kemudian menegaskan bahwa yang terpenting dari sebuah ‘upacara’ (tanda peristiwa) adalah penegasan akan apa yang sebelumnya terjadi dan apa yang sesudah ini akan dilakukan. Pater Benny, S.J. menambahkan selama 20 tahun berdirinya ATMI Cikarang telah banyak niat baik dan dalam dinamikanya ada keberhasilan dan kegagalan. Jumlah mahasiswa dan jumlah lulusan selama ini merupakan data signifikan yang harus dipegang dari ATMI Cikarang sebagai Lembaga pendidikan.   Ada dua hal penting yang Pater Benny, S.J. tegaskan yang menjadi inti dari pesannya. Pertama, perihal mahasiswa baru. Mahasiswa adalah pusat dari sebuah lembaga pendidikan. Kondisi sekarang adalah turunnya jumlah peminat untuk mendaftar di ATMI (pendidikan vokasi). Peningkatan jumlah pendaftar yang akan masuk harus menjadi fokus dalam proses keberlangsungan pendidikan. Kedua, usaha untuk memperbaiki kinerja PT ATMI Cikarang. Apabila kembali ke tujuan awal, PT ATMI Cikarang adalah bentuk teaching factory. Seharusnya, PT ATMI Cikarang kembali ke core-nya yakni ‘mengabdi’ ke pendidikan.  Pater Benny, S.J. menambahkan, yang tidak kalah pentingnya adalah juga mengingat kembali dan meneruskan cita-cita dari Pater Casut, S.J.. “Pater Casutt, S.J. ‘kurang dihargai’ (secara jasa dan karya-karyanya) oleh bangsa ini. Kitalah yang pertama-tama harusnya menghargai dengan segenap hati, budi, pikiran dan energi untuk meneruskan cita-citanya. Tetapi, jangan terlena, kita harus realistis,” tutur Pater Benny, S.J.. Selain itu, pesan Pater Benny, S.J. kepada Kepengurusan Yayasan yang baru adalah juga soal memetakan harapan-harapan orang banyak. Struktur Yayasan harus ‘diubah’ dan mempunyai jiwa dan semangat keterbukaan serta mau minta tolong apabila membutuhkan pertolongan yang mengarah pada perubahan.  Sambutan terakhir diberikan langsung oleh ketua Yayasan yang baru yakni Pater Rudi, S.J.. Ia mengumpamakan bahwa menerima berkas dokumen atau tinggalan dari kepengurusan sebelumnya ibarat menerima aji-aji. Pater Rudi, S.J. menyatakan, “Aji-aji itu harusnya ampuh. Tergantung kitanya. Kita ‘jelas harus ke mana’ tetapi kepiye carane (bagaimana caranya).” Dalam sambutannya, Pater Rudi, S.J. juga menceritakan pengalaman diutus di ATMI Cikarang ini juga memunculkan dan mengobati kerinduannya kembali soal hidup berkomunitas karena hidup berkomunitas tentu menuntut sampai pada cara bertindak. Di akhir sambutannya, Pater Rudi, S.J. mengumandangkan pesan untuk  pelayanannya ke depan. “Harusnya perutusan ini dijiwai oleh semangat, keinginan melayani, keterbukaan, dan tidak lupa juga soal kerendahan hati. Biarlah Tuhan melengkapi yang lain-lain,” begitulah semangat yang disampaikan Pater Rudi, S.J.. “Susah iku aja suwe-suwe. Seneng e wae sing akeh,” tambah Pater Rudi, S.J..  Acara sertijab pun diakhiri dengan foto bersama dan juga ramah tamah bersama para tamu yang hadir. Yang juga menarik di akhir adalah isi doa yang dituturkan oleh Pater Istanto, S.J.. Ada harapan yang ingin disampaikan agar direstui oleh Tuhan yakni tentang apa yang telah dimulai dan telah dijalankan dengan berdarah-darah semoga kelak akan menjadi semangat yang berkobar-kobar dan berguna bagi sesama dibarengi dengan kerja sama dan keterbukaan.  Kontributor : Pater Kristiono Puspo, S.J.

Karya Pendidikan

Pelantikan Pengurus IKAPIKA

Ikatan Alumni PIKA atau yang disingkat IKAPIKA merupakan wadah organisasi bagi para alumnus SMK PIKA Semarang, baik yang dikenal dengan nama STKK/PIKA TINGKAT 1/SMTIK maupun yang terakhir melalui SK Kementrian Pendidikan disahkan dengan nama SMK PIKA. Sebagai sebuah organisasi yang mewadahi para alumni, IKAPIKA mempunyai tanggung-jawab melalui para pengurusnya untuk secara tertib melakukan reorganisasi kepengurusan.  Pada 1 Juni 2022 telah dilakukan Serah Terima Jabatan Ketua IKAPIKA dan Pelantikan Pengurus yang dilakukan oleh Pater Bambang Alfred Sipayung, S.J., Socius Provinsial SJ Provinsi Indonesia. Proses ini tentu saja tidak terjadi secara instan. Melalui Tim Ad-Hoc yang diberi mandat oleh Ketua IKAPIKA periode sebelumnya telah dilaksanakan Pemilihan Umum Ketua IKAPIKA pada 24 april 2022 dengan dua nama calon ketua yang diusulkan oleh sekitar 670 alumnus melalui Google Form. Melalui Pemilu tersebut terpilihlah Sdr. Mikael Ardian Sugito (alumnus angkatan 20) sebagai Ketua yang akan menakhodai IKAPIKA dengan masa bakti 2022-2025. Dengan terpilihnya Sdr. Mikael Ardian Sugito atau yang akrab disapa Pak Ardian ini, ia diberi tanggung jawab untuk membentuk perangkat kepengurusan alumni. Melalui Google Form yang dibagikan muncullah lebih kurang 35 nama alumnus yang bersedia menjadi pengurus. Dari 35 nama tersebut 20 lebih adalah angkatan 30 ke bawah sehingga dapat disimpulkan bahwa antusiasme alumni muda untuk terlibat dalam organisasi dan almamater nantinya cukup tinggi. Dalam sambutannya, Pak Ardian mengajak agar para alumni dari angkatan berapa pun untuk bersinergi dengan baik dan memberikan kontribusi yang nyata bagi almamater dengan sarana dan perkembangan teknologi yang semakin masif. Pak Ardian juga menyampaikan bahwa IKAPIKA siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan perhimpunan-perhimpunan lain, secara khusus perhimpunan yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia. IKAPIKA juga siap menjadi kolaborator awam dengan lembaga Serikat Jesus Provinsi Indonesia sebagai rekan seperjalanan dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang lebih mulia demi lebih besarnya kemuliaan Allah.  Acara Serah Terima Jabatan Ketua IKAPIKA dan Pelantikan Pengurus ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan alumni dari masing-masing angkatan yang disebut “Lurah Angkatan” dan para alumni lain yang turut mendukung berlangsungnya acara ini mulai dari angkatan 1 sampai dengan angkatan 46. Hadir pula para ketua dan pengurus Perhimpunan Alumni Kolese lain seperti diantaranya KEKL (Loyola), IKAMI (Mikael), Alumni de Britto, IASM  (Mertoyudan), PAKKJ (Kanisius), dan pengurus pusat AAJI – Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia. Sdr. Glen Sebastian selaku wakil dari AAJI memberikan ucapan selamat, dukungan, dan kesediaan AAJI berkolaborasi bersama dengan IKAPIKA ke depannya. Pater Bambang dalam sambutannya menyampaikan bahwa besar harapan bagi IKAPIKA untuk terus mendukung pelayanan atau misi Serikat Yesus ke depan khususnya menempatkan orang muda sebagai subjek dalam pelayanan. Hal ini seirama dengan Universal Apostolic Preferences (UAP) pokok ketiga – berjalan bersama orang muda. Pater Bambang juga memberikan apresiasi dan penghargaannya kepada kepengurusan IKAPIKA yang juga telah memberi kesempatan bagi banyak orang muda untuk terlibat dalam kepengurusan IKAPIKA ini. Harapannya, agar mereka nantinya dapat menjalin kerja sama dengan alumni kolese lain, almamater dan juga lembaga Serikat Jesus. Kegiatan ini memberikan sebuah benih refleksi bahwa sudah saatnya orang orang muda dengan berbagai macam latar belakang dan kelebihannya diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan sebuah organisasi. Namun juga peran serta orang muda bukan berarti menutup kemungkinan bagi para senior untuk juga turut mendukung dengan caranya masing-masing, justru melalui peristiwa ini IKAPIKA mengundang siapapun yang berkehendak baik bagi organisasi dan almamater untuk senantiasa berkolaborasi mengembangkan dan memajukannya bersama sama. “IKAPIKA Rumah Kita Bersama” menjadi tagline yang dipilih oleh Pak Ardian untuk menumbuhkan semangat bagi alumnus dari angkatan 1 sampai dengan 46 dan angkatan 47 yang akan segera menjadi bagian dari IKAPIKA setelah kelulusan untuk terus berusaha merawat, mengembangkan, saling mendukung dan membangun persatuan yang baik demi keutuhan “Rumah” ini. Bravo IKAPIKA Kontributor : Johanes Chaesario Octavianus – Sekretaris IKAPIKA 2022-2025

Karya Pendidikan

SMA Kolese Loyola Juara ICYSS

Gisela Valeriena Bara dan Maria Rosari Yenas kembali mempersembahkan prestasi bagi SMA Kolese Loyola. Gisela dan Maria berhasil merebut peringkat pertama (Gold Medal) dalam kompetisi riset pelajar tingkat Internasional bertajuk International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) di bidang sejarah (History). Kompetisi ICYSS digelar di Belgrade, Serbia secara daring pada 19-23 Mei 2022. Kedua siswi kelas XI yang aktif dalam Organisasi Hobi Riset Pelajar ini, sukses mengangkat riset sejarah dengan judul “Lumpia Semarang Guides Peace: A Result of Creative Minorities Acculturation against Ethnic Intolerance in Kampung Brondongan, 1870-2017.” Riset tersebut di bawah pendampingan guru sejarah Bapak Joseph Army Sadhyoko. “Riset ini meneliti asal muasal lumpia Semarang yang berasal dari Kampung Brondongan sekaligus mengingatkan kembali makna keberadaan lumpia bagi masyarakat Semarang. Lumpia Semarang tidak hanya sekadar makanan ringan (snack) yang dikemas menjadi oleh-oleh belaka, akan tetapi dibaliknya terkandung pula makna historis tentang perdamaian, kerukunan, dan semangat pantang menyerah yang terwariskan hingga saat ini.

Karya Pendidikan

Indahnya Toleransi di Kanisius Jimbaran

Selasa, 26 April 2022, pukul 16.30 WIB di TK/SD Kanisius Jimbaran, siswa-siswi  mulai berkumpul untuk mengikuti buka puasa bersama. Kegiatan ini merupakan program rutin TK/SD Kanisius Jimbaran yang dilaksanakan setahun sekali. Buka puasa bersama ini merupakan salah satu aksi nyata sebagai wujud untuk meningkatkan toleransi beragama di sekolah ini. Perwujudan toleransi ini diberikan sebagai bentuk dukungan bagi siswa-siswi TK/SD Kanisius Jimbaran  yang  75% menganut agama Islam di mana pada bulan ini mereka wajib melaksanakan ibadah puasa. Kegiatan buka puasa bersama ini didukung oleh Komite Sekolah, pemerhati pendidikan di sekitar sekolah, tokoh masyarakat sekitar, bapak ibu guru, serta orangtua siswa. Dalam pelaksanaan buka puasa tahun ini, para guru dan orang tua siswa bekerja sama mempersiapkan tempat, takjil, dan menu buka puasa. Kerjasama di antara para guru dan orang tua siswa dilakukan dengan cara memasak bersama mempersiapkan takjil dan menu buka puasa. Sebelum buka puasa dimulai, para siswa mendapatkan siraman rohani dari tokoh masyarakat muslim. Sebagai pembicara, kami dibantu oleh Bapak Takur untuk mendampingi siswa-siswi. Di dalam siraman rohani tersebut Bapak Takur menanamkan mutlaknya toleransi antarteman di TK/SD Kanisius Jimbaran serta mengajak para siswa untuk melantunkan doa-doa Islami. Bapak Takur juga menyampaikan makna puasa yang sebenarnya kepada para siswa sehingga mereka dapat lebih mendalami arti puasa. Dalam rangkaian kegiatan buka puasa ini, sekolah juga memberikan santunan kepada beberapa siswa yang yatim piatu. Kegiatan buka puasa ini mendapatkan apresiasi dari Komite Sekolah dan masyarakat sekitar. Mereka berharap agar ke depan, acara semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk toleransi dan persaudaraan di TK/SD Kanisius Jimbaran. Kontributor : Margarita Imma Chrismasari – SDK Jimbaran