capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

SMA Kolese De Britto: Meluncurkan Buku, Membangun Narasi

Date

Bagi saya yang sangat mengesan dari de Britto adalah narasi yang sangat kuat. Itu adalah daya tarik yang luar biasa, karena di sana ditemukan suasana orang untuk berpikir, merenung, dan merefleksikan. Ketika hal itu dituliskan, orang menjadi bertemu dengan dirinya sendiri.

Kesan Anita Lie, guru besar Unika Widya Mandala Surabaya, tersebut diungkap oleh Pater Cyprianus Kuntoro Adi, S.J. ketika memberikan sambutan pada peluncuran buku Sinau Sinambi Mlaku – karya para guru SMA Kolese de Britto, Yogyakarta. Guru, siswa, dan alumni de Britto memang menghidupi budaya tulis, baik tulisan berupa buku maupun artikel media massa. Selama 20 tahun terakhir telah terbit lebih dari 75 judul, baik karya tunggal maupun karya bersama. Pun ribuan artikel yang terbit di koran nasional.

Buku Sinau Sinambi Mlaku diluncurkan saat perayaan Pesta Santo Johannes de Britto, 4 Februari 2022, di Aula SMA Kolese de Britto. Buku ini menyusul buku Menumbuhkan Berpikir Kritis yang terlebih dahulu terbit pada hari guru 25 November 2021. Kedua buku tersebut disunting oleh St. Kartono, salah satu guru SMA Kolese de Britto.

Sinau sinambi mlaku secara harfiah berarti belajar sambil berjalan. Tajuk buku ini memang tak sekadar harfiah, terilhami oleh judul tulisan yang menjadi pembuka antologi ini. Tulisan tersebut berkisah tentang cara mendekatkan pelajaran sejarah kepada muridnya. Namun, sejatinya bukan hanya murid yang belajar, guru pun sedang belajar. Artinya, sinau sinambi mlaku berlangsung pada murid sekaligus gurunya. 

Para guru SMA Kolese de Britto memang sinau sinambi mlaku dalam arti belajar sambil mengajar. Ketika sedang mengajar pun guru de Britto terus belajar. Belajar menemukan pendekatan, media, cara mengevaluasi, atau sarana yang bisa dipakai untuk membawa materi pelajaran kepada muridnya. Upaya para guru kian intensif ketika pembelajaran berlangsung di masa pandemi Covid-19. Pembelajaran jarak-jauh tidak sekadar memindah kelas tatap muka ke tatap layar. Guru mesti mengubah pola pikir dan imajinasinya, melengkapi diri belajar teknologi, atau menyelisik berbagai tautan untuk materi pembelajaran.

Tiga puluh tulisan yang tersaji di buku ini berawal dari rerasan lalu briefing, masing-masing guru –di tengah padatnya agenda akhir semester– yang kemudian mencoba memilih satu pengalaman khas mengajar. Sebagian harus merevisi tulisannya hanya supaya terarah pada satu fokus pengalaman. Bukankah tulisan yang baik adalah yang fokus dan dalam? Editor buku ini  memahami bahwa para guru kaya pengalaman. Untuk itu, penulis harus memilih satu saja dari sekian banyak pengalamannya. Pengalaman apa yang paling mengesan sepanjang menjadi guru? Upaya apa yang Anda lakukan sebagai guru agar murid paham?

Buku Menumbuhkan Berpikir Kritis berbeda. Buku ini berisi ringkasan 20 tesis magister guru de Britto Pemilahan ringkasan tesis dalam buku ini berdasarkan program yang ditempuh para siswa dan bidang ajar guru di SMA Kolese de Britto, yakni Bahasa, IPA, dan IPS. Tampak nyata lewat isi tesis, ada upaya mencari pembaruan dalam pengajaran dan pendidikan di de Britto. Buku ini sebagai bentuk berbagi agar menginspirasi siapapun yang membacanya. 

Buku Menumbuhkan Berpikir Kritis sungguh menjadi perwujudan rumusan pasal dalam Peraturan Kepegawaian Yayasan de Britto (2020)  “tugas belajar,” dan bukan “tugas kuliah.” Artinya, empat semester masa itu memang didedikasikan supaya guru atau pegawai belajar dan   menyegarkan pengalaman di kelas dengan teori-teori mutakhir nan mencerahkan. Ketika yang bersangkutan dibebaskan dari banyak jam mengajar, waktu itu mestinya dipakai untuk srawung ilmiah di berbagai forum diskusi atau seminar. 

Tugas belajar, bukan (hanya) tugas kuliah, mesti banyak membaca. Hasil pembacaan itu tampak pada sumber pustaka berupa puluhan buku dan artikel yang menjadi rujukan masing-masing tesis. Judul bunga-rampai kumpulan tesis magister ini merupakan sintesis dari judul-judul karya yang mengerucut pada semangat mendidik para guru de Britto.

Kontributor : Humas SMA Kolese de Britto

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top