Deliberasi pada tahun 1539 berlanjut dengan ketetapan untuk mempersembahkan diri kepada Bapa Suci dengan harapan agar mereka lebih bermanfaat bagi pelayanan Gereja Allah. Bapa Suci Paulus III dengan gembira menerima mereka dan memberi persetujuan lisan tentang pendirian tarekat baru dari kelompok Ignatius dan kawan-kawan. Selanjutnya pada tanggal 27 September 1540 keluar bula dari Bapa Suci Paulus III untuk meneguhkan Serikat Yesus. Bula Regimini Militantis Ecclesiae ini menandai kelahiran Serikat Yesus secara resmi dengan pembatasan jumlah anggota 60 profes. Sepuluh tahun kemudian pada tahun 1550 keluar Bula dari Bapa Suci Julius III yang meneguhkan dengan cara lebih luas Serikat dan mendeklarasikan pokok-pokok tertentu. Misalnya di dalam Exposcit Debitum tersebut diperjelas ungkapan tentang pelayanan bagi Gereja. Bula regimini militantes ecclesiae tahun 1540 berkata, “melayani Tuhan dan wakilnya di dunia”, dalam bula 1550 dikatakan, “melayani Tuhan dan Gereja mempelainya di bawah Bapa Suci di Roma, wakil Kristus di dunia”.

Formula yang pertama ini memuat dasar-dasar berdirinya tarekat baru dan menjadi semacam “Magna Charta” Ordo baru. Formula ini memiliki bobot yuridis sama dengan kelahiran ordo-ordo religius tua yang memuat isi tentang nama Serikat, tujuan, kaul kemiskinan, kemurnian dan ketaatan, kaul khusus kepada Bapa Suci dalam kaitannya dengan tugas perutusan misioner atau penugasan-penugasan, penerimaan para novis, formasi para novis, formasi dan pemeliharaan skolastik, susunan konstitusi, dll.

Formula institusi merupakan hukum atau sebagaimana para primi patres menyebutnya, rumusan bentuk hidup. Karena memang menentukan cara hidup mereka sebagaimana terkandung di dalam dokumen tersebut. Para primi patres memberi nama Formula del Instituto tersebut sebagai “hukum kita”. Demikian misalnya satu dari mereka, St. Fransiskus Xaverius saat menulis dari India. Penulis hukum tersebut adalah Ignatius yang juga adalah penulis Konstitusi. Dalam arti ini jelas bahwa Formula del Instituto merupakan kelanjutan pengalaman rohani St. Ignatius. Malahan kita bisa mengatakan bahwa kerohanian yang sebelumnya tersembunyi, dipaparkan dan dijabarkan sebagai kerohanian komuniter melalui Formula del Instituto dan Konstitusi tersebut.

Formula Instituti merupakan ungkapan pertama corak hidup yang dihayati oleh para sahabat pertama tersebut sebagai panggilan hidupnya. Formula Instituti juga menunjukkan bahwa deliberasi pada masa prapaskah tahun 1539 membuahkan ketetapan untuk membangun tubuh yang stabil, organik, dengan ketaatan kepada superior yang dipilih dari antara mereka. Isi dari Formula del Instituto sendiri bisa dikelompokan dalam 5 bab:

  1. Tujuan Serikat dan institusinya,
  2. Ketaatan khusus kepada Bapa Suci,
  3. Pelaksanaan pemerintahan dan ketaatan dalam Serikat,
  4. Kemiskinan dalam Serikat dan pelbagai aturan untuk skolastik,
  5. Pokok-pokok lain tentang gaya hidup Serikat.

Kita bisa menangkap dan merasakan di dalam rumusan-rumusan itu adanya jiwa dan semangat “ayudar a las almas” yang lahir dari pengalaman LR. Gagasan “ayudar a las almas” memiliki gema kuat dan menentukan tujuan Serikat Yesus. Tujuan Serikat Yesus sendiri menentukan figur Serikat, cara bertindak setiap anggotanya serta formasinya.

Ada keselarasan antara “ayudar a las almas” dan profil Serikat yang digambarkan oleh Formula Instituti. Serikat Yesus adalah ordo religius, imami dan rasuli yang memiliki ikatan khusus dengan Bapa Suci. Serikat merupakan ordo rasuli karena didirikan dengan maksud pokoknya untuk mempertahankan dan menyebarkan iman serta untuk membantu jiwa-jiwa. Tidak ada ungkapan lain yang muncul lebih sering dalam dokumen Serikat Yesus melebihi ungkapan “ayudar a las almas”. Ignatius menggunakan ungkapan tersebut satu atau saat lain untuk menjelaskan apa yang mendorong dirinya dan Serikat. Murid-muridnya menyatukan diri dengan semangat yang termuat di dalam ungkapan tersebut dan tanpa lelah mengulanginya, sebagai rumusan yang baik dan padat tentang apa yang mesti dibuat.