Pilgrims on Christ’s Mission

Feature

Perjumpaan yang Mengubah

Kisah kasih ini bermula dari berbagai pergumulan hidup yang saya alami, hingga pertemuan saya dengan Pater Pieter, S.J. yang memperkenalkan saya pada komunitas Realino SPM. Di sinilah akhirnya saya menemukan makna diri dan hidup di dalamnya. Singkatnya, Realino SPM menjadi tempat perjumpaan saya dengan Tuhan yang menolong saya lewat mereka yang terkasih — Anak-anak Bongsuwung dan Jombor. Perjalanan dimulai dengan kegiatan pendampingan yang saya lakukan di Jombor dan Bongsuwung setiap hari Kamis dan Sabtu. Di sana saya berkenalan dengan anak-anak dengan keunikan dan keaktivannya masing-masing. Anak-anak yang beraneka ragam umur, tingkah laku, hingga latar belakangnya. Kegiatan pendampingan yang kami lakukan adalah membuat prakarya dan belajar Bahasa Inggris. Selain itu, kami juga mengajarkan hal-hal yang membentuk kepribadian baik bagi mereka, contohnya sopan santun. Kami juga memberikan motivasi bagi mereka dan mengarahkan mereka jika mereka melakukan hal-hal yang kurang berkenan. Dalam prosesnya, banyak suka-duka yang menjadi bumbu dalam perjalanan ini. Terkadang, ada anak yang kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan, berkelahi dengan temannya, malas mengerjakan tugasnya, dan lain sebagainya. Di samping itu, saya menghargai dan salut dengan perjuangan mereka untuk hadir dan belajar bersama kami. Saya dan rekan-rekan volunteer memahami bahwa semua yang dilakukan anak-anak merupakan bentuk keunikan yang mereka miliki. Komunitas Realino serta anak-anak dampingan menjadi babak baru dan warna baru dalam perjalanan hidup saya. Di komunitas ini, hal yang saya syukuri adalah saya dapat bertemu dengan orang-orang seperti Pater Pieter, S.J. dan mbak Luci, rekan-rekan volunteer, serta anak-anak dampingan. Mereka semua adalah orang-orang hebat yang mau membuka diri dan memberikan diri mereka untuk saling bekerja sama dan menjadi teman perjalanan bersama. Dalam perjalanannya, saya menemukan bahwa anak-anak bukan hanya menjadi tempat kami menyalurkan pengalaman tetapi menjadi tempat kami memperoleh pengalaman. Kami dan anak-anak belajar untuk saling berbagi, saling memahami, dan saling mengembangkan. Saya juga belajar menjadi pribadi yang lebih sabar dan mau memahami kondisi orang lain. Berjalan bersama anak-anak Jombor dan Bongsuwung bukanlah hal yang mudah. Namun, perlahan saya mulai dengan memahami apa, mengapa, dan bagaimana mereka terlihat berbeda. Dari situlah saya dapat memaknai bahwa segala sesuatu yang telah berjalan, merupakan suatu keterlibatan yang didasari oleh “semangat kasih” yang mendalam. Dari dasar yang saya temukan, saya pun menyadari bahwa setiap pribadi memiliki martabat yang luhur” terlepas dari latar belakang yang mereka miliki. Pada akhirnya, cinta dan kasih itu tumbuh dalam bentuk “teman perjalanan.” Teruntuk anak-anak Jombor dan Bongsuwung, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku dan kami semua. Terima kasih telah menjadi ungkapan hidup dari kebaikan hati Tuhan. Warna yang kalian pancarkan dan senyuman yang kalian tebarkan menjadi semangat langkahku melanjutkan hidup dan memaknai proses kehidupan ini dengan lebih baik. Semoga kedepannya, kalian semua dapat tumbuh menjadi pribadi yang berhasil dan tidak pernah melupakan kami dalam perjalanan hidup kalian. Teruntuk rekan-rekan volunteer, Pater Pieter, S.J. dan mBak Luci, terima kasih untuk segala penerimaan, nasihat, bimbingan, dan kebersamaan di hari-hari kemarin. Semoga apa yang kalian tabur menjadi kebaikan yang kalian tuai di kemudian hari. Semoga ke depan, kalian semua dapat terus bertumbuh menjadi ungkapan hidup dari kebaikan hati Tuhan. Kontributor: Anny Angelina S – Volunteer Realino SPM

Karya Pendidikan

Gedung Baru Harapan Baru untuk Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

Senyum gembira terpancar dari wajah siswa-siswi TK Kanisius Cempaka 1 Wonogiri karena akhirnya gedung sekolah yang baru telah selesai dibangun dan diberkati. Pemberkatan gedung kelompok bermain dan TK Kanisius Cempaka 1 Wonogiri ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Januari 2023. Pater Martinus Hadi Siswoyo, S.J. (Direktur Yayasan Kanisius Pusat) memimpin perayaan Ekaristi didampingi oleh Pater Joseph M.M.T. Situmorang, S.J. (Kepala Yayasan Kanisius Cabang Surakarta) dan Romo Yosafat Dhani Puspantoro, Pr (Kepala Paroki St Yohanes Rasul, Wonogiri). Selain pemberkatan gedung baru, perayaan ini juga menjadi ungkapan syukur atas kelahiran Sang Juru Selamat, Tahun Baru 2023, dan Pahargyan Purna Bakti 2022 Yayasan Kanisius Cabang Surakarta. Perayaan ini dihadiri pula oleh Pater J. Heru Hendarto, S.J., Pater Ignatius Aria Dewanto, S.J., Pater Clemens Budiarto, S.J. (Kepala Paroki St. Antonius Purbayan, Surakarta), Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA dan SMK Kanisius Cabang Surakarta, para suster dan wali murid. Perayaan ini juga disiarkan langsung (live streaming) dan diikuti oleh sekolah-sekolah yang berada di naungan Yayasan Kanisius Cabang Surakarta. Ketika homili, ada dua orang guru yang memberikan sharing pengalamannya selama menjadi guru di Yayasan Kanisius. salah satunya adalah Ibu Maria Ananingrum, guru SD Kanisius Bayat, Klaten yang mulai bergabung di Kanisius sejak tahun 2014. Beliau bercerita bahwa bekerja di Kanisius merupakan kehendak Tuhan yang bisa memberikan harapan sehingga ia bisa memenuhi kebutuhannya. Lain halnya dengan Ibu Cicilia Ani Setyowati, guru SMP Kanisius Wonogiri, yang bergabung semenjak tiga puluh dua tahun yang lalu dan saat ini sudah purna tugas. Pada waktu itu, Ibu Ani bersama umat Paroki St Yohanes Rasul Wonogiri berjuang untuk mendirikan SMA Kanisius sehingga sekolah Kanisius di Wonogiri hadir lengkap dalam semua jenjang pendidikan. Pater Joseph, S.J. menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru, karyawan, dan staf Yayasan Kanisius yang telah purna bakti atas tugas pengabdian dan karya pelayanannya selama ini. Beliau juga berharap, di tahun yang baru ini, Yayasan Kanisius semakin meningkatkan pelayanan pendidikan bagi masyarakat dan semakin dapat memuliakan Tuhan, terutama dengan selesainya renovasi gedung sekolah KB/TK Kanisius Cempaka 01, Wonogiri. Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan pahargyan purna bhakti guru, karyawan, dan staf Yayasan Kanisius. Pater Martinus Hadi Siswoyo, S.J. bersama dengan Pater Joseph Situmorang, S.J. memberikan kenang-kenangan untuk para guru, karyawan, serta staff Yayasan Kanisius tersebut. Beliau juga berpesan agar setelah pensiun, mereka semua tetap menjaga kesehatan dan optimisme, bahwa pensiun bukan berarti tidak bekerja namun bisa melakukan banyak aktivitas baik di Gereja, masyarakat, maupun keluarga. Pater Heru Hendarto, S.J., pengurus Yayasan Kanisius dalam sambutannya menyampaikan proficiat dan terima kasih kepada Pater Joseph, S.J., donatur, serta bapak ibu guru atas selesainya pembangunan gedung TK Kanisius Cempaka 01, Wonogiri. Pembangunan gedung ini menjadi salah satu sarana membangun karakter, kemampuan akademik, dan mengasah skill motorik anak-anak. Pater Heru juga bercerita bahwa ia juga dididik dari “rahim” sekolah Kanisius. Sekolah Kanisius sebagai pionir maka harus berkualitas. Yayasan Kanisius yang dulunya bersikap “ngaten kemawon cekap” (begini saja cukup) harus berani berubah menjadi sekolah yang berkualitas, bertransformasi untuk menanggapi tuntutan zaman, serta relevan bagi bapak ibu guru saat ini. Kebahagiaan dalam rangkaian acara ini juga tidak bisa ditutupi oleh Ibu Fransiska Marlina Ambar, Kepala TK Kanisius Cempaka 01 Wonogiri. Selesainya pembangunan gedung menambah semangat baru para guru dalam kegiatan pembelajaran. Saat ini jumlah siswa KB dan TK adalah 73 anak, terdiri atas 18 anak KB dan 55 anak TK. Saat ini ada satu kelas KB, dua kelas TK Kecil, dan dua kelas TK Besar. Pembangunan gedung baru ini ternyata meningkatkan animo orang tua dalam mendaftarkan putra-putri mereka di TK Kanisius Cempaka 01. Guru-guru Kanisius sudah menyiapkan berbagai pembelajaran kreatif untuk para peserta didiknya, baik untuk pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Tidak hanya itu, Romo Dhani, Pr., Pastor Paroki St Yohanes Rasul, memberikan dukungan dengan memberikan izin untuk bertugas koor guna pencarian dana renovasi sekolah. Ibu Marlina Ambar berharap dengan gedung yang baru, sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik. Kontributor: FX Juli Pramana – SMK Kanisius Surakarta

Karya Pendidikan

MAGIS Yogyakarta Goes Hybrid

Minggu, 8 Januari 2023, MAGIS Yogyakarta memulai Pertemuan Bulanan perdana di Formasi MAGIS Yogyakarta 2023 secara hybrid. Peserta MAGIS Yogyakarta formasi tahun 2023 kali ini sebanyak 29 peserta. Ada 19 orang yang mengikuti secara daring dan 10 orang secara luring. Mereka berasal dari berbagai daerah, yaitu Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Palangkaraya, Larantuka, Magelang, Semarang, Salatiga, Labuan Bajo, Lampung, dan Bandung. Peserta dan pengurus yang berdomisili di Yogyakarta wajib mengikuti Pertemuan Bulanan secara luring di Pusat Pastoral Mahasiswa (PPM) DIY, sedangkan yang berdomisili di luar Yogyakarta dapat mengikuti pertemuan secara daring melalui Zoom meeting. Sebelum menjalankan konsep pendampingan peserta secara hybrid di tahun 2023 ini, MAGIS Yogyakarta sudah menjalankan konsep pendampingan secara daring melalui Zoom meeting selama dua tahun terakhir. Pendampingan MAGIS di tahun 2021 hingga 2022 ini kami beri nama “MAGIS Yogyakarta Goes Online”. Momen pandemi Covid-19 ini sungguh menjadi tantangan bagi kami sekaligus mengajak kami untuk terus bertumbuh dan belajar dalam situasi dan hal baru. Diawali dengan merancang dan mengkonsep rangkaian proses yang biasa kami jalankan secara luring menjadi serba daring. Tentu ini tidak mudah. Dibutuhkan latihan dan kontemplasi agar segala sesuatu yang kami berikan dapat diterima dengan baik oleh para peserta sehingga peserta dapat berproses dengan baik. Dalam menemani teman-teman yang sedang berproses, para pengurus juga menjalankan serangkaian proses persiapan. Persiapan yang pertama adalah belajar bagaimana menjadi sahabat rohani yang baik dengan mengikuti Training for Trainers (TFT) Sahabat Rohani. Kami belajar dan berlatih di dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok kecil mendapat satu tema untuk dipelajari kemudian dipresentasikan. Dua tahun kami melewati serangkaian proses dan dinamika pendampingan secara daring. Kini situasi sudah membaik, maka kami kembali melanjutkan pendampingan secara luring. Namun karena ingin menjangkau peserta secara lebih luas, maka tetap disediakan juga proses pendampingan secara daring. Kami bersyukur bahwa sejak Juli 2022, Pater Alexander Hendra Dwi Asmara, S.J. bergabung bersama kami menjadi Romo Pendamping MAGIS Yogyakarta. Kurang lebih satu setengah tahun kami tidak memiliki pendamping di Regio Yogyakarta. Semoga dengan MAGIS Yogyakarta Goes Hybrid semakin banyak orang muda yang mengenal Spiritualitas Ignatian sehingga dapat membantu Orang Muda Katolik dalam menemukan makna hidup dan mempersiapkan generasi muda sebagai kader awam bagi Gereja dan masyarakat. Be More, Be MAGIS! Kontributor: Cecilia Anis Oktaviani  – MAGIS Yogyakarta

Karya Pendidikan

KAPIKA WOODFEST 2023

Kepengurusan Keluarga Alumni PIKA (KAPIKA) masa bhakti 2022–2025 menyelenggarakan KAPIKA WOODFEST pada 6–7 Januari 2023 dengan tema “Let’s Grow Together”. Acara ini dilaksanakan di lingkungan SMK PIKA Semarang dan dihadiri oleh lebih dari 700 pengunjung. 400 di antaranya adalah para pelaku usaha furniture yang tersebar di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Acara ini menawarkan berbagai macam kegiatan yang merangkul segala segi perindustrian furniture, seperti Buyer Gathering, Exhibition, Cabinet Making Competition, RnD Day-Seminar. Acara ditutup dengan Gathering Alumni PIKA. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta mampu menarik perhatian banyak pihak di antaranya: interior designer, furniture drafter & engineering, interior contractor, international buyer agent juga para siswa dan mahasiswa dari dalam maupun luar SMK PIKA. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Bp. A. Kuswidiarso, yang juga alumnus SMK PIKA angkatan 10. Dalam sambutannya, Br. F.X. Marsono, S.J., M.Pd., Kepala SMK PIKA, mengapresiasi dan mendukung penuh terselenggaranya kegiatan KAPIKA WOODFEST 2023 ini. Bruder Marsono juga berharap melalui kegiatan ini semoga SMK PIKA semakin dikenal luas di kalangan pelaku usaha industri furniture. Hal ini sangat berguna bagi peningkatan minat calon peserta didik yang akan mendaftar ke SMK PIKA juga keterserapan para lulusan SMK PIKA di dunia industri nantinya. Ada beberapa tujuan dari kegiatan ini, yaitu mempererat jalinan persaudaraan antar-alumni PIKA, memperkenalkan dunia pendidikan vokasi industri perkayuan di Indonesia, mensinergikan berbagai lini bidang usaha untuk menjadi komunitas yang solid, pemetaan pemerhati dan pelaku industri kayu dari hulu ke hilir, serta memperkenalkan dan memperluas jaringan brand sponsor dalam dunia industri furniture. Jejaring para alumni PIKA ini seperti sebuah muara dalam perkembangan industri perkayuan terutama di Indonesia. Berbagai bidang pekerjaan yang digeluti para alumni merepresentasikan luasnya kompetensi keahlian yang digeluti oleh para alumni di dunia industri furniture. Hal ini menunjukkan bahwa industri furniture merupakan industri strategis dalam berbagai sisi. Industri ini menjadi salah satu sumber penghasilan devisa negara karena menggunakan bahan baku lokal dan berorientasi ekspor. Sebagai industri padat karya, industri furniture menyerap tenaga kerja yang besar baik dari skala industri besar maupun sedang, skala kecil maupun usaha mandiri rumah tangga. Industri ini juga mempunyai multiplier effect yang luas bagi industri lainnya. Industri furniture berkontribusi menggerakkan sektor-sektor industri lainnya melalui produk-produk bahan baku dan bahan pendukung yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk furniture. Dari segi penghasil devisa dan penyerapan tenaga kerja, industri ini punya nilai strategis. Kinerja industri ini sedang tinggi saat ini dan diharapkan mampu berkontribusi lebih tinggi bagi perekonomian nasional. Saat ini industri furniture telah berada pada momentum yang positif untuk mencapai kinerja dan mendukung prospek yang lebih baik di masa mendatang. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menghadapi ketidakpastian kondisi global saat ini. Diharapkan dengan upaya semua pihak, proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung dan dapat mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi, prospek industri furniture bisa ikut mendorong peningkatan produksi ekspor yang berkualitas dan peningkatan nilai tambah industri ini. Di tengah maraknya isu tentang resesi ekonomi global, Bp. Mikael Ardian Sugito, Ketua KAPIKA, membagikan refleksinya. “Meski marak berita tentang kegelapan yang akan terjadi di tahun 2023, kita tetap harus optimistis. Kita percaya bahwa Tuhan mengutus kita menjadi garam dan terang dunia. Inilah kesempatan kita menanggapi panggilan dan perutusan kita, yaitu menjadi terang di tengah-tengah kegelapan, saatnya anak-anak Tuhan bersinar dan mengusir kegelapan itu.” Keberhasilan dan kelancaran acara KAPIKA WOODFEST 2023 ini tidak lepas dari peran serta kepanitiaan yang diketuai oleh Bp. Tjahjo Adi Nugroho, alumnus angkatan 20, alumnus lain, dan semua pihak yang bersedia memberi waktu, tenaga, dan pikiran mereka dalam mendukung KAPIKA WOODFEST ini. BRAVO KAPIKA! Kontributor: Johanes Chaesario Octavianus – Sekretaris IKAPIKA 2022-2025

Karya Pendidikan

Ite Inflammate Omnia

Retret Siswa-siswi Kelas XII Kolese Gonzaga Pada 10-13 Januari 2023, SMA Kolese Gonzaga mengadakan kegiatan Retret bagi siswa-siswi kelas XII. Mereka terbagi dalam 9 kelompok retret di rumah retret yang berbeda-beda. Ada sepuluh Jesuit yang mendampingi retret ini. Melalui kegiatan retret, siswa-siswi kelas XII SMA Kolese Gonzaga diundang untuk membersihkan “kacamata” yang kotor dan sering mengaburkan kehadiran Allah bagi mereka. Dengan kegiatan retret, harapannya, para siswa SMA Kolese Gonzaga dapat merangkum dinamika perjalanan yang telah mereka jalani selama tiga tahun di Gonzaga. Secara khusus dalam retret ini, pesertanya adalah Gonzaga Angkatan 34. Mereka adalah siswa-siswi yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Mereka adalah angkatan yang memasuki masa SMA di awal pandemi dan merasakan pembelajaran daring dalam kurun waktu yang relatif lama. Situasi ini membuat mereka tidak bisa mengalami beberapa kegiatan rutin Gonzaga, seperti Jambore, Live In, Studi Ekskursi dan beberapa kegiatan lainnya. Syukur bahwa mereka bisa mengalami kegiatan retret yang merupakan kegiatan terakhir sebelum secara intensif mempersiapkan ujian. Dengan retret ini, angkatan 34 diundang untuk mempertimbangkan dan memperkuat keputusan atas perjalanan hidup yang hendak mereka tempuh serta menyerahkan seluruh keputusan, rencana, dan usahanya kepada Tuhan. Selain itu, retret juga menjadi kesempatan bagi kelas XII untuk memperkuat soliditas, baik sebagai komunitas kelas maupun sebagai komunitas angkatan. Alih-alih demi sebuah kehangatan afektif saja, soliditas sebagai bagian dari sebuah komunitas angkatan ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk menjalani tahun-tahun terakhir di Gonzaga, termasuk dengan segala dinamika ujian yang ada di dalamnya. Dinamika Retret Retret kali ini secara khusus dilaksanakan sembari mengakomodasi kegiatan-kegiatan formasi yang terlewat sehingga retret kali ini menjadi lebih menantang dan berbau outbound. Dalam retret ini para siswa diajak untuk mengasah sisi Competence, Conscience, Compassion mereka dengan melakukan refleksi, mengendapkan berbagai pengalaman hidup terutama selama ia menjadi siswa-siswi Kolese Gonzaga. Dengan demikian mereka terbantu untuk dapat menentukan pilihan panggilan hidup dan mempersiapkan masa depan setelah lulus dari Kolese Gonzaga. Siswa-siswi juga diharapkan semakin memahami tugas perutusan dan peranannya di masyarakat sebagai manusia yang berhati nurani dan berbela rasa sehingga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang terlibat dalam keprihatinan dunia dan alam semesta. Mereka juga diharapkan dapat merumuskan, membuat, dan mengusahakan pembaruan hidup (renovatio vitae) sebagai usah menyetiai, memanfaatkan, dan mengembangkan apa yang sudah dipilih sebagai panggilan hidupnya demi kemuliaan nama Allah, bagi sesama, alam ciptaan, dan dirinya (Commitment). Surat: Coretan Cinta Penuh Makna Dalam kegiatan retret ini, sekolah mengajak orang tua siswa untuk berkolaborasi dengan cara menuliskan surat yang ditujukan bagi putra-putrinya. Para orang tua sangat antusias dalam menulis surat ini sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan untuk anak-anak mereka. Surat dari orang tua ini kemudian diserahkan kepada para peserta retret sebagai suatu kejutan. Tidak mengherankan jika para siswa terkejut ketika menerima surat tersebut. Siswa-siswi diberi waktu khusus untuk membaca surat dari orang tuanya. Aneka respon dan ekspresi saat membaca surat tersebut tersirat dari diri mereka. Tidak sedikit dari mereka yang mengungkapkan perasaan bahwa mereka dicintai oleh orang tua mereka. Ternyata surat-surat ini juga membangkitkan kenangan peristiwa-peristiwa spesial dalam hidup mereka bersama keluarga. Sebagai tanggapan atas surat tersebut, para siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan secara langsung rasa cinta kepada orang tuanya melalui surat balasan. Berlibur Bersama Tuhan Dinamika retret di setiap kelas diselenggarakan dengan format yang berbeda-beda. Secara umum, kegiatan indoor yang diselenggarakan di setiap lokasi hampir sama, seperti Perayaan Ekaristi, Ibadat, pemberian materi, diskusi pleno, dan sharing. Namun demikian, kekhasan di setiap kelompok retret ada dalam dinamika kegiatan outdoornya. Ada kelompok yang menjadikan tracking menuju ke curug sebagai salah satu bagian dalam dinamika retret. Ada kelompok yang memilih berjalan kaki dari Bandungan ke Gua Maria Kerep sebagai salah satu bentuk doa. Ada pula kelompok yang memilih merawat keberakaran imannya dengan mengunjungi Museum Misi di Muntilan dan berziarah ke Gua Maria Sendangsono. Singkat kata, apapun bentuk kegiatannya, sejatinya para siswa diajak untuk mengalami pengalaman liburan bersama Tuhan. Mereka diajak untuk menemukan Tuhan dengan cara yang mungkin sama sekali baru bagi mereka. Dari sekian banyak kegiatan luar ruangan (outdoor) yang dilakukan, ada salah satu bentuk kegiatan yang secara unik dialami para siswa, yaitu diutus menjalani peregrinasi. Siswa-siswi diutus berdua-dua untuk berjalan ke suatu tempat yang sudah ditentukan. Mereka diberi modal dua botol air mineral dan uang tunai Rp 5000,00. Mereka wajib meninggalkan rumah retret pada pukul 09.00 WIB dan kembali ke rumah retret, paling cepat pukul 16.00 WIB. Konsekuensinya, para siswa harus mencari kerja di sekitar daerah Bandungan demi mendapatkan makan siang. Ada berbagai cerita yang muncul dari kegiatan ini. Ada pasangan siswa-siswi yang ditolak melamar kerja hingga 20 kali. Ada kelompok yang kesulitan mencari kerja meskipun mereka menyusuri pasar dan alun-alun Bandungan karena banyak toko yang tutup. Tidak jarang, hambatan pun datang karena tempat yang dituju telah terisi oleh kelompok lainnya. Pengalaman mencari pekerjaan untuk mendapatkan makanan ini mengajarkan para siswa cara untuk menghargai pekerjaan sekecil apapun. Mereka sampai pada kesadaran bahwa mendapatkan pekerjaan itu tidak mudah. Hal ini semakin mengena, terutama karena mereka telah mengalami berkali-kali ditolak. Para siswa juga menangkap bahwa dalam ketidakpastian yang dihadapi, ketekunan adalah modal utama yang perlu dimiliki. Dalam perjuangan mencari pekerjaan, sekalipun sempat dilanda rasa putus asa, ketekunan tidak pernah mengkhianati hasil. Sekalipun ditolak berulang kali, akhirnya sebuah kelompok berhasil mendapatkan juga pekerjaan di sebuah warung sate kelinci. Para siswa juga mengalami banyak orang baik yang dengan murah hati mau memberikan pertolongan kepada mereka. Alih-alih ditolak secara frontal, para siswa justru mengalami sambutan hangat dari pemilik warung yang menjadi tempat mereka bekerja. Hal inilah yang membuat mereka merasa tersentuh dan sangat diterima. Detoksifikasi Digital Selama retret berlangsung, siswa-siswi tidak diperkenankan menggunakan smartphone mereka. Tidak mengherankan jika saat perjalanan menuju dan pulang dari lokasi retret menjadi momen berharga bagi mereka karena mereka dapat menikmati perjalanan yang ada. Perjalanan justru menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengakrabkan diri dengan komunitas kelas yang dimiliki. Sekalipun sempat diliputi rasa kikuk, para siswa akhirnya bisa menjalin keakraban. Di sepanjang perjalanan, mereka bernyanyi dan bercanda. Dengan nada agak berkelakar, mereka bahkan mendoakan agar perjalanan pulang mereka dilanda kemacetan sehingga kebersamaan dengan teman sekelasnya menjadi lebih lama. Keberjarakan dengan alat komunikasi justru ditanggapi secara positif oleh para siswa. Dari sharing

Pelayanan Gereja

Berjalan Bersama dalam Semangat dan Sukacita

Sabtu sore, 21 Januari 2023, kami memulai Rapat Pelayanan Dewan Pastoral Paroki Santa Theresia Bongsari Semarang. Total peserta yang hadir sebanyak 53 orang, terdiri atas para pengurus Dewan Pastoral Harian (DPH), koordinator Tim Pelayanan, serta pengurus Wilayah Gereja Santo Agustinus Panjangan. Rapat Pelayanan ini diadakan pada hari Sabtu-Minggu (21-22 Januari 2023) di Rumah Retret Pertapaan Rawaseneng. Acara dimulai dengan sharing pengalaman dari para peserta yang ‘keblusuk-blusuk’ menuju lokasi. Namun itu justru menjadi atmosfer keceriaan yang menandai kehangatan dinamika awal. Agenda pokok dari pertemuan ini adalah duduk bersama antara Dewan Pastoral Harian, Pengurus Gereja & Papa Miskin (PGPM) Paroki, dan pengurus Wilayah Gereja Santo Agustinus Panjangan, untuk berdinamika dan berdiskresi bersama terkait program pelayanan tahun 2023. Rapat Pelayanan dimulai dengan ibadat pembuka. Petikan gitar dan piano rancak yang mengiringi lagu ‘Gereja Bagai Bahtera’ dalam ibadat, seakan menjadi energi bagi para peserta untuk bernyanyi dengan penuh semangat. Lagu ini mengantarkan pada refleksi bahwa dalam mengemban tugas dan tanggung jawab, para peserta adalah ‘bahtera’ yang harus berjuang menghadapi terpaan gelombang dan badai. Namun tak perlu gentar, karena Tuhan Sang Bintang Pedoman menjadi arah dan tujuannya. Pembahasan materi diawali oleh Pater Didik Chahyono, S.J. yang memaparkan tentang organisasi PGPM dan kemampuan sumber daya keuangan untuk pembiayaan pelayanan DPP Harian 2023. Selanjutnya, Bapak Joko Priyono selaku WK I Dewan Pastoral menjelaskan tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Pastoral Paroki Bongsari atau yang disebut dengan P5. Inilah pedoman bagi setiap cara bertindak dalam seluruh gerak pelayanan di Paroki Bongsari. Pater Melkyor Pando, S.J. menguraikan tentang Programasi Paroki Tahun 2023. Seluruh program pelayanan tahun ini adalah integrasi antara fokus Lima Garapan KAS, empat UAP Serikat Jesus, dan kekhasan Paroki Bongsari. Arah gerak yang termuat dalam programasi ini merupakan hasil diskresi yang sudah dirumuskan dalam Rapat DPH sekitar satu bulan sebelum rapel ini diadakan, dan menjadi fokus pelayanan bidang-bidang untuk menyusun program. Ada dua hal pokok yang menjadi inspirasi bagi arah gerak dan fokus pelayanan tahun 2023 ini. Pertama, arah dasar Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang tahun ini secara spesifik berfokus pada masalah kebangsaan terkait Pemilu 2024, dimana KAS sangat mendorong Gereja Katolik agar makin berperan dalam menjaga dan mewujudkan Indonesia damai. Kedua, program karya kerasulan Serikat Jesus yang dituangkan dalam UAP (Universal Apostolic Preferences), yaitu menunjukkan jalan menuju Allah, berjalan bersama yang tersingkirkan, penjelajahan bersama orang muda, dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Dari sinilah kemudian ditetapkan Program Strategis Paroki Bongsari tahun 2023, yang meliputi lima program garapan, yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi, serta profesionalitas. Dinamika rapel tampak semakin jelas dalam paparan program pelayanan yang disampaikan oleh dewan harian, para ketua bidang, ketua wilayah Panjangan, disusul dengan tanggapan atau masukan dari forum. Setiap paparan program mendapatkan review dari Bp. Joko Priyono, Bp. Agus Jumani, dan Pater Melky, S.J. yang sebelumnya ditugaskan untuk mendalami program-program yang diajukan. Aura keceriaan dan keakraban mewarnai dialog tersebut, namun tak mengurangi keseriusan, esensi, dan mutu pembahasannya. Di sela-sela pemaparan, Pater Didik, S.J. selalu mengingatkan kekuatan “keuangan” Paroki untuk mendukung program. Hadirnya anak muda dalam rapel kali ini memberikan nuansa yang berbeda. Mereka mengisi dinamika ice breaking yang semakin mencairkan suasana. Pada sesi penutup, poin-poin penting yang menjadi catatan selama rapel disampaikan oleh Pater Melky, S.J. Beliau menekankan pentingnya sinergitas gerak dan langkah PGPM, Dewan Harian – beserta tim pelayanannya, dan Gereja Wilayah Panjangan. Kerangka acuannya adalah tata kelola kegembalaan, tata kelola administrasi, dan tata kelola keuangan yang mesti diterapkan di semua lini kegiatan pengelolaan paroki, dan juga dalam pelaksanaan program. Untuk program kerja, difokuskan pada pemberdayaan OMK, pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev), penyajian infografis hasil analisis data litbang sebagai acuan pelaksanaan kegiatan, dan program-program yang mengangkat isu-isu kebangsaan. Apa yang bisa direfleksikan dari rapat kerja ini? Sejak awal hingga akhir rapel, ada kegembiraan dan semangat peserta dalam berinteraksi satu sama lain. Suasana akrab dan hangat sungguh menjadi modal yang besar bagi terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang solid, serta ruang bagi munculnya daya kreativitas. Dialog yang terbuka terhadap masukan-masukan kritis, adalah bentuk saling asah dan asuh demi terwujudnya program yang tepat, efektif, berdampak nyata, serta mencerminkan wajah Gereja yang visioner. Pengetahuan dan wawasan baru yang muncul selama rapel juga menjadi inspirasi untuk melaksanakan tugas masing-masing. Itulah gerak-gerik Roh Ilahi yang kami refleksikan dalam rapel ini. Daya Ilahi-Nya telah membimbing kami semua dalam dinamika proses berdiskresi untuk bersama-sama berjalan dalam sukacita menjadi abdi-Nya. Demikianlah, kami ini ibarat sel-sel yang hidup dan tumbuh oleh bermacam-macam karunia, namun kami adalah satu tubuh dalam Roh yang satu. Kami berharap, semoga mimpi dan niat baik yang sudah kami tuangkan dalam programasi 2023 ini dengan seluruh prosesnya akan berbuah baik untuk umat, Gereja, dan demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar. Sebagaimana lagu Mars Paroki Bongsari, semoga kami semua semakin mampu gembira bersama untuk melangkah sebagai paguyuban para pengikut Kristus dalam membangun persaudaraan sejati. AMDG. Kontributor: F.X. Joko Priyono, Agus Jumani, Al. Henry Ernanto – Dewan Harian Paroki St. Theresia Bongsari 2023

Pelayanan Masyarakat

Kesetiaan Kreatif: Memadu Karya, Meraih Jaya

Peringatan HUT ke-101 Penerbit-Percetakan Kanisius dan ke-9 PT Kanisius “Dunia media komunikasi dalam gambaran ideal adalah sebuah lingkungan yang penuh dengan kegairahan. Kegairahan dipicu oleh penemuan keindahan dan pengalaman tercerahkan saat para pelaku media komunikasi berjuang mencari, membela, dan menyebarluaskan kebenaran. Bukankah ini yang dimaksudkan dengan Kabar Gembira Injil? Ketika lingkungan media komunikasi bergairah, masyarakat akan kena imbasnya, yakni ikut bergairah. Dalam kegairahan yang saling terhubung, kelimpahan kekayaan dari realitas kehidupan bersama di muka bumi bisa kembali kita syukuri.” P. Wiryono P., SJ, KESETIAAN KREATIF Refleksi Perjalanan 100 Tahun Karya Penerbit-Percetakan Kanisius, Yogyakarta, hlm. 126 Jl. Cempaka 9, Deresan, bulan Januari selalu menjadi bulan penuh sukacita bagi segenap insan Kanisius (Penerbit-Percetakan). Bulan Januari tahun ini menjadi penanda khusus pula bagi insan Kanisius untuk memulai langkah baru, menapaki usia 101 tahun karya Penerbit-Percetakan Kanisius. Tonggak-tonggak sejarah yang sudah terpatri pada usia 100 tahun karya tahun lalu, menjadi pondasi untuk membangun dan menggaungkan kembali semangat kesetiaan kreatif. Tema besar kesetiaan kreatif dipilih untuk memberikan kesadaran baru bagi insan Kanisius dan mitra-mitra kerja Kanisius, bahwa Kanisius terus-menerus mencoba cara-cara baru untuk dalam karya. Kesetiaan juga dimaknai sebagai usaha menemukan terus-menerus Roh yang telah menggerakkan Ignatius Loyola dalam menjalankan perutusan Gereja di zamannya. Pun halnya dengan Penerbit-Percetakan Kanisius yang terus-menerus diuji melalui ketekunan dalam mewartakan kebenaran melalui media yang digeluti selama ini. Ada dua agenda besar yang diselenggarakan untuk memaknai semangat kesetiaan kreatif ini. Pertama, Kanisius Examen Day, yang dibungkus dalam kemasan games & gathering karyawan. Dengan aneka macam permainan, seluruh insan Kanisius diajak untuk memainkan peran masing-masing dalam permainan dan merefleksikan proses permainan bersama narasumber, Pater P. Wiryono Priyotamtama, S.J. Kedua, Perayaan Ekaristi Syukur HUT bersama. Kanisius Examen Day Suasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT Kanisius tampak riuh ramai dengan gelak tawa dan canda seluruh karyawan-karyawati yang berkarya di Kanisius. Meriahnya semakin terasa dengan kehadiran lengkap rekan-rekan dari Kantor Pemasaran (Distrik) Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bandung, Palembang. Selama kurang lebih satu hari ini, insan Kanisius bersama-sama menyelenggarakan Examen melalui aneka games atau permainan yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Terbagi dalam 12 kelompok dengan 8 permainan menambah suasana menjadi semakin semarak. Kompetisi antar kelompok menjadikan permainan semakin berwarna. Setiap kelompok wajib menyelesaikan alur permainan, berdinamika dalam kelompok, dan berefleksi bersama atas setiap permainan yang sudah dilakoni bersama-sama. Uniknya, permainan didesain oleh panitia untuk semakin mengenal satu sama lain dan mendalami visi-misi-nilai PT Kanisius. Setiap insan Kanisius diajak untuk menemukan nilai-nilai hidup dalam permainan. Ada dua permainan utama yang harus dimainkan secara bersama-sama oleh seluruh peserta, yaitu permainan “Jaga Terang” dan “Mencari Harta Karun.” Dalam dua permainan ini, peserta diajak untuk menggali kembali nilai-nilai dari visi-misi. Kanisius Examen Day ditutup dengan refleksi bersama narasumber Pater P. Wiryono Priyotamtama, S.J. di Ruang Kepodang. Pater Wiryono, S.J. menegaskan kembali arti dari kesetiaan kreatif sebagai salah satu bentuk untuk bertahan (survive), juga bisa dimaknai sebagai bentuk kesetiaan dalam panggilan dan perutusan di segala tempat dan waktu yang selalu berubah. Dipaparkan oleh Pater Wiryono, S.J. bahwa Gereja Katolik Indonesia bersyukur mempunyai contoh-contoh teladan dalam kesetiaan kreatif, antara lain: Pater F. van Lith, S.J.; Mgr. A. Soegijapranata, S.J.; dan Rm. J.B. Mangunwijaya, Pr. Salah satu Jenderal Serikat Jesus, Pater Peter Hans Kolvenbach, S.J., memaknai kesetiaan kreatif sebagai usaha kembali ke sumber-sumber asli milik perorangan, kelompok, institusi, dan seluruh ciptaan bagi peneguhan jati diri masing-masing dalam zaman yang berubah. Pater Wiryono, S.J. juga memberikan tips untuk menghidupi kesetiaan kreatif tersebut dalam tiga unsur konstitutif, yaitu melalui: (1) pengalaman panggilan/perutusan: jati diri, passion & perseverance; (2) kebiasaan berdiskresi: spiritualitas; dan (3) membangun harapan-harapan yang menyelamatkan: integrasi ke dalam harapan-harapan Gereja. Agenda refleksi bersama ini ditutup dengan pemberian penghargaan untuk AMDG Awards 2023. Perayaan Puncak Syukur HUT ke-101 Pen-Per Kanisius Dengan penuh rasa sukacita dan syukur, segenap keluarga besar PT Kanisius menyatukan diri dan hati dalam Perayaan Ekaristi Syukur yang dilaksanakan tepat di hari ulang tahunnya yang ke-101, 26 Januari 2023. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Rm. Y.R. Edy Purwanto dan Pater B. Hari Juliawan, S.J. (Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia) didampingi oleh Rm. A. Maradiyo (Vikep Yogya Timur), Rm. A.R. Yudono Suwondo (Vikep Yogya Barat), Rm. Y. Harsanto (Vikep Kategorial), Pater Sarjumunarsa, S.J. (tamu undangan), dan Pater E. Azismardopo Subroto, S.J. (Dirut PT Kanisius). Perjalanan monumental 100 tahun di tahun 2022 lalu masih berlanjut sampai ke usia 101 tahun dan penuh harapan untuk tahun-tahun ke depan, melanjutkan penziarahan PT Kanisius. Pada momen yang ke-101 tahun ini, PT Kanisius menghadirkan satu lagi layanan di Taman Komunikasi Kanisius Yogyakarta yaitu Takom Kafe yang sudah memulai kiprah barunya pada Januari 2023. Perayaan Ekaristi Syukur HUT ke-101 ini sekaligus menjadi kesempatan terindah untuk memberkati ruang kafe dan ruang Takom Kanisius Pusat yang baru selesai direnovasi. Sekaligus dilakukan penandatanganan prasasti renovasi gedung Takom oleh Rama Vikjen dan Rama Provinsial. Syukur kepada Allah atas rahmat-Nya yang berlimpah. Perayaan Syukur dalam kesatuan doa ditutup dengan prosesi penanaman dua pohon zaitun di halaman Taman Komunikasi Kanisius. Pohon zaitun merupakan salah satu pohon yang langka, pohon yang melambangkan perdamaian, kehormatan, dan kesejahteraan. Pohon zaitun ini pula yang menjadi salah satu ikon gambar yang terpasang di logo Takom Kafe. Kami berharap, filosofi pohon zaitun merepresentasikan semangat perdamaian, kehormatan, dan kesejahteraan bagi PT Kanisius beserta insan Kanisius yang bernaung di dalamnya. Terima kasih kepada para Sahabat, mitra kerja, dan warga sekitar yang bersama-sama PT Kanisius berkolaborasi dan bekerja sama dalam aneka bentuk kegiatan. 101 tahun Kanisius, Memadu Karya Meraih Jaya. Kontributor: Paulus Widiantoro – PT Kanisius

Provindo

Kami Bersatu dengan Myanmar

Kepada setiap orang dengan kehendak baik:  Hari ini, kita mengenang peristiwa dua tahun lalu saat kekuatan militer Myanmar, Tatmadaw, tanpa sungkan-sungkan mengambil alih kekuasaan di Myanmar, menghancurkan pemerintahan rakyat yang dipilih secara demokratis, dan memenjarakan para pemimpin demokrasi mereka. Di tengah-tengah pandemi global, ketika banyak orang menderita dan ketakutan, nyala demokrasi yang sudah dihidupkan dan dijaga agar tetap berkobar, sekali lagi dipadamkam ketika Tatmadaw menebar teror dan kekerasan terhadap warganya sendiri.    Selama dua tahun terakhir, Tatmadaw terus menebar teror, menyerang dan menghancurkan desa-desa, membakar rumah dan gereja, menahan, menyiksa dan membunuh aktivis, mereka yang ikut protes dan warga sipil yang tak bersalah dan tak bersenjata. UNHCR per 23 Januari 2023 mengatakan ada sekitar 1,2 juta pengungsi internal sejak kudeta. Jumlah ini meningkat dari 330,00 pengungsi internal sebelum kudeta. Laporan Bank Dunia tahun 2022 memperkirakan sekitar 40% penduduk atau 22 juta jiwa jatuh dalam kemiskinan, menjadikan indeks kedalaman kemiskinan Myanmar dua kali lebih tinggi dibandingkan bulan Maret 2020. Junta militer menahan para pembangkang dan oposisi, menutup semua saluran komunikasi dan media, menangkapi para wartawan dan memberi izin untuk secara legal menggeledah, merampas, menahan, mematai-matai dan menghentikan semua komunikasi meskipun tanpa disertai surat perintah pengadilan. Sampai hari ini, mereka terus melakukan hal-hal ini.  Hari ini kita merayakan keberanian dan iman saudara dan saudari kita di Myanmar yang meskipun menderita namun tetap kuat dan berteguh dalam upaya mereka agar kehendak rakyat dihargai dan diikuti, dalam perjuangan agar hak-hak dan kebebasan mereka dikembalikan dan dihormati, dalam langkah mereka untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan. Dengan menempuh cara-cara yang damai, mereka telah membuat suara mereka terdengar dengan melakukan protes di jalan-jalan, di desa-desa bahkan melalui media sosial yang menuntut berakhirnya penyalahgunaan dan penaklukan oleh junta militer. Kaum muda Myanmar memimpin semua upaya tanpa kenal lelah dan rasa takut ini untuk bangsa dan rakyat mereka. Kita berdoa bagi mereka yang telah mengorbankan hidupnya untuk menjadikan Myanmar tempat yang lebih baik bagi kehidupan warganya.   Lebih dari sebelumnya, hari ini, kita percaya bahwa seruan bagi sebuah tindakan mendesak dan menentukan untuk mengakhiri krisis tidak bisa menunggu lebih lama. Dalam solidaritas dengan Myanmar, Jaringan Migran dan Pengungsi Asia Pasifik menyerukan diupayakan tiga pokok aksi: Pertama, kepemimpinan ASEAN dan para pemimpin global lainya harus menempuh segala bentuk campur tangan diplomatik yang ada untuk mengakhiri kekerasan dan menegakkan kembali demokrasi di Myanmar dalam waktu sesegera mungkin. Dukungan komunitas internasional menjadi hal mendasar untuk menegakkan kembali perdamaian dan demokrasi di Myanmar. Jadikanlah suara hati dan bela rasa anda menjadi panduan segala macam bentuk negosiasi.   Kedua, kami menyerukan kepada Tatmadaw untuk segera mengakhiri segala bentuk pelecehan, tindakan keji dan kekerasan terhadap para seteru mereka dan warga negara Myanmar yang tidak berdosa. Mereka harus menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa dipercaya karena mereka meminta untuk dipercaya – bebaskan tahanan politik dan libatkanlah kembali pemangku kepentingan yang berbeda dalam dialog yang bermakna atas dasar keadilan dan bela rasa. Mereka memilih jalan untuk bertanggung jawab bersama dan aksi yang mengubah arus krisis dan mengakhiri kekerasan dan penderitaan. Janganlah biarkan luka Myanmar membusuk dan tak tersembuhkan.  Ketiga, kami menyerukan setiap individu dan komunitas di berbagai tempat di dunia untuk terus mengungkapkan dan menunjukkan keprihatinan atas Myanmar dengan cara-cara yang bisa anda lakukan. Suratilah pemimpin anda dan buat mereka memahami apa yang anda pahami. Bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk menjamin bahwa rakyat Myanmar menerima layanan dan barang-barang yang menyelamatkan hidup mereka. Kami meminta jalur bebas, aman dan segera bagi bantuan kemanusiaan buat mereka yang sangat membutuhkannya. Namun lebih lagi kami mendesak suatu tindakan bagi kebaikan bersama. Janganlah kita melupakan Myanmar.  Kami tetap menjadi satu kesatuan dengan Myanmar dalam aspirasi mereka untuk menyelamatkan dan membentuk bangsa mereka menjadi lebih baik di kemudian hari. Kami bermimpi bersama dengan rakyat Myanmar untuk suatu masa depan yang lebih baik berdasarkan keadilan dan perdamaian bagi semua orang. Kami bersatu dalam iman dengan para Uskup Katolik di Myanmar dalam permohonan tulus mereka kepada semua pemangku kepentingan di Myanmar – kita telah cukup menderita sebagai bangsa, biarlah semua senjata berhenti menyalak, marilah kita saling merangkul semuanya sebagai saudara dan saudari dan memulai perjalanan suci menuju perdamaian – bersatu sebagai bangsa dan rakyat.   Kepada saudara dan saudariku di Myanmar, tetaplah teguh dalam iman, kami bersamamu. Dunia tidak akan melupakanmu. Hari ini, bersama kalian, KAMI ADALAH MYANMAR. Jaringan Migran dan Pengungsi di Asia Pacific