Pilgrims on Christ’s Mission

Karya Pendidikan

Karya Pendidikan

KAPIKA WOODFEST 2023

Kepengurusan Keluarga Alumni PIKA (KAPIKA) masa bhakti 2022–2025 menyelenggarakan KAPIKA WOODFEST pada 6–7 Januari 2023 dengan tema “Let’s Grow Together”. Acara ini dilaksanakan di lingkungan SMK PIKA Semarang dan dihadiri oleh lebih dari 700 pengunjung. 400 di antaranya adalah para pelaku usaha furniture yang tersebar di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Acara ini menawarkan berbagai macam kegiatan yang merangkul segala segi perindustrian furniture, seperti Buyer Gathering, Exhibition, Cabinet Making Competition, RnD Day-Seminar. Acara ditutup dengan Gathering Alumni PIKA. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta mampu menarik perhatian banyak pihak di antaranya: interior designer, furniture drafter & engineering, interior contractor, international buyer agent juga para siswa dan mahasiswa dari dalam maupun luar SMK PIKA. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Bp. A. Kuswidiarso, yang juga alumnus SMK PIKA angkatan 10. Dalam sambutannya, Br. F.X. Marsono, S.J., M.Pd., Kepala SMK PIKA, mengapresiasi dan mendukung penuh terselenggaranya kegiatan KAPIKA WOODFEST 2023 ini. Bruder Marsono juga berharap melalui kegiatan ini semoga SMK PIKA semakin dikenal luas di kalangan pelaku usaha industri furniture. Hal ini sangat berguna bagi peningkatan minat calon peserta didik yang akan mendaftar ke SMK PIKA juga keterserapan para lulusan SMK PIKA di dunia industri nantinya. Ada beberapa tujuan dari kegiatan ini, yaitu mempererat jalinan persaudaraan antar-alumni PIKA, memperkenalkan dunia pendidikan vokasi industri perkayuan di Indonesia, mensinergikan berbagai lini bidang usaha untuk menjadi komunitas yang solid, pemetaan pemerhati dan pelaku industri kayu dari hulu ke hilir, serta memperkenalkan dan memperluas jaringan brand sponsor dalam dunia industri furniture. Jejaring para alumni PIKA ini seperti sebuah muara dalam perkembangan industri perkayuan terutama di Indonesia. Berbagai bidang pekerjaan yang digeluti para alumni merepresentasikan luasnya kompetensi keahlian yang digeluti oleh para alumni di dunia industri furniture. Hal ini menunjukkan bahwa industri furniture merupakan industri strategis dalam berbagai sisi. Industri ini menjadi salah satu sumber penghasilan devisa negara karena menggunakan bahan baku lokal dan berorientasi ekspor. Sebagai industri padat karya, industri furniture menyerap tenaga kerja yang besar baik dari skala industri besar maupun sedang, skala kecil maupun usaha mandiri rumah tangga. Industri ini juga mempunyai multiplier effect yang luas bagi industri lainnya. Industri furniture berkontribusi menggerakkan sektor-sektor industri lainnya melalui produk-produk bahan baku dan bahan pendukung yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk furniture. Dari segi penghasil devisa dan penyerapan tenaga kerja, industri ini punya nilai strategis. Kinerja industri ini sedang tinggi saat ini dan diharapkan mampu berkontribusi lebih tinggi bagi perekonomian nasional. Saat ini industri furniture telah berada pada momentum yang positif untuk mencapai kinerja dan mendukung prospek yang lebih baik di masa mendatang. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menghadapi ketidakpastian kondisi global saat ini. Diharapkan dengan upaya semua pihak, proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung dan dapat mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi, prospek industri furniture bisa ikut mendorong peningkatan produksi ekspor yang berkualitas dan peningkatan nilai tambah industri ini. Di tengah maraknya isu tentang resesi ekonomi global, Bp. Mikael Ardian Sugito, Ketua KAPIKA, membagikan refleksinya. “Meski marak berita tentang kegelapan yang akan terjadi di tahun 2023, kita tetap harus optimistis. Kita percaya bahwa Tuhan mengutus kita menjadi garam dan terang dunia. Inilah kesempatan kita menanggapi panggilan dan perutusan kita, yaitu menjadi terang di tengah-tengah kegelapan, saatnya anak-anak Tuhan bersinar dan mengusir kegelapan itu.” Keberhasilan dan kelancaran acara KAPIKA WOODFEST 2023 ini tidak lepas dari peran serta kepanitiaan yang diketuai oleh Bp. Tjahjo Adi Nugroho, alumnus angkatan 20, alumnus lain, dan semua pihak yang bersedia memberi waktu, tenaga, dan pikiran mereka dalam mendukung KAPIKA WOODFEST ini. BRAVO KAPIKA! Kontributor: Johanes Chaesario Octavianus – Sekretaris IKAPIKA 2022-2025

Karya Pendidikan

Ite Inflammate Omnia

Retret Siswa-siswi Kelas XII Kolese Gonzaga Pada 10-13 Januari 2023, SMA Kolese Gonzaga mengadakan kegiatan Retret bagi siswa-siswi kelas XII. Mereka terbagi dalam 9 kelompok retret di rumah retret yang berbeda-beda. Ada sepuluh Jesuit yang mendampingi retret ini. Melalui kegiatan retret, siswa-siswi kelas XII SMA Kolese Gonzaga diundang untuk membersihkan “kacamata” yang kotor dan sering mengaburkan kehadiran Allah bagi mereka. Dengan kegiatan retret, harapannya, para siswa SMA Kolese Gonzaga dapat merangkum dinamika perjalanan yang telah mereka jalani selama tiga tahun di Gonzaga. Secara khusus dalam retret ini, pesertanya adalah Gonzaga Angkatan 34. Mereka adalah siswa-siswi yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Mereka adalah angkatan yang memasuki masa SMA di awal pandemi dan merasakan pembelajaran daring dalam kurun waktu yang relatif lama. Situasi ini membuat mereka tidak bisa mengalami beberapa kegiatan rutin Gonzaga, seperti Jambore, Live In, Studi Ekskursi dan beberapa kegiatan lainnya. Syukur bahwa mereka bisa mengalami kegiatan retret yang merupakan kegiatan terakhir sebelum secara intensif mempersiapkan ujian. Dengan retret ini, angkatan 34 diundang untuk mempertimbangkan dan memperkuat keputusan atas perjalanan hidup yang hendak mereka tempuh serta menyerahkan seluruh keputusan, rencana, dan usahanya kepada Tuhan. Selain itu, retret juga menjadi kesempatan bagi kelas XII untuk memperkuat soliditas, baik sebagai komunitas kelas maupun sebagai komunitas angkatan. Alih-alih demi sebuah kehangatan afektif saja, soliditas sebagai bagian dari sebuah komunitas angkatan ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk menjalani tahun-tahun terakhir di Gonzaga, termasuk dengan segala dinamika ujian yang ada di dalamnya. Dinamika Retret Retret kali ini secara khusus dilaksanakan sembari mengakomodasi kegiatan-kegiatan formasi yang terlewat sehingga retret kali ini menjadi lebih menantang dan berbau outbound. Dalam retret ini para siswa diajak untuk mengasah sisi Competence, Conscience, Compassion mereka dengan melakukan refleksi, mengendapkan berbagai pengalaman hidup terutama selama ia menjadi siswa-siswi Kolese Gonzaga. Dengan demikian mereka terbantu untuk dapat menentukan pilihan panggilan hidup dan mempersiapkan masa depan setelah lulus dari Kolese Gonzaga. Siswa-siswi juga diharapkan semakin memahami tugas perutusan dan peranannya di masyarakat sebagai manusia yang berhati nurani dan berbela rasa sehingga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang terlibat dalam keprihatinan dunia dan alam semesta. Mereka juga diharapkan dapat merumuskan, membuat, dan mengusahakan pembaruan hidup (renovatio vitae) sebagai usah menyetiai, memanfaatkan, dan mengembangkan apa yang sudah dipilih sebagai panggilan hidupnya demi kemuliaan nama Allah, bagi sesama, alam ciptaan, dan dirinya (Commitment). Surat: Coretan Cinta Penuh Makna Dalam kegiatan retret ini, sekolah mengajak orang tua siswa untuk berkolaborasi dengan cara menuliskan surat yang ditujukan bagi putra-putrinya. Para orang tua sangat antusias dalam menulis surat ini sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan untuk anak-anak mereka. Surat dari orang tua ini kemudian diserahkan kepada para peserta retret sebagai suatu kejutan. Tidak mengherankan jika para siswa terkejut ketika menerima surat tersebut. Siswa-siswi diberi waktu khusus untuk membaca surat dari orang tuanya. Aneka respon dan ekspresi saat membaca surat tersebut tersirat dari diri mereka. Tidak sedikit dari mereka yang mengungkapkan perasaan bahwa mereka dicintai oleh orang tua mereka. Ternyata surat-surat ini juga membangkitkan kenangan peristiwa-peristiwa spesial dalam hidup mereka bersama keluarga. Sebagai tanggapan atas surat tersebut, para siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan secara langsung rasa cinta kepada orang tuanya melalui surat balasan. Berlibur Bersama Tuhan Dinamika retret di setiap kelas diselenggarakan dengan format yang berbeda-beda. Secara umum, kegiatan indoor yang diselenggarakan di setiap lokasi hampir sama, seperti Perayaan Ekaristi, Ibadat, pemberian materi, diskusi pleno, dan sharing. Namun demikian, kekhasan di setiap kelompok retret ada dalam dinamika kegiatan outdoornya. Ada kelompok yang menjadikan tracking menuju ke curug sebagai salah satu bagian dalam dinamika retret. Ada kelompok yang memilih berjalan kaki dari Bandungan ke Gua Maria Kerep sebagai salah satu bentuk doa. Ada pula kelompok yang memilih merawat keberakaran imannya dengan mengunjungi Museum Misi di Muntilan dan berziarah ke Gua Maria Sendangsono. Singkat kata, apapun bentuk kegiatannya, sejatinya para siswa diajak untuk mengalami pengalaman liburan bersama Tuhan. Mereka diajak untuk menemukan Tuhan dengan cara yang mungkin sama sekali baru bagi mereka. Dari sekian banyak kegiatan luar ruangan (outdoor) yang dilakukan, ada salah satu bentuk kegiatan yang secara unik dialami para siswa, yaitu diutus menjalani peregrinasi. Siswa-siswi diutus berdua-dua untuk berjalan ke suatu tempat yang sudah ditentukan. Mereka diberi modal dua botol air mineral dan uang tunai Rp 5000,00. Mereka wajib meninggalkan rumah retret pada pukul 09.00 WIB dan kembali ke rumah retret, paling cepat pukul 16.00 WIB. Konsekuensinya, para siswa harus mencari kerja di sekitar daerah Bandungan demi mendapatkan makan siang. Ada berbagai cerita yang muncul dari kegiatan ini. Ada pasangan siswa-siswi yang ditolak melamar kerja hingga 20 kali. Ada kelompok yang kesulitan mencari kerja meskipun mereka menyusuri pasar dan alun-alun Bandungan karena banyak toko yang tutup. Tidak jarang, hambatan pun datang karena tempat yang dituju telah terisi oleh kelompok lainnya. Pengalaman mencari pekerjaan untuk mendapatkan makanan ini mengajarkan para siswa cara untuk menghargai pekerjaan sekecil apapun. Mereka sampai pada kesadaran bahwa mendapatkan pekerjaan itu tidak mudah. Hal ini semakin mengena, terutama karena mereka telah mengalami berkali-kali ditolak. Para siswa juga menangkap bahwa dalam ketidakpastian yang dihadapi, ketekunan adalah modal utama yang perlu dimiliki. Dalam perjuangan mencari pekerjaan, sekalipun sempat dilanda rasa putus asa, ketekunan tidak pernah mengkhianati hasil. Sekalipun ditolak berulang kali, akhirnya sebuah kelompok berhasil mendapatkan juga pekerjaan di sebuah warung sate kelinci. Para siswa juga mengalami banyak orang baik yang dengan murah hati mau memberikan pertolongan kepada mereka. Alih-alih ditolak secara frontal, para siswa justru mengalami sambutan hangat dari pemilik warung yang menjadi tempat mereka bekerja. Hal inilah yang membuat mereka merasa tersentuh dan sangat diterima. Detoksifikasi Digital Selama retret berlangsung, siswa-siswi tidak diperkenankan menggunakan smartphone mereka. Tidak mengherankan jika saat perjalanan menuju dan pulang dari lokasi retret menjadi momen berharga bagi mereka karena mereka dapat menikmati perjalanan yang ada. Perjalanan justru menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengakrabkan diri dengan komunitas kelas yang dimiliki. Sekalipun sempat diliputi rasa kikuk, para siswa akhirnya bisa menjalin keakraban. Di sepanjang perjalanan, mereka bernyanyi dan bercanda. Dengan nada agak berkelakar, mereka bahkan mendoakan agar perjalanan pulang mereka dilanda kemacetan sehingga kebersamaan dengan teman sekelasnya menjadi lebih lama. Keberjarakan dengan alat komunikasi justru ditanggapi secara positif oleh para siswa. Dari sharing

Karya Pendidikan

Staying Apart, Always Together

Perayaan Lustrum VII Tepat pada 3 November 2022, SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti memperingati Lustrum VII. Kedua institusi yang berada di bawah naungan Yayasan Wacana Bhakti ini terus membuktikan diri sebagai tempat jiwa-jiwa muda ditempa dan didampingi untuk menemukan jati diri. SMA Kolese Gonzaga konsisten mengamalkan cita-cita luhur untuk menemani dan menempa kaum muda agar dapat menjadi “manusia-manusia susila terpelajar”. Di sisi lain, Seminari Wacana Bhakti pun konsisten mengamalkan cita-cita luhur untuk mendampingi orang-orang muda yang hendak “menanggapi panggilan suci” dan “menjadi abdi di ladang Ilahi”. Kiprah selama 35 tahun inilah yang layak disyukuri melalui rangkaian perayaan Lustrum VII yang diadakan di kompleks Jalan Pejaten Barat 10 A ini. Staying Apart, Always Together Tema yang dipilih untuk membingkai Perayaan Lustrum VII ini ialah “Staying Apart, Always Together”. Tema ini tidak lepas dari konteks pandemi yang lekat dengan Perayaan Lustrum SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Menengah Wacana Bhakti. Kebijakan physical distancing di masa pandemi membatasi interaksi antar manusia secara langsung. Walaupun segenap komunitas Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti sedang terpisah (staying apart), hal tersebut tidak selamanya buruk. Pandemi Covid-19 pun memberi arti baru dari kebersamaan (togetherness). Alih-alih mengutamakan kebersamaan secara fisik, kebersamaan dapat dihadirkan di tengah masyarakat dengan cara berbeda. Esensi kebersamaan tidak lagi mengutamakan kontak fisik, melainkan solidaritas dan persahabatan. Selain rasa syukur dan suka cita, perayaan Lustrum VII SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti juga berangkat dari keprihatinan yang masih melekat dalam diri setiap orang, terutama sebagai dampak pandemi. Masih membekas dalam benak mereka rasanya kehilangan orang-orang yang dikasihi karena Covid-19 ini. Masih terasa dalam benak sebagian besar masyarakat Indonesia dampak ekonomi yang belum kian pulih setelah porak poranda diterjang badai pandemi. Maka dari itu, alih-alih berpusat pada selebrasi dan perayaannya semata, Lustrum VII diperingati secara sederhana namun sarat makna. Alih-alih tenggelam dalam selebrasi, Lustrum VII hendak dirayakan dengan pertama-tama memperhitungkan dampaknya bagi sesama yang membutuhkan. Compassion Month Rangkaian kegiatan Lustrum VII SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti dimulai dengan kegiatan Compassion Month. Intensinya, siswa/i diundang untuk dapat memberikan diri. Ada tiga rangkaian kegiatan yang terdapat di dalamnya, yaitu Gonzcare, Gonzgive, dan Gonzteach. Melalui Gonzcare, siswa/i diundang untuk dapat merawat tempat yang mereka sebut sebagai “rumah kedua” dengan membersihkan kompleks SMA Kolese Gonzaga. Melalui Gonzgive, siswa/i diajak untuk melakukan bakti sosial bagi orang-orang sederhana yang mereka temui di jalanan. Akhirnya, melalui Gonzteach, siswa/i diundang untuk memberikan sekaligus melatih diri menyalurkan ilmu mereka dengan mengajar murid-murid Sekolah Dasar di Perhimpunan Vincentius Jakarta dan Yayasan Kanisius Cabang Surakarta. Gonzaga Lustrum Festival Berbeda dengan Gonzaga Festival yang lazimnya diadakan setiap tahun, Gonzaga Festival tahun ini diadakan dalam rangka perayaan Lustrum. Selain ada tambahan kata “Lustrum” pada nama acara ini, Gonzaga Lustrum Festival GLF) juga mengangkat narasi 35 tahun berdirinya SMA Kolese Gonzaga. Hal inilah yang tampak dalam rangkaian terakhir acara GLF, yaitu performing arts. Selain menjadi ajang menunjukkan bakat serta kebolehan yang dimiliki, siswa/i juga diundang untuk mengenal, mencecap, sembari merefleksikan sejarah serta jatuh-bangun berdirinya SMA Kolese Gonzaga. Melalui kegiatan ini, harapannya, rasa cinta siswa/i Kolese Gonzaga atas almamaternya semakin mengakar. Gonzaga Lustrum Care Selain berorientasi pada selebrasi, acara Lustrum VII juga menjadi ajang untuk bersyukur, pertama-tama atas kesehatan yang dimiliki. Konteks inilah yang membuat Gonzaga Lustrum Care diadakan. Dua tahun ada dalam masa pandemi menyadarkan betapa pentingnya merawat kesehatan, khususnya seluruh anggota komunitas SMA Kolese Gonzaga. Terdapat dua bentuk acara yang diadakan di dalamnya, yaitu fun bike/fun walk dan donor darah. Parade Budaya Indonesia Rangkaian perayaan Lustrum juga menjadi kesempatan berharga untuk mensyukuri kebudayaan Indonesia. Acara ini diadakan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Acara khusus dalam parade Budaya Indonesia ini adalah parade busana. Seluruh anggota Komunitas Gonzaga wajib mengenakan busana daerah yang berasal dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Pemakaian pakaian daerah ini pun dilombakan. Semakin unik pakaian yang digunakan akan semakin besar peluang yang bersangkutan untuk meraih juara. Penerbitan Buku “Puspadanta Gonzaga” dan Seminar Pendidikan Selain kegiatan dalam bidang humaniora, Lustrum ini juga dirayakan dengan kegiatan dalam bidang akademik. Setelah mengalami pendampingan intensif selama beberapa bulan, siswa/i SMA Kolese Gonzaga berhasil membuat bunga rampai tulisan dan menjadikannya sebuah buku. Judul buku tersebut ialah “Puspadanta Gonzaga”—Gading Berukir Gonzaga. Dalam buku ini tertuang pemikiran kritis, ketajaman argumentasi, dan kedalaman refleksi kawula muda Gonzaga. Selain menulis buku, perayaan Lustrum dalam bidang akademik juga diisi dengan Seminar Kebangsaan dan Seminar Pendidikan. Misa Puncak Lustrum VII Perayaan Lustrum VII ditutup dengan Ekaristi Puncak Lustrum VII. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Bapak Kardinal Ignatius Suharyo. Adapun, para imam yang menjadi konselebran ialah Pater Provinsial, Benedictus Hari Juliawan, SJ, Pater Rektor Seminari Wacana Bhakti, B. Ardi Dharmawan, dan Pater Kepala SMA Gonzaga, Paulus Andri Astanto, SJ. Rangkaian perayaan Lustrum VII ini juga menjadi kesempatan untuk bersyukur atas 35 tahun penyertaan Tuhan atas institusi sembari memohon rahmat agar Tuhan senantiasa menyertai dalam perjalanan tahun-tahun ke depan. Api yang Membawa Terang Akhirnya, rangkaian Perayaan Lustrum VII, ini menjadi kesempatan bagi SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti untuk kembali kepada raison d’etre berdirinya kedua institusi tersebut. Seperti St.Aloysius Gonzaga yang tidak tinggal diam di hadapan krisis sosial yang ada di sekitarnya, semoga SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti juga dapat menjadi penyuluh lilin harapan, yang nyalanya berpendar di tengah dunia dan siap dibagikan kepada sesama. Dalam sebuah dokumen berjudul Ignatian Pedagogy: A Practical Approach, Pater Peter Hans-Kolvenbach pernah menulis demikian, “…our goal as educators [is] to form men and women of competence, conscience, and compassionate commitment…..” Sekalipun konteks dunia sarat perubahan, semoga semangat untuk mengedepankan terbentuknya pemimpin-pemimpin masa depan yang berhati nurani, berbela rasa, dapat diandalkan, dan berkomitmen tetap menjadi roh yang menggerakkan perjalanan sejarah SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti. Kontributor: Fr. Gregorius Agung Satriyo Wibisono, S.J. – Sub Moderator SMA Kolese Gonzaga

Karya Pendidikan

Menyatukan Energi Kebersamaan

Sabtu, 12 November 2022, para dosen, tenaga pendidikan/tendik, mahasiswa dan purnakarya Universitas Sanata Dharma melakukan ziarah ke Makam Maria Ratu Damai Girisonta dan Gua Maria Kerep Ambarawa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-67 Sanata Dharma. Rombongan yang terdiri atas 158 orang peziarah berangkat dari Kampus II Mrican menggunakan 5 bus. Sesampai di makam Maria Ratu Damai Girisonta, para peziarah mengikuti misa yang dipersembahkan secara konselebrasi. Rektor USD, Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. menjadi selebran utama, didampingi para konselebran diantaranya Pater Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ, M.S.T. (rektor USD periode 2001-2006), Pater Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyatamtama, SJ (rektor USD periode 2006-2014) dan Pater Agustinus Sugiyo Pitoyo, SJ., Ph.D. (Yayasan Sanata Dharma). Dalam homilinya, Rektor USD menyampaikan bahwa Sanata Dharma ada, bertahan, dan terus maju karena dukungan dari semua anggota keluarga besar, termasuk para pendahulu. Ziarah di tempat suci para Jesuit ini memberi energi tersendiri bagi keluarga besar USD. “Kita ingin membangun jaringan persekutuan rohani yang selalu mengingatkan kita pada semangat Sanata Dharma di tengah berbagai situasi dan tantangan yang kita hadapi. Hari ini kita pantas bersyukur karena kebersamaan yang kita bangun dalam persekutuan, memberi energi dalam melanjutkan peziarahan keluarga besar USD,” ungkapnya. Selesai misa, para peziarah melakukan tabur bunga dan doa di pemakaman Maria Ratu Damai, khususnya di makam para Pater, Bruder, dan Frater yang pernah berkarya di Sanata Dharma. Usai doa dan tabur bunga, dilaksanakan acara wawanhati dengan para imam yang pernah berkarya menjadi Rektor di Sanata Dharma, yaitu Pater Paul dan Pater Wiryono. Acara wawanhati dipandu oleh Ketua Dies Natalis ke-67 sekaligus Wakil Rektor IV USD, Caecilia Tutyandari, Ph.D. Dalam acara yang penuh keakraban tersebut, diundang pula Pater Bagus dan Pater Pitoyo untuk mendampingi di atas panggung. Pater Wiryono yang melayani sebagai rektor dua periode menyampaikan kesannya tentang Sanata Dharma, “Kesan utama tentang Sanata Dharma justru saat menjadi Provinsial, yaitu mengutus para Jesuit yang akan berkarya Sanata Dharma. Salah satu bagian tugas itu adalah menyiapkan seorang frater untuk melayani di Timor Leste di masa-masa penuh kegentingan. Dan sekarang, frater itu menjadi rektor di Sanata Dharma,” ungkapnya penuh canda sambil menunjuk Pater Bagus yang dimaksudkan. Tuhan, dalam refleksi Pater Wiryono, selalu menempatkannya dalam mempersiapkan para pemimpin di masa-masa krisis, untuk meneruskan karya Jesuit agar mampu bertahan dan berkembang di masa yang akan datang. Senada dengan Pater Wiryono, Pater Paul yang pernah menjabat sebagai rektor pada periode sebelumnya menyampaikan bahwa menjadi seorang rektor di Universitas Sanata Dharma adalah tugas pelayanan yang diberikan Allah baginya. “Saya diutus untuk melayani Sanata Dharma. Saya bertugas membantu dosen dan karyawan melayani para mahasiswa. Bisa melayani itu kalau kenal dan dekat. Maka saya sering bertemu membentuk paguyuban-paguyuban yang sudah dirintis sejak masa Pater Sastro. Modal saya dalam melayani hanya menyediakan telinga dan hati untuk mendengar semua hal, termasuk kritik dari mereka yang mungkin berseberangan,” paparnya. Acara wawanhati berlangsung dengan akrab diselingi canda dan tawa. Meski demikian, percakapan dan refleksi mendalam yang dibagikan membuat acara ini tidak kehilangan maknanya sebagai rangkaian peziarahan dalam rangka menyambut ulang tahun Sanata Dharma. Wawanhati ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para rektor yang pernah berkarya di Sanata Dharma serta donasi yang diserahkan kepada komunitas Jesuit St. Stanislaus Girisonta. Pater Petrus Pramudyarkara Witonowarso, SJ, Minister Komunitas Kolese St. Stanislaus, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasihnya kepada keluarga besar Sanata Dharma. “Mewakili para Jesuit yang ada di komunitas Girisonta, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Sanata Dharma atas kunjungan dan kemurahan hati Anda semua. Saya berharap sebagai universitas Jesuit, Sanata Dharma terus berkarya membangun masa depan penuh harapan bagi orang-orang muda,” ungkapnya. Selepas kegiatan ziarah dan wawanhati di Girisonta, rombongan bertolak menuju ke Gua Maria Kerep Ambarawa. Rangkaian kegiatan ziarah keluarga ini, meskipun dipersiapkan secara singkat dan dilaksanakan dengan sederhana, namun membawa kesan yang mendalam bagi para peserta. Seperti yang diungkap oleh salah seorang peserta, Drs. R.H. Dj. Sinurat, M.A, seorang dosen purnakarya. “Kami sungguh menikmati acara ziarah hari ini. Hormon-hormon kebahagiaan muncul, imunitas meningkat. Isi wawanhati para Pater sungguh bermakna. Caranya ‘sersan’, serius tapi santai dan humoris. Ziarah ini terasa sebagai retret singkat,” ungkapnya. Kontributor: Antonius Febri Harsanto, S.Sos – HUMAS USD

Karya Pendidikan

Pendidikan sebagai Wahana Bertumbuh, Berkreasi, & Peduli

Pembukaan Dies Natalis Universitas Sanata Dharma ke-67 Setelah dua tahun dies natalis dilaksanakan secara sederhana dan terbatas, tahun ini Universitas Sanata Dharma (USD) kembali mengalami kemeriahan dies natalis seperti terjadi sebelum pandemi. Tahun ini, USD menginjak usia yang ke-67. Pembukaan dies natalis dilakukan pada Minggu, 2 Oktober 2022, dengan kegiatan bersama yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan bersama ini diawali dengan pelepasan burung dan senam bersama. Selanjutnya seluruh keluarga besar USD melakukan sarapan bersama, pembagian doorprize, dan menonton penampilan kesenian dari para mahasiswa Mappi (Papua), Mentawai, Dayak, dan Tanzania. Tema yang dipilih dalam dies natalis USD ke-67 ini adalah “Pendidikan sebagai Wahana Bertumbuh, Berkreasi, dan Peduli”. Seluruh rangkaian acara dies dilaksanakan hingga 22 Desember 2022. Berbagai kegiatan akademis dan non-akademis sudah dipersiapkan. Selain turnamen olahraga bulu tangkis, tenis lapangan, sepak bola, dan tenis meja diadakan juga lomba fotografi dan video TikTok. Kegiatan yang bersifat kesenian adalah konser paduan suara Cantus Firmus, Parade Gamelan, dan pertunjukan Ketoprak. Kegiatan sosial meliputi Go Green penanaman tanaman langka, aksi sosial, dan donor darah. Kegiatan ilmiah diisi seminar nasional Sanata Dharma Berbagi dan Seminar Ilmiah Dosen. Kegiatan kerohanian dilakukan dengan napak tilas dan ziarah ke Girisonta serta Misa Dies Natalis ke-67. Rangkaian dies diakhiri dengan malam apresiasi mahasiswa dan acara puncak dies. Kontributor: Humas USD

Karya Pendidikan

Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang Merdeka dalam Semangat Petrus Kanisius

Jumat, 21 Oktober 2022, menjadi momen penting bagi keluarga besar Yayasan Kanisius yang merayakan ulang tahun ke-104 dalam memberikan pelayanan di bidang pendidikan. Lebih istimewa bagi Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, karena selain merayakan hari ulang tahun ke-104 juga sekaligus meresmikan gedung baru SD Kanisius Murukan, Wedi, Klaten. SD Kanisius Murukan semula terbagi ke dalam dua lokasi. Lokasi timur menempati gedung milik Suster-suster Abdi Kristus untuk kelas 1-2. Sedangkan lokasi barat milik SD Kanisius Murukan digunakan untuk kelas 3-6. Pembangunan gedung ini menghabiskan dana kurang lebih Rp 2 miliar dan berlangsung dari bulan November 2021 sampai bulan Agustus 2022. Pembangunan gedung tidak lepas dari peran serta kemurahan hati para donatur. Panitia perayaan ulang tahun ke-104 Yayasan Kanisius kali ini dipercayakan kepada regio Klaten yang diketuai oleh Ibu Nurbani Wijayanti. Pada acara ini panitia mengundang seluruh Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK di Yayasan Kanisius Cabang Surakarta serta para donatur dan pemerhati Kanisius. Selain itu, para guru dan siswa di seluruh sekolah Yayasan Kanisius Cabang Surakarta dapat mengikuti rangkaian acara ini melalui live streaming Youtube. Acara diawali dengan Perayaan Ekaristi secara konselebrasi oleh Pater Joseph M.M.T Situmorang, S.J. selaku Kepala Yayasan Kanisius Cabang Surakarta; Pater V. Istanto Pramuja, S.J. selaku Ketua BKS Kevikepan Surakarta; dan Romo A.G. Luhur Prihadi, Pr. selaku Romo Paroki Santa Perawan Bunda Kristus Wedi. Perayaan Ekaristi dimeriahkan oleh suara merdu siswa-siswi SD Kanisius Murukan. Dalam perayaan ini, Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, menyampaikan sambutan melalui video karena beliau tidak dapat hadir dalam acara ini. Setelah Perayaan Ekaristi, siswa-siswi sekolah Kanisius di Regio Klaten saling unjuk kebolehan. Perwakilan komunitas TK/SD Kanisius Murukan dengan tari Nusantara yang menceritakan keragaman budaya Indonesia. TK/SD Kanisius Delanggu menampilkan gerak dan lagu. Selain itu, Komunitas TK/SD Kanisius Mlese menampilkan tari Jaranan dan tari Caping sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya Jawa. Komunitas TK/SD Kanisius Sidowayah juga menampilkan dolanan anak yang menceritakan suasana bermain anak-anak di pedesaan. Tak kalah menariknya penampilan komunitas SDK Bayat dengan permainan alat musik Jimbe dan persembahan terakhir dari perwakilan komunitas SMA Kanisius Boyolali yang mempersembahkan Tari Topeng Ireng yang menambah semarak acara ini. Di sela-sela acara, panitia membagikan doorprize bagi tamu yang hadir dalam perayaan HUT Yayasan Kanisius ke-104 dan pemberkatan gedung baru. Semoga di ulang tahunnya yang ke-104 ini Yayasan Kanisius khususnya sekolah-sekolah di Yayasan Kanisius Cabang Surakarta semakin meningkatkan pelayanan di dunia pendidikan dengan meneladan semangat Santo Petrus Kanisius, seperti tema yang diangkat pada ulang tahun Yayasan Kanisius kali ini “Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang Merdeka dalam Semangat Petrus Kanisius”. Kontributor: Nurbani Wijayanti – Kepala Sekolah SD Kanisius Sidowayah, Surakarta

Karya Pendidikan

Biarkanlah Anak-anak Datang Kepada-Ku

Peringatan HUT ke-104 Yayasan Kanisius Bendera tunas kelapa berkibar di sepanjang jalan menuju Tempat Doa dan Semadi Bukit Kendalisada. Anak-anak berpakaian pramuka terlihat turun dari angkot dan memasuki area TK Kanisius Harjosari. Di halaman TK, sudah tersedia panggung, sederetan piala, dan tiga buah tiang bendera lengkap dengan bendera merah putih, bendera tunas kelapa, dan bendera pandu dunia. Pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022, Yayasan Kanisius cabang Semarang Rayon Selatan yang meliputi Ungaran, Girisonta, Bedono, Ambarawa, dan Salatiga mengadakan Jambore Pramuka Kanisius Rayon Selatan dalam rangka memperingati HUT ke-104 Yayasan Kanisius. Acara Jambore ini sudah dipersiapkan mulai bulan Agustus 2022 diprakarsai oleh para Pembina di 13 sekolah yang ada di Rayon Selatan. Jambore Pramuka Rayon Selatan mengambil tema “Biarkanlah Anak-anak Datang Kepada-Ku” sebagai pengerucutan dari tema tahunan Yayasan Kanisius Cabang Semarang yaitu Amare et Servire (mencintai dan melayani) dengan salah satu harapan kegiatan jambore ini akan mengundang banyak peserta didik baru di tahun ajaran mendatang. Para peserta mulai berdatangan menggunakan angkutan prona atau pick-up. Mereka disapa oleh pembawa acara, melakukan daftar ulang, dan menerima pin yang nantinya akan dipakai selama Jambore. Kemudian para peserta mulai menata barisan di depan dan samping panggung untuk persiapan upacara pembukaan Jambore. Upacara pembukaan Jambore Pramuka Rayon Selatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan petugas upacara dari SMP Kanisius Girisonta dan Kak Petrus (Pengawas SD Yayasan Kanisius Cabang Semarang) selaku pembina upacara. Beliau menyampaikan bahwa dengan kegiatan Jambore ini anak-anak dapat mengenal anak Kanisius dari sekolah lain di Rayon Selatan, melatih ketrampilan pramuka dasar, dan sportivitas. Acara selanjutnya adalah penyematan pin tanda peserta Jambore dan pemotongan pita oleh Pater Agustinus Mintara, S.J. (Kepala Yayasan Kanisius Cabang Semarang). Setelah beliau menyematkan pin kepada perwakilan peserta dan memotong pita yang disambungkan dengan balon, Pater Mintara, S.J. menyapa para peserta dari masing-masing sekolah dan mengajak anak-anak untuk tetap gembira dan bangga menjadi anak Kanisius. Tak lupa, Pater Mintara, S.J. juga mengajak semua orang yang hadir untuk melakukan tepuk Kanisius sehingga bertambah semangat. Pada Jambore Pramuka Kanisius Rayon Selatan ini diikuti oleh 15 regu penggalang putra dan 14 regu penggalang putri. Ada sepuluh pos dalam jambore ini yaitu pos Morse, Pentas Seni, PBB, tali-temali (membuat dragbar), Bumbung Sosial, Permainan Air, Dasa Darma, Pengetahuan Umum, Doa Anak Kanisius, Kebersihan Lingkungan (memungut sampah). Setiap pos dijaga dan dinilai oleh kakak-kakak dari SMA Kanisius Ambarawa, SMK Kanisius Ungaran, dan SMK SPP Kanisius Ambarawa. Hal ini dilakukan untuk melatih kepemimpinan, kerjasama, dan ketelitian dari kakak-kakak yang ada di tingkat SMA dan SMK. Setelah upacara pembukaan, para peserta mulai bersiap untuk pos morse. Para peserta mendengarkan morse yang diberikan oleh kakak penjaga pos, kemudian setelah berhasil memecahkan sandinya para peserta melanjutkan ke pos yang lain. Pos Pentas Seni adalah pos dimana para peserta menunjukkan kepiawaian menari tari kreasi dengan iringan musik lagu Wonderland Indonesia (Novia Bachmid). Di Pos PBB, para peserta dinilai kekompakan dan kemantapan dalam melaksanakan baris berbaris, juga ketegasan pemimpin regu dalam memberi aba-aba. Di Pos Tali-temali, para peserta diminta untuk membuat dragbar yang akan dinilai kekuatan simpulnya dengan cara dihentak-hentakkan ke tanah. Di Pos Bumbung Sosial, para peserta diminta untuk memasukkan uang sebesar dua ribu rupiah untuk kegiatan sosial. Di Pos Permainan Air, para peserta diminta untuk memindahkan air dari ember ke dalam botol air mineral yang sudah dilubangi bagian atasnya dengan menggunakan potongan paralon. Dalam permainan ini, para peserta terlihat sangat gembira karena bisa bermain air sepuasnya. Di Pos Dasa Dharma, para peserta diminta untuk mengucapkan Dasa Darma secara bergantian dengan benar. Di Pos Pengetahuan Umum, para peserta diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan berkaitan dengan tokoh nasional, dan pengetahuan umum lainnya. Di Pos Doa Anak Kanisius, para peserta diminta untuk mendoakan Doa Anak Kanisius bersama-sama. Di Pos Kebersihan Lingkungan, para peserta diminta untuk memunguti sampah-sampah yang ada di lingkungan sekitar kemudian dimasukkan ke dalam plastik kresek warna hitam besar yang sudah disiapkan oleh kakak penjaga pos. Sekitar pukul 13.00 WIB, para peserta sudah kembali lagi ke titik awal pemberangkatan dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Sambil menunggu pengumuman regu tergiat baik putra maupun putri, para peserta dipandu oleh Kak Danang selaku pembawa acara, mendengarkan beberapa lagu seperti “Prau Layar dan Jaranan” yang dinyanyikan oleh beberapa peserta secara spontan. Tak lupa, ada acara joget bersama dengan diiringi lagu Aja dibandingke dan Kok Isa ya? yang dinyanyikan oleh peserta. Kurang lebih pukul 14.00 WIB, pengumuman regu tergiat pun dilaksanakan. Terlihat wajah-wajah tegang dari para peserta menantikan pengumuman. Akhirnya, Kak Danang membacakan hasil dari regu tergiat putra: Sedangkan untuk regu tergiat putri: Regu-regu yang disebutkan oleh Kak Danang serentak bersorak dan melompat kegirangan, juga menyerukan yel-yel regu masing-masing. Para ketua regu naik ke panggung, menerima piala, dan foto bersama. Setelah itu, Kak Danang menyampaikan ucapan sayonara dan sampai jumpa lagi di acara Jambore selanjutnya. Puji Tuhan, Jambore Pramuka Kanisius Rayon Selatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Cuaca juga baik. Tidak turun hujan, walaupun mendung menggantung seharian. Terima kasih kami ucapkan kepada Pater Kepala Cabang Agustinus Mintara, S.J.., Kak Petrus (Pengawas Tingkat SD Yayasan Kanisius Cabang Semarang), Kak Mabigus tiga belas sekolah di rayon Selatan, Pembina Pramuka tiga belas sekolah, Bapak dan Ibu guru yang mendampingi putra-putrinya selama ber-Jambore, Bapak-bapak penjaga yang juga turut serta menjaga ketertiban dan keamanan selama jambore berlangsung, dan Bapak/Ibu serta semua pihak yang mendukung kegiatan ini dalam bentuk dana, tempat, doa, tenaga, dan semua hal yang panitia butuhkan dalam kegiatan Jambore Pramuka Rayon Selatan tahun 2022. Tetap sehat! Tetap semangat! Kanisius horeee!!!! Kontributor: F. Maya Ekasari Wulandari – SMA Kanisius Ambarawa

Karya Pendidikan

Michael Day: Berkarya dan Bergerak dalam Kolaborasi Mewujudkan Bakti Mikael untuk Vokasi

Michael Day merupakan sebuah perayaan Santo Pelindung yang setiap tahun dirayakan pada 29 September. Selama pandemi Covid-19, Michael Day dirayakan secara terbatas dan tidak seperti perayaan-perayaan sebelumnya. Maka, di saat pandemi sudah mulai mereda, di tahun 2022 ini perayaan Michael Day diputuskan untuk dirayakan secara lebih meriah. Perayaan Michael Day tahun 2022 kali ini bersamaan dengan perayaan Lustrum XII SMK Mikael dengan tema “Berkarya dan Bergerak dalam Kolaborasi Mewujudkan Bakti Mikael untuk Vokasi”. Secara garis besar, “KOLABORASI” menjadi tema umum Michael Day tahun 2022 ini. Rangkaian kegiatan Michael Day 2022 dimulai dengan beberapa perlombaan dan kegiatan-kegiatan pra-event, antara lain pertandingan bulutangkis yang diikuti oleh beberapa warga Kolese Mikael, pertandingan sepak bola, basket, futsal, dan tenis meja yang menjadi kegiatan olahraga favorit warga Kolese Mikael. Ada pula lomba mewarnai untuk anak-anak warga Kolese Mikael tingkat TK dan SD. Selain itu ada pula lomba fotografi bagi yang mempunyai hobi di bidang fotografi. Untuk lomba fotografi sendiri tema yang diusung adalah “social human interest.” Selain beberapa kegiatan perlombaan pra-event, diadakan pula bhakti sosial berupa pembagian sembako kepada beberapa karyawan purna karya yang sudah lama membaktikan diri bagi Kolese Mikael. Bakti Sosial kepada para purna karya ini juga sebagai tanda terima kasih atas dedikasi dan karya untuk Kolese Mikael. Menjelang acara puncak Michael Day, kelompok Michael Cyclist menyelenggarakan Gowes Michael Day pada 24 September 2022. Rute Gowes Michael Day kali ini mulai dari kampus ATMI Karangasem sampai finish di Pantai Goa Cemara Yogyakarta. Terdapat dua pit stop selama perjalanan jauh itu yaitu di Panti Semedi Klaten dan di kampus ISI Yogyakarta. Gowes Michael Day diikuti oleh banyak orang, tidak hanya karyawan, tetapi juga beberapa alumni anggota kelompok Michael Cyclist. Berbagai persiapan dilakukan saat mendekati acara puncak Michael Day 2022. Kurang lebih 60 orang anggota paduan suara sudah mulai berlatih dengan iringan gamelan dan band dari SMK Mikael. Paduan suara untuk misa puncak Michael Day dan Lustrum XII SMK Mikael juga menjadi tanda kolaborasi dari berbagai unit usaha di Kolese Mikael, antara lain dari Politeknik ATMI, SMK Mikael, PT ATMI SOLO, PT ATMI IGI Center, dan Yayasan Karya Bakti Surakarta. Seluruh warga Kolese Mikael sangat antusias mendukung perayaan Michael Day 2022 mengingat ini adalah perayaan pertama setelah pandemi. Puncak Michael Day 2022 jatuh pada 29 September 2022 yang diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh selebran utama Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. Misa puncak Michael Day 2022 dan Lustrum XII SMK Mikael ini begitu meriah dan dihadiri oleh semua warga Kolese Mikael serta beberapa tamu undangan. Kurang lebih dua ribu orang mengikuti Misa Puncak Michael Day 2022 dan Lustrum XII SMK Mikael ini. Selain misa, ada pula kegiatan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) hasil kerja sama dengan Puskesmas Pajang, yaitu pemeriksaan kesehatan (cek tekanan darah, gula darah, tinggi badan, berat badan, dan lemak tubuh) dan edukasi kesehatan penerapan GERMAS. Warga Kolese Mikael yang tidak mengikuti misa dapat mengikuti kegiatan ini. Tidak ketinggalan, KPTT Salatiga ikut memeriahkan Michael Day tahun ini. Setelah perayaan Ekaristi, ada pula lomba mengikir, menggergaji, dan memancing. Para peserta tampak sangat antusias. Mereka menyalurkan rasa rindu mereka kepada Michael Day yang semarak seperti sebelum pandemi. Setelah altar dibersihkan dan diturunkan, maka dimulailah pentas seni yang ditunggu-tunggu. Pentas seni diisi oleh band internal seperti Dadakan Band dari SMK MIKAEL, keroncong Orong Geong dari Politeknik ATMI, serta band bintang tamu. Acara berjalan sangat meriah dan berakhir pukul 15.00 WIB. Selamat merayakan Michael Day 2022…! Kontributor: Ika Hattary Kirana dan Maria Theresia Rika Pangesti – Panitia Michael Day