Sertijab Yayasan Karya ATMI

Date

Rabu, 8 Juni 2022 menjadi salah satu momen bersejarah di dalam perkembangan dan perjalanan (‘pelayaran’) Yayasan Karya ATMI (ATMI Cikarang). Yayasan Karya ATMI akan memulai babak baru dengan ‘nakhoda’ yang baru pula. Pater Yakobus Rudiyanto, S.J. (Rudi, S.J.) mendapatkan tugas dan perutusan untuk menahkodai dan melanjutkan apa yang telah Pater Benedictus Bambang Triatmoko, S.J. (Moko, S.J.) mulai sebelumnya. Tanggal 8 Juni upacara serah terima jabatan telah dilakukan di Aula Xaverius Dormitory dan dihadiri langsung oleh Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. selaku Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, perwakilan Anggota Yayasan Karya ATMI, perwakilan IKAMI, dan Direksi Polin ATMI Cikarang. Sebagai simbolisasi serah terima jabatan, Pater Moko, S.J. menyerahkan bukti cetak berupa dokumen kepada Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. yang kemudian diteruskan kepada Pater Rudi, S.J. sebagai ketua Yayasan Karya ATMI yang baru.

Dalam upacara serah terima jabatan, Pater Moko, S.J. melaporkan pertanggungjawabannya selama menjabat sebagai Ketua Yayasan Karya ATMI. Pater Moko, S.J. memberikan salam kemudian menceritakan kembali ‘Genesis’ asal mula pendirian bagaimana ATMI Cikarang dapat terbentuk, dibangun, dan sedang berjalan selama 20 tahun. Dalam sharing tersebut, Pater Moko, S.J. juga menyebutkan dan menegaskan kembali bahwa pada mulanya Pater Casutt, S.J. membangun atau mempunyai cita-cita yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia. Selain dalam dunia pendidikan, orientasi mula berdirinya ATMI Cikarang adalah membantu para pekerja (kawasan industri) dalam mengolah dan upgrade skillnya. Dalam penyampaiannya, Pater Moko, S.J. mengatakan banyak dinamika (terlebih dalam hal keuangan) naik-turun yang telah terjadi selama 20 tahun ini. Di akhir apa yang disampaikan, Pater Moko, S.J. juga memberikan pesan kepada Yayasan Karya ATMI dan semua yang ada di dalamnya untuk ‘nguri-uri’ apa yang telah dimulai dan yang sekarang sedang diperjuangkan. 

Pater Benny, S.J. juga memberikan sambutan atas peristiwa serah terima jabatan yang terjadi. Dalam sambutannya, Pater Benny, S.J. pertama-tama menggarisbawahi bahwa upacara (‘Sertijab’ dalam konteks ini) adalah tanda peristiwa. Pater Benny, S.J. kemudian menegaskan bahwa yang terpenting dari sebuah ‘upacara’ (tanda peristiwa) adalah penegasan akan apa yang sebelumnya terjadi dan apa yang sesudah ini akan dilakukan. Pater Benny, S.J. menambahkan selama 20 tahun berdirinya ATMI Cikarang telah banyak niat baik dan dalam dinamikanya ada keberhasilan dan kegagalan. Jumlah mahasiswa dan jumlah lulusan selama ini merupakan data signifikan yang harus dipegang dari ATMI Cikarang sebagai Lembaga pendidikan.  

Pater Moko, S.J. dan Pater Rudi, S.J. menandatangani berita acara serah terima jabatan.
Dokumentasi : ATMI Cikarang

Ada dua hal penting yang Pater Benny, S.J. tegaskan yang menjadi inti dari pesannya. Pertama, perihal mahasiswa baru. Mahasiswa adalah pusat dari sebuah lembaga pendidikan. Kondisi sekarang adalah turunnya jumlah peminat untuk mendaftar di ATMI (pendidikan vokasi). Peningkatan jumlah pendaftar yang akan masuk harus menjadi fokus dalam proses keberlangsungan pendidikan. Kedua, usaha untuk memperbaiki kinerja PT ATMI Cikarang. Apabila kembali ke tujuan awal, PT ATMI Cikarang adalah bentuk teaching factory. Seharusnya, PT ATMI Cikarang kembali ke core-nya yakni ‘mengabdi’ ke pendidikan. 

Pater Benny, S.J. menambahkan, yang tidak kalah pentingnya adalah juga mengingat kembali dan meneruskan cita-cita dari Pater Casut, S.J.. “Pater Casutt, S.J. ‘kurang dihargai’ (secara jasa dan karya-karyanya) oleh bangsa ini. Kitalah yang pertama-tama harusnya menghargai dengan segenap hati, budi, pikiran dan energi untuk meneruskan cita-citanya. Tetapi, jangan terlena, kita harus realistis,” tutur Pater Benny, S.J.. Selain itu, pesan Pater Benny, S.J. kepada Kepengurusan Yayasan yang baru adalah juga soal memetakan harapan-harapan orang banyak. Struktur Yayasan harus ‘diubah’ dan mempunyai jiwa dan semangat keterbukaan serta mau minta tolong apabila membutuhkan pertolongan yang mengarah pada perubahan. 

Sambutan terakhir diberikan langsung oleh ketua Yayasan yang baru yakni Pater Rudi, S.J.. Ia mengumpamakan bahwa menerima berkas dokumen atau tinggalan dari kepengurusan sebelumnya ibarat menerima aji-aji. Pater Rudi, S.J. menyatakan, “Aji-aji itu harusnya ampuh. Tergantung kitanya. Kita ‘jelas harus ke mana’ tetapi kepiye carane (bagaimana caranya).” Dalam sambutannya, Pater Rudi, S.J. juga menceritakan pengalaman diutus di ATMI Cikarang ini juga memunculkan dan mengobati kerinduannya kembali soal hidup berkomunitas karena hidup berkomunitas tentu menuntut sampai pada cara bertindak. Di akhir sambutannya, Pater Rudi, S.J. mengumandangkan pesan untuk  pelayanannya ke depan. “Harusnya perutusan ini dijiwai oleh semangat, keinginan melayani, keterbukaan, dan tidak lupa juga soal kerendahan hati. Biarlah Tuhan melengkapi yang lain-lain,” begitulah semangat yang disampaikan Pater Rudi, S.J.. “Susah iku aja suwe-suwe. Seneng e wae sing akeh,” tambah Pater Rudi, S.J.. 

Acara sertijab pun diakhiri dengan foto bersama dan juga ramah tamah bersama para tamu yang hadir. Yang juga menarik di akhir adalah isi doa yang dituturkan oleh Pater Istanto, S.J.. Ada harapan yang ingin disampaikan agar direstui oleh Tuhan yakni tentang apa yang telah dimulai dan telah dijalankan dengan berdarah-darah semoga kelak akan menjadi semangat yang berkobar-kobar dan berguna bagi sesama dibarengi dengan kerja sama dan keterbukaan. 

Kontributor : Pater Kristiono Puspo, S.J.

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.