Pilgrims on Christ’s Mission

Obituary

Obituary

Selamat Jalan Pater Joannes Salib Suci Prapta Diharja, S.J.

Pater Prapta Diharja atau akrab dipanggil Romo Prapta dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan apa adanya. Kesederhanaan ini ia tunjukkan dengan kesetiaan menghayati panggilannya sebagai seorang imam Jesuit. Kesederhanaan ini membuatnya dengan gampang bergaul dan diterima banyak orang. Pater Prapta adalah imam Jesuit yang telah melayani umat beriman, baik dalam karya paroki maupun karya pendidikan. Dalam karya paroki, Pater Prapta pernah bekerja di Paroki Ambarawa, sedangkan dalam karya pendidikan, Pater Prapta lebih banyak diutus untuk melayani di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pater Prapta memiliki keahlian dalam bidang bahasa Indonesia, maka ketika di Universitas Sanata Dharma ia pun mengampu mata kuliah yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Selain pendidikan tinggi, Pater Prapta pernah juga pernah bekerja di lingkup pendidikan menengah, antara lain di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan. Pater Prapta Diharja dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah pada 23 November 1952 dari pasangan suami istri Bapak Federicus Supi Harjasumarta dan Ibu Feronika Supirah Harjasumarta. Dua hari setelah kelahirannya, ia dibaptis di Gereja Paroki Wedi, Klaten (24/11/1952). Sakramen Penguatan juga ia terima di gereja yang sama. Pendidikan dasar ia tempuh di Sekolah Dasar Kanisius, Wedi (1959-1964) dan pendidikan menengah pertama ia tempuh di SMP Pangudi Luhur, Wedi (1964-1968). Setamat SMP, Pater Prapta ingin menjadi guru, oleh karena itu ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) van Lith, Muntilan (1969-1971). Karena ingin menjadi imam, ia memutuskan untuk mendaftar ke Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1972-1973) pada Kelas Persiapan Atas (KPA). Tertarik untuk bergabung dengan Serikat Jesus, setelah menyelesaikan program KPA-nya, Pater Prapta melamar menjadi anggota Serikat Jesus di Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia kemudian secara resmi memulai masa novisiat pada 31 Desember 1973. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1 Januari 1976, Pater Prapta mengucapkan kaul pertama. Formasi Filsafat dijalani Pater Prapta di STF Driyarkara, Jakarta (1976-1978). Setelah menyelesaikan formasi filsafat, Pater Prapta diutus untuk menjalani formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) dengan belajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Indonesia (UI), Jakarta (1979-1985). Setelah lulus dari UI, Pater Prapta menjalani formasi teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta selama tiga tahun (1985-1988). Tahbisan diakon ia terima pada 27 Januari 1988 di Yogyakarta dari tangan Mgr. Blasius Pujaraharja, Pr. dan tahbisan imam ia terima pada 21 Juli 1988 dari tangan Uskup Agung Semarang, JuliusDarmaatmaja di Gereja St. Antonius Padua, Purbayan, Surakarta. Pater Prapta menjalani formasi akhir/tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta di bawah bimbingan P Darminta, S.J. selama lebih kurang sebelas bulan (3 September 1990-13 Agustus 1991). Kemudian pada 2 Februari 1995, Pater Prapta mengucapkan kaul terakhirnya di Kapel Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik (STFK) Pradnyawidya (sekarang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma) dan diterima oleh Wakil Provinsial Pater Josephus Ageng Marwata, S.J. dengan gradus spiritual coadjutor. Riwayat tugas Pater Prapta Diharja, S.J. setelah TahbisanPastor Rekan Gereja St. Yusup Ambarawa 1988-1991Dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 1991-1998Studi Khusus program Magister di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1998-2000Minister Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan 2000-2001Anggota pendamping siswa-siswi dari Le Cocq, Nabire Yogyakarta 2002Bendahara Pengurus Yayasan Pembimbing Tenaga Pembangunan Masyarakat (PTPM) Yogyakarta 2008-2020Pembimbing Rohani teologan Kolese Santo Ignatius Yogyakarta 2018-2021Dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2001-wafatnya Pater Prapta Diharja didiagnosis mengidap penyakit kanker. Senin pagi, 12 September 2022 pukul 03.33 WIB. Pater Joannes Salib Suci Prapta Diharja, S.J. menghadap Bapa dengan damai. Pater Prapta Diharja, selamat beristirahat dalam damai Tuhan. Doakan kami agar bisa menekuni dengan setia hidup dan ziarah di bumi ini. Misa Requiem dan PemakamanMisa Requiem akan dilaksanakan padatempat : Gereja St. Antonius, Kotabaru, Yogyakartahari, tanggal : Selasa, 13 September 2022waktu : pukul 08.30 WIBSetelah itu, jenazah akan dibawa untuk disemayamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir di TamanMakam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.

Obituary

Selamat Jalan Pater P.S. Hary Susanto, S.J.

Pater Hary Susanto dikenal sebagai pribadi yang ceria, senang bersepeda saat harus mengajar dari tempat dia tinggal di Residensi SJ di Mrican ke Kampus USD di Paingan atau di kampus IAIN. Dia juga senang memotret baik dalam acara Provinsi seperti tahbisan, Forum Provinsi ataupun pada kesempatan lain. Dia juga dikenal karena amat rajin berolah raga untuk menjaga kesehatan badannya. Pater Hary Susanto adalah seorang imam Jesuit yang banyak menangani karya pendidikan tinggi. Selama lebih dari 20 tahun ia menjalani perutusan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia memiliki keahlian dalam bidang teologi moral, dan oleh karena itu, selama berada di Universitas Sanata Dharma ia mengajar dalam bidang-bidang humaniora. Selama itu pula, Pater Hary tidak berpindah-pindah residensi selain di Residensi Kolese Bellarminus, Yogyakarta. Pater Hary Susanto dilahirkan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada 25 Oktober 1954 dari pasangan suami-istri Bapak Paulus Liem Tjhing An Soetodjo dan Ibu Maria Oeniati Soetodjo. Sekitar dua belas tahun setelah kelahirannya, ia dibaptis di Gereja Santa Maria Bintang Samodera, Paroki Situbondo (20/12/1966) dan dua tahun kemudian, ia menerima Sakramen Penguatan (4/4/1968) di gereja yang sama. Pendidikan dasar ia tempuh selama enam tahun (1961-1967) di sebuah sekolah dasar Situbondo, dana pendidikan menengah pertama ia tempuh selama tiga tahun (1967-1970), juga di Situbondo. Setemat SMP, Pater Hary melanjutkan pendidikannya di Seminari Menengah di Lawang dan kemudian Malang (1970-1974). Tertarik untuk bergabung dengan Serikat Jesus, setamat seminari Pater Hary melamar menjadi anggota Serikat di Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia kemudian secara resmi memulai masa novisiat pada 31 Januari 1975. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1 Januari 1978, Pater Hary mengucapkan kaul pertama.Formasi Filsafat dijalani Pater Hary di STF Driyarkara, Jakarta (1978-1985) sekaligus ia menyelesaikan formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) di Kolese Kanisius, Jakarta. Kemudian selama tiga tahun (1985-1988), ia menjalani formasi teologi di Universitas Gregoriana, Roma. Ia kemudian ditahbisakan sebagai diakon pada 28 Maret 1988 di Gereja Gesu, Roma oleh Mgr. Eduardo Card. Pironio dan ditahbiskan imam pada 21 Juli 1988 oleh Bapa Kardinal Darmojuwono di Gereja St. Antonius, Purbayan, Surakarta. Formasi tersiat dijalani di Jepang di bawah bimbingan P David Flemming, S.J. selama lebih kurang sebelas bulan (Agustus 1999-September 2000). Dan pada 31 Juli 2005, Pater Hary Susanto mengucapkan kaul terakhirnya di Gereja Santo Antonius Padua, Purbayan dan diterima oleh Pater Agustinus Priyono Marwan, S.J. dengan gradus spiritual coadjutor. Riwayat tugas Pater Hary Susanto, S.J. setelah TahbisanPastor Rekan Gereja St. Perawan Maria Ratu, Blok Q Jakarta 1988 – 1990Studi Moral di Universitas Gregoriana Roma 1991 – 1997Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 1999 – 2022Konsultor Superior Komunitas Kolese Santo Robertus Bellarminus Yogyakarta 2011 – 2011Pemulihan Kesehatan di Wisma Emmaus Girisonta 2022-wafatnyaPater Hary Susanto didiagnosa mengidap penyakit kanker sejak akhir tahun 2020. Dia kemudian menjalani pengobatan di RS Panti Rapih. Kondisinya sempat membaik sebelum akhirnya kembali harus mendapat perawatan di RS Panti Rapih. Kondisinya terus memburuk sejak pertengahan tahun 2022 dan kemudian dipindahkan ke Wisma Emmaus. Jumat 9 September 2022. jam 06.25 pagi, Pater Petrus Stephanus Hary Susanto, S.J. menghadap Bapa dengan damai. Pater Hary Susanto, selamat beristirahat dalam damai Tuhan. Doakan kami agar bisa menekuni dengan setia hidup dan ziarah di bumi ini. Misa Requiem dan PemakamanMisa Requiem akan diadakan ditempat : Gereja St. Stanislaus, Girisontahari, tanggal : Sabtu, 10 September 2022waktu : 10.00 WIBdan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran. Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Petrus StephanusHary Susanto, S.J.

Obituary

Selamat Jalan Pater Antonius Sutanto, S.J.

Pater Antonius Sutanto lahir pada 23 Agustus 1938 di Semarang sebagai  putra pasangan orang tua Alm. Bapak Petrus Josef Soenardi  Poerwasoedarma dan Alm. Ibu Engelbertha Soelaidah Poerwasoedarma. Pater Sutanto dibaptis pada hari kelahirannya di Gereja St. Perawan  Maria Ratu Rosario, Randusari, Semarang dan menerima Sakramen  Krisma pada 17 Mei 1948 di Paroki St. Yusup, Gedangan, Semarang. Sebelum masuk Serikat Jesus, Pater Sutanto menempuh pendidikan dasar  dan menengah di kota yang berbeda. Pendidikan SD ia tempuh di  Muntilan (1945-1952) dan kemudian dilanjutkan ke Seminari Menengah  St. Petrus Kanisius, Mertoyudan (1952-1959).  Pada masa remaja ia memutuskan menjadi Jesuit. Ia mengikuti proses  ujian masuk dan diterima. Secara resmi, ia masuk Novisiat Santo Stanislaus di Girisonta pada 7 September 1959 dan mengucapkan kaul pertama pada 8 September 1961.  Setelah itu, ia melanjutkan formasi dasar sebagai seorang Jesuit pada program juniorat selama dua  tahun, yaitu tahun 1961 hingga 1963 di Kolese Santo Stanislaus, Girisonta.  Pater Sutanto melanjutkan formasinya dengan belajar filsafat selama 3 (tiga) tahun di Poona, India (1963-1966). Setelah selesai menjalani studi filsafat, Pater Sutanto menjalani formasi TOK sebagai  prefek dan mengajar agama di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan selama dua  tahun (1966-1968). Formasi teologi dijalaninya di Yogyakarta (1969-1972). Pater Sutanto menerima  tahbisan tonsura dan tahbisan rendah dari Mgr S. D’Souza di Poona, India pada 8 Januari 1966.  Tahbisan diakon ia terima di Yogyakarta pada 5 Desember 1971 dari tangan Mgr. Justinus Kardinal  Darmojuwono dan satu hari kemudian, tepatnya pada 6 Desember 1971, ia menerima tahbisan imam,  juga dari tangan Mgr. Justinus Kardinal Darmojuwono di Gereja Santo Antonius Padua, Kotabaru,  Yogyakarta.   Dua tahun setelah menerima sakramen imamat, Pater Sutanto ditugaskan belajar khusus musik di  Institute van Katholieke Kerkmuziek, Utrecht, Nederland (1973-1977) dan berhasil meraih  “Praktijkdiploma Orgel” dan “Einddiploma Koordirectie.” Pater Sutanto menempuh tersiat (Oktober 1980-Juni 1981) di Kew, Australia, di bawah bimbingan Pater  Wallace, S.J. Kaul akhir sebagai profess ia ucapkan pada 29 Agustus 1982 di Gereja St. Franciscus  Xaverius, Tanjungpriok, Jakarta.  Riwayat tugas Pater Antonius Sutanto, S.J. sejak kaul akhir sampai wafatnya  Pastor Rekan Paroki St. Franciscus Xaverius, Tanjungpriok Jakarta 1978-1985 Penggerak Musik Gereja KAJ Jakarta 1978-1980 Pastor Kepala Paroki St. Franciscus Xaverius, Tanjungpriok Jakarta 1982-1991 Dosen Musik Liturgi di Universitas Atma Jaya Jakarta 1995-2000 Seksi Musik Komisi Liturgi KAJ; tinggal di Pastoran Cililitan, Jakarta 1991-wafatnya Dosen Musik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta 2000-2008 Dosen Musik di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jakarta 2008-wafatnya Pastor Pembantu Paroki St. Servatius, Kampung Sawah Bekasi 2003-wafatnya Pater Sutanto dikenal salah satu tokoh yang mengembangkan musik liturgi Gereja Indonesia. Ia sangat  aktif dan terlibat dalam melatih bakat-bakat muda dalam musik sampai di masa tuanya. Tahun 2022 ini  merupakan peringatan 50 tahun tahbisannya sebagai imam. Namun akibat stroke yang dialaminya tahun  2021, beliau tidak bisa merayakan peringatan itu sebagaimana dikehendakinya. Stroke mengakibatkan  Pater Sutanto terbaring di tempat tidur dan terbatas untuk melakukan banyak hal. Awal Januari 2022,  beliau dilarikan ke RS Elisabeth, Semarang dan keadaannya tidak stabil dan cenderung menurun.  Akhirnya pada tanggal 1 Maret 2022, Pater Antonius Sutanto, S.J. dipanggil oleh Tuhan. Selamat jalan  Pater Antonius Sutanto, S.J. Mohon doa bagi kami yang masih berziarah di dunia ini,  Misa Requiem & Pemakaman  Misa Requiem Provinsi dilaksanakan pada:  hari, tanggal : Kamis, 3 Maret 2022  waktu : Pukul 10.00 WIB  tempat : Gereja St. Stanislaus, Girisonta;  dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.  Semua anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Antonius  Sutanto, S.J. 

Obituary

Selamat Jalan Pater Leonard Smit, S.J.

Pater Leonard Smit sebagai salah satu misionaris Jesuit asal Belanda telah banyak berkiprah dalam pengembangan dan gerak karya pendidikan di Indonesia melalui persekolahan Kanisius. Lahir di Breda, 30 Mei 1941, Pater Smit adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Petrus Christian Smit dan (Almh.) Antonia Anna Cornelia Smit. Ia dibaptis pada hari kelahirannya di Gereja Hati Kudus, Breda. Pendidikan dasar hingga pendidikan menengah (1947-1960) ia tempuh di Breda, Belanda. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Schola Carolina Den Haag dan setelah itu melamar menjadi anggota Serikat Jesus. Diterima sebagai novis SJ, ia memulai formasi novisiat SJ di Novisiat Mariendaal pada 7 September 1962 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1964 di Novisiat Mariendaal. Selesai formasi novisiat, ia ditugasi untuk melanjutkan ke tahap formasi Filsafat selama tiga tahun (1964-1967) di Kolese Berchmanianum. Selesai filsafat, Frater Smit menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai subpamong/surveillant di Kolese Kanisius Belanda selama setahun (1967-1968). Dalam perjalanan formasinya, ia tertarik untuk menjadi misionaris di Indonesia. Oleh karena itu, pembesarnya mengirim Frater Smit ke Seminari Menengah Mertoyudan (1968) untuk belajar bahasa Jawa dan ke IKIP Sanata Dharma (1969) untuk belajar bahasa Indonesia secara intensif. Setelah kemampuan bahasa Indonesianya dirasa cukup, ia lantas diutus untuk menjalani formasi Teologi di Institut Filsafat & Teologi (sekarang FTW Universitas Sanata Dharma) Kentungan, Yogyakarta (1970-1973). Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya pada 3 Juni 1967 di Nijmegen dari tangan Mgr. J.W.M. Bluysse; tahbisan diakon pada 7 Desember 1972 di Yogyakart dari tangan Bapak Kardinal Darmoyuwono, dan tahbisan imamat pada 8 Desember 1973 di Amsterdam dari tangan Mgr. H. Ernst. Enam tahun setelah menerima tahbisan imamat, Pater Smit menjalani formasi tersiatnya di Novisiat St. Stanislaus Girisonta pada 20 Januari – 31 Juli 1979 di bawah bimbingan P A. Soenarja, S.J. Pada 2 Februari 1981, Pater Smit mengucapkan kaul akhir dengan gradus profess empat kaul di Yogyakarta dan diterima oleh P Suradibrata, S.J. Pater Smit dikenal juga sebagai pribadi yang murah hati dan penuh semangat dalam menjalani tugas perutusannya sebagai seorang Jesuit. Dengan setia, ia menemani guru-guru Yayasan Kanisius ketika menjabat sebagai direktur di Surakarta maupun di kantor pusat Yayasan Kanisius di Semarang. Sebagai pastor paroki, ia pun dengan tekun melayani kebutuhan sakramental umat dan kebutuhan lainnya. Semangat yang kuat untuk melayani umat dan menjalankan perutusannya sebagai Jesuit membuat dia selalu siap sedia menerima perutusan. Ia pun taat ketika Provinsial memintanya untuk pindah ke Komunitas St. Stanislaus, Girisonta ketika kondisi badannya sudah tidak sekuat dulu lagi. Riwayat Tugas Pater Smit setelah Tahbisan Imam Pastoral di Paroki St. Antonius Padua Muntilan 1973-1979 Pastor Rekan Paroki St. Antonius Padua, Purbayan Surakarta 1979-1982 Pastor Paroki St. Antonius Padua, Purbayan Surakarta 1982-1990 Direktur Yayasan Kanisius Cabang Surakarta Surakarta 1982-1990 Konsultor Keuskupan Agung Semarang Semarang 1980-1990 Konsultor Provinsi Indonesia Serikat Jesus Semarang 1989-1998 Direktur Yayasan Kanisius Pusat Semarang 1990-2012 Pastor Paroki St. Athanasius Agung Semarang 1991-1995 Pastor Rekan Paroki St. Theresia, Bongsari Semarang 1995-2011 Direktur Yayasan Dana Pensiun (Yadapen) Semarang 1998-2012 Sekretaris Yayasan Taman Tani Salatiga 2003-2009 Pastor Rekan Paroki St. Yusup, Gedangan Semarang 2011-2020 Asistensi Pastoral di Paroki St. Isidorus Sukorejo 2020-2020 Pembimbing Rohani & Pelayanan Sakramen di Kolese Stanislaus Girisonta 2020-wafat Tanggal 27 Desember 2021, P. Smit dibawa ke RS Elisabeth karena menderita stroke. Kondisi kesehatannya tidak stabil dan sempat kritis pada tanggal 5 Januari 2022. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih satu bulan di RS Elisabeth, Semarang, pada tanggal 28 Januari 2022, P. Smit diizinkan oleh dokter untuk menjalani perawatan di Wisma Emmaus, Girisonta. Pada tanggal 29 Januari 2022, kondisinya kembali kritis dan akhirnya meninggal dunia pada jam 13.40 WIB. Misa Requiem dan Pemakaman Misa Requiem akan diadakan di Gereja St. Stanislaus Girisonta pada hari, tanggal                               : Minggu, 30 Januari 2022 pukul                               : 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran sesuai dengan prosedur kesehatan. Selebran utama Provinsial Serikat Jesus Indonesia, P. Benedictus Hari Juliawan dan konselebran P. Markus Yumartana, S.J., P. Agustinus Sarwanto, S.J. dan P. Martinus Hadisiswoyo, S.J.

Obituary

Selamat Jalan Br Yustinus Triyono, S.J.

Ia dikenal sebagai orang yang mudah tersenyum dan akrab dengan banyak orang. Waktu menjabat sebagai Ekonom di Kolese Hermanum, para frater yang bertugas mengurus keuangan di masing-masing Unit cukup akrab dengan Bruder Triyono. Para frater bahkan bisa mengenali kapan suasana hatinya sedang gembira dan kapan sedang muram hanya dengan jawabannya saat pintu kantor Ekonom diketuk. Saat jawaban atas ketukan pintu kantor panjang dan kuat, maka isyarat hatinya sedang gembira. Sebaliknya bila jawaban itu pendek dan rendah, maka suasana hatinya sedang tidak bergembira. Kita tidak tahu apakah hatinya sedang gembira atau tidak saat Tuhan memanggilnya, namun kita tentu yakin bahwa Tuhan memanggil Bruder Triyono untuk menikmati kehidupan abadi bersama-Nya. Bruder Yustinus Triyono atau akrab disapa Bruder Tri dilahirkan di Ganjuran, Bantul pada 21 Desember 1965 dari pasangan suami istri (alm.) Bapak Petrus Wakijan Kertoyono dan (almh.) Ibu Maria Kertoyono. Bruder Triyono menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di kota tempat kelahirannya. Pendidikan dasar dan menengah/SMP (1972-1981) ia tempuh di Ganjuran, Yogyakarta. Selulus SMP, ia melanjutkan pendidikan ke SPbMA Yogyakarta (1981-1985). Selesai dari pendidikan di SPbMA, ia berwiraswasta sebagai peternak ayam petelur selama dua tahun (1985-1987). Merasa tertarik untuk menjadi seorang biarawan, ia memutuskan untuk mendaftar ke Novisiat St. Stanislaus Kostka dan diterima. Masuk Novisiat SJ Girisonta pada tanggal 7 Juli 1987, akhirnya dua tahun kemudian Bruder Triyono mengucapkan Kaul Pertama, tepatnya pada 8 Juli 1989. Usai formasi Novisiat, ia ditugasi untuk melanjutkan formasi Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1989-1993). Selesai formasi Filsafat, oleh Serikat Bruder Triyono ditugasi menempuh formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai Asisten Minister Skolastikat Kolese Hermanum dan Asisten Ekonom Kolese Hermanum (1993-1995). Setelah selesai menjalani formasi TOK, Bruder Triyono ditugaskan untuk bekerja di Kolese Kanisius, Jakarta (1995-1997). Dua tahun bekerja di Kolese Kanisius Jakarta, ia diminta oleh Pater Provinsial waktu itu untuk studi tentang bimbingan dan konseling pada program magister Manajemen Pendidikan di De La Salle University (DLSU) Manila, Filipina (1997-2000). Sepulang dari Manila ia ditugasi menjadi Kepala Sekolah SMP Kolese Kanisius, Jakarta (2000-2008). Seusai penugasannya di SMP CC, ia ditugaskan menjadi anggota staf pengajar bimbingan dan konseling di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2008-2012). Kemudian pada tahun 2012, Bruder Triyono bertugas di SMA Kolese Loyola Semarang sebagai Kepala Sekolah hingga tahun 2018. Seusai penugasannya di SMA Kolese Loyola, Semarang, Bruder Triyono menjalani program sabatikal di Kolese Bellarminus untuk berfokus pada recovery kesehatannya. Sambil tetap berobat, setelah selesai dari sabatikal, ia bekerja di SMA Kolese de Britto, Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Di sela penugasannya sebagai Kepala Sekolah SMP Kolese Kanisius, Jakarta, Bruder Triyono menjalani formasi tersiatnya di Loyola House of Studies di Quezon City, Filipina pada tahun 2005. Pada 2 Februari 2016, di Gereja Santo Stanislaus Kostka dan diterima oleh Pater Provinsial Sunu Hardiyanta, S.J., Bruder Triyono mengucapkan kaul akhir sebagai bruder dalam Serikat Jesus. Riwayat Pelayanan dan Karya Bruder Yustinus Triyono, S.J. setelah Kaul Akhir Kepala Sekolah SMA Kolese Loyola Semarang 2012-2018 Koordinator Komisi Pendidikan Serikat Jesus Provinsi Indonesia 2014-2018 Anggota Staf Pengajar di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta 2019-wafatnya Pemakaman Misa requiem akan diadakan pada hari, tanggal : Senin, 25 Oktober 2021 waktu : pukul 18.00 WIB tempat : Kolese de Britto, Yogyakarta Misa requiem di Kolese Stanislaus, Girisonta akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Oktober 2021 pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.

Obituary

Selamat Jalan, Pater Andreas Yuniko Poerdianto, S.J.

Pater Andreas Yuniko Poerdianto, S.J. meninggal dunia pada hari Kamis, 29 Juli 2021, pukul 07.45 WIB, di Rumah Sakit Santa  Elisabeth, Semarang dalam usia 53 tahun. Pater Andre lahir di Situbondo, Jawa Timur pada 22 Juni 1968 dari pasangan  Bapak Markus Antonius Maspoer dan Ibu Agustine Trisye Maspoer.  Beliau menempuh pendidikan dasar di SDK Situbondo (1976– 1981), kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMPK  Situbondo (1981–1984) dan SMAN 2 Situbondo (1984–1987). Dua  tahun setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Institut Teknologi  Surabaya (ITS) dari tahun 1989 hingga 1995.   Setelah 5 tahun bekerja dan menimbang-nimbang, akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Jesus dan memulai jalan panggilannya sebagai seorang Jesuit pada  1 Juli 2000 di Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta. Seusai menjalani masa novisiat selama dua  tahun, kemudian Frater Andre diperkenankan mengucapkan Kaul Pertama pada 2 Juli 2002  dan melanjutkan masa formasinya sebagai skolastik Serikat Jesus. Sebagai formasi lanjutan  setelah novisiat, Frater Andre ditugaskan ke Manila, Filipina untuk menjalani masa Juniorat di  Arrupe International Resicence. Satu tahun kemudian, ia melanjutkan masa formasinya dengan  studi Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta selama empat tahun (2003–2007).   Selesai formasi Filsafat, Frater Andre diutus menempuh formasi Tahap Orientasi Kerasulan  (TOK) selama dua tahun yaitu di Program Studi Pendidikan Agama Katolik (PENDIKKAT)  Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2007) dan di Misi Pakistan (2008) sebagai dosen  spiritualitas. Selesai TOK, Frater Andre ditugasi untuk melanjutkan formasinya ke tahap  berikutnya, yaitu studi teologi di Jesuit Theological College, Melbourne, Australia (2009– 2013). Setelah menyelesaikan formasi Teologi, ia menerima tahbisan sebagai Diakon dari  tangan Mgr. Gregory O’Kelly, S.J. pada 24 November 2012 di Australia, tepatnya di Xavier College, Victoria. Kemudian pada 25 Juli 2013, ia menerima tahbisan Imam di Yogyakarta  dari tangan Uskup Agung Semarang, Bapak Uskup Johannes Pujasumarta, di Gereja Santo Antonius Padua, Yogyakarta.   Pater Andre telah menjalani masa formasi akhir dalam Serikat Jesus (tersiat) di Kolese  Stanislaus, Girisonta, pada 24 Januari 2017 sampai 28 Juli 2017 di bawah bimbingan Pater  Laurentius Priyo Poedjiono, S.J. Kemudian, sejak selesai tersiat, Pater Andre bertugas dan  tinggal di Kolese Stanilaus, Girisonta.  Riwayat Pelayanan dan Karya Pater Andreas Yuniko Poerdianto, S.J. setelah Tahbisan Tugas di Misi Pakistan, antara lain sebagai Direktur  Formasi para Kandidat SJ, Asisten Moderator  Sekolah-sekolah Katolik di Pakistan, Fasilitator  Magis Pakistan, Pembimbing Retret dan tugas  pastoral lainnya, penulis pada SL News Lahore, Pakistan  2013-2017 Socius Magiste Novis  Girisonta 2017 – 2019 Minister Komunitas Kolese Santo Stanislaus Kostka Girisonta 2017 – 2019 Asisten Minister Wisma Emaus Girisonta 2019 – 2021 Ekonom Komunitas Kolese Santo Stanislaus Girisonta 2020 – 2021 Konsultor Superior Komunitas Kolese Santo Stanislaus Kostka Girisonta 2018 – 2021 Setelah harapannya untuk kembali bertugas di Misi Pakistan tidak bisa terlaksana, sebenarnya ia sudah menerima penugasan sebagai Pastor Rekan Paroki Ekspatriat Santo Petrus Kanisius  di Jakarta. Namun Tuhan memiliki rencana lain. Pada hari Jumat, 16 Juli 2021, Pater Andre  harus dirawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Semarang karena keluhan dan positif terinfeksi  Covid-19. Keadaannya terus memburuk sehingga ia harus dirawat di ICU Isolasi RS Santa  Elisabeth sampai hari ini dan akhirnya Tuhan berkenan memanggilnya.   Pemakaman  Ibadat Pelepasan Jenazah dilaksanakan di Ruang Jenazah RS Santa Elisabeth pada hari Kamis  29 Juli 2021 kurang lebih pukul 11.30 WIB. Selanjutnya Pater Andreas Yuniko Poerdianto,  S.J. akan dimakamkan pada hari yang sama, Kamis 29 Juli 2021 di Taman Makam Ratu Damai,  Girisonta, Bergas, Ungaran sesuai protokol Covid 19. 

Obituary

Selamat Jalan, Pater Theodor Wolf, SJ

Pater Karl Theodor Wolf, SJ meninggal dunia pada hari Minggu, 17 Januari 2021 pukul 11.20 WIB di Rumah Sakit Ken Saras, Bergas, Jawa Tengah karena serangan jantung. Pada hari Senin, 4 Januari 2021 yang lalu, beliau baru saja merayakan ulang tahun yang ke-76. Pater Theodor Wolf lahir di Laudenback, Jerman dari pasangan Bapak Josef Wolf dan Ibu Josefine Wolf. Setelah menyelesaikan pendidikan Gymnasium di Miltenberg dan Volkersberg, dia memasuki Serikat Jesus di Neuhausen pada 14 September 1965 dan mengucapkan kaul pertama dalam Serikat Jesus pada 16 September 1967. Ia menjalani masa studi Filsafat di Pullack, Jerman (1967-1969) dan menjalani tahun orientasi kerasulan di St. Blasien College, Jerman (1969 – 1970). Setelah itu, Theodor Wolf muda memutuskan untuk menjadi misionaris di Indonesia, dan menjalani masa awalnya sebagai misionaris Seminari Menengah Mertoyudan. Pendidikan teologi ia selesaikan di Fakultas Teologi Wedhabakti dan ditahbiskan sebagai imam pada 3 Desember 1975 di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta dibawah tangan Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmoyuwono. Selama 40 tahun, Pater Theodor Wolf menjalani tugas pastoralnya di banyak paroki wilayah Keuskupan Agung Jakarta (Paroki St. Perawan Maria Ratu Blok Q; Paroki St. Yohanes Penginjil Blok B, Jakarta; dan Paroki St. Theresia Jakarta) dan Keuskupan Agung Semarang (Paroki St. Antonius Padua Muntilan; Paroki St. Yusup Gedangan; dan Paroki St. Yusup Ambarawa) dari tahun 1976 sampai tahun 2016 : Pastor Rekan Gereja St. Perawan Maria Ratu Blok Q, Jakarta 1976 – 1978 Pastor Paroki Gereja St. Perawan Maria Ratu Blok Q, Jakarta 1978 – 1985 Pastor Paroki Gereja St. Yohanes Penginjil Blok B, Jakarta 1985 – 1993 Pastor Paroki Gereja St. Theresia Jakarta 1993 – 2004 Pastor Rekan Gereja St. Antonius Padua Muntilan 2005 – 2006 Pastor Paroki Gereja St. Yusup Gedangan, Semarang 2006 – 2011 Pastor Paroki Gereja St. Yusup Ambarawa 2011 – 2014 Pastor Rekan Gereja St. Yusup Ambarawa 2014 – 2016 Berdoa untuk Serikat Jesus di Wisma Emmaus Girisonta 2016 – wafat Informasi Misa Requiem PemakamanMisa Requiem dan Pemakaman Pater Theodor Wolf akan diadakan di Pemakaman Maria Ratu Damai, Girisonta pada hari Senin, 18 Januari 2021 mulai jam 10.00 WIB dengan selebran utama Provinsial Serikat Jesus Indonesia, P. Benedictus Hari Juliawan dan konselebran P. Segfried Zanhweh,S.J. dan P. Markus Yumartana, S.J. Pelayat yang hadir dalam upacara pemakaman dibatasi dan tidak akan diadakan misa live streaming. Oleh karena itu, umat mohon mendoakan kedamaian jiwa Pater Theodor Wolf cukup dari rumah masing-masing.

Obituary

RIP PATER BERNARDINUS HERRY PRIYONO, S.J.

Pada hari Senin, 21 Desember 2020, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta karena serangan jantung: PATER BERNARDINUS HERRY PRIYONO, S.J. dalam usia 60 tahun. Seperti kapal yang di pantai tak sendirinya bercerita tentang kedalaman samudara Seperti jubah kita tak sendirinya bercerita tentang cinta Seperti buku sejarah tak pernah bercerita tentang rakyat yang kalah Seperti penguasa tak pernah berita tentang luka Itu adalah puisi yang ditulis oleh Romo Herry di Manila, Maret 1988. Ia menghabiskan tahun 1984 – 1989 di Manila, Philippine untuk studi sosiologi di University of the Philippine. Kata-kata itu menggambarkan komitmen perjuangan keadilan dan perlawanan terhadap kebebalan ideologi dan rezim ketidaktahuan.  Sebagai pribadi dan dosen, orang punya banyak kenangan mendalam atas komitmen dan integritasnya sebagai seorang intelektual. Sebagai seorang Jesuit, ia memahami tugas perutusannya sebagai bagian dari partisipasti dalam inkarnasi Allah di dunia dengan segala perjuangannya. Saat diminta memberikan informasi tentang rekan Jesuit, ia tidak mau tergesa-gesa karena dia membutuhkan keheningan doa untuk memberi masukan dan informasi bagi rekan Jesuitnya. Romo Herry dilahirkan di Yogyakarta pada 31 Mei 1960 dari pasangan Bp. Engelbertus Suratno dan Ibu Christina Suratinah. Seluruh pendidikan dasarnya, ia tempuh di Ngemplak, Sleman, Yogyakarta sebelum ia kemudian melanjutkan ke Seminari Menengah, Mertoyudan, Jawa Tengah dari tahun 1975 – 1979. Setamatnya dari Seminari, ia kemudian memutuskan bergabung dengan Serikat Jesus dan menjalani masa novisiat sejak 15 Juli 1979 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 16 Juli 1981. Ia kemudian menjalani tugas perutusan studi filsafat di STF Driyarkara dari 1981 – 1984 dan selanjutnya studi khusus sosiologi di University of the Philippine (1984 – 1989) sebagian bagian dari Tahun Orientasi Kerasulan. Ia menyaksikan dari dekat pergolakan People Power di Phillipine yang membawa turun rezim Ferdinand Marcos. Setelah Manila, dia melanjutkan studi teologi di Fakultas Teologi Wedhabakti, Yogyakarta dari 1989 – 1992, dan ditahbiskan menjadi imam pada 27 Juli 1992 di Gereja St. Ignatius Padua, Kotabaru, Yogyakarta. Pada tahun 2005 – 2006, dia menjalani tersiat dan kemudian mengucapkan kaul akhir sebagai Profes Empat Kaul di Kapel St. Ignatius Loyola, Semarang pada 31 Juli 2009. Riwayat Tugas Romo Herry Priyono Pater Unit Rawasari, Kolese Hermanum Jakarta 1992-1994 Dosen STF Driyarkara Wakil Direktur Institut Sosial jakarta Studi doktorat Politik Ekonomi di London School of Economics Jakarta Jakarta London, UK 1992-1994 1992-1994 1994-2003 Dosen STF Driyarkara Ketua Program Studi Magister STF Driyarkara Jakarta Jakarta 2003-wafat 2006-wafat Romo Herry, selamat beristirahat dalam damai abadi bersama Bapa. Doakan kami untuk menjalani misi keadilan dan rekonsiliasi Serikat Jesus dengan totalitas iman, hati dan budi. Ekaristi Requiem dan Pemakaman Ekaristi Requiem akan diadakan di: Hari, tanggal       : Senin, 21 Desember 2020 Waktu                   : 19.00 WIB Tempat : Kapel Kolese Kanisius, Jakarta Pelayat : Maksimal 30 orang dengan protokol kesehatan. Ekaristi Penutupan Peti Jenazah: Hari, tanggal       : Selasa, 22 Desember 2020 Waktu                   : 19.00 WIB Tempat : Kapel Kolese Kanisius, Jakarta Pelayat : Maksimal 30 orang dengan protokol kesehatan. Ibadat Pemakaman Hari, tanggal       : 23 Desember 2020 Waktu                   : 09.00 WIB Tempat : Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah Pelayat : Maksimal 30 orang dengan protokol kesehatan. Prioritas pelayat ialah keluarga P. Herry (15 orang), sahabat dan Nostri Provindo (10 orang) dan sahabat (5 orang) Setelah Ekaristi Requiem 21 Desember 2020, jenazah P. Bernardinus Herry Priyono, S.J. akan disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius. Setelah Ekaristi Penutupan Peti, 22 Desember 2020, jenazah akan dibawa ke Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah untuk dimakamkan. Seluruh anggota Provinsi dimohon untuk merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Bernardinus Herry Priyono, S.J.