Selamat Jalan, Pater Andreas Yuniko Poerdianto, S.J.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Pater Andreas Yuniko Poerdianto, S.J. meninggal dunia pada hari Kamis, 29 Juli 2021, pukul 07.45 WIB, di Rumah Sakit Santa  Elisabeth, Semarang dalam usia 53 tahun.

Pater Andre lahir di Situbondo, Jawa Timur pada 22 Juni 1968 dari pasangan  Bapak Markus Antonius Maspoer dan Ibu Agustine Trisye Maspoer.  Beliau menempuh pendidikan dasar di SDK Situbondo (1976– 1981), kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMPK  Situbondo (1981–1984) dan SMAN 2 Situbondo (1984–1987). Dua  tahun setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Institut Teknologi  Surabaya (ITS) dari tahun 1989 hingga 1995.  

Setelah 5 tahun bekerja dan menimbang-nimbang, akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Jesus dan memulai jalan panggilannya sebagai seorang Jesuit pada  1 Juli 2000 di Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta. Seusai menjalani masa novisiat selama dua  tahun, kemudian Frater Andre diperkenankan mengucapkan Kaul Pertama pada 2 Juli 2002  dan melanjutkan masa formasinya sebagai skolastik Serikat Jesus. Sebagai formasi lanjutan  setelah novisiat, Frater Andre ditugaskan ke Manila, Filipina untuk menjalani masa Juniorat di  Arrupe International Resicence. Satu tahun kemudian, ia melanjutkan masa formasinya dengan  studi Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta selama empat tahun (2003–2007).  

Selesai formasi Filsafat, Frater Andre diutus menempuh formasi Tahap Orientasi Kerasulan  (TOK) selama dua tahun yaitu di Program Studi Pendidikan Agama Katolik (PENDIKKAT)  Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2007) dan di Misi Pakistan (2008) sebagai dosen  spiritualitas. Selesai TOK, Frater Andre ditugasi untuk melanjutkan formasinya ke tahap  berikutnya, yaitu studi teologi di Jesuit Theological College, Melbourne, Australia (2009– 2013). Setelah menyelesaikan formasi Teologi, ia menerima tahbisan sebagai Diakon dari  tangan Mgr. Gregory O’Kelly, S.J. pada 24 November 2012 di Australia, tepatnya di Xavier College, Victoria. Kemudian pada 25 Juli 2013, ia menerima tahbisan Imam di Yogyakarta  dari tangan Uskup Agung Semarang, Bapak Uskup Johannes Pujasumarta, di Gereja Santo Antonius Padua, Yogyakarta.  

Pater Andre telah menjalani masa formasi akhir dalam Serikat Jesus (tersiat) di Kolese  Stanislaus, Girisonta, pada 24 Januari 2017 sampai 28 Juli 2017 di bawah bimbingan Pater  Laurentius Priyo Poedjiono, S.J. Kemudian, sejak selesai tersiat, Pater Andre bertugas dan  tinggal di Kolese Stanilaus, Girisonta. 

Riwayat Pelayanan dan Karya Pater Andreas Yuniko Poerdianto, S.J. setelah Tahbisan

Tugas di Misi Pakistan, antara lain sebagai Direktur  Formasi para Kandidat SJ, Asisten Moderator  Sekolah-sekolah Katolik di Pakistan, Fasilitator  Magis Pakistan, Pembimbing Retret dan tugas  pastoral lainnya, penulis pada SL NewsLahore, Pakistan 2013-2017
Socius Magiste Novis Girisonta2017 – 2019
Minister Komunitas Kolese Santo Stanislaus KostkaGirisonta2017 – 2019
Asisten Minister Wisma EmausGirisonta2019 – 2021
Ekonom Komunitas Kolese Santo StanislausGirisonta2020 – 2021
Konsultor Superior Komunitas Kolese Santo Stanislaus KostkaGirisonta2018 – 2021

Setelah harapannya untuk kembali bertugas di Misi Pakistan tidak bisa terlaksana, sebenarnya ia sudah menerima penugasan sebagai Pastor Rekan Paroki Ekspatriat Santo Petrus Kanisius  di Jakarta. Namun Tuhan memiliki rencana lain. Pada hari Jumat, 16 Juli 2021, Pater Andre  harus dirawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Semarang karena keluhan dan positif terinfeksi  Covid-19. Keadaannya terus memburuk sehingga ia harus dirawat di ICU Isolasi RS Santa  Elisabeth sampai hari ini dan akhirnya Tuhan berkenan memanggilnya.  

Pemakaman 

Ibadat Pelepasan Jenazah dilaksanakan di Ruang Jenazah RS Santa Elisabeth pada hari Kamis  29 Juli 2021 kurang lebih pukul 11.30 WIB. Selanjutnya Pater Andreas Yuniko Poerdianto,  S.J. akan dimakamkan pada hari yang sama, Kamis 29 Juli 2021 di Taman Makam Ratu Damai,  Girisonta, Bergas, Ungaran sesuai protokol Covid 19.