capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

Selamat Jalan Br Yustinus Triyono, S.J.

Date

Ia dikenal sebagai orang yang mudah tersenyum dan akrab dengan banyak orang. Waktu menjabat sebagai Ekonom di Kolese Hermanum, para frater yang bertugas mengurus keuangan di masing-masing Unit cukup akrab dengan Bruder Triyono. Para frater bahkan bisa mengenali kapan suasana hatinya sedang gembira dan kapan sedang muram hanya dengan jawabannya saat pintu kantor Ekonom diketuk. Saat jawaban atas ketukan pintu kantor panjang dan kuat, maka isyarat hatinya sedang gembira. Sebaliknya bila jawaban itu pendek dan rendah, maka suasana hatinya sedang tidak bergembira. Kita tidak tahu apakah hatinya sedang gembira atau tidak saat Tuhan memanggilnya, namun kita tentu yakin bahwa Tuhan memanggil Bruder Triyono untuk menikmati kehidupan abadi bersama-Nya.

Bruder Yustinus Triyono atau akrab disapa Bruder Tri dilahirkan di Ganjuran, Bantul pada 21 Desember 1965 dari pasangan suami istri (alm.) Bapak Petrus Wakijan Kertoyono dan (almh.) Ibu Maria Kertoyono. Bruder Triyono menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di kota tempat kelahirannya. Pendidikan dasar dan menengah/SMP (1972-1981) ia tempuh di Ganjuran, Yogyakarta. Selulus SMP, ia melanjutkan pendidikan ke SPbMA Yogyakarta (1981-1985).

Selesai dari pendidikan di SPbMA, ia berwiraswasta sebagai peternak ayam petelur selama dua tahun (1985-1987). Merasa tertarik untuk menjadi seorang biarawan, ia memutuskan untuk mendaftar ke Novisiat St. Stanislaus Kostka dan diterima. Masuk Novisiat SJ Girisonta pada tanggal 7 Juli 1987, akhirnya dua tahun kemudian Bruder Triyono mengucapkan Kaul Pertama, tepatnya pada 8 Juli 1989. Usai formasi Novisiat, ia ditugasi untuk melanjutkan formasi Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1989-1993).

Selesai formasi Filsafat, oleh Serikat Bruder Triyono ditugasi menempuh formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai Asisten Minister Skolastikat Kolese Hermanum dan Asisten Ekonom Kolese Hermanum (1993-1995). Setelah selesai menjalani formasi TOK, Bruder Triyono ditugaskan untuk bekerja di Kolese Kanisius, Jakarta (1995-1997). Dua tahun bekerja di Kolese Kanisius Jakarta, ia diminta oleh Pater Provinsial waktu itu untuk studi tentang bimbingan dan konseling pada program magister Manajemen Pendidikan di De La Salle University (DLSU) Manila, Filipina (1997-2000). Sepulang dari Manila ia ditugasi menjadi Kepala Sekolah SMP Kolese Kanisius, Jakarta (2000-2008). Seusai penugasannya di SMP CC, ia ditugaskan menjadi anggota staf pengajar bimbingan dan konseling di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2008-2012). Kemudian pada tahun 2012, Bruder Triyono bertugas di SMA Kolese Loyola Semarang sebagai Kepala Sekolah hingga tahun 2018. Seusai penugasannya di SMA Kolese Loyola, Semarang, Bruder Triyono menjalani program sabatikal di Kolese Bellarminus untuk berfokus pada recovery kesehatannya. Sambil tetap berobat, setelah selesai dari sabatikal, ia bekerja di SMA Kolese de Britto, Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Di sela penugasannya sebagai Kepala Sekolah SMP Kolese Kanisius, Jakarta, Bruder Triyono menjalani formasi tersiatnya di Loyola House of Studies di Quezon City, Filipina pada tahun 2005. Pada 2 Februari 2016, di Gereja Santo Stanislaus Kostka dan diterima oleh Pater Provinsial Sunu Hardiyanta, S.J., Bruder Triyono mengucapkan kaul akhir sebagai bruder dalam Serikat Jesus.

Riwayat Pelayanan dan Karya Bruder Yustinus Triyono, S.J. setelah Kaul Akhir

Kepala Sekolah SMA Kolese Loyola Semarang 2012-2018

Koordinator Komisi Pendidikan Serikat Jesus Provinsi Indonesia 2014-2018

Anggota Staf Pengajar di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta 2019-wafatnya

Pemakaman

Misa requiem akan diadakan pada

hari, tanggal : Senin, 25 Oktober 2021

waktu : pukul 18.00 WIB

tempat : Kolese de Britto, Yogyakarta

Misa requiem di Kolese Stanislaus, Girisonta akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Oktober 2021 pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *