Pilgrims on Christ’s Mission

Obituary

Obituary

Selamat Jalan P Florentinus Subroto Widjojo, S.J.

Pater Florentinus Subroto Widjojo, S.J. adalah imam Jesuit yang telah berkarya dan melayani perutusan di bidang formasi, pendidikan, dan spiritualitas doa karismatik Katolik. Sejak tahun 2002 hingga sekarang, Pater Subroto juga menjadi editor buku meditasi harian One Bread One Body, Satu Perjamuan Satu Jemaat, dan Oboring Urip. Pater Subroto adalah seorang pribadi pembelajar yang tidak pernah bosan. Ketika diberi waktu untuk sabatikal (1993-1994), Pater Subroto memilih untuk belajar tentang kajian pastoral di Berkeley, USA.   Dilahirkan di Pengasih-Wates, Kulon Progo pada 29 Oktober 1939 dari pasangan suami istri (alm.) Bapak Josephus Supardjo Widjojo dan (almh.) Ibu A.M. Djuwariyah Widjojo, Pater Subroto menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Wates. Ia bersekolah SD hingga SMP (1945-1954) di kota kelahirannya. Setelah tamat SMP, Pater Subroto melanjutkan pendidikan di SMA Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan (1954-1959).   Setamat pendidikan di Seminari, Pater Subroto mencoba untuk mendaftarkan diri ke Novisiat St. Stanislaus, Girisonta. Setelah dinyatakan diterima, ia mulai menjalani formasi awal dalam Serikat Jesus di Novisiat SJ Girisonta pada 7 September 1959. Lebih kurang dua tahun kemudian, Frater Subroto mengucapkan Kaul Pertama pada 8 September 1961 di Gereja St. Stanislaus, Girisonta. Usai formasi Novisiat, ia diutus menjalani masa juniorat dan mempersiapkan diri untuk belajar filsafat di Kolese Stanislaus selama dua tahun (1961-1963). Setelah juniorat, Frater Subroto diutus untuk menyempurnakan studi filsafatnya di Kolese de Nobilli, Poona, India (1963-1966). Dari Poona pulalah Frater Subroto memperoleh ijazah pendidikan filsafatnya.   Selesai formasi Filsafat, oleh Serikat Frater Subroto ditugasi menempuh formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) di Kolese Kanisius, Jakarta (1966-1968), yaitu bekerja di bagian Biro Dokumentasi di Jl. Gunung Sahari 88, Jakarta dan mengajar Pendidikan Agama Katolik di SMP Kolese Kanisius dan SMA Budhaya, Jakarta. Setelah itu, ia ditugasi untuk melanjutkan ke tahap formasi Teologi di Institut Filsafat dan Teologi (IFT) Kentungan (sekarang Fakultas Teologi Wedabhakti-USD), Yogyakarta (1968-1971). Setelah formasi Teologi, ia ditahbiskan Diakon oleh Mgr. Leo Sukoto pada 9 September 1970. Tiga bulan kemudian, 16 Desember 1970, ia menerima tahbisan Imam di Gereja St. Antonius Padua, Yogyakarta, dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmoyuwono.   Sebelum tersiat, Pater Subroto diutus untuk belajar khusus di Ateneo de Manila University bidang social psychology (1972-1975). Setelah selesai menjalani studi khusus, Pater Subroto menjalani formasi tersiatnya di Kolese Stanislaus, Girisonta pada tahun 1978 di bawah bimbingan Pater A. Soenarja, S.J. Pada 15 Agustus 1982, Pater Florentinus Subroto Widjojo, S.J. mengucapkan kaul akhir dengan gradus professed of for vows di Rawasari, Jakarta.   Riwayat Pelayanan dan Karya Pater Florentinus Subroto Widjojo, S.J. Pater Unit Skolastikat Kolese Hermanum dan Kramat VI Redaktur Majalah HIDUP Jakarta Jakarta 1971 – 1972 1975 – 1992 Campus Ministry Universitas Atma Jaya dan Pater Unit Skolastikat Kolese Hermanum Kramat VI Jakarta 1975 – 1984 Rektor Kolese Kanisius Jakarta 1984 – 1987 Dosen Psikologi dan Campus Minister Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 1993 – 2003 Moderator PD Karismatik Katolik di Gereja St. Theresia Jakarta 2003 – 2011 Pastor Rekan Paroki Blok Q, Gereja St. Perawan Maria Ratu Pendoa bagi Gereja dan Serikat Jakarta   Ungaran 2011 – 2023   2023-wafatnya   Misa Requiem dan Pemakaman Misa Requiem akan diadakan di: Tempat                     : Gereja St. Stanislaus, Girisonta, Berdasarkan, Ungaran, Jawa Tengah Hari, tanggal            : Minggu 23 Juni 2024 Waktu                      : pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.   Semua anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa saudara kita dalam Serikat, Pater Florentinus Subroto Widjojo, S.J.  

Obituary

Selamat Jalan Pater Michael Sastrapratedja, S.J.

Pater Sastrapratedja adalah seorang Jesuit yang telah banyak berkiprah dalam karya pendidikan akademik dan intelektual, khususnya bidang filsafat. Lahir di Kecamatan Kepil, Wonosobo, 22 Oktober 1943, Pater Sastrapratedja adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Bartholomeus Sastrapratedja dan Ibu Cristina Soebandinah. Ia dibaptis pada 25 Oktober 1943 di Kepil, Wonosobo, Keuskupan Purwokerto. Pendidikan dasar ia tempuh di Wonosobo (1949-1955). Setamat SD, Pater Sastrapratedja melanjutkan pendidikan menengah pertama dan pendidikan menengah atas di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1956-1963). Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 7 September 1963 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1965. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk menjalani program juniorat selama satu tahun (1965-1966) di Kolese Stanislaus, Girisonta. Selesai juniorat, ia ditugasi untuk menjalani formasi filsafat di Fakultas Kepausan Athenaeum, Pune, India (1966-1969). Selesai filsafat, Frater Sastrapratedja menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara (1970-1971). Setelah selesai menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Sastrapratedja diutus ke Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (waktu itu masih bernama Institut Filsafat dan Teologi, Kentungan) untuk belajar teologi selama tiga tahun (1971-1974). Pater Sastrapratedja menerima tahbisan imam dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono pada 3 Desember 1974 di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Setelah ditahbiskan imam, dalam rentang tahun 1974-1975, Pater Sastrapratedja membantu pelayanan paroki di Muntilan dan Ungaran. Lalu pada tahun 1975, Pater Sastrapratedja diminta untuk menjalani studi khusus bidang filsafat di Universitas Gregoriana, Roma dan lulus sebagai doktor filsafat tahun 1979 dengan disertasi mengenai budaya dan agama. Dalam tahap akhir studinya di Gregoriana, Pater Sastrapratedja menjalani formasi tersiat di Belanda dan Roma di bawah bimbingan Pater J. van Deenen, S.J. (3 Agustus 1978 – 8 Maret 1979). Dua tahun setelah tersiat, tepatnya pada 6 Februari 1981, di hadapan Provinsial Pater Paulus Suradibrata, S.J., Pater Sastrapratedja mengucapkan kaul akhir sebagai profes di Kolese Hermanum, Jakarta. Riwayat Tugas Pater Michael Sastrapratedja, S.J. Pelayanan pastoral di Paroki Muntilan dan Paroki Ungaran – Muntilan, Ungaran – 1974-1975Studi khusus program doktoral filsafat di Universitas Gregoriana – Roma – 1975-1979Tersiat di Nijmegen – Nijmegen, Roma – 1978-1979Ketua STF Driyarkara – Jakarta – 1980-1984Pengajar di STF Driyarkara – Jakarta – 1980-1989Sekretaris Nasional SELA – Jakarta – 1983-1986Pastor Rekan Gereja Santa Theresia – Jakarta – 1988-1989Rektor Universitas Katolik Soegijapranata – Semarang – 1989-1993Rektor Universitas Sanata Dharma – Yogyakarta – 1993-2001Direktur Paska Sarjana merangkap Ketua Program Studi Doktor di STF Driyarkara – Jakarta – 2006-2010Dosen Paska Sarjana di STF Driyarkara – Jakarta -2010-2021Pengajar Epistemologi Budaya di Universitas Negeri Yogyakarta – Yogyakarta – 2007-2019Pendoa bagi Gereja dan Serikat Jesus di Wisma Emmaus – Girisonta – 2021-wafat Pater Sastrapratedja merupakan pribadi yang mempunyai kecintaan dan komitmen untuk pengembangan ilmu pengetahuan terutama filsafat. Komitmen itu ia wujudkan dalam menulis buku filsafat, mengajar dan sekaligus mendorong para dosen-dosen muda untuk memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Tanggal 2 Februari 2024, P. Sastrapratedja dibawa ke RS. Elisabeth, Semarang karena terjatuh di kamar mandi. Analisa dokter menemukan beliau mengalami stroke. Sejak 9 Februari 2024, kondisi kesehatannya menurun sehingga harus dirawat secara intensif di ICU. Kondisi kesehatannya tidak mengalami perbaikan dan cenderung terus menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat pada Sabtu, 17 Februari 2024 jam 23.13 WIB.

Obituary

Selamat Jalan P. Karl-Edmund Prier, S.J.

Pater Prier lahir di Weinheim, Jerman, 18 September 1937, dari pasangan suami-istri (Alm) Bapak Georg Prier dan (Alm) Ibu Else Prier. Beliau dikenal sebagai seorang yang sangat mencintai dan memiliki pengetahuan luas dalam bidang musik, terutama musik Gereja. Beberapa hari setelah kelahirannya, ia dibaptis di Paroki Weinhem, tepatnya pada 27 September 1937. Ia menghabiskan masa kecil dan mudanya di tanah kelahirannya bersama ayah yang berprofesi sebagai pedagang dan ibunya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pendidikan dasar ia selesaikan di Weinheim (1943- 1948) dan pendidikan menengah ia tempuh di sebuah gimnasium di Viernheim, Jerman (1948-1957). Masuk Serikat Jesus di Neuhausen, Jerman pada 26 April 1957, Frater Prier mengucapkan kaul pertama dalam Serikat Jesus pada 27 April 1959 di novisiat tempat ia masuk. Setelah itu, oleh pembesarnya ia diutus untuk menempuh formasi filsafat di Neuhausen (1959-1962). Kemudian ia berkarya sebagai guru musik di Feldkirch (1962- 1963) sebagai bagian dari tahun pertama Tahap Orientasi Kerasulan (TOK). Selesai TOK tahun pertama di Jerman, ia diutus sebagai misionaris ke Indonesia. Untuk semakin mematangkan orientasi karya di Indonesia, Frater Prier belajar Bahasa Indonesia di Girisonta, Wonosari, dan Semarang selama setahun dan kemudian berkarya sebagai Asisten Pamong Kolese de Britto, Yogyakarta (1965-1966). Seusai menjalani TOK, Frater Prier diutus untuk menjalani formasi teologi di Yogyakarta (1967-1970). Tahbisan diakon ia terima pada 2 September 1969 di Yogyakarta dari tangan Justinus Kardinal Darmoyuwono. Tahbisan sebagai imam ia terima pada 18 Desember 1969 di Yogyakarta, juga dari tangan Kardinal Darmoyuwono. Lima tahun kemudian, Pater Prier menjalani program formasi tersiat di Girisonta selama 10 bulan (31 Januari – 31 Oktober 1974) di bawah bimbingan P A. Soenarja, S.J. Dan pada 2 Januari 1975, ia mengucapkan kaul akhir di Yogyakarta dan diterima oleh Pater A. Setyakarjana, S.J. dengan gradus profes empat kaul. Pater Prier sangat mencintai musik. Oleh karena itu oleh Serikat, ia diberi kepercayaan untuk menggarap banyak lagu inkulturasi untuk nyanyian Gereja. Salah satu karya monumentalnya bersama beberapa musisi Gereja Indonesia adalah Madah Bakti yang diterbitkan oleh Pusat Musik Liturgi (PML). Sebagai seorang imam yang berkecimpung dalam musik Gereja, selain mengerjakan komposisi musik, Pater Prier juga telah menulis beberapa buku dan bermacam artikel mengenai musik liturgi di majalah Umat Baru. Buku yang telah ditulisnya antara lain Sejarah Musik jilid I-III (1991), Menjadi Dirigen (1975), dan Ilmu Harmoni (1973). Selain menulis, ia juga bergiat di kelompok paduan suara Vocalista Sonora berama Paul Widyawan, mengadakan berbagai lokakarya komposisi musik Gereja, memberi pelatihan-pelatihan, dan aneka kegiatan lainnya. Riwayat Tugas Pater Karl-Edmund Prier, S.J. Direktur Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta 1971-2023 Dosen Liturgi IPPAK Sanata Dharma Yogyakarta 1971-2016 Dosen Musik ISI Yogyakarta 1971-2004 Dosen Musik Gereja FTW Yogyakarta 1971-2013 Konsultor Rumah SJ, Bener Yogyakarta 1985-2024 Ekonom Rumah SJ, Bener Yogyakarta 2007-2022 Bagi Pater Prier, iman itu hidup dalam keragaman budaya-budaya yang ada termasuk di Indonesia. Upaya inkulturasi musik liturgi yang dilakukannya ialah untuk memperkaya penghayatan iman di dalam Gereja. Dan dalam menghayati imannya sebagai imam dalam Serikat Jesus, Pater Prier rela berhadapan dengan maut ketika seorang tidak dikenal menyerangnya saat merayakan Ekaristi di Gereja St. Lidwina, Kali Bedong, Yogyakarta pada 11 Februari 2018. Sebagai gembala, ia tetap memimpin perayaan ekaristi dan tidak lari meninggalkan umat yang dilayaninya. Tiba bulan belakangan kondisi kesehatannya tidak stabil. Beberapa kali ia masuk dan keluar RS Panti Rapih untuk perawatan. Sabtu 20 Januari 2024 pagi, Pater Prier kembali harus dibawa ke RS Panti Rapih. Sejak saat itu, kondisinya memburuk dan akhirnya menghadap Bapa di surga. Ekaristi dan Pemakaman Perayaan Ekaristi penghormatan diadakan Hari : Minggu, 21 Januari 2024 Waktu : 18,00 WIB Tempat : Kapel STKat – Yogyakarta Perayaan Ekaristi Requiem diadakan Hari : Senin, 22 Januari 2024 Waktu : 10.00 WIB Tempat : Kapel STKat – Yogyakarta Setelah Misa Requiem, jenazah akan diberangkat untuk pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Kab. Semarang.

Obituary

Selamat Jalan Br. Pius Kirja Utama, S.J.

Pada hari Sabtu, 13 Januari 2024, jam 05.32 WIB di RS. Panti Rapih, Yogyakarta telah menghadap Bapa di surga Br Pius Kirja Utama, S.J. dalam usia 75 tahun. Bruder yang ramah ini akrab disapa Bruder Kirja, dan dikenal sebagai seorang dalang wayang kulit. Bruder Kirja lahir di Plasa, Promasan, 4 Mei 1949, dari pasangan (Alm) Bapak Marcellianus Amat Sahid Somakarija dan (Alm) Ibu Wilhelmina Saminem Somakarija. Bruder Kirja menempuh pendidikan dasar (SD dan SMP) di Promasan, dan pendidikan guru di SPG Boro. Lulus SPG, Kirja muda “nyantrik” di Pastoran Gereja Paroki St. Antonius, Muntilan sebagai koster (1974-1975). Rupanya benih panggilannya bersemi di tempat ini, sebab tahun berikutnya ia masuk Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pada 31 Desember 1976. Ia memilih menjadi seorang bruder. Dan panggilannya sebagai bruder dihayatinya dengan setia melalui berbagai karya dan komunitas. Setelah selesai menempuh formasi novisiat dan mengucapkan kaul pertama, ia menjalani tahun yuniorat (Jan-Jun 1979). Dan selepas masa ini ia langsung ditugaskan belajar kateketik di STFKat Pradnyawidya, Yogyakarta (1979-1981) di samping melayani di 2 (dua) komunitas yang berbeda (Kolese St. Ignatius dan Kolese St. Robertus Bellarminus Mrican). Pengalaman dan ilmu kateketik yang diperoleh memberinya bekal untuk terlibat dalam pastoral berturut-turut di Paroki St. Isidorus, Sukorejo (1981-1986), Paroki Hati Kudus Yesus, Ganjuran (1986-1987), dan Paroki St. Petrus Kanisius, Wonosari (1987-1993). Bruder Kirja menempuh formasi Tersiat di Girisonta, Agustus 1988-Juni 1989 di bawah bimbingan alm. Pater Ferdinandus Heselaars Hartono SJ. Setelah tersiat ia kemudian mengucapkan kaul akhir dalam Serikat di Gereja St. Antonius, Kotabaru, Yogyakarta pada 31 Juli 1990 di hadapan Pater F.X. Danuwinata SJ, Provinsial kala itu. Sebagai seorang dalang Bruder Kirja menyebut dirinya “Kiai Klumpuk” karena punya hobi nglumpukké (mengumpulkan, mengoleksi) wayang-wayang kulit sedikit demi sedikit hingga mempunyai seperangkat wayang yang memadai untuk pergelaran. Bagi Br. Kirja, mendalang adalah sarana kerasulan. Dengan wayang kulitnya ia hendak menyentuh kedalaman hati pendengarnya dan menaburkan benih-benih dan semangat kerohanian. Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya Pastoral Transmigran Pasir Pangarayan, Riau 1993-1999Asisten Bendahara Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan Yogyakarta 1999-2005Minister Kolese St. Robertus Bellarminus Yogyakarta 2005-2010Anggota Staf SPM Realino Yogyakarta 2010-2024 Kondisi kesehatannya memburuk menjelang akhir tahun 2023 dan harus dilarikan ke RS Panti Rapih. Di sana beliau harus menjalani perawatan intensif dan sempat memperlihatkan tanda-tanda membaik. Namun keadaan kesehatannya cenderung memburuk dan pada Jumat, 12 Januari 2024, kondisinya terus memburuk dan akhirnya menghadap Bapa di surga pada Sabtu, 13 Januari 2024 jam 05.32 WIB. Jenazah Br. Kirja akan disemayamkan di Kolese St. Ignatius, Jl. Abubakar Ali no 1, Yogyakarta pada Sabtu 13 Januari 2024. Misa penghormatan jenazah diadakan pada Sabtu, 13 Januari 2024 jam 18.00 WIB di Kolese St. Ignatius, Yogyakarta. Selanjutnya jenazah akan dibawa ke Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergasuntuk dimakamkan. Misa Requiem dan pemakaman akan diadakan:Hari : Minggu, 14 Januari 2024Jam : 10.00 WIB – selesaiTempat : Taman Makam Maria Ratu Damai, Bergas, Kab. Semarang.dan dilanjutkan dengan pemakaman tempat yang sama.

Obituary

Selamat Jalan P. Wolfgang Bock Kastowo, S.J.

Pater Bock adalah seorang misionaris Jesuit dari Jerman dengan nama Indonesia Wolfgang Bock Kastowo. Selain sebagai penulis buku seri kerohanian dan psikologi, ia juga telah banyak berkiprah dalam karya pastoral paroki, kemahasiswaan, dan spiritualitas. Diahirkan di Berlin, Jerman pada 14 Januari 1935, ia menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota kelahirannya. Pendidikan dasar hingga menengah juga ia selesaikan di sana.    Ketertarikannya menjadi seorang Jesuit membawanya ke Novisiat Neuhausen, Esslingen, Stuttgart, Jerman. Ia melamar di situ dan diterima, lalu memulai formasi novisiat pada 14 September 1960. Dua tahun kemudian ia mengucapkan kaul pertama, tepatnya pada 14 September 1962, di Novisiat Neuhausen dan diterima oleh P Duempelmann, S.J. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melaksanakan formasi filsafat di Jerman selama tiga tahun (1962-1965). Setelah selesai filsafat, ia tertarik untuk mengabdikan diri sebagai misionaris di Indonesia. Oleh karena itu, Provinsial Jerman waktu itu segera mengutusnya pergi ke Indonesia.   Ia tiba di Indonesia tahun 1966 di Kolese Santo Ignatius, Yogyakarta. Di sana, ia langsung mempelajari bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Dirasa kemampuan bahasanya telah memadai, ia ditugasi untuk menempuh formasi teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti–Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (waktu itu masih bernama Institut Filsafat dan Teologi, Kentungan) untuk belajar teologi selama tiga tahun (1967-1970).   Pater Bock menerima tahbisan diakon di Yogyakarta pada 16 Desember 1969 dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono. Dua hari kemudian, 18 Desember 1969, ia menerima tahbisan imam di Gereja Santo Antonius, Yogyakarta, juga dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono.   Setelah menerima tahbisan imamat dan menyelesaikan formasi teologi, Pater Bock ditugasi menjadi Vikaris Parokial Paroki Wonosari, Gereja Santo Petrus Kanisius (1970-1974). Setelah itu, ia ditugaskan untuk menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta (12 Februari 1974-24 September 1974) di bawah bimbingan Pater Antonius Soenarja, S.J. Tiga tahun setelah tersiat, pada 17 November 1977, Pater Bock mengucapkan kaul akhir sebagai Spiritual Coadjutor di Gereja Santo Antonius, Purbayan, Surakarta dan diterima oleh Provinsial Pater Paulus Suradibrata, S.J.  Pater Bock dikenal sebagai pribadi yang serius, aktif dalam mendalami dan mempelajari banyak hal. Semasa mudanya, ia serius mempelajari dan mengembangkan enneagram dalam membantu pendampingan dan bimbingan retret. Di usia tuanya di Rumah Retret Panti Semedi, Klaten dia pun tetap aktif dan tekun belajar. Ia menuliskan refleksinya tentang banyak aspek kehidupan seperti usia lanjut, berduka cita, dan belasungkawa. Dalam bukunya, Pater Bock menulis “Meninggal adalah suatu kegiatan. Orang telah berpulang, meninggalkan kita, dan menempuh perjalanan.” Baginya meninggalkan dunia ini ialah saat di mana ia beralih ke tempat lain, aktif melakukan sesuatu, bukannya sekadar pasif menunggu.   Riwayat Tugas Pater Wolfgang Hermann Bock, S.J. setelah Tahbisan Imam  Vikaris Parokial Paroki Wonosari, Gereja Santo Petrus Kanisius  Wonosari  1970-1974  Tersiat di Kolese Stanislaus  Girisonta  1974-1974  Vikaris Parokial Paroki Purbayan, Gereja Santo Antonius (juga melayani di Paroki Jumapolo dan Gereja Jl. Lawu)  Surakarta  1974-1983  Pastor Paroki Magelang Utara, Gereja Santa Maria Fatima  Magelang  1983-1988  Sabatikal  –  1988-1989  Pembimbing retret dan Minister Rumah Retret Panti Semedi  Klaten  1989-1998  Pastor Paroki Gereja Kristus Sahabat Kita, Nabire & Pastor Mahasiswa Universitas Cenderawasih, Abepura  Papua  1998-2007  Kembali ke Provinsi Jerman  Frankfurt  2007-2014  Anggota Staf Rumah Retret Panti Semedi  Klaten  2014-wafatnya  Beberapa bulan belakangan kondisi kesehatannya tidak stabil maka ia diminta untuk bertempat tinggal ke Wisma Emmaus untuk proses penyembuhan. Dan pada hari Kamis dini hari, 16 November 2023 pukul 02.50 WIB, Pater Bock meninggalkan kita semua menghadap Bapa di surga.  Jenazah Pater Bock disemayamkan di Kapel Wisma Emmaus, Girisonta mulai Kamis, 16 November 2023.   Selanjutnya, Misa Requiem akan diadakan pada:   hari, tanggal : Jumat, 17 November 2023  pukul : 09.00 WIB  tempat : Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah  dan dilanjutkan dengan pemakaman di tempat yang sama. 

Obituary

Selamat Jalan P. Alexander Dirjasusanta, S.J.

Pater Alex adalah seorang Jesuit senior dengan model formasi Jesuit yang cukup lama. Ia telah banyak berkiprah dalam karya pastoral, gubernasi provinsi, dan formasi, baik formasi dalam Serikat Jesus sendiri maupun dalam lingkup keuskupan, antara lain Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Medan. Lahir di Kulon Progo, 24 Februari 1938, Pater Alex adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Jacobus Jahman Tirtasumarta dan (Almh.) Ibu M. Theresia Sutimah. Ia dibaptis pada 25 Februari 1938 di Gereja Santa Maria dari Lourdes, Promasan, Kulon Progo. Pendidikan dasar ia tempuh di Boro, Kulon Progo (1946-1951). Setamat SD, Pater Alex melanjutkan pendidikan menengah pertama dan atas di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Magelang (1951-1958). Pada masa tersebut, memang pendidikan Seminari Mertoyudan dimulai dari tingkat SMP.   Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 7 September 1958 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1960. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melanjutkan ke program Juniorat selama dua tahun di Kolese Santo Stanislaus, Girisonta (1960-1962). Setelah itu, ia ditugasi untuk melaksanakan formasi filsafat di Pune, India selama tiga tahun (1962-1965). Dalam masa studi filsafat di India ini, Frater Alex menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah pada bulan Januari 1965 dari tangan Mgr. A. D’Souza. Selesai filsafat, Frater Alex menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai Asisten Sekretaris di Yayasan Kanisius, Semarang selama tiga tahun (1965-1968). Setelah selesai menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Alex diutus ke Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (waktu itu masih bernama Institut Filsafat dan Teologi, Kentungan) untuk belajar teologi selama empat tahun (1968-1972). Dalam masa studi teologi ini, Frater Alex menerima tahbisan diakon di Yogyakarta pada 9 September 1970 dari tangan Mgr. Leo Sukoto, S.J. Tahbisan imam diterimanya di Yogyakarta dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono pada 16 Desember 1970. Dua tahun setelah menerima tahbisan imamat dan menyelesaikan studi teologi, Pater Alex ditugasi menjadi Sekretaris Serikat Jesus Provinsi Indonesia (1972-1974). Setelah itu, ia diminta mempersiapkan diri untuk menjalani formasi tersiat yang akan ia ambil di Nobili College, Pune, India (bulan September 1975 – 31 Juli 1976). Pada 24 Desember 1979, Pater Alex mengucapkan kaul akhir sebagai Spiritual Coadjutor di Gereja Santo Athanasius, Karangpanas, Semarang dan diterima oleh Provinsial Pater Paulus Suradibrata, S.J. Pater Alex dikenal sebagai pribadi yang memperkenalkan dan mengembangkan meditasi-meditasi Pater Anthony de Mello, S.J. di Indonesia. Dengan cara ini, ia menawarkan dan mengajak orang-orang untuk berdoa secara sederhana, sadar, dan ingat akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pribadi, ia adalah pribadi yang tekun dan berbelarasa bersama orang-orang menderita dan masyarakat kecil. Ia ikut terlibat dalam pelayanan para tahanan politik di Pulau Buru dan masyarakat Buru sendiri. Ia dengan tekun menjalan tugas-tugas tersebut. Selain tekun, Pater Alex juga memiliki kecerdikan dan kenalan yang membuat dia bisa menghadapi krisis dengan tenang dan menemukan jalan keluar. Riwayat Tugas Pater Alexander Dirdjasusanta, S.J. setelah Tahbisan Imam Sekretaris Provinsi Semarang 1972-1974 Kursus Spiritualitas Sadana India 1974-1975 Tersiat India 1975-1976 Pastoral untuk para tahanan politik di Paroki Santa Maria Bintang Laut Buru 1976-1978 Prefek Spiritual di Kolese Hermanum dan STF Driyarkara Jakarta 1979-1980 Vikjen dan Pendamping Frater KAJ di Wisma Murdai Jakarta 1981-1988 Pendamping Tahun Orientasi Rohani (TOR) Puruhita Jakarta 1988-1989 Sabatikal – Asistensi di Gereja St. Kristoforus Banyutemumpang Magelang 1989-1990 Pendamping Tahun Orientasi Rohani (TOR) Puruhita Jakarta 1990-1994 Pastor Paroki Santo Yusup Baturetno 1994-1998 Asisten Direktur Rumah Retret Panti Semedi Klaten 1998-1999 Pastor Paroki St. Stanislaus dan Socius Magister Novis di Novisiat St. Stanislaus Girisonta 1999-2004 Pastor Rekan di Gereja St. Robertus Bellarminus, Cililitan Jakarta 2004-2006 Prefek Spiritual Seminari Tinggi Santo Petrus, Pematangsiantar Medan 2006-2012 Anggota Staf Civita Youth Camp Tangerang 2012-2014 Pastoral Care di Gereja St. Yohanes Penginjil, Blok B Jakarta 2014-2016 Pastor Rekan Gereja St. Robertus Bellarminus, Cililitan Jakarta 2016-wafatnya Dalam dua tahun belakangan, kondisi kesehatannya sering turun naik. Jumat, 10 November 2023, dia mengeluh sakit dan dibawa untuk perawatan ke RS Carolus, Jakarta. Setelah tiga malam opname di rumah sakit, kondisinya tidak membaik hingga akhirnya pada Senin pagi, 13 November 2023 pukul 06.36 WIB, Pater Alex dipanggil menghadap Bapa di surga. Jenazah Pater Alex disemayamkan di Gereja St. Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta mulai Senin, 13 November 2023 hingga Selasa 14 November 2023. Misa pemberkatan jenazah diadakan pada: hari, tanggal : Senin, 13 November 2023 waktu : 19.00 WIB tempat : Gereja St. Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Misa tutup peti diadakan pada: hari, tanggal : Selasa, 14 November 2023 waktu : 19.00 WIB tempat : Gereja St. Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Selesai misa tutup peti, jenazah akan dibawa ke Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah. Selanjutnya, Misa Requiem akan diadakan pada: hari, tanggal : Rabu, 15 November 2023 pukul : 09.00 WIB tempat : Gereja St. Stanislaus Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah. dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.

Obituary

Selamat Jalan P. Hadrian Handy Lenggawa, S.J.

Pater Handy masuk sebagai novis SJ ketika ia telah berusia 41 tahun. Setamat SMA dan sebelum menjadi seorang Jesuit, ia tinggal di Jerman dan menempuh studi di sebuah politeknik di Aachen (1988-1989). Setelah menamatkan pendidikannya di politeknik tersebut dan dengan keahliannya dalam bidang teknologi informasi, ia lantas bekerja di beberapa perusahaan, antara lain di Jerman dan Jakarta. Pater Handy dilahirkan di Brebes pada 12 Oktober 1958 dari pasangan suami-istri, Oey Keng Liap (alm.) dan Tan Lee Tjoe. Selama sembilan tahun ia mengenyam pendidikan dasar hingga menengah atas di Indonesia (1970-1979). Menginjak usia 23 tahun, ia dibaptis dan sekaligus menerima sakramen Penguatan di Paroki Aachen, Jerman. Tertarik untuk menjadi seorang imam biarawan, ia melamar menjadi anggota Serikat Jesus dan diterima. Pada 25 Mei 1999, ia memulai perjalanan sebagai seorang Jesuit, yaitu di Loyola Jesuit Novitiate, Singapura. Dua tahun kemudian, ia mengucapkan kaul pertama dan menjalani masa juniorat di Arrupe International Residence, Manila selama setahun (2001-2002). Setelah menyelesaikan program juniorat, ia diutus untuk belajar Filsafat selama tiga tahun (2002-2005) di STF Driyarkara, Jakarta. Setelah itu, ia ditugasi untuk menjalani formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) di SMK PIKA Semarang selama setahun (2005-2006). Seusai TOK, ia menjalani formasi Teologi di STF Driyarkara, Jakarta selama tiga tahun (2006-2009). Tahbisan diakon (18 April 2009) ia terima di Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga, Katedral Jakarta dari tangan Bapa Kardinal Darmaatmadja dan tahbisan imam (29 Juli 2009) ia terima dari tangan Bapak Uskup I. Suharyo di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Lima tahun setelah tahbisan imamat, Pater Handy menjalani program Tersiat di Kolese St. Stanislaus, Girisonta selama enam bulan (Februari 2014 – Agustus 2014). Riwayat tugas Pater Handy Lenggawa, S.J. Anggota Staf ATMI Cikarang Cikarang 2009-2010 Direktur ATMI Cikarang Cikarang 2010-2014 Pastor Rekan Paroki St. Isidorus Sukorejo 2014-2018 Revisor Arcarum Provinsi Indonesia SJ   2014-2018 Bendahara PERHATI   2014-wafatnya Pendoa bagi Gereja dan Serikat di Emmaus Girisonta 2018-wafatnya Pada awal 2016, ia menderita sakit karena infeksi parasit toksoplasma dan dirawat di RS St. Elisabet, Semarang. Karena kesehatannya tidak berangsur membaik, akhirnya ia dirawat secara lebih intensif di RSCM, Jakarta selama rentang bulan Juni-Juli 2016. Namun di RSCM ini, perkembangan kesehatannya justru menurun hingga ia terserang stroke dan tak sadarkan diri selama beberapa hari. Setelah usaha perawatan medis di rumah sakit dilakukan, Pater Handy melanjutkan upaya rekuperasi kesehatannya di Semarang, tepatnya di di Wisma Emmaus Girisonta.Hari Senin, 23 Oktober 2023 ia dibawa ke RS St. Elisabeth setelah terjatuh dari kursi roda dan beberapa gerakannya seperti tidak terkendali. Jumat, 27 Oktober 2023 malam, keadaan menurun drastis dan sering gelisah, meski tetap sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Sabtu 28 Oktober 2023 pagi dia mulai tenang tetapi keadaan fisiknya menurun terus sampai akhirnya Pater Handy menghadap Bapa pada jam 11.44.Pater Handy, selamat beristirahat dalam damai di pangkuan Bapa Abadi. Doakan kami agar bisa menekuni dengan setia hidup dan ziarah di bumi ini. Ekaristi Requiem dan PemakamanMisa Requiem diadakan pada:hari, tanggal : Minggu, 29 Oktober 2023 pukul : 09.00 WIBtempat          : Kompleks Makam Maria Ratu Damai, Girisonta. dan dilanjutkan dengan pemakaman di tempat yang sama.Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Hadrian Handy Lenggawa, S.J.

Obituary

SELAMAT JALAN PATER IGNATIUS DRADJAT SOESILO, S.J.

Pater Dradjat Soesilo telah banyak berkiprah dalam karya sosial, formasi, keuangan, dan paroki. Lahir di Kediri, 18 Desember 1965, Pater Dradjat adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Yohanes Soeparto dan Ibu Catharina Sri Roemani. Ia dibaptis pada 9 Januari 1966 di Gereja Santo Vincentius, Kediri. Pendidikan dasar ia tempuh di SDK Frateran I, Kediri (1972-1978), dan pendidikan menengah di SMPK Bagian Putera, Kediri (1978-1981) dan SMAN I Kediri (1981-1984). Karena keinginannya menjadi imam, maka setamat SMA, Pater Dradjat melanjutkan studi di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1985-1986) pada program Kelas Persiapan Atas (KPA).   Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan  diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 7 Juli 1985 dan mengucapkan kaul pertamanya  pada 8 Juli 1987. Setelah itu, ia ditugasi untuk melanjutkan formasi filsafat di Sekolah Tinggi  Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1987-1991).   Selesai filsafat, Frater Dradjat menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai  pengajar agama Katolik di Sekolah Inpres selama dua tahun (1991-1993). Setelah selesai  menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Dradjat diutus ke  Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta untuk belajar  teologi selama tiga tahun (1993-1997). Setelah selesai studi teologi, ia diutus membantu tugas-tugas pelayanan Gereja di  Timor Timur. Tahbisan diakon ia terima dari tangan Bapak Uskup Dom Basilio, Pr. di Dili  pada 15 Juni 1997. Tahbisan imam diterimanya di Yogyakarta dari tangan Bapak Julius  Kardinal Darmaatmadja pada 30 Juli 1997.   Dua tahun setelah menerima tahbisan imamat, Pater Dradjat menjalani formasi  tersiatnya di Loyola House of Sudies, Filipina pada 11 September 1999 – 31 Maret 2000 di  bawah bimbingan Pater Roger Champoux, S.J. Pada 31 Oktober 2021, Pater Dradjat  mengucapkan kaul akhir sebagai Spiritual Coadjutor di Kolese Bellarminus, Yogyakarta dan  diterima oleh Provinsial Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J.  Pater Dradjat dikenal juga sebagai pekerja keras dan pribadi yang mau membantu  banyak orang. Di Seminari Mertoyudan, dia dikenal sebagai orang yang telaten mengurus  ternak lele yang dipakai untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para seminaris. Sebagai  pastor paroki, dia juga cukup memberi perhatian kepada para umat dan mendampingi mereka  berproses secara rohani.   Riwayat Tugas Pater Dradjat setelah Tahbisan Imam  Asisten Direktur Puslawita Dili 1997-1999 Direktur Do-school Sorong 2000-2006 Direktur Seksi Pengabdian Masyarakat (SPM) Realino Yogyakarta 2006-2008 Pastor Paroki Santo Isidorus Sukorejo 2008-2013 Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Magelang 2013-2020  Rumah Retret Panti Semedi Klaten 2020- wafatnya  Senin, 26 Juni 2023, Pater Dradjat dilarikan ke RS Panti Rapih setelah serangan stroke di dalam kamarnya. Dia tidak sadarkan diri dan kondisinya buruk. Setelah menempuh segala  daya-upaya, akhirnya pada hari Selasa, 27 Juni 2023 pukul 10.05 WIB, dokter menyatakan  Pater Dradjat meninggal dunia.   Jenazah Pater Dradjat disemayamkan di Kapel SMA Kolese de Britto mulai Selasa, 27  Juni 2023 hingga Rabu pagi, 28 Juli 2023. Misa pemberkatan jenazah diadakan pada:  hari, tanggal : Selasa, 27 Juni 2023  waktu : 18.00 WIB  tempat : Kapel SMA Kolese de Britto, Yogyakarta. Selanjutnya, Misa Requiem akan diadakan pada:   hari, tanggal : Rabu, 28 Juni 2023  pukul : 10.00 WIB  tempat : Gereja Santo Stanislaus, Girisonta  dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas,  Ungaran sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku.