Pilgrims on Christ’s Mission

Karya Pendidikan

Karya Pendidikan

‘Orang Muda Menemukan Makna’

Dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024/2025, SMK PIKA Semarang menyelenggarakan Open House (Casa Abierta) yang mengambil tema ‘Orang Muda Menemukan Makna’. Kegiatan Open House yang dilaksanakan di SMK PIKA Semarang ini merupakan ajang promosi dan platform inklusif yang melibatkan berbagai tingkat pendidikan dan memperkuat keterlibatan komunitas pendidikan. Kegiatan ini diadakan pada 27-29 Februari dan 2 Maret 2024 sebagai puncak kegiatan Open House. Selain itu, karya-karya yang dihasilkan dari proyek siswa ini akan dipamerkan kepada siswa/i TK, SD, SMP, orang tua, dan tamu yang berkunjung ke SMK PIKA Semarang sebagai bentuk apresiasi, dengan harapan dapat meningkatkan motivasi siswa/i. ‘Orang Muda Menemukan Makna’ Tema ini dilatarbelakangi oleh pencarian orang muda dalam menentukan masa depan. Masa depan perlu dipersiapkan sejak dini dengan melihat, merasakan, dan menimbang pilihan-pilihan yang ada. Tidak jarang pilihan-pilihan yang tersedia itu perlu disesuaikan dengan bakat, minat, kebutuhan, keadaan, dan tantangan zaman. SMK PIKA Semarang menawarkan salah satu pilihan menjadi seorang spesialis di bidang perkayuan. Di era sekarang, teknologi perkayuan masih memiliki banyak peluang untuk dimasuki mengingat minimnya ahli perkayuan serta luasnya lapangan kerja dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang masuk di dalamnya. Diharapkan dari tema tersebut para siswa/i TK, SD, SMP dan orang tua melihat dan menemukan makna, sehingga dapat lebih mantap dan yakin untuk sekolah dan menyekolahkan putra-putrinya ke SMK PIKA Semarang. Workshop tentang Furniture Selama tiga hari dari 27 – 28 Februari 2024 mulai dari pukul 08.00 – 15.00 SMK PIKA mengundang secara khusus beberapa SMP swasta di Kota Semarang. Dalam kesempatan ini ada beberapa kegiatan yaitu: presentasi furniture dari instruktur, sharing pengalaman siswa/i SMK PIKA, serta keliling (study tour) area bengkel, unit produksi, dan gedung teori di SMK PIKA. Acara diakhiri dengan sesi tanya-jawab di aula dan pemberian souvenir. Berikut merupakan SMP yang berkunjung ke SMK PIKA Semarang: 1 Selasa, 27 Februari 2024 2. Rabu, 28 Februari 2024 3. Kamis, 29 Februari 2024 Workshop dengan judul ‘Tips memilih furniture yang tepat’ dipresentasikan bukan hanya untuk memperkenalkan SMK PIKA, namun memberikan edukasi bagi para tamu yang datang agar dapat mengetahui ciri-ciri furniture yang layak. Dan ternyata sewaktu sesi tanya jawab, masih banyak orang yang belum mengetahui cara memilih furniture yang tepat. Setelah itu sharing oleh siswa/i SMK PIKA mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di PIKA dan model pembelajaran yang cukup unik. Study Tour, menjadi rangkaian kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa/i SMP. Siswa/i SMP berkeliling dan diperkenalkan beberapa sudut yang ada di SMK PIKA. Siswa/i SMK PIKA selama open house masih berkegiatan belajar mengajar seperti menjalani praktek di bengkel pendidikan, hal ini memperlihatkan model pembelajaran di SMK PIKA sewaktu praktik. Kelas X yang sibuk dengan membuat sambungan serta finishing, lalu kelas XI yang sedang praktek melanjutkan proyek membuat kotak HP, dan kelas XII yang disibukkan dengan proyek membuat kursi yang telah mereka desain. Terdapat juga stand yang memperlihatkan karya/produk yang dibuat oleh para siswa/i SMK PIKA di masing-masing kelasnya. Banyak dari siswa/i SMP tertarik sewaktu mendatangi stand Barisan Suporter Orang-Orang PIKA (BASOOKA) dikarenakan ada maskot yang menari diselingi oleh pukulan drum dan nyanyian dari para penjaga stand BASOOKA. Puncak Perayaan Open House Sabtu, 2 Maret 2024 merupakan puncak dari kegiatan Open House. Beberapa kegiatan di dalamnya meliputi lomba untuk TK – SMP, tour PIKA, pameran produk dari Unit Produksi dan kreativitas anak-anak, stand makanan beraneka macam baik dari siswa/I PIKA dari tiap angkatan, maupun dari luar. Tidak hanya peserta lomba, banyak alumni dan pengunjung umum menyempatkan untuk berkeliling dan menikmati suasana pentas seni dan stand makanan. Berbagai lomba seperti lomba live sketch dan fotografi untuk siswa/i SMP, lalu lomba mewarnai dan menggambar untuk siswa/i TK dan SD. Para guru dari beberapa TK dan SD daerah kota Semarang serta orangtua tampak sangat antusias dalam mendampingi putra/i mereka. Kegiatan Open House kali ini juga melibatkan siswa/i SMK PIKA, mulai dari angkatan 50 sampai 52 untuk menampilkan pentas seni akhir acara. Beberapa ada yang menampilkan tarian modern maupun tradisional dan band. Masing-masing dari penampil mempunyai ciri khasnya yang membuat penampilan pada siang itu meriah. Dapat didengar sorakan-sorakan penonton yang ikut serta dalam menyemangati pada penampil pentas seni Open House ini. Selain pentas seni, di bagian belakang SMK PIKA terdapat bazar makanan. Beberapa stand makanan berasal dari siswa/i SMK PIKA angkatan 49 sampai 52. Masing-masing angkatan memperlihatkan kreativitas dalam berjualan makanan. Terlihat jelas stand Angkatan 51 menarik banyak perhatian dikarenakan ada permainan ‘Serok Ikan’ menggunakan kertas tisu. Beberapa pelanggan ada yang berhasil dan membawa pulang ikan yang dapat diseroknya. Di kantin SMK PIKA juga terdapat stand makanan dari luar yang meliputi bakso, telur gulung, dimsum, es krim, dan masih banyak lagi stand makanan lainnya. Area kantin menjadi area yang terus-menerus ramai dipenuhi oleh para tamu Open House, mulai dari anak kecil hingga orang tua. Ada pula spot dimana para alumni SMK PIKA berkumpul untuk sekedar makan dan bersenda gurau. Open House: Latihan Hospitalitas Acara Open House SMK PIKA bukan hanya untuk PPDB. Open House ini memiliki makna yang lebih dalam, mulai dari tema yang digunakan ‘Orang Muda Menemukan Makna’ hingga serangkaian acara yang dibuat sedemikian rupa untuk memberikan kesempatan bagi siswa/i TK, SD, hingga SMP mengekspresikan kemampuannya. Acara ini juga sarana bagi peserta didik belajar menjadi tuan rumah yang baik, bisa menjadi panitia yang ramah, dan melatih jiwa kepemimpinan dan kerjasama di dalam kepanitiaan sehingga para peserta dan pengunjung merasa terbantu dalam mengenal SMK PIKA Semarang. Kontributor: Angellica Darmawan (PIKA 50)

Karya Pendidikan

Warna-Warni Cinta dalam Senandika Adiwarna

Waktu sudah berlalu dan kini kelas XII memiliki waktu yang singkat untuk menyelesaikan pendidikannya di SMA Kolese Loyola. Sebagai bentuk perpisahan dan proyek terakhir, angkatan 72 mempersembahkan acara Gelar Karya 2024 yang mengangkat tema “Senandika Adiwarna”. Tema ini berarti ekspresi yang berwarna. Gelar Karya ini diadakan pada Rabu, 21 Februari hingga Kamis, 22 Februari di Selasar Pamong sekaligus menjadi salah satu rangkaian kegiatan perayaan 75 tahun SMA Kolese Loyola. Hari pertama acara diawali dengan pembukaan Gelar Karya 2024 yang dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Gerrard dari Campus Ministry angkatan 72. Setelah doa, MC mengimbau para hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menjelaskan teknis acara terlebih dahulu. Kemudian, Pater Antonius Vico Christiawan, S.J., M.Hum. sebagai Kepala SMA Kolese Loyola menyampaikan bahwa Gelar Karya tahun ini unik, karena adanya lukisan yang berbahan dasar kain perca. Keunikan yang kedua adalah pengangkatan tema wayang yang menceritakan kisah wayang Ramayana. Selain itu, ada sambutan dari Ketua Panitia Siswa Gelar Karya 2024, Vincentius Andika. Untuk mengakhiri sesi pembukaan, MC kembali mengundang Pater Vico untuk memukul gong sebagai tanda dimulainya Gelar Karya dan dilanjutkan penampilan musik oleh Loyola Jazz Band. Selesai pembukaan, para pengunjung mulai memadati area pameran. Nampak juga beberapa tamu dari PRESIDIUM Kolese De Britto, para siswa dari SMK Kolese PIKA, dan perwakilan dari CONCILIO Kolese Mikael yang hadir menikmati karya-karya di area pameran Gelar Karya. Pada pameran seni ini, terdapat sekitar 141 lukisan yang indah nan bermakna, dan 88 di antaranya berbahan dasar kain perca. Terdapat juga lukisan tentang perjalanan Rama dan Sinta dalam cerita Ramayana yang mengilustrasikan kisah romantis Rama dan Sinta dan menggambarkan sisi perjuangan KKL 72 selama pembelajaran di SMA Kolese Loyola. Selain lukisan, ada juga berbagai kerajinan hasil karya kelas XII yang terbuat dari bahan bekas. Namun, yang lebih menarik dari Gelar Karya ini adalah dark room. Ruangan ini berisi cahaya ilustrasi dari proyektor yang membuat ruangan menjadi lebih indah. Di sana terdapat tempat melukis (painting by numbers) yang dapat digunakan oleh pengunjung. Tak lupa, terdapat pula papan untuk memberikan kesan dan pesan terhadap Gelar Karya 2024 dan KKL 72. Tidak hanya lukisan ataupun barang kerajinan saja, tetapi ada juga beberapa pertunjukan yang dapat dinikmati. Di antaranya adalah pertunjukan melukis secara kontemporer, pembacaan puisi tentang cerita Ramayana, dan tarian kontemporer. Pembacaan puisi dengan pembawaan yang tegang membuat suasana sekitar larut dalam puisi yang dibacakan. Kemudian ada pertunjukan vokal grup, orkestra, tarian tradisional, modern dance, Loyola Akustik Band, dan Loyola Rock Band. Untuk memeriahkan acara, terdapat pula berbagai stan makanan dari angkatan 73 yang dapat dinikmati para pengunjung. Setelah itu, Gelar Karya pada hari pertama ini ditutup dengan DJ party. Acara Gelar Karya pun telah memasuki hari yang terakhir. Meskipun begitu, masih banyak orang-orang yang berdatangan untuk melihat dan mengagumi karya-karya para KBKL. Gelar Karya merupakan suatu acara yang mempersembahkan karya terakhir KKL 72 dan para KKL lain yang berpotensi untuk berkarya dalam bentuk karya seni. Mereka berusaha yang terbaik demi memeriahkan dan memperkenalkan budaya Jawa kepada orang-orang. Alhasil tidak hanya para KKL yang datang namun banyak siswa dari sekolah lain yang ikut melihat acara hari ini. Banyak alumni yang mengunjungi SMA Kolese Loyola tepatnya pada ruang Galeri Kanisius hanya untuk melihat dan mengapresiasi hasil karya terakhir dari adik-adik kelas mereka. Gelar Karya tidak hanya mempromosikan SMA Kolese Loyola ke orang luar namun juga menjadi salah satu nilai ujian sekolah terakhir bagi KKL 72. Persiapan yang dilakukan untuk mempresentasikan karya tersebut hanya dalam waktu satu bulan. Dengan waktu yang sesingkat itu, kelas XII mampu membuat suatu acara pameran seni dengan sangat baik dan digemari oleh banyak orang, bukan hanya para KBKL. Hari terakhir acara diawali dengan Closing Ceremony Gelar Karya 2024. Di hari terakhir ini, para KKL 72 telah mempersiapkan diri sejak pagi hingga sore hari untuk memeriahkan acara ini untuk yang terakhir kalinya. Pak Army selaku guru Sejarah SMA Kolese Loyola mengungkapkan bahwa acara ini penting terutama bagi para KKL kelas XII yang menjadi sebuah nilai dan juga kenangan untuk menampilkan karya seni mereka yang sudah disusun sedemikian rupa. Gelar Karya juga diberi tema khusus untuk menuju 75 Tahun SMA Kolese Loyola yaitu “Senandika Adiwarna”. Menurut Pak Army, Gelar Karya tahun ini sangatlah spesial karena acara ini dijalankan kembali setelah hampir tiga tahun sehingga sekolah sangat mendukung acara Gelar Karya ini dengan memberikan ruang bagi para KKL untuk berkarya dan dapat menampilkan karya-karya terbaik mereka. Berbagai karya seni interaktif berhasil menarik perhatian para pengunjung yang menyaksikannya. Walaupun temanya bercerita tentang pewayangan kisah cinta Rama dan Sinta, banyak karya yang mengejutkan tidak hanya dalam bentuk lukisan kain perca saja, tetapi juga menampilkan karya-karya lain yang baru dan aktual yang sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini menunjukkan betapa kreatif dan inovatifnya anak-anak muda dalam berkarya terutama para KKL 72. Acara akhir Gelar Karya ditutup dengan menyanyikan Mars Popsila kebanggaan KKL 72. Mereka menyanyikannya dengan sangat lantang dan kompak secara bersama-sama. Mereka mengakhiri acara tersebut dengan foto bersama satu angkatan di depan Selasar Pamong supaya menjadi sebuah kenangan yang tidak akan mereka lupakan. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan dapat membuat anak-anak muda tidak lupa dengan budaya lokal di tengah maraknya budaya-budaya luar yang mulai mempengaruhi kita. Menunjukkan betapa kreatif dan inovatif remaja zaman sekarang yang mampu membuat sesuatu yang baru dan menjadi lebih unik. Seluruh KBKL diajak untuk bisa lebih mengenal budaya lokal serta mengembangkannya dalam berbagai cara bergantung oleh potensi masing-masing. Kita sebagai KBKL juga diajak untuk mengapresiasi dan menghormati hasil kerja keras para KKL 72 yang sebentar lagi akan memasuki dunia kuliah. Gelar Karya 2024 ini memiliki harapan, yaitu supaya kebudayaan lokal Indonesia dapat dilestarikan di kalangan remaja, di tengah gempuran zaman modern yang serba instan. Tak hanya itu, Gelar Karya 2024 ini melibatkan seluruh KBKL untuk berpartisipasi dan merayakan acara bersama, serta untuk mengapresiasi berbagai macam karya dari angkatan 72 yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya di SMA Kolese Loyola. Kontributor: Jurnalistik Serigala SMA Kolese Loyola

Karya Pendidikan

“Awaken The Sleeping Giant ”

Temu Alumni Kolese (TAKOL) 2024 Setelah sukses menyelenggarakan TAKOL (TEMU ALUMNI KOLESE) Ke-1 di Kolese Mikael, Surakarta pada tahun 2022, Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (𝐀𝐀𝐉𝐈) yang sekarang berbadan hukum resmi dan terdaftar di Kemenkumham dengan nama Perkumpulan Alumni Kolese Jesuit (𝐏𝐀𝐊𝐉) akan kembali menyelenggarakan kegiatan Temu Alumni Kolese (TAKOL) edisi yang kedua pada tahun 2024 ini dan bertempat di Kolese De Britto, Yogyakarta. Apa yang menjadi spesial dari TAKOL 2024 ini? Penulis mencatat ada beberapa hal penting yang membuat kegiatan Temu Alumni Kolese (TAKOL) 2024 ini menjadi spesial, (1) Temu Alumni Kolese 2024 diselenggarakan di Kolese De Britto, Yogyakarta. Kenapa Yogyakarta? Karena di tahun 2026, Indonesia akan menjadi Tuan Rumah dari kegiatan World Union Jesuit Alumni (WUJA) XI Congress yang akan menjadikan kota Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai lokasi kegiatannya. (2) Tema “Awaken The Sleeping Giant” dipilih sebagai tema TAKOL 2024. Bukan tanpa sebab, namun kegiatan TAKOL 2024 akan menjadi Kegiatan Pembuka dari rangkaian acara yang akan dilakukan sampai ke puncak Acara WUJA XI Congress di tahun 2026. (3) Selain itu, bagi kami alumni Kolese Jesuit di Indonesia, kegiatan ini akan menjadi momen baik selepas dari pandemi covid untuk terus membangun kolaborasi antar Alumni Kolese Jesuit (4). Tahun ini PAKJ menginjak usia organisasi ke-17 di mana pada kesempatan yang sama, PAKJ baru melakukan regenerasi pengurus sejak akhir tahun 2023 untuk masa kepengurusan 2023-2027. Oleh karenanya, TAKOL 2024 akan ditutup dengan perayaan Ekaristi sebagai bentuk syukur atas ulang tahun 𝐀𝐀𝐉𝐈 / 𝐏𝐀𝐊𝐉 yang ke-17 dan pelantikan kepengurusan yang baru. TAKOL 2024 akan diselenggarakan dari hari Jumat, 1 Maret 2024 s/d Minggu, 3 Maret 2024. Berdasarkan data yang masuk per hari ini, sudah ada sekitar 400 Alumni Lintas Kolese yang akan turut berpartisipasi dan meramaikan kegiatan ini. Pada hari ke-1, para peserta akan datang dari seluruh wilayah Nusantara dan melakukan registrasi. Acara TAKOL akan secara resmi dibuka pada sore hari pada saat Welcoming Dinner bersama antar kontingen Alumni Kolese. Hari Sabtu, 2 Maret 2024 merupakan acara paling padat dari TAKOL 2024. Dimulai dengan Exhibition Games antara peserta kontingen yang mempertandingkan cabang olahraga bola basket, sepak bola, tenis meja, dan bulu tangkis dilanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah makan siang, acaranya akan dilanjutkan dengan Talkshow. Talkshow pertama adalah PAKJ Talkshow yang dibawakan oleh Ketua PAKJ, Hendra Hudiono dan Ketua Dewan Penasihat Bapak Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D. dengan topik Awaken the Sleeping Giant. Talkshow kedua akan dibawakan oleh para Alumni (Alumni Talkshow) dengan beberapa topik yang menarik antara lain, Kolaborasi Merawat Bumi (Yustinus Wahyo Nusanto), Pembekalan Keahlian Bermusik (Silvester Alvon Ditya Aru Diskara), Penjelasan Akibat dari Sebuah Peraturan (Engelbertus Wendratama), dan pengembangan Mind, Body & Soul (AM Bebet Darmawan). Kemudian para peserta akan lanjut mengikuti Jesuit Talkshow yang dibawakan oleh P. E. Baskoro Poedjinoegrohi, S.J. dengan topik “Pendidikan Jesuit di Indonesia : Dulu, Masa Kini, dan Masa Depan” dan P. Fransiskus Pieter Dolle, S.J. dengan topik “70 Tahun Berjalan bersama yang tersingkirkan : Karya Jesuit melalui SPM Realino”. Talkshow terakhir dengan Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, P. Benedictus Hari Juliawan, S.J. dengan topik “Provinsial Menyapa Alumni”. Setelah rangkaian talkshow yang menarik, para peserta akan break sebelum masuk ke acara Pentas Kesenian di malam hari. Berbagai penampilan telah dipersiapkan untuk mengisi malam kesenian tersebut seperti Saxophone (Sanggar Tiup), band dari Alumni De Britto dan Alumni Mikael, dan ditutup dengan penampilan dari DJ Maria Valle. Salah satu acara penting yang akan dilakukan pada malam kesenian tersebut adalah Kick Off Road to WUJA XI Congress Yogyakarta tahun 2026. Hari Minggu, 3 Maret 2024 merupakan hari terakhir dari pelaksanaan TAKOL 2024. Di pagi hari akan diselenggarakan Misa Syukur 17th PAKJ dan Pelantikan Pengurus PAKJ masa bakti 2023-2027. Setelah misa, akan dilakukan acara penutupan TAKOL 2024 untuk kemudian setiap peserta akan kembali ke kota masing-masing membawa cerita indah untuk dibagikan. Kontributor: FX Krishna “Macin” Juwono – AAJI

Karya Pendidikan

Sosialisasi Pedoman Umum Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PUPTK)

Rabu, 15 November 2023 lalu diselenggarakan Sosialisasi Peraturan Umum Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PUPTK) Yayasan Kanisius Cabang Surakarta yang diadakan di aula Paroki Gereja Santo Antonius Padua Purbayan, Surakarta. Selain sosialisasi PUPTK juga dilakukan Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Keuangan dan Sosialisasi Pedoman Remunerasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yayasan Kanisius. Narasumber pada kegiatan sosialisasi ini adalah Pengurus Yayasan Kanisius (Pusat) Pater J. Heru Hendarto, S.J.; Pater Melkyor Pando, S.J.; Pater Ig. Aria Dewanto, S.J.; Bapak Ant. Suparjono, dan Bapak Feliks Yanik. Sosialisasi diikuti oleh 75 orang peserta yang terdiri dari 34 kepala sekolah , 34 guru, dan 7 staf Yayasan Kanisius Cabang Surakarta. Pelaksanaan Sosialisasi PUPTK, merupakan rangkaian kegiatan pembenahan atau pembaruan yang dilakukan Yayasan Kanisius untuk menandai ulang tahunnya yang ke-105. Kegiatan sebelum sosialisasi yang telah dilakukan adalah peluncuran One Gate System. One Gate System adalah sistem tata kelola sekolah yang memadukan sistem informasi pembelajaran dan informasi keuangan secara digital. Sistem ini bisa diakses oleh orang tua murid dan pemerhati pendidikan. Peluncuran sistem ini sendiri dilakukan pada 28 Oktober 2023 yang lalu di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. One Gate System terdiri dari dua program yaitu My Home School (MHS) dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). SAK dalam implementasinya didasari semangat “ARTS” (Accountable, Responsible, Transparent, Sustainable) di lingkungan Yayasan Kanisius. Dengan adanya peluncuran MHS orang tua peserta didik dapat memantau kehadiran putra-putrinya di sekolah. Selain itu, mereka juga dapat memantau kegiatan pembelajaran di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan, penilaian yang diberikan sekolah, dan MHS dapat menjadi media komunikasi antara sekolah dengan orang tua. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sendiri dapat memberikan informasi terkini mengenai data keuangan yang menjadi tanggungjawab orang tua dan penyelesaian keuangan yang telah dilaksanakan. Penetapan dan Penerapan PUPTK Pater Joseph MMT Situmorang, S.J., Kepala Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sosialisasi PUPTK merupakan upaya memperbaiki karya pelayanan di Yayasan Kanisius. Jika dikaitkan dengan perayaan ulang tahun Yayasan Kanisius yang ke-105, kegiatan sosialisasi merupakan perwujudan tema ”Berpadu untuk Kanisius Maju”. Pedoman-pedoman yang disusun diawali dengan diskusi di sekolah, regio, dan cabang kemudian dibicarakan bersama oleh pimpinan cabang serta pengurus yayasan. ”Pedoman Umum Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dulu bersifat ad experimentum atau uji coba kini ditetapkan dan akan diterapkan menjadi pedoman kepegawaian,” kata Pater Joseph Situmorang S.J. Keterpaduan Pengelolaan Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kanisius, Pater J. Heru Hendarto, S.J., mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2023 telah dilakukan rapat Yayasan Kanisius yang dihadiri para kepala cabang, pengurus, pengawas, dan pembina. Dalam rapat tersebut telah disepakati usaha untuk melakukan keterpaduan pengelolaan Yayasan Kanisius. ”Keterpaduan itu harus dilakukan dengan komunikasi yang semakin intensif. Sosialisasi PUPTK, Petunjuk Pelaksanaan Keuangan dan Pedoman Remunerasi akan dikomunikasikan sehingga secara bertahap agar Yayasan Kanisius dapat menjawab kepercayaan yang diberikan serta tantangan zaman,” kata Pater Heru Hendarto, S.J. Berkaitan dengan pembaruan tata kelola Yayasan Kanisius, Pater Heru Hendarto mengharapkan agar semua pihak ikut berpadu karena Kanisius dipercaya oleh masyarakat. Banyak hal yang harus dikerjakan bersama. Salah satunya adalah tata kelola yang menjadi bentuk perwujudan lembaga pendidikan yang transformatif. Selain tata kelola juga akan dikembangkan sistem komunikasi, sarana prasarana, dan guru serta tenaga kependidikan. Pengembangan guru sudah mulai dilakukan dengan memberikan tugas belajar di Universitas Sanata Dharma bagi 11 orang guru. Di sisi lain, pengembangan dilakukan dengan menerapkan evaluasi kinerja individu dan evaluasi kinerja sekolah. ”Evaluasi kinerja di Yayasan Kanisius dilakukan dengan evaluasi diri pendidik dan tenaga kependidikan serta evaluasi kinerja sekolah. Evaluasi kinerja sekolah sangat diperlukan khususnya untuk menghadapi tantangan sekolah yang kekurangan murid. Maka, sekolah harus mengevaluasi kinerjanya, tidak bisa hanya tenang-tenang saja,” kata Pater Heru Hendarto. ”Keunikan sekolah-sekolah Kanisius yang bisa dibanggakan perlu disampaikan kepada anak didik, kinerja pelayanan yang baik harus diberikan pada orang tua. Di era digital saat ini tata kelola yang lebih ditingkatkan merupakan nilai magis yang perlu diwujudkan bersama.” ungkap Pater Heru Hendarto. Mendukung Pelayanan Pendidikan Sosialisasi PUPTK disampaikan oleh Pater Melkyor Pando, S.J. Tujuan PUPTK selain untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan nilai dasar yang dilaksanakan oleh Yayasan Kanisius juga bertujuan agar tercapai efektivitas dan efisiensi kerja. ”Selain tujuan tersebut, terbitnya Pedoman Umum Pendidik dan Tenaga Pendidikan Yayasan Kanisius bertujuan untuk tercipta kenyamanan dan kesejahteraan pendidik serta tenaga kependidikan yang akan mendukung terlaksananya pelayanan pendidikan di Yayasan Kanisius,” kata Pater Melkyor, S.J. Pada saat sosialisasi Pater Melkyor, S.J. juga memberikan pemaparan tentang status pegawai, mekanisme penerimaan, pengangkatan, kepangkatan, pembinaan, dan pengembangan pegawai, evaluasi kinerja dan kesejahteraan di Yayasan Kanisius Cabang Surakarta. Pengelolaan Keuangan dengan Prinsip ARTS Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Keuangan dan Pedoman Remunerasi disampaikan oleh Pater Ig. Aria Dewanta, S.J. Pater Aria S.J. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa sebagai lembaga yang berada dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang, pengelolaan keuangan berlandaskan prinsip solidaritas kristiani dan subsidiaritas. Solidaritas kristiani artinya yang kuat membantu yang lemah, dan subsidiaritas artinya mengusahakan kemandirian di setiap unit karya. Pengelolaan keuangan menggunakan sistem terpadu sehingga terjadi subsidi silang. Semua pemasukan keuangan yang dikumpulkan oleh Kantor Yayasan/ Cabang didistribusikan ke unit-unit sesuai dengan kebutuhan dalam anggaran (budgeting). Hal ini dilakukan demi terselenggaranya operasional dan pengembangan karya pendidikan. Pater Aria, S.J. mengingatkan dalam pengelolaan keuangan harus memenuhi kriteria manajemen keuangan yang sehat: yaitu ARTS (Accountable, Responsible, Transparent, dan Sustainable). Remunerasi adalah pemberian kepada pendidik dan tenaga kependidikan sebagai imbalan atau penghargaan atas hasil kerja atau kontribusi yang bersifat rutin kepada Yayasan Kanisius tempat dia bekerja. Pedoman remunerasi Yayasan Kanisius merupakan wujud pelaksanaan dari Peraturan Umum Pendidik dan Tenaga Kependidikan tahun 2003 khususnya pasal 26 yang mengatur tentang gaji dan tunjangan. Saat penjelasan tentang pedoman remunerasi, salah satu tanggapan positif dari para peserta adalah rencana pemberian Tunjangan Hari Raya atau THR. Pada akhir kegiatan sosialisasi, Pater Joseph MMT Situmorang, S.J. mengajak para pendidik dan tenaga kependidikan untuk merefleksikan kinerja diri dan kinerja komunitas; meningkatkan kinerja dengan semakin bekerja lebih ”mantap” dan bergairah. Kontributor: FX Juli Pramana – YKC Surakarta

Karya Pendidikan

Amor in Diversitate 

Keberagaman Indonesia Berkunjung ke pondok pesantren Roudhotus Sholihin adalah pengalaman pertama bagi kami KKL (Keluarga Kolese Loyola, sebutan untuk siswa/siswi Loyola) dalam melihat konteks keberagaman yang ada di Indonesia. Kami dapat melihat secara personal bagaimana kebiasaan dan kebudayaan yang terbangun di luar realitas yang dihadapi di komunitas Loyola. Dalam kunjungan ini ada 15 orang KKL yang didampingi oleh Pater Martinus Juprianto Bulu Toding., S.J., Bapak Antonius Novianto, dan Ibu Wening Putri Pertiwi. Kami juga mendapatkan bantuan dari Fr. Wahyu Mega S.J. dalam berkomunikasi dan berdiskusi dengan pihak pondok pesantren. Kunjungan ini semakin istimewa karena menjadi salah satu rangkaian dalam pendistribusian Gerakan Seratus Perak III. Gerakan ini merupakan upaya dari Dewan Keluarga Kolese Loyola (DKKL) dalam mewujudkan semangat berbela rasa dan compassion bagi masyarakat. Kegiatan ini memang masih baru dalam komunitas kami, sehingga masih ditemui banyak rintangan dalam mewujudkannya, baik dalam lingkup internal maupun eksternal. Namun secara perlahan kami mencoba membantu dengan menggalang donasi dalam rentang waktu yang ada. Situasi Komunitas Loyola saat ini sudah semakin majemuk dan heterogen dibanding situasi sebelumnya. Beberapa upaya telah dilakukan untuk memberikan hak yang sama kepada setiap KKL. Kami sadar bahwa setiap suku, budaya, dan kepercayaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang telah menjadi salah satu fokus yang terus diperjuangkan. Meskipun dalam praktiknya masih banyak evaluasi dan masukan yang diperlukan untuk pengembangan hal tersebut, namun usaha untuk terlibat dalam dialog antaragama menjadi momen penting dalam mempererat kebhinekaan. Sungguh dalam kunjungan kali ini kami kembali disadarkan bagaimana memaknai keberagaman ini. Keberagaman bukan tentang mayoritas dan minoritas, tetapi tentang mencipta rasa dan makna. Apa yang diajarkan dalam setiap perbedaan pada dasarnya adalah sama, tetapi berbeda dari segi pengaplikasiannya. Kami sebagai Komunitas Ignatian menyadari tentang sikap lepas bebas, sebuah sikap di mana kita memiliki kebebasan dalam memilih keputusan atas diri kita namun memiliki tanggung jawab moral untuk memilih apa yang sesuai dengan kehendak-Nya. Hal serupa secara praktis diterapkan di Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin yang hadir di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Kehadiran di tengah masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi para santri untuk memilih dan menimbang (discretio) bagaimana harus bersikap di tengah masyarakat. Sebagai manusia yang utuh bersama dengan perbedaan yang ada, kita harus saling merangkul dan memahami untuk menciptakan toleransi, saling menghargai dan kolaborasi dalam memajukan kehidupan bersama. Salah satunya melalui sarana dialog bersama. Dialog ini bertujuan untuk mengasah wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa dalam setiap orang yang masih mencintai Tuhan serta tanah airnya. Pada kunjungan ini pula kami disambut dengan sedemikian hangatnya sebagai satu keluarga hingga diundang ikut serta dalam Mauludan. Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin adalah salah satu pioner pendidikan dalam menciptakan pribadi yang religius, beradab, dan berintelektual. Visi inklusivisme juga terwujud dari kesempatan yang diberikan Gus Abdul Kodir, pimpinan pondok pesantren, kepada kami saat berkunjung dan menerima para frater-frater Jesuit yang sedang menjalani Tahap Orientasi Kerasulan. Selain itu kami juga menemukan sesuatu yang berbeda di pondok pesantren ini, sebuah keberhasilan pendidikan karakter yang sangat baik. Generasi muda perlu terus menerus mendapat bimbingan untuk menjadi generasi masa depan yang humanis. Metode pembelajaran ini menjadi sebuah masukan yang berharga bagi kami di Komunitas Loyola dalam membimbing KKL. Kami berharap dengan kunjungan ini terbangun kesadaran dan relasi kolaborasi antara SMA Kolese Loyola dan Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin dalam pengembangan para siswanya. Bersama-sama mencetak pribadi yang kompeten dan memiliki hati nurani untuk membangun bangsa ini. Kami, Komunitas Loyola, akan terus membangun diri menjadi komunitas yang sungguh mewujudkan men and women for others tanpa melihat perbedaan yang ada. Komitmen untuk saling menghormati dan upaya-upaya kolaboratif menjadi potensi yang sangat berpengaruh dalam menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia. Ad Maiorem Dei Gloriam.  Kontributor: Michael Bryan Ardhitama – KKL Angkatan 72 SMA Kolese Loyola

Karya Pendidikan

“Cahaya bagi Sesama Menuju Masa Depan Keselamatan Jiwa-jiwa Generasi Muda”

PUNCAK LUSTRUM XV SMA KOLESE DE BRITTO Menyambut ulang tahun yang ke-75, SMA Kolese de Britto mengadakan beberapa kegiatan acara yang dimulai dari hari Kamis, 17 Agustus 2023 hingga Sabtu, 19 Agustus 2023. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan upacara Kemerdekaan Indonesia, bakti sosial, kenduri, misa akbar, peluncuran buku, dan ditutup dengan malam ekspresi. Tema acara Lustrum XV SMA Kolese de Britto kali ini adalah Fiat Lux “Jadilah Terang”. Dasar tema ini yaitu ungkapan syukur bahwa di usianya yang ke 75 tahun ini SMA Kolese de Britto masih bisa berbagi dan merefleksikan diri sehingga menjadi terang untuk sekitarnya. Rangkaian kegiatan Lustrum XV dimulai tanggal 17 Agustus 2023 ditandai dengan upacara HUT RI yang ke-78 tahun. Upacara dilaksanakan menggunakan baju profesi dan dihadiri oleh seluruh Civitas Academica SMA Kolese de Britto dan dipimpin oleh Bapak F.X. Catur Supatmono, selaku kepala sekolah. Dalam upacara ini dibacakan pula amanat berupa sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan refleksi Sejarah de Britto oleh Bapak J. Sumardianta. Beliau adalah penulis buku sejarah SMA Kolese de Britto yang berjudul “Masa Lalu Yang Mencahayai Masa Depan: Sejarah SMA Kolese de Britto Tahun 1948-1958”. SMA Kolese de Britto berdiri untuk memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, hal ini ditekankan oleh Bapak Sumardianta dalam refleksinya. Ketika masa itu sudah ada 3 siswa dan seorang gugur yang ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Bapak Sumardianta mengingatkan kami kembali bahwa kebesaran nama SMA Kolese de Britto tidak lepas dari peran para Pater Serikat Jesus. Salah satunya peran founding father SMA Kolese de Britto yaitu Pater Rudolphus Willem van Thiel, SJ. Bukan hal yang mudah untuk mendirikan sekolahan ini karena membutuhkan dana yang besar. Pater van Thiel, SJ ikut mencari dana bahkan beliau sampai dihina dan dicaci maki oleh orang-orang sebangsanya. Bahkan Kardinal De Jong menuliskan dalam St. Claverbond tahun 1957 untuk membedakan kepentingan politik dengan kepentingan misi. Mengenang sejarah SMA Kolese de Britto merupakan bagian dari mengingat masa lalu yang mampu membawanya bagi masa yang akan datang. Kegiatan selanjutnya adalah pawai budaya di mana para siswa mengenakan pakaian profesi dan berjalan dari Jalan Laksda Adisucipto 161 menuju Jalan Demangan. Yang unik ialah bahwa para siswa mengenakan pakaian profesi sesuai dengan impiannya kelak di masa depan, Ada yang ingin menjadi romo, tentara dan dokter. Ini adalah bukti bahwa para siswa juga turut hadir dalam mewarnai rangkaian puncak lustrum kali ini. Pawai ini ingin mengingatkan kembali kepada para siswa bahwa SMA Kolese de Britto ini lahir untuk memperjuangkan bangsa Indonesia dan menumbuhkan jiwa nasionalis. Di umur yang tidak lagi muda, SMA Kolese de Britto berusaha untuk hadir di tengah masyarakat, yang ditunjukkan dengan kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini mengikutsertakan para guru, karyawan, siswa dan masyarakat sekitar SMA Kolese de Britto. Bakti sosial ini terbuka secara umum didukung kehadiran orang tua siswa. Rangkaian kegiatan bakti sosial meliputi donor darah, berbagi sembako, pelayanan cek kesehatan gratis dan kenduri. Kegiatan ini menjadi bukti konkrit bahwa para siswa-siswa de Britto bisa menjadi terang bagi orang-orang sekitarnya, serta mengobarkan semangat dan spirit untuk membantu sesama. Puncak kegiatan ini ditutup dengan misa akbar dan malam ekspresi. Perayaan ekaristi misa akbar dipimpin oleh R.D. Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr. dengan konselebran R.P. Benedictus Hari Juliawan, SJ. , R.D. FX. Alip Suwito, Pr dan seluruh imam alumni dan imam yang pernah berkarya di SMA Kolese de Britto. Misa dihadiri oleh seluruh civitas akademika SMA Kolese de Britto beserta para tamu undangan dari SD, SMP, dan SMA swasta Katolik yang berada di wilayah Yogyakarta. Perayaan Ekaristi lustrum ke-XV SMA Kolese de Britto diselenggarakan secara kolaboratif bersama SMA Santa Maria Yogyakarta dan SMP Kanisius cabang Yogyakarta. Harapannya SMA Kolese de Britto ingin berbagi berkat dan menjadi cahaya lembaga pendidikan swasta Katolik di Yogyakarta. Sejalan dengan homili Romo Alip Suwito, Pr, alumni SMA Kolese de Britto, pentinglah menjadi terang bagi generasi mendatang dan sesama di sekitar kita, tidak hanya untuk lembaga sendiri saja. Semoga di usianya sekarang ini diharapkan SMA Kolese de Britto mampu bertransformasi di tengah situasi zaman yang semakin maju. Sebuah pengantar dari Pater Benedictus Hari Juliawan, SJ memberikan daya tarik mengenai bagaimana terjunnya Jesuit ke dunia pendidikan adalah sebuah “kecelakaan”. Fokus awal pelayanan Jesuit bukanlah pendidikan melainkan karya kerasulan paroki dan pewartaan. Namun kembali lagi bahwa pendidikan menjadi bagian dari spirit Ayudar de las Almas atau demi keselamatan jiwa-jiwa yang menjadi dasar pelayanan Serikat Jesus. SMA Kolese de Britto menjadi bagian dari pelayanan keselamatan jiwa-jiwa dalam bentuk rumah formasi pribadi-pribadi yang siap dibentuk, ditempa, dan akhirnya terbang ke tempat perutusan yang adalah cita-citanya. Tujuh puluh lima tahun SMA Kolese de Britto telah menghasilkan buah dari benih yang disemaikan oleh para founding fathers untuk bertumbuh bagi masa depan bangsa yang lebih baik. Maka tidak jarang banyak alumni memiliki kiprah yang besar bagi bangsa dan Gereja saat ini. Selain itu SMA Kolese de Britto telah menghasilkan benih-benih panggilan imamat di dalam murid-muridnya. Perayaan misa akbar ini menjadi sangat istimewa karena yang hadir mendapatkan berkat perdana dari Romo Mateus Seto Dwiadityo, Pr. Beliau salah satu alumni SMA Kolese de Britto 2012 yang baru ditahbiskan menjadi imam 15 Agustus 2023. Rangkaian perayaan Ekaristi diakhiri dengan pelepasan lima belas ekor merpati putih oleh para imam sebagai bentuk ungkapan syukur. Seusai misa dilanjutkan dengan pentas seni dari sekolah swasta Katolik di Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Rangkaian puncak lustrum ditutup dengan malam ekspresi yang dibuka untuk umum. Para siswa menunjukan bakatnya dalam bermusik serta para artis undangan ikut memeriahkan suasana. Mulai dari band Langit Sore bersama Anas Glasean, Nidji, kemudian ditutup oleh Guyon Waton. Penonton sangat antusias dengan penampilan para artis dan band yang menambah semarak lustrum-XV SMA Kolese de Britto. Tak hanya para siswa, para guru pun menunjukan bakatnya dalam bermusik. Penonton sangat senang dan antusias dengan penampilan yang diberikan oleh guru. Puncak lustrum ialah kemeriahan yang disuguhkan oleh para artis undangan hingga membuat penonton sukaria berdendang. Penampilan band Langit Sore bersama Anas Glasean, menghibur penonton dengan melodi indah mereka. Kemudian, Nidji mengambil alih panggung dengan energi yang memukau, menggetarkan seluruh ruangan dengan lagu-lagu hits mereka. Tak kalah pentingnya, Guyon Waton yang membuat suasana semakin pecah dengan lagu bergenre dangdut akustik.

Karya Pendidikan

Ragamuda: Suara Pemuda Merdeka

Jakarta, HUMAS CC – OSIS SMA Kolese Kanisius kembali mengadakan acara Ragamuda bersama SMA Al-Izhar Pondok Labu. Ragamuda kali ini diadakan bersama kolaborator baru yaitu SMA Pangudi Luhur Brawijaya. Kegiatan Ragamuda terdiri atas acara pembukaan di Kolese Kanisius, pawai kebudayaan selama acara CFD (Car Free Day), dan penutupan dengan penampilan budaya di Sarinah. Ragamuda merupakan acara rutin kerja sama antara SMA Kolese Kanisius bersama SMA Al-Izhar Pondok Labu yang diselenggarakan untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi pemuda bangsa. Tema yang diangkat dalam acara Ragamuda kali ini adalah “Suara Pemuda Merdeka.” Tema yang diangkat tidak semata-mata berarti bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan kebebasan dari penjajah kolonial, akan tetapi juga mengajak pemuda-pemudi untuk berperan aktif dalam merawat dan memperkuat demokrasi dengan semangat kebebasan, toleransi, dan keadilan. Pembukaan acara Ragamuda diselenggarakan di Kolese Kanisius Jakarta dengan beberapa kata sambutan dari masing-masing perwakilan sekolah. “Kalian akan menjadi api-api kecil yang nanti akan menjadi api-api besar kemerdekaan Indonesia,” ujar Bapak Thomas Gunawan selaku Direktur Kolese Kanisius. Senada dengan itu perwakilan-perwakilan dari SMA Al-Izhar dan SMA Pangudi Luhur juga menyambut dengan mengatakan bahwa keberagaman harus ada di Indonesia dan harus selalu dijaga, tidak lepas dari genggaman generasi muda. Peresmian yang dilakukan tepat pukul 07.08 WIB dilanjutkan dengan doa lima agama dan persiapan pawai kebudayaan. Pawai kebudayaan yang dilakukan pada saat CFD bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia mengenai aspirasi-aspirasi para pemuda dan pemudi. Pawai kebudayaan dibuat oleh siswa-siswi dari masing-masing sekolah. Banyak pesan yang disampaikan melalui pawai, seperti seruan kemerdekaan, ajakan untuk bertoleransi, dan lain-lain. Berbagai penampilan kebudayaan pun juga dilakukan selama kegiatan Pawai Kebudayaan. Tarian kuda lumping, ondel-ondel, dan bentuk keberagaman lainnya ditampilkan untuk menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Puncak acara Ragamuda dilakukan di teras Sarinah. Semangat kolaborasi tak luput dalam sesi acara ini. Para siswa dari berbagai sekolah, termasuk dari sekolah-sekolah selain ketiga sekolah inisiator utama kegiatan, menyumbangkan penampilan-penampilan yang menarik. Beberapa di antaranya adalah penampilan dari CWE (Canisius Wind Ensemble), keroncong SMA Pangudi Luhur, modern dance SMA Al-Izhar, tarian tradisional SMAN 6, dan pembacaan puisi kebangsaan dari SMAN7. Esensi Ragamuda pada akhirnya merupakan wadah bagi para pemuda dan pemudi Indonesia untuk menyuarakan keprihatinan, aspirasi, maupun seruan kepada masyarakat luas. Acara yang merupakan kolaborasi antara tiga sekolah berbeda merupakan kerja sama yang merupakan langkah baik dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang abadi. “Saya berharap acara Ragamuda ini tidak mati tetapi bisa berlanjut terus,” ujar Alya Larasati Biwastho selaku Ketua Umum Ragamuda SMA Al-Izhar Pondok Labu ketika menutup kegiatan Ragamuda 2023. Kontributor: Yarra Wiryadenta & Maximillian Calisto – SMA Kolese Kanisius

Karya Pendidikan

Jobfair ATMI Surakarta 2023

Pendidikan adalah investasi. Hal ini menjadi perhatian serius Politeknik ATMI Surakarta. Tujuan akhir dari proses pendidikan di ATMI adalah seluruh lulusan ATMI harus mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pilihan hati dan keahliannya. Pendidikan selain menghasilkan perubahan dalam diri anak didik, harus pula menghasilkan sesuatu yang bisa dipetik. Ini merupakan tanggung jawab institusi pendidikan. Bagi mahasiswa ATMI, selain menghasilkan perubahan karakter, pendidikan juga memberikan seluruh mahasiswa kemampuan di bidang keilmuan yang mereka pelajari. Ketika lulus dari proses pendidikan, maka seluruh mahasiswa memiliki kompetensi di bidang keilmuannya sehingga bisa masuk dalam industri dan berkontribusi di dalamnya. Perubahan karakter dan mendapatkan pekerjaan adalah dua hal yang saling terkait. Industri sampai saat ini masih mempercayai kualitas lulusan ATMI karena lulusan ATMI memiliki karakter yang bagus dan kompetensi di bidang keilmuannya. Dua hal yang sangat dibutuhkan industri. Sampai saat ini masih banyak perusahaan mencari tenaga kerja lulusan ATMI. Perusahaan membutuhkan tangan-tangan terampil lulusan ATMI. Di sisi lain, mahasiswa butuh pekerjaan. Untuk memadukan dua kepentingan ini, Politeknik ATMI Surakarta secara rutin mengadakan kegiatan Jobfair. Jobfair 2023 diadakan pada hari Senin-Rabu, 19-21 Juni 2023. Terdapat 36 perusahaan terseleksi yang hadir dalam Jobfair 2023 sekaligus melakukan rekrutmen. Sementara perusahaan yang tidak bisa datang ke ATMI melakukan proses seleksi secara online. Perusahaan yang mengikuti Jobfair ATMI adalah perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, otomotif, makanan, dan mainan. Yang khas dari Jobfair ATMI 2023 adalah terbuka untuk umum dan diselenggarakan dengan sangat baik. Selain mahasiswa tingkat akhir, mahasiswa ATMI tingkat I & II juga ikut terlibat sebagai panitia dan hadir untuk melihat-lihat potensi ketika mereka lulus nanti akan mendapatkan peluang bekerja di perusahaan seperti apa. Tampak juga beberapa orang tua mahasiswa yang menghadiri kegiatan Jobfair ini sehingga bisa membantu anak dalam memutuskan jenis pekerjaan dan perusahaan yang akan dipilih. Panitia juga bekerja dengan sangat baik, yaitu memberikan informasi secara transparan terkait profile company serta lowongan yang tersedia melalui layar televisi yang disediakan di arena job fair sehingga calon pencari kerja bisa mempelajari perusahaan dan jenis pekerjaan yang akan dipilih. Selain penjelasan di booth, setiap perusahaan juga diberi kesempatan untuk melakukan presentasi di kelas sehingga semakin memberikan kejelasan dan arah para pencari kerja. Kontributor: John Prasojo – ATMI Surakarta