capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

Warna-Warni Cinta dalam Senandika Adiwarna

Date

Waktu sudah berlalu dan kini kelas XII memiliki waktu yang singkat untuk menyelesaikan pendidikannya di SMA Kolese Loyola. Sebagai bentuk perpisahan dan proyek terakhir, angkatan 72 mempersembahkan acara Gelar Karya 2024 yang mengangkat tema “Senandika Adiwarna”. Tema ini berarti ekspresi yang berwarna. Gelar Karya ini diadakan pada Rabu, 21 Februari hingga Kamis, 22 Februari di Selasar Pamong sekaligus menjadi salah satu rangkaian kegiatan perayaan 75 tahun SMA Kolese Loyola.

Hari pertama acara diawali dengan pembukaan Gelar Karya 2024 yang dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Gerrard dari Campus Ministry angkatan 72. Setelah doa, MC mengimbau para hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menjelaskan teknis acara terlebih dahulu. Kemudian, Pater Antonius Vico Christiawan, S.J., M.Hum. sebagai Kepala SMA Kolese Loyola menyampaikan bahwa Gelar Karya tahun ini unik, karena adanya lukisan yang berbahan dasar kain perca. Keunikan yang kedua adalah pengangkatan tema wayang yang menceritakan kisah wayang Ramayana. Selain itu, ada sambutan dari Ketua Panitia Siswa Gelar Karya 2024, Vincentius Andika. Untuk mengakhiri sesi pembukaan, MC kembali mengundang Pater Vico untuk memukul gong sebagai tanda dimulainya Gelar Karya dan dilanjutkan penampilan musik oleh Loyola Jazz Band.

Selesai pembukaan, para pengunjung mulai memadati area pameran. Nampak juga beberapa tamu dari PRESIDIUM Kolese De Britto, para siswa dari SMK Kolese PIKA, dan perwakilan dari CONCILIO Kolese Mikael yang hadir menikmati karya-karya di area pameran Gelar Karya. Pada pameran seni ini, terdapat sekitar 141 lukisan yang indah nan bermakna, dan 88 di antaranya berbahan dasar kain perca. Terdapat juga lukisan tentang perjalanan Rama dan Sinta dalam cerita Ramayana yang mengilustrasikan kisah romantis Rama dan Sinta dan menggambarkan sisi perjuangan KKL 72 selama pembelajaran di SMA Kolese Loyola. Selain lukisan, ada juga berbagai kerajinan hasil karya kelas XII yang terbuat dari bahan bekas. Namun, yang lebih menarik dari Gelar Karya ini adalah dark room. Ruangan ini berisi cahaya ilustrasi dari proyektor yang membuat ruangan menjadi lebih indah. Di sana terdapat tempat melukis (painting by numbers) yang dapat digunakan oleh pengunjung. Tak lupa, terdapat pula papan untuk memberikan kesan dan pesan terhadap Gelar Karya 2024 dan KKL 72.

Tidak hanya lukisan ataupun barang kerajinan saja, tetapi ada juga beberapa pertunjukan yang dapat dinikmati. Di antaranya adalah pertunjukan melukis secara kontemporer, pembacaan puisi tentang cerita Ramayana, dan tarian kontemporer. Pembacaan puisi dengan pembawaan yang tegang membuat suasana sekitar larut dalam puisi yang dibacakan. Kemudian ada pertunjukan vokal grup, orkestra, tarian tradisional, modern dance, Loyola Akustik Band, dan Loyola Rock Band. Untuk memeriahkan acara, terdapat pula berbagai stan makanan dari angkatan 73 yang dapat dinikmati para pengunjung. Setelah itu, Gelar Karya pada hari pertama ini ditutup dengan DJ party.

Acara Gelar Karya pun telah memasuki hari yang terakhir. Meskipun begitu, masih banyak orang-orang yang berdatangan untuk melihat dan mengagumi karya-karya para KBKL. Gelar Karya merupakan suatu acara yang mempersembahkan karya terakhir KKL 72 dan para KKL lain yang berpotensi untuk berkarya dalam bentuk karya seni. Mereka berusaha yang terbaik demi memeriahkan dan memperkenalkan budaya Jawa kepada orang-orang. Alhasil tidak hanya para KKL yang datang namun banyak siswa dari sekolah lain yang ikut melihat acara hari ini. Banyak alumni yang mengunjungi SMA Kolese Loyola tepatnya pada ruang Galeri Kanisius hanya untuk melihat dan mengapresiasi hasil karya terakhir dari adik-adik kelas mereka. Gelar Karya tidak hanya mempromosikan SMA Kolese Loyola ke orang luar namun juga menjadi salah satu nilai ujian sekolah terakhir bagi KKL 72. Persiapan yang dilakukan untuk mempresentasikan karya tersebut hanya dalam waktu satu bulan. Dengan waktu yang sesingkat itu, kelas XII mampu membuat suatu acara pameran seni dengan sangat baik dan digemari oleh banyak orang, bukan hanya para KBKL.

Hari terakhir acara diawali dengan Closing Ceremony Gelar Karya 2024. Di hari terakhir ini, para KKL 72 telah mempersiapkan diri sejak pagi hingga sore hari untuk memeriahkan acara ini untuk yang terakhir kalinya. Pak Army selaku guru Sejarah SMA Kolese Loyola mengungkapkan bahwa acara ini penting terutama bagi para KKL kelas XII yang menjadi sebuah nilai dan juga kenangan untuk menampilkan karya seni mereka yang sudah disusun sedemikian rupa. Gelar Karya juga diberi tema khusus untuk menuju 75 Tahun SMA Kolese Loyola yaitu “Senandika Adiwarna”. Menurut Pak Army, Gelar Karya tahun ini sangatlah spesial karena acara ini dijalankan kembali setelah hampir tiga tahun sehingga sekolah sangat mendukung acara Gelar Karya ini dengan memberikan ruang bagi para KKL untuk berkarya dan dapat menampilkan karya-karya terbaik mereka.

Berbagai karya seni interaktif berhasil menarik perhatian para pengunjung yang menyaksikannya. Walaupun temanya bercerita tentang pewayangan kisah cinta Rama dan Sinta, banyak karya yang mengejutkan tidak hanya dalam bentuk lukisan kain perca saja, tetapi juga menampilkan karya-karya lain yang baru dan aktual yang sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini menunjukkan betapa kreatif dan inovatifnya anak-anak muda dalam berkarya terutama para KKL 72.

Acara akhir Gelar Karya ditutup dengan menyanyikan Mars Popsila kebanggaan KKL 72. Mereka menyanyikannya dengan sangat lantang dan kompak secara bersama-sama. Mereka mengakhiri acara tersebut dengan foto bersama satu angkatan di depan Selasar Pamong supaya menjadi sebuah kenangan yang tidak akan mereka lupakan. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan dapat membuat anak-anak muda tidak lupa dengan budaya lokal di tengah maraknya budaya-budaya luar yang mulai mempengaruhi kita. Menunjukkan betapa kreatif dan inovatif remaja zaman sekarang yang mampu membuat sesuatu yang baru dan menjadi lebih unik. Seluruh KBKL diajak untuk bisa lebih mengenal budaya lokal serta mengembangkannya dalam berbagai cara bergantung oleh potensi masing-masing. Kita sebagai KBKL juga diajak untuk mengapresiasi dan menghormati hasil kerja keras para KKL 72 yang sebentar lagi akan memasuki dunia kuliah.

Gelar Karya 2024 ini memiliki harapan, yaitu supaya kebudayaan lokal Indonesia dapat dilestarikan di kalangan remaja, di tengah gempuran zaman modern yang serba instan. Tak hanya itu, Gelar Karya 2024 ini melibatkan seluruh KBKL untuk berpartisipasi dan merayakan acara bersama, serta untuk mengapresiasi berbagai macam karya dari angkatan 72 yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya di SMA Kolese Loyola.

Kontributor: Jurnalistik Serigala SMA Kolese Loyola

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *