Terlibat dalam Ekosistem Digital

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Internet telah menjadi kebutuhan banyak orang dewasa ini. Perannya dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik di dunia global semakin penting. Riset dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Indonesia Survey Center (ISC) bulan Juni 2020, memperlihatkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia di tahun 2019-2020 sudah mencapai 196.71 juta jiwa dari total 266.91 juta penduduk Indonesia.

Survey mengenai Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia

Riset tentang penggunaan media sosial di Indonesia dari Data Reportal bersama Hootsuit dan We Are Social pada Januari 2020 menyebutkan bahwa ada 160 juta pengguna media sosial di Indonesia. Para pengguna internet ini menghabiskan waktu rata-rata 7 jam 59 menit dan secara khusus di media sosial selama 3 jam 26 menit. Dari segi demografi diperlihatkan kelompok umur 25-34 tahun (20,6% laki-laki dan 14.8% perempuan) dan rentang usia 18-24 tahun (16.1% laki-laki dan 14.2% perempuan) sebagai kelompok umur terbanyak berselancar di dunia maya. Kelompok usia 18 – 34 ini sering disebut the digital natives. Konteks ini tentu mempengaruhi juga cara orang muda menerima informasi yang mereka dapat dari internet dan secara khusus melalui media sosial.

Survey mengenai penguna media sosial di Indonesia berdasarkan kelompok umur

Undangan memeluk dunia digital

Realitas di atas jelas mengubah lanskap, cara berkomunikasi dan bertindak orang-orang muda di Indonesia terutama dalam mengakses informasi yang ingin mereka ketahui. Realitas seperti ini menjadi tanda-tanda zaman yang menjadi undangan bagi Serikat Jesus untuk belajar berkomunikasi dengan orang-orang muda zaman sekarang. Terlebih dari itu, Serikat Jesus diundang untuk mengenali bagaimana Allah hadir dalam bahasa, bentuk dan platform teknologi komunikasi dewasa ini dan konsekuensi yang ditimbulkannya. Penggunaan platform media sosial Serikat Jesus Provinsi Indonesia merupakan sarana yang dipakai untuk berdialog dengan realitas itu. Serikat Jesus berupa menyampaikan dan menawarkan informasi dalam semangat, tradisi dan karya kerasulan Provinsi yang bersumber pada spiritualitas Ignasian dalam platform yang akrab dengan dunia sekarang.

SJ Provindo melalui akun Promosi Panggilan SJ sudah hadir di media sosial sejak tahun 2017 untuk menyajikan informasi serta kisah hidup dan panggilan seorang Jesuit. Pertengahan tahun 2018, SJ Provindo melalui akun Jesuit Insight kembali hadir di media sosial sebagai perwakilan wajah muda Serikat dalam membagikan refleksi dan insight atas situasi dunia melalui kacamata Ignasian. Kedua akun sosial media tersebut saat ini dikelola oleh para Bruder dan Frater skolastik yang masih menjalani studi di Jakarta dan Jogja. Provinsi juga hadir di melalui akun resmi media sosial @jesuitindonesia untuk menyajikan informasi resmi Provinsi tentang kegiatan-kegiatan yang dikelola dan dipercayakan kepada Jesuit di Indonesia. 

Selain Serikat Jesus, tarekat dan keuskupan, juga mulai memanfaatkan media sosial. Bahkan, refleksi dari agama islam, protestan, hindu, budha, dan penganut kepercayaan menambah keragaman sudut pandang refleksi spiritual. Keragaman ini merupakan kekayaan yang membantu refleksi iman pribadi bagi seseorang.

Kolaborasi dan Jejaring

Salah satu hal yang menarik dalam upaya membangun kehadiran di dunia media digital ini ialah peluang kolaborasi dan keterlibatan orang-orang muda awam. Salah satu hasil dari kolaborasi itu ialah seri Setiap Jumat Podcast (SJ Podcast) di aplikasi music streaming Anchor.fm, Spotify, dan Apple Podcast. SJ Podcast telah mengudara sebanyak 12 episodes dan setiap episodenya berisi sharing pengalaman serta pergulatan hidup orang muda dan direfleksikan dengan kacamata Latihan Rohani St. Ignatius Loyola. Para frater dari Kolese Hermanum Jakarta bekerjasama dengan orang-orang muda dari Magis untuk mebuat refleksi-refleksi dalam podcast ini sejak akhir tahun 2019.

Pembuatan SJ Podcast telah memberikan banyak kesempatan para Jesuit muda dan rekan muda Magis untuk belajar dan bertumbuh bersama. Mereka yang terlibat menjadi tim kreatif menemukan wadah untuk berbagi pengolahan hidup harian mereka. SJ Podcast juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan cerita-cerita personal anak muda melalui akun Instagram @setiapjumatpodcast sebagai sarana interaksi dengan pendengar setia mereka. SJ Podcast yang mengudara selama tahun 2020 ini sudah diputar lebih dari 5.000 kali dan telah menemani orang muda katolik di Indonesia berefleksi. Saat ini SJ Podcast sedang dalam proses evaluasi untuk melihat peluang dan konteks baru kehadirannya.

Peluang kreatif platform digital juga ditangkap dalam menawarkan Latihan Rohani kepada orang muda dan awam di tengah masa pandemi. Pembatasan sosial selama pandemi ternyata melahirkan kreativitas dalam melihat dan menemani perjalanan rohani rekan-rekan awam dan orang-orang muda dalam bentuk Latihan Rohani Perdana (LRP) yang diadaptasi dari buku The First Spiritual Exercises karangan Michael Hansen. Para peserta LRP melakukan doa setiap hari secara pribadi di rumah masing-masing dan setiap akhir pekan melakukan percakapan rohani dalam kelompok kecil secara daring bersama fasilitator melalui platform digital. Pada tahun 2020, LRP terlaksana dalam 3 gelombang dengan total 300 retretan. Pendekatan seperti ini menginspirasi banyak orang untuk ikut retret, menjadi fasilitator, atau menjadi pengurus LRP. Pesertanya berasal dari berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri.

Menemukan Makna dan Kedalaman

Dunia digital, termasuk media digital, yang sedang terus kita kenali ini seperti pisau bermata dua. Bersama kesempatan, kecepatan dan kemudahan yang ditawarkannya dalam menyebarkan informasi dan beragam hal-hal lain, dunia digital mempunyai hal-hal yang bisa menganggu. Dalam media sosial banyak informasi yang tersebar yang kadang-kadang juga menjadi bagian dari promosi, propaganda dan penyebaran ideologi. Seseorang dihadapkan pada pilihan-pilihan berita dan informasi yang harus dia proses. Yang sering terjadi ialah begitu seseorang percaya dengan informasi tertentu, maka biasanya dia akan cenderung pada sumber-sumber sejenis. Informasi yang berbeda atau malah bertentangan dan kritis cenderung dianggap keliru dan harus dihindari.

Di balik seluruh proses dunia digital, ada yang disebut algoritma yaitu proses untuk menetapkan instruksi dan aturan-aturan kuantitatif dalam rangkaian kompleks untuk menyaring informasi dalam proses pengambilan keputusan. Algoritma mengenali pola-pola dan cara kita berinteraksi di dunia digital, termasuk interaksi di dunia digital,  untuk kemudian menawarkan dan meramalkan apa yang akan kita lakukan. Karena itu, tantangannya bagi orang muda ialah sejauh mana sikap kritis berpikir dan bersikap masih bisa tetap dipertahankan.

Perjalanan rohani bagaimanapun mengandalkan kemampuan kita untuk bertanya untuk menemukan kehadiran Allah yang tidak serta merta terang benderang. Refleksi menjadi bagian penting untuk melatih ketajaman indera spiritual mengenali kehadiran Allah dan membedakannya dari roh-roh lain. Dalam konteks kekinian dunia dan media digital, refleksi ini membantu kita untuk melihat bagaimana Kristus hadir dan berjuang dalam konteks dunia digital dan algoritma-algoritma yang membentuknya. Mungkin saja kita diundang berefleksi dan menganalisis lebih dalam pengaruh algoritma ini dalam proses pembentukan kehidupan bersama manusia dan hidup bersama Allah.

Latihan Rohani Pemula yang dilaksanakan secara daring

Keberanian dalam Kekinian

Berkat keterbukaan kita pada media baru ini, Serikat Jesus Provinsi Indonesia juga lebih menyadari dan belajar memahami cara berkomunikasi dan bahasa orang muda saat ini. Kehadiran Serikat Jesus di dunia digital menjadi sebuah keniscayaan di zaman sekarang. Kehadiran itu bukan sekedar mengikuti trend untuk eksis di dunia maya. Serikat Jesus Indonesia diundang untuk belajar ‘bahasa baru’ dunia digital dan terlibat dalam proses bahasa dan budaya baru itu. Spiritualitas Ignasian menawarkan kita untuk menemukan dan mengekspresikan kehadiran Allah saat ini. Spiritualitas seperti ini menggerakkan hati setiap orang yang ingin bertemu dengan Allah. Serikat Jesus mau menginspirasi setiap orang, termasuk orang-orang muda untuk berani masuk dalam pergulatan kekinian platform digital dalam proses mencari makna dan menemukan Allah. 

Kontributor:
Septian Marhenanto, SJ