Tak Kenal Lelah dan Menyerah Walau Susah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Setiap tahun seluruh anggota Jesuit Indonesia biasanya berkumpul dalam acara Forum Provinsi. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap bulan Juli secara tatap muka. Akan tetapi karena kondisi pandemi COVID 19 yang masih belum dapat teratasi dengan baik, kegiatan ini dilaksanakan secara daring untuk kedua kalinya. Forum provinsi tahun ini dilaksanakan pada 26-27 Juli 2021 melalui platform Zoom.

Selain para nostri yang bertugas di Indonesia, para nostri yang mendapat perutusan di luar negeri juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beberapa di antaranya datang dari Italia, Perancis, Roma, Amerika Serikat, Spanyol, Australia, Myanmar, Thailand, Filipina, Kamboja, Inggris, Taiwan, Jepang, dan Belanda. Walaupun dilaksanakan secara daring, ternyata kegiatan ini tidak menyurutkan semangat para sahabat dalam Tuhan untuk berbagi cerita dan saling menyapa di sela-sela istirahat.

Para Nostri yang mengikuti Forum Provinsi.

Hari pertama Forum Provinsi diawali dengan ibadat pembuka oleh para frater di Kolese Hermanum Jakarta. Kemudian, Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. melanjutkannya dengan memaparkan De Statu (Status atau Situasi) Provinsi. Pater Advent Novianto, S.J. yang pada saat itu masih menjalani program tersiat di Girisonta memoderatori acara di hari pertama ini. Pater Beni memaparkan situasi terbaru dari provinsi, kegiatan-kegiatan besar, dan arah provinsi ke depannya. Dua topik mencolok di dalam De Statu tahun ini adalah kemendesakan perhatian bagi Promosi Panggilan dan Formasi bagi Awam. Selain itu Pater Provinsial terus mendorong terwujudnya proses implementasi Universal Apostolic Preferences (UAP) dalam karya dan tumbuhnya geliat sukacita menyambut Tahun Ignasian yang mendorong untuk terus melihat segala sesuatunya baru dalam Kristus. Para nostri juga diajak untuk ikut serta merefleksikan apakah provinsi sudah menjawab panggilan Allah secara konkret di Indonesia ini serta pertobatan apa yang dibutuhkan provinsi agar semakin dapat menjawab kehendak Allah. Seluruh nostri diajak untuk melakukan percakapan rohani antar sahabat lewat dua pertanyaan tersebut. Ada yang melakukannya secara luring di komunitas masing-masing. Ada pula yang melakukannya secara daring melalui fasilitas breakout room. Sesi terakhir pertemuan di hari pertama ini adalah sesi tanya-jawab antara para nostri dengan Provinsial.

Di hari kedua Forum Provinsi, giliran Pater Heri Setyawan, S.J., tersiaris lainnya, memoderatori pertemuan. Pada kesempatan ini para Nostri lebih banyak mendengarkan sharing dari beberapa karya Provindo, yaitu karya pendidikan di SMA Kolese De Britto, Kolese Le Cocq d’Armandville, SMA Kolese Gonzaga, dan SMK Mikael. Ada banyak kreativitas dan inovasi demi pelayanan pendidikan yang terdampak pandemi. Sharing dari perwakilan gugus karya pendidikan ini dilanjutkan oleh sharing dari gugus karya pelayanan Gereja. Para Nostri yang berkarya di Paroki HSPMTB Tangerang, Paroki St. Theresia Bongsari, dan Paroki Kampung Sawah unjuk gigi membagikan kisah pelayanan kepada umat di tengah pandemi ini. Sebagai sharing pamungkas, para Nostri yang berkarya di Pulau Kalimantan menyulut kobaran api pengabdian kepada Allah khususnya dalam situasi yang tidak mudah. Bukan hanya susah karena pandemi tetapi juga karena infrastruktur dan fasilitas yang masih sangat terbatas. Akhirnya berkat dari Pater Provinsial mengiringi laju kreativitas dan totalitas dalam pelayanan selanjutnya. AMDG!

Kontributor : Tim Komunikator Provindo