Pengenalan Spiritualitas Ignatian Lintas Agama

Date

Menjelang akhir program tersiat 2021, para peserta diundang untuk berkontemplasi membagikan kegembiraan selama proses tersiat. Dari situ ada sebuah kerinduan untuk membagikan Spiritualitas Ignatian kepada banyak orang, termasuk rekan-rekan lintas agama. Para peserta tersiat kemudian berinisiatif untuk membuat rangkaian webinar Pengenalan Spiritualitas Lintas Agama dengan mengajak teman-teman lintas agama untuk bergabung di dalamnya. Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual dari bulan Juli-November 2021 (dua kali pertemuan dalam sebulan, setiap Kamis minggu kedua dan Kamis minggu keempat). Acara ini diselenggarakan juga sebagai bagian dari momen peringatan 500 tahun Pertobatan St Ignatius. 

Webinar yang pertama diselenggarakan pada 8 Juli 2021 pukul 19.30 WIB dengan tema Pengenalan Sosok St Ignatius oleh Pater Didik Chahyono, S.J. dan Pater Mutiara Andalas, S.J.. Pater Didik mengungkapkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti webinar ini merupakan pribadi-pribadi yang memiliki perhatian besar pada jalinan persaudaraan dan kerja sama lintas agama. Perjumpaan virtual ini bukanlah webinar semata seperti pada umumnya. Namun lebih dari itu, perjumpaan ini diharapkan dapat semakin mempererat kebersamaan dan kerja sama rekan-rekan lintas agama.

Dalam paparannya, Pater Didik mengatakan bahwa spiritualitas merupakan semangat hidup yang didasarkan pada relasi pribadi seseorang dengan Tuhan pencipta. Relasi pribadi ini akan mempengaruhi cara pandang orang tersebut terhadap Sang Pencipta, dunia, dan segala makhluk ciptaan. Contohnya, bila seseorang merasakan pengalaman dicintai oleh Tuhan, maka seseorang itu akan memandang dunia ini sebagai anugerah yang harus disyukuri dan dijaga, termasuk ketika seseorang itu memandang sesamanya. Pengalaman dikasihi ini akan mendorongnya untuk mengasihi sesama dan seluruh makhluk ciptaan. Dengan demikian, Spiritualitas Ignatian merupakan semangat hidup yang dimiliki oleh Santo Ignatius terkait pengalaman batinnya dengan Tuhan Sang Pencipta. Pengalaman batin ini mengobarkan dirinya untuk mengabdi Tuhan dan mencintai manusia demi keselamatan jiwa-jiwa.

Mgr. Rubiyatmoko turut hadir dalam Perjumpaan Virtual.

Sementara Pater Andalas menceritakan pengalaman Ignatius saat bertemu dengan orang Moor (Islam). Bagi kebanyakan orang Spanyol waktu itu, berbincang dengan orang Moor (Islam) sangat jarang terjadi. Tetapi Ignatius bersedia berbincang meski isi perbincangannya menyinggung soal Bunda Maria. Perbedaan pandangan ini menyebabkan suasana hati Ignatius tidak nyaman. Berkat bimbingan Roh Kudus melalui seekor keledai, Ignatius membiarkan orang Moor itu pergi dan tidak bertindak negatif.

Perjumpaan virtual pada pertemuan pertama ini berlangsung penuh persahabatan. Sejumlah peserta bertanya jawab dan berbagi pengalaman hidup, sehingga tanpa terasa waktu berjalan melebihi dari rencana semula. Dari 100 pendaftar, 75 orang bertahan hingga acara selesai. Acara ini diikuti oleh 40 peserta non Katolik dan 45 orang beragama Katolik serta sejumlah anggota Serikat Jesus.

Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. pun hadir dan menemani kegiatan webinar perjumpaan virtual tersebut. Mgr Ruby menekankan tiga hal mengenai spiritualitas Ignatian, yaitu pentingnya persiapan (preparasi) untuk sesuatu yang akan dikerjakan, melaksanakannya semaksimal mungkin, dan merefleksikan atas keseluruhan hal yang telah dikerjakan. Sementara Pater Beni sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan lintas agama yang berkenan menimba inspirasi orang suci dari agama Katolik. Hal ini merupakan bentuk dialog antaragama yang nyata. Istimewa juga bahwa doa pembukaan acara ini dipimpin oleh Kiai Muhammad Abdul Qodir dan doa penutup dibawakan oleh Samaneri Theranimmala

Webinar ini terselenggara dalam 10 kali pertemuan selama lima bulan dengan tema-tema yang menarik dan dibawakan oleh para nostri Serikat Jesus yang baru selesai menjalani masa tersiat mereka. Kegiatan ini dapat berlangsung berkat kerja sama dari para Nostri SJ, Tim Kerja Pelayanan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Paroki St Theresia Bongsari, Tim Komunikator Serikat Jesus Provinsi Indonesia, dan Komunitas Persaudaraan Lintas Agama Kota Semarang. Peserta yang hadir dalam pertemuan virtual ini sekitar 40-50 orang. Meskipun mengalami penurunan di setiap pertemuannya, namun ada rasa syukur karena sejumlah rekan lintas agama yang belum pernah berkarya di institusi Serikat Jesus berkenan untuk mengenal dan belajar spiritualitas Ignatian.

Kontributor : P. Eduardus Didik Chahyono Widyatama, S.J.

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.