Anugerah Budaya bagi Majalah BASIS

Date

Majalah BASIS telah terbit 70 tahun lamanya. Tepat pada hari ulang tahunnya, Kamis, 18 November 2021, Majalah BASIS menerima anugerah budaya sebagai majalah budaya tertua dari Yogyakarta dan kebanggaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Anugerah ini diberikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwana (HB) X, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.

Acara penganugerahan penghargaan ini merupakan bentuk penyadaran akan arti pentingnya pelestarian budaya. Penghargaan ini adalah usaha agar warisan budaya dikembangkan tanpa kehilangan rohnya, terutama bagi generasi muda. Pemerintah Daerah memberikan penghargaan kepada setiap orang atau lembaga yang berjasa maupun memiliki prestasi luar biasa dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Majalah BASIS.

Anugerah Budaya Majalah Basis

“Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi disertai tanda mata atas upaya-upaya tak kenal lelah dan tak kunjung menyerah dari para pelestari dan pegiat kegiatan kebudayaan dan kesenian yang menerima penghargaan ini,” ungkap Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., Kepada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengkubuwana X menegaskan bahwa kebudayaan harus dikembangkan dan apresiasi harus diberikan kepada pegiat budaya yang telah berkarya demi makin istimewanya Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para pegiat yang telah berkontribusi dan menerima anugerah penghargaan tahun ini. Semoga anugerah yang diterima bisa menjadi semangat penggerak dalam berkarya meningkatkan marwah budaya, mendukung masyarakat yang lebih sejahtera dalam tataran Hamemayu Hayuning Bawana,” tutur Ngarsa Dalem.

Harapan Sri Sultan Hamengkubuwana X kiranya sejalan dengan Majalah BASIS yang betul-betul setia dan konsisten pada visi yang diletakkan pada awal berdiri, yakni menjadi majalah yang kritis berbudaya yang tanggap pada keadaan masyarakat. 

Majalah BASIS bahkan memberikan jasa bagi bangsa Indonesia, yakni ketika tahun 1955 menerbitkan artikel-artikel demokrasi yang bahkan dijadikan pedoman demokrasi dan akhirnya dicetak banyak sekali sebagai booklet kecil dan dibagikan secara cuma-cuma kepada rakyat untuk belajar demokrasi. 

P. Setyo Wibowo SJ pemred Basis menerima potongan tumpeng dari Pelukis Nasirun saat syukuran anugerah BASIS.

Ketua Yayasan BASIS, Rm. Prof. Dr. A. Sudiarja, S.J., yang hadir untuk menerimanya menyatakan, “Ini sungguh kehormatan yang luar biasa bagi kami mendapat anugerah budaya dan langsung diterimakan oleh Gubernur DIY, Ngarsa Dalem Sultan HB X. Anugerah ini sebenarnya yang kami harapkan, namun tidak bisa kami pastikan, karena hanya orang lain yang bisa menilai dan menentukan.”

Dalam kesempatan terpisah, Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab Majalah BASIS, Rm. Dr. Gabriel Possenti Sindhunata, S.J. mengatakan, “Anugerah budaya ini menurut saya adalah juga hasil dukungan teman-teman wartawan dan pemerintah Provinsi DIY. Maka, saya berharap semoga Majalah BASIS masih terus bisa bertahan melanjutkan perjuangan ini. Ini suatu anugerah yang patut disyukuri sebagai majalah kebudayaan kebanggaan Daerah Istimewa Yogyakarta.”

Penulis buku Anak Bajang Menggiring Angin ini juga mengatakan, Majalah BASIS adalah kekuatan budaya yang mendapat penghargaan setelah 70 tahun berjuang. Kesetiaan dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan rekan-rekan wartawan sejak dulu, membuatnya terus bisa bertahan. “Anugerah ini adalah berkah bagi Majalah BASIS sekaligus berkah bagi pers Indonesia. Lebih-lebih, Majalah BASIS ini selalu menjadi bacaan dan pegangan untuk menggarap skripsi, untuk insight dosen, serta untuk bahan diskusi,” pungkasnya. 

Kontributor : Slamet Riyadi, Willy Putranta

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.