Pembukaan Tahun Ignatian: Dalam Kristus Kita Dibarui dan Diutus

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Serikat Jesus universal baru saja membuka peringatan 500 tahun peristiwa Ignatius terluka di Pamplona dengan nama Tahun Ignatian. Di Indonesia, tahun Ignatian dibuka dengan Perayaan Ekaristi pada Kamis, 20 Mei 2021 pukul 17.00 WIB di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dan dipimpin oleh P Benedictus Hari Juliawan, S.J. dengan konselebran P A. Sugijopranoto, S.J. dan P C. Kuntoro Adi, S.J.. Tahun Ignatian ini diperingati selama setahun ke depan sampai 31 Juli 2022. Acara inti akan dilaksanakan pada 12 Maret 2022 yang menandai peringatan 400 tahun kanonisasi Santo Ignatius dan Santo Fransiskus Asisi.
Kondisi pandemi yang tak kunjung selesai tidak mematahkan semangat panitia Tahun Ignatian untuk menyelenggarakan Pembukaan Tahun Ignatian. Panitia membuat berbagai pertimbangan dan tindakan, diantaranya tetap memberlakukan protokol kesehatan bagi para tamu undangan dengan memeriksa suhu, tes genose oleh tim ATMI Surakarta, dan pemberian jarak tempat duduk. Selain itu, tamu undangan yang diperkenankan hadir hanya terbatas untuk komunitas-komunitas dan paroki Jesuit di Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang, serta para rekan berkarya Serikat Jesus di Yogyakarta. Untuk memfasilitasi komunitas SJ, rekan berkarya, dan umat yang tidak dapat bergabung secara langsung bisa mengikuti acara secara virtual di kanal Youtube Jesuit Indonesia.

Pembukaan tahun Ignatian ditandai dengan penyalaan lilin Ignatian oleh Pater Provinsial SJ Indonesia. Lilin ini menjadi simbolisasi agar kita semakin diperbaharui, siap sedia diutus, dan simbol yang memandu tingkah laku dan pola hidup kita sesuai dengan tema Tahun Ignatian yaitu Dalam Kristus Kita Dibarui dan Diutus. Selama Perayaan Ekaristi, diputarkan tiga video cannonball moment yang berisi kisah pertobatan dan transformasi yang dialami oleh Simona dari Italia, Frater Andre dari Kolese St. Ignatius Yogyakarta, dan Kiki dari komunitas Magis Indonesia. Pengalaman pertobatan dan transformasi tersebut dialami melalui perjumpaan pribadi dengan Allah yang menyelamatkan. Dalam homilinya, Pater Beni mengajak kita untuk merefleksikan kembali apakah kita pernah mengalami pengalaman perjumpaan dengan Allah secara pribadi. Kemudian, apakah pengalaman perjumpaan tersebut membuat kita berani untuk berubah sehingga kita menjadi diperbarui ataukah berlalu begitu saja?


Dalam Perayaan Ekaristi, ditampilkan juga video pendek hasil karya Teater De Brito dengan judul “Ambillah Kebebasanku.” Film pendek ini mengajak kita untuk berkontemplasi dalam kehidupan para siswa dalam pergulatan di masa pandemi ini agar tetap mendengarkan suara Roh Allah dan terus maju dalam jalan peziarahan sebagai orang muda.
Pater Bagus Laksana, sebagai ketua panitia Tahun Ignatian menyampaikan rangkaian kegiatan selama setahun ke depan. Diawali dengan misa pembuka dan akan ditutup dengan misa penutupan pada 31 Juli 2022 kemudian disusul retret untuk semua nostri Jesuit Indonesia dan para rekan berkarya, acara seminar, webinar, dan diskusi bersama mengenai dengan tema utama pertobatan. Panitia bekerja sama dengan beberapa pihak melakukan studi khusus mengenai sejarah perjalanan misi Serikat Jesus sebagai Provinsi selama 50 tahun ini yang nanti hasilnya akan dipublikasikan. Dilakukan pula publikasi buku Pater Jendral berjudul Berjalan bersama Ignatius Loyola. Pater Gregorius Sutomo, S.J. akan menjadi pendamping renungan Menemukan Hidup Baru dalam Kristus. Selain beberapa kegiatan itu, panitia Tahun Ignatian mengajak rekan muda Jesuit dan awam untuk berbagi kisah perjalanan pertobatan transformatif mereka dalam video pendek cannonball moment. Perjalanan ziarah pada situs-situs penting dalam misi Serikat Jesus selama ini, terutama misi di luar Jawa, akan dilakukan dengan dua cara, yaitu virtual dan fisik jika keadaan memungkinkan. Seluruh kegiatan dapat diakses melalui link website www.ignatian500.global atau ignatius500.jesuits.id.

Misa Pembukaan Tahun Ignatian ini bisa terselenggara berkat bantuan berbagai pihak, antara lain para teologan di Kolsani, Koor Ignatius, CM Universitas Sanata Dharma, MAGIS Yogyakarta, dan Kolese de Britto. Selamat memperingati Tahun Ignatian bagi para Jesuit dan rekan berkarya, semoga kita semakin diilhami untuk memiliki keterbukaan hati agar mampu menerima Roh Kudus yang hendak memberi kita keberanian yang ajaib.

Kontributor: Margareta Revita – Tim Komunikator SJ Provindo