Tahbisan Diakon SJ: Dan Kamu harus Menjadi Saksi!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Senin, 10 Mei 2021, menjadi hari istimewa bagi Provindo karena dua fraternya ditahbiskan diakon, yaitu Frater Martinus Dam Febrianto, S.J. dan Frater Philipus Bagus Widyawan, S.J. Keduanya ditahbiskan diakon oleh Bapak Uskup Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, di Gereja Santo Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta. Dalam upacara tahbisan tersebut, Bapa Uskup didampingi oleh Provinsial SJ Indonesia, Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. dan Rektor Kolese Santo Ignatius Yogyakarta, Pater Andreas Sugijopranoto, S.J. Prosesi tahbisan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan umat yang hadir pun dibatasi jumlahnya.

“Kamu Harus Bersaksi” diambil dari Injil Yohanes (Yoh 15:27) menjadi tema tahbisan diakon SS Dam dan Wawan. Tema ini menggambarkan rasa syukur mereka berani mengambil keputusan menjadi murid Kristus meskipun mereka memiliki banyak kelemahan dan kerapuhan. Ayat ini jugalah yang menguatkan mereka untuk menjadi saksi Kristus di tengah umat beriman.
Dalam homilinya, Bapak Uskup berpesan agar kedua diakon hendaklah melayani dengan penuh kerendahan hati dan sukacita serta bertekun dalam doa sebagai tanda kedekatan dan kelekatan terhadap Kristus.


Para diakon hendaklah terus belajar dan selalu bergantung pada rahmat iman akan Yesus Kristus dan Roh Kudus agar mampu tetap setia melaksanakan kehendak Allah, baik dalam kata-kata maupun tindakan.
Kedua diakon ini berasal dari latar belakang yang berbeda. Sebelum masuk novisiat, Frater Dam telah bekerja di industri budidaya tanaman air dan ikan di Lampung, Sumatera Selatan. Sementara Frater Wawan masuk novisiat setelah lulus dari Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan.
Selesai novisiat, keduanya melanjutkan formasi filsafat di STF Driyarkara, Jakarta. Formasi TOK mereka jalani di tempat berbeda. Frater Wawan kembali ke Seminari Mertoyudan sebagai sub-Pamong, sementara Frater Wawan bekerja di JRS Indonesia yang mengurusi para pengungsi asing di Medan dan Bogor.
Keduanya bersama kembali ketika menempuh formasi teologi hingga selesai di Fakultas Teologi Wedabhakti-Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Jika tidak ada aral melintang, kedua diakon ini akan menerima tahbisan imam tahun ini. Mohon doa dari seluruh nostri dan rekan berkarya, serta seluruh umat.

Kontributor: Angelo Tiro Daenuwy, S. J.