PCF (Pastoral Counsellor Formation) 2020 di PPY

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Tahun 2020 adalah tahun penuh tantangan. Sebenarnya kita tidak hanya mengalami darurat Covid 19, tetapi juga mengalami darurat dalam hampir seluruh aspek hidup kita. Kita mengalami beragam persoalan mental-psikologis, sosial-kultural, dan spiritual lain yang tidak kalah mencemaskan. Data kekerasan, pengguguran kandungan, perselingkuhan, perceraian, korupsi, intoleransi, konflik antar kelompok, dan kecanduan (games, judi, pornografi) mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.


Paradigma manusia yang integral dan kesehatan holistik mendorong kita untuk menyadari bahwa darurat persoalan kehidupan kita di atas pasti saling terkait dan tidak dapat dilepaskan dari aspek mental-psikologis, sosial-budaya-politik, dan spiritual-religiositas. Kehadiran tenaga profesional yang terdidik dan terlatih dalam menangani persoalan kompleks dan multidimensional semakin dibutuhkan. Sayangnya, jumlah tenaga profesional yang mampu melakukan program dan kegiatan pencegahan, peningkatan (enrichment), penyembuhan-pengobatan-terapi sangat terbatas.


Dengan latar belakang tersebut, Pusat Pastoral Yogyakarta (PPY) bekerja sama dengan Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia (AKPI) menyelenggarakan Pastoral Counsellor Formation (PCF) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penolong psiko-sosial-spiritual. Program PCF hendak memberi kesempatan kepada pengemban profesi pertolongan dan masyarakat luas yang ingin memahami makna, tempat, dan peran konseling psikospiritual dalam era perubahan dahsyat dan cepat. Dengan program PCF, para peserta diharapkan memiliki komitmen untuk menjadi konselor pastoral profesional yang mampu melakukan pertolongan secara sistematis, metodis, dan akuntabel melalui program dan kegiatan konseling terpadu (preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif).

Covid 19 memaksa PPY untuk berinovasi dalam pelaksanaan kursus. Kursus dilaksanakan secara online dengan menggunakan platform Zoom pada tanggal 5-17 Oktober 2020 pada pukul 09.00 sampai pukul 12.30. Bahan-bahan yang disampaikan pada PCF Angkatan 17 meliputi:

  1. Perubahan Cepat dan Dahsyat Era Milenial.
  2. Spiritualitas dan Sejarah Konseling Pastoral.
  3. Theology of Caring.
  4. Pengertian dan Ruang Lingkup Konseling Pastoral.
  5. Proses Konseling Pastoral.
  6. Diagnosa Konseling Pastoral.
  7. Pengertian dan Peran Sikap Empati dalam Konseling.
  8. Pengertian dan Ketrampilan Mendengarkan dalam Konseling.
  9. Pengantar Pendekatan Konseling.
  10. Penggunaan Pendekatan dan Teknik Integratif dalam Konseling.
  11. Penggunaan Sarana Religius dalam Konseling.
  12. Mengembangkan Kerjasama.
  13. Kode Etik Pendampingan dan Konseling.

Materi yang menantang tersebut disampaikan oleh para ahli yang sudah menggeluti bidang pendampingan profesional:

  • Dr. Totok S. Wiryasaputra M. Th, Kon. Pas (Direktur Eksekutif AKPI)
  • J.B. Mardikartono S.J
  • Dra. Liana Poedjihastoeti P.G.Dip of Psychology
  • Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si, Ph.D (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM)
  • Shirley Angeline Kusuma M.Psi
  • Drs. Afthonul Afif, M.A
  • Lidia M. Santosa S.Pd, M.Si, Kon.Pas

PCF Angkatan 17 diikuti oleh 30 peserta tetap dan 2 peserta tambahan. Dari 30 peserta tetap, 7 orang dari Gereja Katolik, sedangkan 23 orang dari Gereja Kristen dengan berbagai denominasi. Komposisi peserta adalah 16 perempuan dan 14 laki-laki. Kita juga melihat keterlibatan dan minat kaum awam dengan komposisi 16 awam, 11 pendeta, 2 imam, dan 1 frater. Keuskupan Agung Semarang (Paroki Kumetiran) mengirimkan perwakilan (2 awam) untuk secara serius belajar menjadi konselor pastoral. Program PCF masih berlanjut sampai bulan Mei 2021 karena para peserta yang ingin menjadi konselor pastoral profesional masih harus melaksanakan praktikum (400 jam konseling) dan mengambil 4 Modul Lanjutan. Modul Lanjutan menawarkan beberapa tema:

  1. Spiritual Direction.
  2. Terapi Trauma.
  3. Orang dengan Gangguan Jiwa.
  4. Konseling Peka Budaya.
  5. Konseling Anak.
  6. Konseling Remaja.
  7. Pendampingan Lansia.
  8. Pendampingan Kedukaan.

Melalui program PCF, PPY ingin menanggapi tantangan-tantangan jaman secara konkret melalui pendampingan psikologis-spiritual. PPY mengajak paroki-paroki yang dikelola oleh rekan-rekan Jesuit untuk menawarkan program Modul Lanjutan kepada pelayan pastoral atau umat yang berminat untuk menambah ketrampilan dalam pendampingan terhadap sesama.

Ernest Justin, SJ