Ngopi (Daring) Bareng Bruder Jesuit

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Pada hari Jumat (30/10) yang lalu, tim Promosi Panggilan (Prompang) bersama para bruder Serikat Jesus Provinsi Indonesia mengadakan acara bincang-bincang daring dengan judul “Ngopi Bareng Bruder Jesuit”. Acara yang diadakan via Zoom dan disiarkan juga di kanal Youtube Prompang ini diselenggarakan sebagai vigili peringatan St. Alfonsus Rodriguez yang jatuh pada keesokan harinya. Webinar dipandu oleh Fr. Barry dan Nina (OMK Girisonta).

Acara “Ngopi Bareng” kali ini mengangkat tema seputar identitas, hidup komunitas, dan perutusan para bruder Jesuit. Para Bruder – diwakili oleh Br. David, Br. Marsono, dan Br. Sarju – memperkenalkan teladan hidup St. Alfonsus Rodriguez dan profil beberapa bruder terdahulu Provindo. Ketiga bruder narasumber ini kemudian membagikan pengalaman dan refleksi pribadi mereka terkait dengan ketiga aspek hidup bruder Jesuit.  Sharing tersebut lalu diikuti sesi tanya-jawab, sebelum akhirnya Rm. Sindhunata menyampaikan refleksinya atas kehadiran para bruder dalam Serikat Jesus. Acara ditutup dengan pemutaran video pewayangan Ki Suprih (Br. Suprih) dan doa mohon panggilan bruder.

Para Bruder dan peserta webinar

Salah satu diskusi menarik yang terjadi sepanjang webinar adalah tentang jati diri bruder Jesuit. Umat sering bertanya, “Apa itu bruder?” atau “Apa sih bedanya bruder dengan frater atau dengan imam?” Br. Marsono mengakui, tidaklah mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Walaupun para bruder Provindo pernah mencoba merumuskan bersama identitas mereka sebagai bruder, nyatanya masing-masing bruder tetap memiliki jawaban personal atas pertanyaan “Siapakah itu bruder?” Sementara itu Rm. Sindhu, penulis buku Sisi Sepasang Sayap, merefleksikan inspirasi khas para bruder senior yang karena menyadari betul keterbatasan diri mereka, justru memiliki semangat luar biasa dalam mempersembahkan diri dalam menjalankan perutusan Tuhan.

Bisa jadi, kedalaman identitas para bruder Jesuit memang tidak dapat dirangkum secara utuh dengan ungkapan kata-kata yang nyatanya memang sangat terbatas. Kharisma khas para bruder baru dapat dirasakan dan dipahami ketika kita berjumpa langsung dengan mereka, sama seperti ketika para tamu Kolese Montesion menjumpai totalitas pelayanan dan kerendahan hati Bruder Alfonsus Rodriguez. Dengan menjumpai para bruder secara langsung jugalah kita dapat lebih mengerti bagaimana Serikat Jesus sungguh-sungguh tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa kepakan salah satu sayapnya ini.

Sekali lagi, selamat merayakan pesta St. Alfonsus Rodriguez bagi para bruder Serikat Jesus. Selamat menghayati hidup sebagai bruder-bruder yang gembira dalam pelayanan!

Fr. Lambertus Alfred, SJ