Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Pandemi Covid-19 sudah dan masih memberikan tantangan bagi para pemimpin, tak terkecuali para ketua OSIS di kolese-kolese milik atau yang dikelola oleh Serikat Jesus. Kegiatan siswa seperti pentas seni, malam budaya, festival musik dan berbagai event seru yang sudah menjadi bagian tradisi di kolese, praktis terhimpit oleh penerapan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Semua yang duduk di posisi pengurus OSIS merasakan kebingungan dan kesulitan merealisasikan program yang sudah dirancang dan bahkan sudah dinanti-nantikan para siswa.

Berangkat dari kebuntuan tersebut munculah ide di antara para pengurus osis kolese membuat forum pertemuan virtual untuk saling berbagi rasa dan curah gagasan untuk menemukan solusi. Forum sharing dan diskusi antara pengurus OSIS kolese ini dimulai awal Mei 2020. Setelah dua kali diadakan, diskusi-diskusi diantara para siswa memunculkan inisiatif untuk membuat program kerja lintas kolese.

 “Pandemi ternyata memicu kreativitas teman-teman pengurus OSIS kolese. Bahkan tak disangka pandemi membuat kami terhubung satu sama lain, walau berbeda kota. Berawal dari forum diskusi dan sharing anak OSIS dari sekolah kolese yang sama-sama sulit merealisasikan program, akhirnya kami malah bisa sepakat untuk membuat acara bersama yang melibatkan teman-teman kolese seluruh Indonesia melalui sarana-sarana digital” ujar Cio salah satu Presidium De Britto dan pengurus kegiatan antar kolese ini.

Dari diskusi dalam forum tersebut, para pengurus OSIS kolese sepakat berkolaborasi mengadakan tiga program kegiatan antar kolese, yakni  yaitu FPK (Forum Pelajar Kolese), KGT (Kolese Got Talent), Lobis (Lowongan Bisnis). Kegiatan yang disebut terakhir tersebut selain bertujuan menyalurkan kreativitas dan daya imajinasi siswa kolese, juga mempunyai tujuan charity. Siswa kolese diundang ikut lomba design kaos. Design kaos yang terpilih oleh juri dicetak dan dipasarkan melalui instagram Lobis kolese. Tujuh puluh sampai serratus persen hasil penjualannya akan disumbangkan buat Kolese Le Cocq di Nabire Papua.

 Program kedua adalah Forum Pelajar Kolese (FPK). Kegiatan ini merupakan forum diskusi anak-anak kolese di Indonesia yang dilakukan secara daring dengan sarana Google Meet. Peserta yang mengikuti FPK ini kurang lebih sekitar 260 anak. Vannes Wijaya dari Kolese Kanisius menjadi koordinator kegiatan ini dengan dibantu 50 orang anak dari masing-masing pengurus OSIS kolese-kolese.

Dalam forum diskusi atau ngobrol bersama ini antar anak-anak kolese di Indonesia saling berbagi tentang berbagai topik bahasan mulai dari pertanyaan atau asumsi tentang sekolah kolese yang ada di Indonesia, pola belajar anak-anak kolese dan masalah-masalah sosial yang ada di masa-masa pandemi. Forum diskusi seperti ini dirasakan berkesan dan bermanfaat oleh teman-teman antar kolese. Selain memperkaya perspektif, kita juga bisa menambah teman, menambah pengalaman, memperkuat rasa persaudaraan antar kolese, meskipun terpisahkan jarak dan situasi yang tidak memungkinkan pertemuan fisik.

Sementara itu, KGT adalah program kompetisi bakat-bakat para siswa kolese. Program ini menjadi ruang para siswa menampilkan bakat dan kemampuannya di bidang seni, bernyanyi, bermain musik, maupun cipta lagu. Para peserta, baik individu maupun kelompok (max 5 orang) diminta mem-posting video bakat di akun instagram. Selanjutnya, tim juri yang terdiri dari para guru antar kolese melakukan penialian dan mentoring. Setelah melaui berbagai tahapan seleksi dan kompetisi, Agnelica Bunga Maharani (SMA Gonzaga) meraih juara pertama dan Ryan Ferdinand Hujadi (SMA Gonzaga) meraih juara kedua. Sementara untuk juara ketiga diberikan kepada tim dari SMA Kolese De Britto yang terdiri dari Nikolas Arembha, Rangga Hardianto, dan Arlo Mardylan. Aksi-aksi teman-teman kolese tersebut bisa di lihat di Instagram kgt20_,

Meskipun berbagai acara kolaborasi sudah terlaksana, namun api semangat kolaborasi masih terus menyala. Hal ini terbukti dari lahirnya lanjutan karya kolaborasi dari para juara KGT yang dipublikasi di akun IG TV @kgt20_ pada pertengahan November ini. Para pemenang KGT mempersiapkan video cover lagu berjudul “Evaluasi” sebagai friendly reminder bagi teman-teman kolese yang akhir November ini mengawali masa Penilaian Akhir Semester (PAS). Bahkan menurut panitia, para juara KGT 20 ini  sedang dalam proses mempersiapkan karya original kolaborasinya. Kita tunggu karya kolaborasi selanjutnya.

Di balik hasil yang terlihat oleh teman-teman yang berpartisipasi dalam ketiga kegiatan dari Forum Komunikasi OSIS Kolese (FKOK), para pengurus OSIS banyak belajar satu sama lain dalam merealisasikan seluruh kegiatan ini. Walaupun diinspirasikan oleh nilai-nilai Kolese Serikat Jesuit yang sama, setiap OSIS memiliki cara bekerja yang berbeda-beda sesuai dengan ciri khas masing-masing kolese. perbedaan tersebut menuntut para pengurus untuk beradaptasi dan lebih terbuka dengan satu sama lain. Kegiatan sekolah masing-masing yang terus berjalan seperti biasa menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi kendala-kendala yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan. Meskipun begitu, kendala-kendala itu menjadi saat bagi para pengurus OSIS untuk mencari jalan keluar bersama meskipun terpisah oleh jarak yang jauh..

Kepanitiaan yang dijalankan bersama dalam FKOK mempererat rasa kekeluargaan antara sesame pengurus OSIS kolese yang diteruskan setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan. Pada 28 Oktober 2020, Sembilan orang siswa dari 8 kolese di Indonesia, menjadi pembicara dalam webinar yang diselenggarakan leh Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (ASJI).   Mereka menyampaikan sudut pandang mereka terhadap persatuan di Indonesia.

Pertemuan persiapan antara kesembilan pembicara bisa berjalan lancar berkat pengalaman kerjasama dalam Forum Komunikasi OSIS sebelumnya. Rasa canggung dan salah paham bisa dihindari. Perundingan dan pembicaraan mengalir dengan semangat persatuan dan  kekeluargaan antar kolese. Hasilnya ialah suatu webinar yang menarik pemuda dan pemudi lain untuk ikut mendengarkan. dengan saling mendengarkan dan bersama berbincang mengenai kesatuan dan persatuan Indonesia sebagai pelajar dalam generasi Z. .

Mungkin hal-hal tersebut di atas tidak akan pernah terjadi tanpa semangat magis yang menyala dalam hati siswa-siswa kolese. , Inilah pengalaman persaudaraan kami pelajar Kolese Indonesia di masa pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Apa kisah persaudaraan dan kolaborasimu? Satu hal yang perlu diingat dalam benak “KOLESE BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN.” AMDG !

Dinarasikan oleh:

            (Martinus Yunaiko, Koordinator Presidium De Britto dan pengurus FKOK)

(Genesius Bagas Waradana/XI MIPA 1)

(Enjie Serafin B. / XI IPA 2 (Kolese Gonzaga))