Mengungkapkan Kerinduan terdalam lewat Kisah Hidup St. Ignatius Loyola

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Christian Life Community (CLC) juga mengadakan Novena St. Ignatius Loyola melalui zoom meeting. Acara ini diselenggarakan dari Kamis,22 Juli sampai dengan 30 Juli 2021 setiap pukul 21.00 WIB melalui zoom meeting. Pada hari pertama banyak peserta tidak bisa masuk ke ruang zoom karena keterbatasan kapasitas peserta pertemuan. Karena membludaknya minat untuk mengikuti novena ini, panitia memutuskan untuk bekerja sama dengan Jesuit Insight dalam memperluas siaran melalui kanal YouTube Jesuit Insight

Novena yang berjalan selama 9 hari ini tidak hanya diikuti oleh teman-teman CLC saja, melainkan juga dari kelompok Caminar con Inigo, peserta ziarah St. Ignatius Loyola online yang sempat diselenggarakan beberapa bulan yang lalu. Tema novena selama 9 hari ini disiapkan secara khusus per harinya oleh tim CLC. Dalam kegiatan novena ini, selain berdoa bersama, semua peserta diajak untuk melakukan latihan doa Ignatian dengan membangun compositio loci melalui video yang berisi musik dan gambar. Kemudian memohon rahmat yang disesuaikan dengan tema hari tersebut dan dilanjutkan dengan membaca kisah inspiratif yang dikutip dari autobigrafi St. Ignatius yang kemudian direfleksikan. Para peserta juga diajak untuk melakukan percakapan rohani dengan membayangkan kehadiran Yesus. Novena ditutup dengan mendoakan Doa Tahun Ignatian serta doa penutup yang secara khusus disusun dan memuat Universal Apostolic Preferences (UAP).

Pater Beni, S.J. menyapa para peserta Novena.

Selain berdoa bersama, para peserta novena juga diberi kesempatan untuk menyampaikan intensi-intensi doa yang dibacakan di awal novena oleh Diakon Wawan, mbak Santi (CLC) dan Yeyen (Fasilitator LRP). Banyak peserta yang sangat terbantu dengan cara berdoa novena seperti ini. Beberapa mengatakan bahwa doa-doa mereka terkabul. 

Dalam novena ini beberapa Jesuit juga dilibatkan untuk memberi berkat penutup dari hari kedua sampai kesembilan. Mereka adalah Rm. Suharyadi, Rm. Dodo, Rm. Alis, Rm. Bambang Sipayung, Rm. Wir, Rm. Paul Suparno, dan Rama Provinsial Benny. Salah satu romo pendamping CLC juga dilibatkan untuk memberikan berkat penutup yaitu Rm. Iwan Pr. Di hari terakhir novena, selain diberi kesempatan untuk memberi berkat penutup, Romo Provinsial Benny juga diberi kesempatan untuk menyapa teman-teman dari CLC dan peserta novena. 

Adanya Novena ini dan keterlibatan Jesuit di dalamnya menjadi salah satu langkah nyata dalam mendampingi umat mengenal cara berdoa Ignatian terutama di Tahun Ignatian dan situasi pandemi. Kesempatan ini juga menjadi ruang doa untuk mengungkapkan kerinduan terdalam yang mereka rasakan saat ini. Sebagai Jesuit, kita pun ditantang untuk kreatif dan total untuk mau berjalan bersama umat menuju kepada Allah. Berjalan bersama umat tidak hanya diartikan sekadar mengajak berdoa saja tetapi melakukan latihan doa yang membantu mereka untuk menjadi pendoa yang aktif. Dalam latihan doa mereka diajak untuk masuk ke dalam relasi pribadi, perjumpaan pribadi dengan Yesus melalui kerinduan-kerinduan yang diekspresikan dalam intensi-intensi doa mereka.

Kontributor : Evodius Sapto Jati Nugroho, S.J.