Komunitas Le Cocq d’Armandville Papua Tanggap Covid-19

le cocq 1

Komunitas Le Cocq d’Armandville Nabire, Papua mau menceritakan pengalaman terlibat dalam Gerak Solidaritas Tanggap Covid-19. Gerakan utama kami adalah mengadakan dan mendistribusikan masker kain gratis bagi masyarakat, khususnya di Kota Nabire dan sekitarnya. Mulai tanggal 12 April sampai 4 Juni kemarin, total 4.445 masker kain sudah kami bagikan. Selain itu ada juga 2 gerakan lain, yakni membagikan bahan makanan bagi umat di Paroki Kristus Sahabat Kita, serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Pembagian masker kain sebagai gerak utama komunitas merupakan hasil diskresi bersama berdasarkan ketepatan dan relevansi konteks Nabire saat ini. Pertimbangan ketepatan dan relevansi itu berdasarkan kemampuan kami (tenaga dan dana) serta kebutuhan masyarakat yang paling mendesak. Banyak masyarakat di sini yang masih belum sadar akan bahaya Covid-19. Terbukti dengan kerap dijumpainya masyarakat yang bepergian ke luar rumah tanpa menggunakan masker kain.

Masker kain yang kami bagikan sebagian berasal dari pesanan di empat tukang jahit sekitar sini, lalu sebagian lainnya adalah sumbangan umat di Jawa (Jakarta, Bandung, dll). Semangat awalnya, kami ingin mencoba juga untuk menjahit sendiri masker-masker tersebut, tapi kemudian kami sadar tidak ada yang terampil menggunakan mesin jahit. Daripada hasilnya kacau dan tidak segera jadi, maka kami putuskan untuk menyerahkan pembuatan masker kepada para tukang jahit tersebut. Pilihan tersebut sekaligus bertujuan untuk mendayagunakan para penjahit yang sepi orderan selama awal-awal masa wabah ini.

Fr. Agung membagikan masker di pasar-pasar

Masker-masker tersebut selanjutnya kami bagikan kepada masyarakat melalui dua cara. Pertama, kami membagikan langsung kepada mama-mama dan para pedagang di pasar tradisional. Lalu cara kedua, kami menitipkan masker di puskesmas-puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat yang datang berobat tanpa menggunakan masker. Kami membagikan masker kain ini ke semua masyarakat Papua, tidak pandang bulu apakah umat Katolik atau bukan, asli orang Papua atau pendatang.

Rasanya campur aduk ketika membagikan masker itu. Heran, keget, sekaligus juga ada sedihnya. Ketika membagikan masker di pasar tradisional, di antara mereka ada mama-mama yang berkata, “dipakai sekarang atau nanti?” Beberapa lainnya menyatakan, “ahh…sa tra (saya tidak) mau pakai masker. Ada Tuhan Yesus, sa tra takut Corona!” Ungkapan-ungkapan itu sepintas tampak lucu. Tapi lebih dalam lagi justru menunjukkan kemirisan: sosialisasi bahaya wabah yang tidak sampai ke mereka dan terlalu beriman lurus tanpa menggunakan akal sehat. Dua realitas yang membuat miris tersebut masih mudah ditemui hingga saat ini, padahal sudah terdapat 20 kasus positif Covid-19 di kota kecil ini.
Selain masker kain, kami juga membantu memberikan paket bahan makanan untuk umat di Paroki Kristus Sahabat Kita. Total 230 paket bahan makanan telah disalurkan oleh Paroki. Paket tersebut berisi beras 4 liter, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, teh 250 gram, garam, dan mie instan 10 bungkus.

Gerak terakhir yang sesuai dengan konteks masyarakat di sini adalah memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Idenya adalah bukan hanya melulu ikan yang kami berikan, tetapi kami juga mau memberikan pancingnya. Kami mencoba membantu mereka yang kesulitan pekerjaan akibat dampak dari wabah ini. Ada sekitar 6 orang masyarakat yang kami ajak bekerjasama di kebun depan Wisma SJ. Mereka mengolah tanah tersebut untuk ditanami sayuran, ketela, dan buah-buahan. Selain mendapatkan ongkos kerja, nantinya mereka juga akan menikmati hasil panenan kebun tersebut.

Demikian cerita singkat yang bisa kami sharing-kan. Kami bersyukur karena di tengah keterbatasan sarana yang ada masih tetap bisa ikut terlibat dalam gerak bersama masyarakat, gereja, dan dunia untuk menghadapi wabah ini. Salam sehat dalam perutusan.

A. Agung Nugroho, SJ

Found something interesting? share to friends....

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *