Serikat Jesus & Hari Perempuan Internasional

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Surat Jenderal akhirnya keluar. Pater Jenderal telah membentuk komisi khusus untuk membahas “Peran dan Tanggung Jawab Perempuan dalam Serikat Jesus.” Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, 8 Maret, Pater Jenderal mengeluarkan surat ini bagi seluruh Serikat. Langkah ini merupakan sebuah langkah simbolik yang kuat.

Saat dekret dari Kongregasi Jenderal 34 diumumkan tahun 1995, dekret 14 yang berjudul “Jesuit dan Situasi Perempuan di dalam Gereja dan Masyarakat Sipil” merupakan dokumen yang paling banyak menarik perhatian para jurnalis. Otoritas tertinggi dalam Serikat Jesus telah mengakui nilai penting pokok ini. Demi kemajuan perutusan Serikat dalam mengintegrasikan iman dan keadilan, maka pertanyaan tentang peran perempuan menjadi sentral dewasa ini. Setelah beberapa tahun dan di mana-mana, ada kemajuan yang memastikan, terutama dalam karya-karya Serikat, bahwa perempuan memainkan peran penting dan sejajar dengan laki-laki. 

Baru-baru ini, dalam sidang untuk menandai 50 tahun berdirinya Sekretariat Keadilan Sosial dan Ekologi pada November 2019 di Curia Generalat di Roma, Pater Jenderal Serikat Jesus, Arturo Sosa meminta agar Sidang mempertimbangkan kedudukan perempuan di lembaga dan karya Serikat dan menjadi prioritas karya kerasulan Serikat. Beberapa perempuan peserta sidang menanggapi secara serius apa yang disampaikan Pater Jenderal. Mereka kemudian bersama-sama mengadakan pertemuan panjang bersama beliau. Mereka mengusulkan agar dibentuk komisi resmi untuk mempromosikan topik ini. Setelah berkonsultasi, Pater Jenderal memutuskan memilih anggota komisi yang diumumkan pada hari ini. 

Komisi ini memiliki sepuluh anggota, yaitu enam perempuan, satu awam laki-laki, dan tiga Jesuit (lih. daftar di bawah). Melalui suratnya kepada semua Jesuit, Pater Jenderal meminta dengan tegas agar Komisi ini, diberi kesempatan bekerjasama dalam semangat keterbukaan yang ditandai oleh “rasa hormat, kebersamaan dan kesamaan” sambil mengutip kata-kata dari Dekret 14, KJ 34. 

Komisi ini diberi mandat selama tiga tahun, dan pada akhir masa kerjanya akan menyerahkan laporan yang sejalan dengan tujuan komisi ini. Tujuan dari Komisi dapat diringkas sebagai berikut: 

(1) mengevaluasi sejauh mana  Dekret 14 Kongregasi Jenderal ke-34 menjadi bagian dari dunia yang telah berubah sejak 1995, dan melakukan verifikasi sejauh mana tanggung jawab bersama, kolaborasi, dan inklusi peran perempuan dalam perencanaan apostolik telah dipromosikan; 

(2) mengevaluasi tingkat partisipasi perempuan di semua jenjang lembaga dan karya Serikat; 

(3) membuat rekomendasi untuk memperkuat misi Serikat dengan menciptakan ruang bagi keterlibatan perempuan dan dialog antara laki-laki dan perempuan dalam karya-karya Serikat Jesus; 

(4) membuat rekomendasi untuk mendorong praktik integrasi, solidaritas, termasuk bagi mereke yang dalam formasi, dan bagi perubahan struktural dalam masyarakat.

Pater Jenderal sungguh mendorong agar Komisi ini memberi indikasi, selamat mandat mereka, praktek-praktek ketidakadilan dan praktik tidak tepat yang mencederai tujuan untuk mencapai saling hormat, dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. 

Pater Jenderal menutup suratnya dengan mengajak kita untuk menghayati panggilan pada kebersamaan dan solidaritas dalam doa: “Sambil mengkontemplasikan Jesus di salib selama Masa Prapaskah, marilah kita mohon dengan pengantaraan Ibu Maria Marga Siswa (Maria della Strada), rahmat pertobatan sejati dalam setiap jenjang tubuh universal Serikat – personal, komuniter dan institusional. Marilah mengenangkan dengan penuh rasa terima kasih semua perempuan yang telah ambil bagian dalam perjalanan ini, khusus dalam institusi dan karya apostolik kita.” 

Anggota Komisi ini adalah Andrade, Donna (Fairfield, AS), Assouad, Victor SJ (Penasihat Umum, Roma), Duffy, Michael (Universitas San Francisco, AS), Jayme Lao, Maria Elissa ( Melissa) – Ateneo de Manila, Filipina, Joseph, Victor Edwin SJ (Vidyajyoti – Delhi, India), Muñoz, Maria del Carmen (CINEP, Kolombia), Sujita, Mary SND (Bihar, India), Vanneste, Cecilia (Jaringan Kerasulan Ignasian, Flanders, Belgia), Waiyaki, Catherine (CLC / CVX, Kenya), dan Yi, Simon Kuen-Sang SJ (Jesuit Center for Migrant Workers, Gimpo, Korea Selatan). 

Artikel diambil dari: https://www.jesuits.global/2021/03/08/8-march-2021-its-womens-day-for-the-jesuits-too/