Lokakarya Daring:
Pengembangan Pelayanan Pastoral Integral
Berdasarkan Inspirasi Ensiklik “Fratelli Tutti”

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

“Ecclesia semper reformanda est” mencanangkan bahwa “Gereja selalu memperbarui diri”. Semboyan ini pantas kita hayati dengan mengikuti perkembangan zaman seperti diserukan oleh Bapa Suci Fransiskus melalui Ensiklik “Fratelli Tutti” tentang persaudaraan dan persahabatan sosial, yang diumumkan pada 4 Oktober 2020. Ensiklik bertujuan untuk mendorong keinginan akan persaudaraan dan persahabatan sosial. Ensiklik yang dilatarbelakangi wabah Covid-19 menyadarkan kita bahwa “tak seorang pun bisa menghadapi hidup sendirian.”

Dengan Lokakarya ini, Pusat Pastoral Yogyakarta ingin mengembangkan pelayan pastoral integral berdasarkan inspirasi ensiklik “Fratelli Tutti.” Pertama-tama, kita sebagai pelayan pastoral mendalami makna ensiklik ini. Kemudian kita mencari hal-hal praktis yang dapat kita laksanakan dalam pelayanan pastoral di tengah umat dan masyarakat. Dengan berlokakarya, kita (pastor, dewan pastoral/paroki/wilayah/lingkungan, katekis, prodiakon, aktivis paroki/jemaat serta tokoh awam dan para pelayan pastoral yang lain) belajar bersama untuk memperoleh semangat baru yang bersumber dari ensiklik “Fratelli Tutti” dan mewujudkan secara integral dalam mengembangkan tugas-tugas pewartaan, pengudusan, persekutuan, pelayanan dan kesaksian Gereja di tengah masyarakat dan bangsa.

Lokakarya Pastoral Integral ini diikuti oleh 61 peserta, dengan asal peserta dari kota Padang, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya, Malang, Solo, Bali, Banjarmasin, Manado, Maumere dan Sentani. 59 orang diantaranya berasal dari Gereja Katolik, dan 2 orang dari Gereja Kristen. Komposisi peserta adalah 19 Laki-laki dan 42 Perempuan. Keterlibatan awam dan tarekat dalam acara ini dapat terlihat dengan komposisi 28 awam peserta, 7 Imam (Diosesan Keuskupan Bandung, Diosesan Keuskupan Surabaya, Diosesan Keuskupan Agung Semarang, Serikat Jesus, dan Serikat Xaverian), 20 Biarawati (OSF dan OSU), 5 Frater dari Bunda Hati Kudus Maumere dan 1 Pendeta.

Lokakarya ini dilaksanakan dalam 3x pertemuan selama bulan Februari 2021 secara virtual melalui Zoom Meeting dengan durasi 120 menit. Pada pertemuan pertama (2 Februari 2021) peserta diajak untuk memahami pesan-pesan pokok ensiklik Fratelli Tutti bersama Rm. Nikolas Kristiyanto,SJ, kemudian model pengembangan pastoral integral yang disampaikan oleh Rm. J.B. Mardikartono,SJ dan peserta diajak membaca secara Sapiential Reading bersama Rm. A. Priyono Marwan,SJ.

Selama 2 pekan, peserta dibagi 2 kelompok dengan masing-masing pendamping (Rm. J.B. Mardikartono, SJ dan Rm. A. Priyono Marwan,SJ). Di samping tiga pertemuan terjadwal, para peserta diberi kesempatan untuk bimbingan secara pribadi dan kelompok dengan jadwal yang disediakan. Peserta diajak untuk membuat catatan mengenai Spirit (gagasan, pandangan, dan inspirasi yang mencerahkan pikiran dan menggerakkan akal budi), Corde (gerak-gerak hati yang muncul dan dialami secara pribadi: kegembiraan, harapan, semangat, kesedihan, ketakutan, kecemasan dan sebagainya) dan Practice (perbuatan-perbuatan apa yang muncul di hati dan budi dari Spirit dan Corde yang dialami dari bacaan tersebut). Pertemuan kedua dan ketiga diisi dengan sharing dari peserta mengenai Spirit, Corde dan Practice dan tentunya kegiatan bersama yang telah direncanakan.

Dari Lokakarya Pastoral Integral ini, para peserta diharapkan mendapat pemahaman mengenai pendekatan pastoral integral, membaca secara bijaksana dan cerdas (Sapiential Reading), pemahaman baru mengenai bagaimana membangun relasi dengan sesama, membuat perencanaan pelayanan di masa pandemi, serta mampu menggugah peserta untuk turut melihat kembali situasi yang dihadapi dan diajak untuk mencari solusi yang tepat

Kontributor: Theresa Sadhati – Pusat Pastoral Yogyakarta