Gaya Kekinian Mewartakan Warisan Rohani St. Ignatius

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Menyambut pesta St. Ignatius Loyola, Tim Promosi Panggilan Serikat Jesus Provinsi Indonesia (Prompang SJ) mengadakan Novena melalui Live Instagram. Acara Novena yang diberi judul “9 Hari bersama Ignatius” tersebut dimulai pada 23 Juli hingga 31 Juli 2021. Bahan-bahan diambil dari Novena St. Ignatius yang dibuat Rm. L.A. Sardi SJ dan dikemas dalam bentuk percakapan rohani virtual. Terdapat sembilan kisah tentang Ignatius Loyola yang menjadi tema percakapan antara lain: kisah St. Ignatius di Pamplona (hari I), Loyola (hari II), Aranzazu (hari III), Montserrat (hari IV), Manresa (hari V), Yerusalem (hari VI), Alcala (hari VII), Paris (hari VIII), Roma( Hari IX).  Agar lebih kaya, novena melibatkan 19 Jesuit dan 10 kolaborator awam yang berasal dari Magis Indonesia, CLC, Kelompok Latihan Rohani Pemula (LRP), peserta Prompang SJ dan guru-guru Kolese.

Dengan dijiwai spirit Tahun Ignatian 2021 yaitu “Dalam Kristus Kita Dibarui dan Diutus, novena ini tergolong unik karena tim Prompang SJ memakai metode di luar kebiasaan. Kalau biasanya novena berbentuk perayaan ekaristi, ibadat maupun doa, Novena “9 Hari Bersama Ignatius” ini dikemas dalam bentuk percakapan 2-4 orang tiap harinya yang bertolak dari kisah hidup St. Ignatius.  Tim Prompang SJ juga memilih Live Instagram (Live IG) sebagai media yang digunakan. Sebuah media yang lazim digunakan anak muda tapi ternyata baru bagi sebagian Jesuit yang terlibat dalam novena tersebut. Pater Provinsial yang turut serta dalam novena mengakui bahwa ini merupakan kali pertama beliau menggunakan platform Live IG

Live IG hari terakhir bersama Pater Provinsial SJ.

Mengapa tim Prompang SJ memilih metode ini? Alasannya sederhana, tim Prompang SJ ingin menyebarluaskan warisan St. Ignatius kepada orang muda sekaligus menekankan kembali pentingnya percakapan rohani. Perlu diingat bahwa kelahiran Serikat Jesus berawal dari percakapan antara St. Ignatius dan sahabat-sahabatnya. Sarana Live Instagram ini dipilih karena lebih menarik, cair ramah bagi orang muda. Gaya kekinian sharing iman ini juga bisa memberikan engagement. Sesuatu yang paling dirindukan orang muda di masa pandemi ini dan siapa tau bisa membangkitkan panggilan menjadi Jesuit di hati mereka.

Novena “9 Hari Bersama Ignatius” ini berangkat juga dari kondisi aktual para Jesuit dan kolaborator awam yang terlibat. Acara berdurasi satu jam itu dikemas secara ringan tanpa mengurangi unsur kemendalaman. Misalnya P. Effendy Kusuma Sunur dalam Novena ke 7 Alcala menceritakan kegelisahannya saat membuka tempat isoman bagi para penderita Covid – 19 di Wisma PTPM Sosrowijayan Yogyakarta. P. Effendy kemudian mengkaitkan pengalamannya tersebut dengan kisah St. Ignatius saat menghadapi tantangan di Alcala.  Laurentia Bertha dari CLC Bandung, dalam Novena ke 4 Montserrat bercerita mengenai bagaimana ia bergulat dengan berbagai pilihan dalam hidupnya. Pengalaman St. Ignatius di Montserrat membantunya untuk pada akhirnya berani mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidupnya. 

Selama sembilan hari novena, netizen yang setia mengikuti Live IG berjumlah sekitar 40-110 orang setiap harinya. Saat ini tayangan novena tersebut masih dapat diakses di akun Instagram Prompang SJ dengan jumlah view sekitar 800 hingga mencapai 1400 view untuk masing-masing permenungan. Kita berharap bahwa para peserta yang mengikuti novena ini sungguh merasa terbantu memahami dan merefleksikan kisah hidup Ignasius. Akun Instagram Prompang SJ sendiri saat ini telah diikuti oleh 5.200 followers dan menjadi salah satu platform andalan untuk mempromosikan Serikat Jesus Provinsi Indonesia. Novena “9 Hari Bersama Ignasius” melalui Instagram adalah konfirmasi bahwa warisan rohani Ignatius bersifat adaptif dan kontekstual. Novena ini juga menjadi pemantik bagi Jesuit, kolaborator awam dan para sahabat Ignatius untuk terus tak kenal lelah menggali warisan-warisan St. Ignatius. Melalui percakapan, benih persahabatan tumbuh dan pada akhirnya berbuah pada lahirnya Serikat Jesus. Kita harus yakin bahwa setiap kali seseorang menggali lagi warisan kerohanian St. Ignatius, dia sedang melahirkan kembali semangat Latihan Rohani. Juga setiap kali para anggota Serikat membangun dan mengokohkan persahabatan dengan sesama Jesuit dan kolaboratornya, dia meneguhkan kembali lahirnya Serikat Jesus yang memiliki misi di dunia untuk menyelamatkan jiwa – jiwa dan membawa kebaikan demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar. Laugh and grow strong. AMDG!

Kontributor : S. Aditya C. Manggala, SJ & S. Andreas A. Mantiri, SJ – Tim Prompang SJ