Café Puna Launching Tiga Buku

Kamis, 9 Mei 2019, kami para Pater, Frater, dan Bruder Unit Pulo Nangka baru saja menyelenggarakan event semesteran Café Puna yang sangat spesial. Café Puna kali ini didedikasikan untuk launching 3 buku (trilogi) hasil dari bunga rampai makalah-makalah Café Puna tentang Pembedaan Roh dan Doa Examen karya para skolastik Unit Pulo Nangka (Kolese Hermanum) sejak tahun 2011 s.d. 2018. Trilogi ini diterbitkan oleh OBOR.
Cafe Puna 5

Kamis, 9 Mei 2019, kami para Pater, Frater, dan Bruder Unit Pulo Nangka baru saja menyelenggarakan event semesteran Café Puna yang sangat spesial. Café Puna kali ini didedikasikan untuk launching 3 buku (trilogi) hasil dari bunga rampai makalah-makalah Café Puna tentang Pembedaan Roh dan Doa Examen karya para skolastik Unit Pulo Nangka (Kolese Hermanum) sejak tahun 2011 s.d. 2018. Trilogi ini diterbitkan oleh OBOR.

Buku-Buku Trilogi

Buku yang di-Launching
Tiga buku ini merupakan hasil saduran bebas dari 3 buku karya Timothy Gallagher, OMV, pakar bimbingan rohani dan pembedaan roh.
Buku pertama adalah The Discernment of Spirits : An Ignatian Guide for Everyday Living (2005) yang kami sadur menjadi Buku berjudul Roh Tuhan Ada Padaku (2019). Dijual dengan harga Rp 55.000.
Buku Kedua, Spiritual Consolation An Ignatian Guide for the Greater Discernment of Spirits (2007) yang kami sadur menjadi buku berjudul Awas! Si Jahat Berwajah Malaikat (2019), berharga Rp 38.000.
Buku Ketiga adalah The Examen Prayer (2006) yang telah kami sadur sedemikian rupa sehingga menjadi buku berjudul Berdoa Examen Ignasian (2019) dan diberi harga Rp 38.000.

Romo Dwi Kristanto, SJ

Kemeriahan Launching Trilogi Buku Café Puna
Dalam launching ini, trilogi buku Café Puna dibedah oleh Rm. Dwi Kristanto, SJ. Dalam kesempatan membedah Trilogi Buku Café Puna ini, Rm. Dwi Kris, SJ menekankan begitu spesialnya Spiritualitas Ignatian yang begitu compatible dan mudah dihidupi oleh kaum awam. Menurut beliau buku-buku ini layak dibeli, dibaca dan didalami karena mampu menyuguhkan kekayaan tradisi spritualitas Ignasian secara sederhana, mendalam, mudah dipahami, dan terlebih sudah melalui penyaduran yang telah dikontekstualisasikan.


Café Puna ini terasa meriah karena dihadiri oleh Direktur Penerbit Obor Rm. Frans Sutanto, Pr, dan 90 tamu yang terdiri atas umat wilayah sekitar Unit Pulo Nangka, perkumpulan Magis Jakarta, dan beberapa mahasiswa dan dosen STF, serta para skolastik Kolman.
Umat sungguh sangat mengapresiasi kehadiran trilogi buku ini. Mereka bangga karena telah menjadi bagian dari terbitnya trilogi buku tersebut dengan kesetiaan untuk mendukung acara Café Puna selama ini. Mereka juga bergembira karena trilogi buku ini diterbitkan dengan kemasan dan ukuran saku yang ramah bagi pembaca. “Tidak ‘menakutkan’ (baca: tidak tebal) dan handy,” demikian penuturan Ibu Ineke, salah satu umat dalam sesi tanya-jawab.
Setelah selesai, semua peserta menyantap bersama makanan dan kudapan juga disiapkan dengan murah hati oleh umat Wilayah VIII Pulomas.

Upaya Menunjukan Jalan menuju Allah melalui LR dan Diskresi
Selama kurang lebih 11 tahun sejak 23 Mei 2008, acara Café Puna telah menjadi berkah bagi kami para skolastik dan umat sekitar lingkungan. Berkah bagi skolastik karena kami diberi sarana untuk membagikan kekayaan spiritualitas Ignasian. Berkah bagi umat karena Café Puna menjadi layaknya seteguk air yang mampu melepas dahaga kerohanian mereka.
Namun, terlebih pada saat ini, acara Café Puna dan terbitnya trilogi Café Puna ini terasa amat spesial bagi kami para Romo, Frater dan Bruder Skolastik di Pulo Nangka mengingat Preferensi Kerasulan Universal (UAP) Serikat yang PERTAMA tentang “Menunjukan jalan menuju Allah melalui Latihan Rohani dan Diskresi dengan sebanyak mungkin cara”. Acara Café Puna adalah salah satu dari “cara” itu, suatu upaya sederhana membumikan & membagikan kekayaan rohani kita bersama.
Minggu tanggal 1 September 2019, kami akan berencana mengadakan acara bedah buku yang lebih terbuka untuk umum di Gereja St. Bonaventura (Paroki Pulomas). Kami berharap, para pemerhati spiritualitas Ignasian juga dapat turut diundang hadir di acara tersebut.
Demikian kabar singkat dari Unit Pulo Nangka, Kolese Hermanum.


Tak lupa kami juga berterima kasih kepada Para Romo, Diakon, Frater, Bruder, dan para sahabat eks-Yesuit yang telah berkontribusi dalam penulisan makalah Café Puna sehingga saat ini bisa menjadi trilogi buku Café Puna. Terkhusus rasa terima kasih ini kami haturkan kepada para kontributor yaitu:
Rm. A. Sudiarja, SJ; Rm. L. A. Sardi, SJ; Rm. Budiarto Gomulia, SJ; Rm. Widy, SJ (Pater Unit Puna); Rm. Angga Indraswara, SJ; Rm. Winaryanta, SJ; Diakon Roberto M. Encarnacao, SJ dan Rafael Mathando, SJ; Br. David, SJ; Frs. Hastra Kurdani, SJ; Evodius Sapto, SJ; Bagus Widyawan, SJ; Julius Suroso, SJ; J. Bosco Dim Khawl Thang, SJ; Paulus Bagus, SJ; Jerome Aye Min, SJ; Siwi Dharma Jati, SJ; Thang Ha, SJ; Chontawat Wano, SJ; Andreas Agung, SJ; Leo Tanjung, SJ; Antonius Bagas, SJ; Gerald Lukwe, SJ; Aditya, SJ; Kitti, SJ; Andreas Aryono M., SJ; Tharadol Dongyasopa, SJ; Sdr. Eman, Pulung, Apisak; dan editor Fr. F. R. Popo, SJ.
Salam dari kami Romo dan Skolastik Unit Pulo Nangka
J. Aditya S.J.

Found something interesting? share to friends....

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *