BAHASA HATI

1 together

Sebelas Jesuit dari Konferensi Jesuit Asia Pasifik (JCAP) ditahbiskan Diakon pada 24 Oktober 2020 oleh Mgr. Honesto F. Ongtioco, D.D., Uskup Keuskupan Cubao, Phillipines. Tahbisan diakon ini berlangsung pada pukul 9.00 di Kapel de Gesù, Universitas Ateneo de Manila, Loyola Heights, Quezon City.

Diakon Sapto


Mereka yang ditahbiskan adalah sebagai berikut Benjamin Thein Tun, SJ (Myanmar); Evodius Sapto Jati Nugruho, SJ (Indonesia); Francis Xavier Hoàng Trong An, SJ (Vietnam); Khaw Gei Khui Shing, SJ (Myanmar); John Thomas Kyaw Thu Win, SJ (Myanmar); Nikki James R. Lee, SJ (Filipina); Mamert B. Mañus, SJ (Filipina); Joseph Park Minwoong, SJ (Korea); John Phạm Duy Anh, SJ (Vietnam); Cesare Sposetti, SJ (Italia); dan Michael Trần Gia Cảnh, SJ (Vietnam).


Upacara tahbisan ini juga mengikuti protokol kesehatan ketat untuk menghindari penyebaran pandemi yang semakin meluas. Kehadiran fisik dibatasi dan hanya dari Jesuit di kampus Ateneo de Manila yang di prioritaskan hadir. Namun, upacara tersebut disiarkan langsung secara online.

Fr. Sapto dari Indonesia merefleksikan pengalaman tahbisan diakon ini dalam perjuangan mewujudkan bahasa hati di antara orang-orang yang berbeda latar belakang. Ia mengatakan, “Sisi terbaik dan paling menantang dalam tinggal di rumah internasional adalah komunikasi. Bukan hanya tantangan dalam memahami bahasa inggris dengan logat negaranya masing-masing, namun juga bahasa hati, seperti passion, keberanian, dan cinta. Komunikasi bagiku dapat diekspresikan dengan cara sederhana seperti memasak martabak untuk teman-temanku dari negara lain atau menghargai satu sama lain dengan saling menyapa. Bagaimana pun juga, bahasa Inggris yang kami gunakan di sini tidaklah cukup untuk mengungkapkan perhatian satu sama lain, tetapi dengan bahasa hati, itu dapat berhasil berkali-kali.”


Perjuangan Fr. Sapto dalam mewujudkan komunikasi juga selaras dengan Mgr. Honesto. Beliau dalam homilinya mengatakan “dalam pelayanan kita tidak ada yang perlu kita takuti, tidak ada yang akan mengganggu kita dan menakut-nakuti kita. Karena kita yakin dan percaya Tuhan pasti akan mendampingi dan selalu beserta kita karena kita adalah Man of God”.
Mari kita berdoa untuk para diakon ini agar mereka selalu merasakan kebahagiaan dan suka cita menjadi pelayan Allah dan tidak dilingkupi rasa takut dan ketidakmampuan diri.

Windar Santoso

Found something interesting? share to friends....

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *