Pilgrims on Christ’s Mission

EKM

Penjelajahan dengan Orang Muda

“By Healing the World, We Rise Together”

Ekaristi Kaum Muda Johar Baru 2025 Sabtu, 17 Mei 2025, Skolastikat SJ Unit Johar Baru kembali menggelar Ekaristi Kaum Muda (EKM) sebagai bagian dari tradisi kreatif dan reflektif komunitas skolastik SJ Unit Johar Baru. Lebih dari sekadar perayaan liturgi, EKM menjadi ruang spiritual yang mengajak kaum muda untuk merenungkan iman mereka dalam konteks kehidupan masa kini. Dengan tema “By Healing the World, We Rise Together,” kegiatan EKM menggemakan Preferensi Kerasulan Universal Serikat Jesus, khususnya ajakan untuk berkolaborasi dalam merawat rumah kita bersama. Ekaristi Kaum Muda Johar Baru tahun ini diikuti oleh sekitar 120 peserta dari berbagai komunitas, seperti Prompang SJ, MAGIS Jakarta, PMKRI, ATMI Cikarang, Kolese Kanisius, PMKAJ Unit Selatan, PMKAJ Unit Barat, OMK Paroki Kampung Duri, Sant’Egidio, Universitas Atma Jaya Jakarta, OMK Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang, STF Driyarkara, serta kolaborator dari kongregasi, dan lembaga mitra lainnya. Keberagaman latar belakang, dan semangat yang dibawa para peserta, menjadikan EKM sebagai perayaan yang sungguh hidup, relevan, dan menyentuh realitas zaman.   Rangkaian kegiatan dibuka dengan Misa Kreatif yang dipimpin oleh Pater Effendi Kusuma Sunur, S.J. Dalam homilinya, Pater Effendi mengajak para peserta untuk merenungkan dimensi kasih dalam konteks ekologis. Ia menekankan bahwa lawan kata dari kasih bukanlah kebencian, melainkan ketidakpedulian. Banyak kerusakan lingkungan yang terjadi bukan karena kebencian aktif, melainkan karena sikap pasif, dan tidak peduli. Seruan tersebut menggugah hati para peserta, untuk melihat kembali gaya hidup mereka, serta membangkitkan kesadaran, bahwa mencintai Allah berarti juga mencintai, dan peduli pada ciptaan-Nya. Ekaristi semakin syahdu dengan kehadiran Sisca Saras, mantan anggota JKT48, yang tampil sebagai pemazmur. Dengan suara dan pembawaannya yang tenang, Sisca membantu menghadirkan suasana doa yang mendalam dalam Liturgi Sabda. Ia juga membawakan dua lagu dalam sesi ramah tamah.    Salah satu bentuk konkret komitmen ekologis dalam Ekaristi Kaum Muda Johar Baru tahun ini, adalah penggunaan meja altar dari 86 Eco-brick, yang dibuat secara mandiri oleh para frater Johar Baru. Eco-brick adalah botol plastik bekas, yang diisi padat dengan sampah anorganik tak terurai, seperti: plastik pembungkus, kresek, dan styrofoam. Melalui proses yang tekun dan kreatif, sampah-sampah anorganik tersebut dapat diubah menjadi barang, yang memiliki nilai guna.      Setelah perayaan Ekaristi, para peserta mengikuti sesi sharing dalam kelompok kecil, yang dibagi dalam tiga putaran. Sesi sharing didahului oleh penayangan video pendek, tentang ekologi yang telah disiapkan panitia. Putaran pertama mengajak peserta merefleksikan kehidupan pribadi mereka: Sudahkah aku hidup secara ekologis? Putaran kedua mendorong empati masing-masing peserta untuk mendengarkan, dan menangkap pembelajaran dari sharing teman lain. Pada putaran terakhir, masing-masing peserta diajak merumuskan satu kehendak konkret, sebagai buah dari keterlibatan mereka di EKM ini. Proses tersebut menjadi ruang refleksi bagi masing-masing peserta, untuk membangun kesadaran ekologi, dan mengarah pada transformasi gaya hidup yang lebih ekologis.    Setelah sesi sharing, suasana beralih ke nuansa perayaan dalam bentuk Pesta Rakyat dan Pentas Seni. Komunitas-komunitas peserta menampilkan karya seni mereka: musik, puisi, dan lain-lain. Semangat partisipasi dari para peserta menjadi tanda; bahwa iman kaum muda adalah iman yang hidup, kreatif, dan penuh sukacita. Tak ketinggalan, kehadiran stan UMKM dari warga sekitar, menjadi dukungan nyata terhadap ekosistem ekonomi lokal. Aksi kecil seperti ini menunjukkan, bahwa merawat bumi bukan hanya tentang menanam pohon atau mengelola sampah, tetapi juga tentang membangun solidaritas dengan sesama manusia.   Menjelang akhir acara, peserta diajak mendengarkan Gobind Vashdev, seorang penulis, dan fasilitator transformasi kesadaran dalam hal ekologi. Dalam talkshow-nya, Gobind berbicara tentang akar terdalam krisis ekologis: krisis spiritual. Ia menyampaikan bahwa krisis lingkungan adalah cermin dari ketidakseimbangan dalam diri manusia. “Ketika manusia lupa akan cukup, lupa bersyukur, dan hidup dalam ketamakan, maka bumi pun akan terluka,” katanya. Kata-kata Gobind menantang peserta untuk melihat ke dalam, sebelum menunjuk keluar. Ia mengajak para peserta menyadari bahwa perilaku eksploitatif terhadap alam, lahir dari jiwa yang kosong, jiwa yang tidak puas, tidak tahu cukup, dan tidak mampu bersyukur atas yang sudah dimiliki. Ketika manusia kehilangan rasa cukup (sense of enough), maka alam menjadi korban kerakusan yang tak berujung.     Sebagai skolastik Jesuit, kami yang terlibat sebagai panitia Ekaristi Kaum Muda Johar Baru 2025 tidak sekadar menyelenggarakan sebuah acara, tetapi juga belajar banyak dari pengalaman ini. Kami belajar mendengarkan, berkolaborasi dengan banyak komunitas, serta menggerakkan semangat ekologis secara nyata pada kaum muda. Semua ini menjadi bagian dari formasi kami, untuk menjadi “Men for others.” Akhirnya, Ekaristi Kaum Muda Johar Baru 2025 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah proses formasi, aksi ekologis, dan pewartaan iman yang hidup.   Kontributor: Sch. Ignatius Dio Ernanda Johandika, S.J.  

Penjelajahan dengan Orang Muda

“By Lifting Others, We Rise Together”

Reportase Ekaristi Kaum Muda Unit Johar Baru Malam minggu, 20 April 2024 yang lalu, lebih dari 100 orang muda dari berbagai komunitas hadir di Unit Johar Baru Kolese Hermanum untuk mengikuti Ekaristi Kaum Muda (EKM). Tradisi tahunan unit Johar Baru itu kali ini terasa spesial karena mengangkat tema By Lifting Others, We Rise Together. Tema ini terinspirasi dari Universal Apostolic Preferences (UAP) Serikat Jesus Berjalan bersama dengan mereka yang terpinggirkan. Selain untuk semakin mengenalkan Serikat Jesus kepada orang muda, EKM kali ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran bersama tentang orang-orang yang terpinggirkan di kota Jakarta.   EKM dilakukan dengan semangat kolaborasi yang melibatkan aneka komunitas orang muda yang dijumpai para frater Kolman dalam kerasulannya. Mereka adalah MaGis Jakarta, PERSINK KAJ, PMKAJ Unit Barat dan Unit Selatan, PMKRI, mahasiswa STF Driyarkara, teman-teman dari SMA Gonzaga, OMK Paroki Kampung Duri, OMK Paroki Duren Sawit, dan OMK Paroki Rawamangun. Semangat kolaboratif sangat terasa sebagai cara bertindak dalam acara ini. Para frater menginisiasi dan setiap anggota komunitas terlibat bekerja sama satu dengan yang lain. Dengan antusias mereka menyediakan diri untuk mempersiapkan dekorasi, among tamu, koor, pengisi acara hingga membereskan tempat seusai acara.     Dalam perayaan Ekaristi, para orang muda diajak lebih mengenal siapakah orang terpinggirkan. Homili dibuat interaktif dengan mengajak beberapa orang muda membagikan cerita inspiratif pengalaman bersama mereka yang terpinggirkan. Untuk pendalaman makna, setelah EKM mereka diajak untuk melakukan aksi nyata. Secara berkelompok mereka diajak berjalan di sekitar perkampungan Johar Baru yang padat. Mereka diberi ruang untuk berinteraksi dengan realitas kemiskinan dan berbagi nasi kotak ke orang-orang dari keluarga pra-sejahtera. Kegiatan aksi nyata tersebut kemudian diperdalam dengan sesi sharing dan refleksi. Salah satu pertanyaan reflektif yang diajukan adalah, “Apa yang telah kulakukan bagi orang miskin, apa yang sedang kulakukan untuk orang miskin, dan apa yang akan kulakukan bagi orang miskin?” Refleksi diakhiri dengan menggambar simbol pada kertas sebagai kesimpulan dan kehendak yang akan dibangun setelah acara EKM ini selesai.   Setelah acara selesai, selanjutnya diadakan ramah tamah dan makan malam bersama dengan kemasan menarik, yaitu model ‘pesta rakyat.’ Hidangan-hidangan yang disediakan berasal dari para pedagang kecil sekitar Johar Baru. Selain untuk memberdayakan para pedagang kecil, mereka diundang untuk memuaskan selera ‘kuliner jalanan’ orang muda. Siomay, cilok, bakso, sate, nasi goreng tek-tek, dan es campur laris manis diserbu orang muda yang hadir. Diundang juga kesenian Ondel-Ondel yang biasa ngamen sekitar Johar Baru untuk memeriahkan suasana.   Pater Magnis yang ikut hadir pun turut memberikan pesannya kepada orang muda. “Coba tanya sama Mother Theresa di Kalkuta, apakah ia bahagia? Saya kira dia akan kaget sedikit! Kemudian ia mungkin menjawab, “Belum pernah saya pikirkan karena saya nggak punya waktu untuk itu!” Barangkali dia memang bahagia tapi tidak pernah dia pikirkan. Karena kalau ada yang merasa berterima kasih bahwa Tuhan mengirim kita lewat di dalam hidupnya, maka kita sudah bahagia.”     Malam ‘pesta rakyat’ semakin meriah dengan pertunjukan bakat dari teman-teman muda yang ternyata memiliki talenta luar biasa seperti menyanyi dan berpuisi. Acara menjadi semakin gayeng dengan joget bersama yang dipimpin langsung oleh Frater Pond dari Thailand dan Frater Danish dari Pakistan. Semua yang hadir turut bergoyang dan tertawa.   Dean Yeremia, mahasiswa STF Driyarkara, mengungkapkan kesannya terhadap EKM. “Saya mengikuti Ekaristi Kaum Muda sebagai seorang Protestan. Awalnya saya ikut karena saya diundang untuk ikut bernyanyi dalam acara, namun ternyata EKM benar-benar meninggalkan kesan yang berharga bagi saya. Pengalaman membagikan makanan kepada orang-orang sekitar yang membutuhkan, membuat saya yakin bahwa kebaikan itu universal, jauh melampaui batas-batas agama, suku, ras atau batasan apapun. Saya juga kagum dengan makanan-makanan yang dipilih untuk makan bersama setelah berefleksi. Jesuit memilih mendatangkan pedagang-pedagang makanan di sekitarnya. Ini keren dan berbeda. Jika biasanya setelah acara ditutup dengan makan makanan dari catering, Jesuit memilih menghadirkan Pesta Rakyat termasuk ondel-ondel di dalamnya. Keren”   Sementara itu, Ibu Ong Priscilia, salah satu umat, memberi kesan, “Acara Ekaristi Kaum Muda yang diinisiasi oleh para Frater Unit Johar Baru sangatlah menginspirasi dan menggerakkan kami untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, saat dihubungi oleh salah satu frater untuk berpartisipasi, tanpa berpikir lama, kami langsung menyanggupi dan juga tergerak untuk ikut dalam acara. Kami sangat bersyukur bisa menjadi saluran berkat secara langsung lewat acara ini. Semoga acara ini tidak hanya berhenti di sini tetapi tetap diadakan secara berkelanjutan, kami akan selalu siap berkontribusi dan berpartisipasi. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga kami bisa menjadi berkat dalam acara EKM 2024 ini.”   Kontributor: SS Franky Njoto, S.J. & Petrus Guntur Supradana, S.J. – Johar Baru