Sepekan Skrining Tuberkulosis dari Zero TB di Realino SPM

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Realino, Yogyakarta (21/04/2021) — Selama lima hari mulai dari tanggal 13 sampai 17 April 2021, halaman Yayasan Realino SPM menjadi tempat pelaksanaan skrining kesehatan, bagian dari program penemuan kasus Tuberkulosis secara aktif (Active Case Finding Tuberculosis – ACF TB) oleh Tim Zero TB Yogyakarta. Buka dari pukul 08.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kegiatan ini merupakan acara bersifat sukarela dan sepenuhnya gratis.

Zero TB ini merupakan proyek kolaborasi Universitas Gadjah Mada, Burnet Institute (Australia), Dinas Kesehatan Yogyakarta, dan Dinas Kesehatan Kulon Progo. Melibatkan berbagai pihak turunan, termasuk puskesmas kecamatan dan kader masyarakat (volunteer), Realino SPM pada kesempatan kali ini menjadi tempat pelaksanaan berkat kerja sama dengan Puskesmas Danurejan II. Dalam rangka ekspansi lanjutan, pelaksanaan kali ini menyasar warga Kelurahan Suryatmajan.

Warga melakukan pengecekan kesehatan di pos.

Prosesnya mudah dan cepat. Warga cukup datang membawa kartu identitas (KTP dan/atau BPJS) kemudian mengikuti alur skrining berupa pendaftaran, wawancara oleh perawat, rontgen dada, pembacaan hasil rontgen, konsultasi dokter, serta pemeriksaan lanjutan (dahak atau tuberculin) sesuai keputusan dokter. Bila ditemukan penyakit TBC, peserta memperoleh penjelasan dari pihak puskesmas dan dapat menjalani pengobatan gratis di puskesmas atau layanan kesehatan umum lainnya.

Selama acara berlangsung di halaman Realino SPM, antusiasme warga sangat baik, terlihat dari tingginya jumlah peserta datang setiap harinya. Mulai dari anak-anak sampai kalangan lanjut usia, semuanya mengikuti proses skrining dengan tertib dan cukup kooperatif. Kemudian di tengah situasi ini juga terselip kisah-kisah menarik perihal partisipasi warga saat mengikuti pemeriksaan.

Salah satu dan yang paling sering ditemui para nakes yang sedang bertugas adalah ketakutan peserta. Tidak sedikit peserta yang ditemui takut untuk melaksanakan skrining, baik karena terintimidasi prosedur pemeriksaan maupun terbawa kabar burung dan stigma buruk terkait TBC. Lalu ada pula yang mengaitkan proses skrining ini dengan pemeriksaan penyakit lain, seperti Covid-19.

Warga melakukan pengecekan tensi dibantu tenaga kesehatan.

Karena itu selain membantu menekan angka TBC, program ini juga diharapkan dapat menurunkan stigma mengenai TBC, terutama mulai dari lingkungan keluarga. Para nakes berharap, warga bisa datang ke acara ACF di lain waktu dengan kesadaran sendiri dan tanpa terbebani. Pun diharapkan mereka mau mengikuti rangkaian prosedur pemeriksaan secara lengkap.

Prinsipnya, program Zero TB ini bertujuan demi kebaikan masyarakat. Warga diharapkan tidak takut ataupun ragu mengikuti ACF. Alasannya skrining ini tidak hanya berguna bagi yang sakit, tetapi juga bagi yang sehat. Selain itu prosedur yang dilakukan murni untuk mendeteksi TB dan jika ternyata terdeteksi pun tidak perlu khawatir karena dapat disembuhkan.

Kontributor: Absherina Olivia Agatha & Pieter Dolle, SJ – SPM Realino