capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

“Rumah Pelepas Kejenuhan”

Date

Circle Volunteer Perkampungan Sosial Pingit

Circle muncul sebagai wadah untuk para volunteer PSP untuk saling mengakrabkan diri satu sama lain, mulai dari volunteer baru hingga volunteer lama yang masih aktif. Setelah wacana sebelumnya, Circle akhirnya bisa kembali dilaksanakan dengan sangat baik. Bersama para frater dan para volunteer, kami bermalam di Omah Jawi, Kaliurang. Suasana dingin mulai menyambut ketika kami datang. Setiap orang datang sendiri-sendiri karena belum terlalu mengenal satu sama lain. Selesai menaruh tas di kabin masing-masing, kami pergi makan kudapan ringan sambil berbincang.

Kegiatan ini merupakan upaya pembekalan para volunteer di Sekolah Pingit dengan keterampilan mendampingi anak-anak sekaligus mempererat ikatan persahabatan sesama volunteer. Sesi dari Ko Edwin, salah satu pemateri dari Universitas Mercu Buana cukup menarik. Ia memberikan wawasan tentang “kreativitas tanpa batas”. Setiap orang bisa menjadikan kreativitas sebagai sebuah inovasi tersendiri terlepas dari banyak tantangan dan kelemahan yang dimilikinya. Kami diberi kesempatan untuk mengembangkan games dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan seperti sedotan, karet, bol pingpong, kelereng dan sejenisnya.

Setelah pembekalan ini, para volunteer dibagi dalam kelompok untuk mempersiapkan materi-materi pembelajaran bersama anak-anak di Sekolah Pingit. Hasil persiapan itu kemudian dipresentasikan di hadapan kelompok lain untuk mendapat masukan, saran dan perbaikan yang perlu. Dengan cara ini, setiap volunteer bisa memahami dan menemukan cara baru yang kreatif dalam memberikan materi ajar kepada anak-anak di Sekolah Pingit. Acara ditutup dengan misa bersama Pater Pieter Dolle, S.J.

Circle Volunteer menjadi tempat para volunteer merasakan ikatan kebahagiaan bersama bahwa Pingit adalah tempat melepas kejenuhan dengan segala kegiatan yang dilakukan. Pingit menjadi rumah untuk para volunteer agar bisa kembali menemukan diri mereka, mengalami kegembiraan tanpa memikirkan beban yang ada sebelumnya. Pingit menjadi rumah candu bagi volunteer, rumah berbagi kisah dan pengalaman, dan rumah yang akan menjadi tujuan akhir bila kami merasa penat dengan kehidupan yang dijalani. Saya berharap agar saya pribadi bisa sungguh tetap berusaha ada dan hadir untuk Sekolah Pingit.

Kontributor: Lidwina Paskarylia Shinta – Volunteer PSP, Mahasiswa Fakultas Pendidikan Universitas Sanata Dharma

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top