Nostalgia di Panti Semedi, Klaten: Sembilan Kebahagiaan Provindo

Date

REPORTASE FORUM PROVINSI

“Forum Provinsi akan diadakan secara luring (offline) di RR Panti Semedi Klaten,” demikian kiranya pengumuman Pater Bambang Sipayung, S.J. melalui mailist [internos] tertanggal 4 Juli 2022. Para Nostri kiranya bersorak, “Akhirnya!” Setelah dua tahun “pertemuan sakral” ini diadakan di rumah masing-masing, Forum Provinsi kembali diadakan secara tatap muka pada tanggal 25-26 Juli 2022. Kendati demikian, tersedia pula ruang perjumpaan online bagi mereka yang berhalangan hadir.

Secara umum, suasana terasa membahagiakan dan hangat. Aula tampak penuh sesak dan ramai dengan percakapan sebelum akhirnya Pater Bambang Sipayung, S.J. memulai jalannya Forum Provinsi. Kebahagiaan tampak pula dalam kesempatan makan, break, misa kaul akhir, pesta, dan kesempatan-kesempatan partikular lainnya. Kebahagiaan macam apa saja yang dirasakan oleh para nostri? Berikut inilah Sembilan Kebahagiaan Provindo yang terlahir dari nostalgia di Panti Semedi, Klaten.

Tumbuhnya Harapan bagi Misi di Papua

Pater Christoporus Aria Prabantara, S.J.

Forum provinsi yang baru saja dilaksanakan adalah

pertemuan yang sudah lama tidak saya alami, semenjak penugasan di Nabire. Pembahasan beberapa postulata internal provindo memberi harapan pada karya-karya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Khususnya dalam bidang pendidikan. Diharapkan bahwa melalui pendidikan maka Serikat Jesus dapat menyumbangkan sesuatu bagi perkembanganmasyarakat setempat, sekecil apapun. Hasil yang besar bukanlah target utama di daerah ini, namun kontribusi Serikat Jesus dalam pembangunan masyarakat adalah hal yang lebih utama.

Tumbuhnya Kemampuan Merumuskan Prioritas Karya

Pater Heribertus Dwi Kristanto, S.J.

Saya mengikuti Kongregasi Provinsi sedari awal sebagai anggota panitia persiapan (Coetus Praevius). Di satu sisi, saya ‘gemas’ sambil geleng-geleng kepala karena banyak rekan-rekan Jesuit Provindo yang asal-asalan dalam mengisi blangko SOLI. Ada nostri yang penuh afeksi sehingga membubuhkan ucapan ‘salam hangat plus tanda tangan serta nama’ pada blangko, namun ini hanya membuat suaranya menjadi invalid alias hangus. Ada pula yang terlalu semangat melingkari daftar nama-nama pada blangko; akibatnya baru sampai pada abjad N, mereka telah mencapai batas maksimal 25 nama yang boleh dipilih. Itulah mengapa nostri yang namanya diawali dengan W atau Y sedikit saja terpilih. Di sisi lain, saya bangga sambil mengangguk-anggukkan kepala. Ternyata betul, dalam hal peraturan dan kearsipan Serikat memang luar biasa. Norma-norma yang mengatur kongregasi ini tidak kurang dari 40 halaman!!! Peraturannya sangat detail dan antisipatif terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi, baik pada tahap persiapan maupun pada tahap pelaksanaan kongregasi. Tambahan lagi, saya bangga karena pada saat mendiskusikan postulata terlihat bahwa banyak nostri yang secara serius memikirkan cara hidup dan relevansi kehadiran Serikat di zaman ini; argumen-argumen yang dikemukakan berbobot dan menunjukkan wawasan mereka yang luas. Seolah ini mengafirmasi bahwa Jesuit itu cerdas.

Eratnya Persaudaraan antar Nostri

Pater Yusup Edi Mulyono, S.J.

Forum Provinsi selalu menggembirakan. Mengapa? Forum Provinsi membantu kita semua mengalami perjumpaan dengan saudara seserikat, untuk makin saling mengenal lintas generasi, mempererat persaudaraan dengan percakapan bersama, makan bersama, tukar pengalaman, dan tukar pikiran. Di samping itu, dengan mendengarkan dan mendalami De Statu, kita semua dibawa ke dalam pengalaman bersama sebagai Serikat Jesus Provindo dengan semua segi hidupnya, termasuk konsolasi dan desolasinya. Perasaan dan pengalaman kebersamaan ini meneguhkan masing-masing Jesuit bahwa seperti apapun hidup dan perutusan kita, kita tidak sendiri, selalu bersama Tuhan dan banyak saudara dengan segala talentanya. Mendengarkan rencana strategis provinsi dan dilibatkan dalam diskusi untuk menanggapi yang disiapkan tim perencanaan provinsi, juga sangat positif. Semua dilibatkan dan dapat menyumbang gagasan untuk tubuh Serikat, termasuk anggota termuda yaitu para novis. Yang sangat menggembirakan kita semua adalah perayaan iman bersama yang secara istimewa pada tahun ini ditandai dengan kaul akhir nostri dan tahbisan imamat.

Perjumpaan yang Melegakan Kerinduan

Fr. Gregorius Agung Satriyo Wibisono, S.J.

Setelah dua tahun tidak bertatap muka, tidak mengherankan bila nuansa reuni cukup dominan dalam Forum Provinsi tahun ini. Ada sebuah kerinduan untuk dapat berbincang dan menikmati secangkir kopi di selasar Refter Rumah Retret Panti Semedi, Sangkal Putung. Terdapat berbagai kenangan masa lalu yang diingat, diceritakan, dan dikisahkan kembali. Terdapat pula senda gurau yang agaknya tidak dimungkinkan terjadi jika hanya memanfaatkan kolom chat. Akhirnya, forum provinsi tahun ini menjadi sarana untuk dapat memecah kerinduan pada taraf yang lebih dalam, yaitu mampu berefleksi dan berkontemplasi kemana Sang Raja Abadi menghendaki Serikat Jesus Provinsi Indonesia melangkahkan kaki.

Kelugasan Mengambil Keputusan

Fr. Jakobus Aditya Christie Manggala, S.J.

Dalam Forum Provinsi kali ini saya hanya mengikuti sesi De Statu, pendalamannya, dan makan siang. Dalam waktu yang amat singkat ini atmosfer kebersamaan kembali terasa di antara para Jesuit karena setelah 2 tahun tidak bertatap muka di Sangkal Putung. Tentu ini menjadi perjumpaan yang menarik. Ingatan kembali pada masa menjadi novis dan untuk pertama kalinya mengikuti forum provinsi. Saat itu kami berusaha mengenal para Jesuit senior. Kali ini, ketika sudah teologan, ternyata tidaklah mudah menghafalkan nama – nama para yunior yang jaraknya 6 tahun ke bawah! Pengalaman De Statu kali ini bagi saya adalah yang paling lugas! Saya melihat Provindo yang mulai terbuka dengan berbagai informasi, khususnya mengenai tata kelola keuangan dan karya. Saya merasa penyampaian seperti ini perlu terus dilanjutkan!

Keterlibatan Jesuit Muda

Fr. Mikael Tri Karitasanto, S.J.

Forum Provinsi 2022 kali ini diselenggarakan secara luring. Bagi saya ini sangat berkesan setelah dua edisi sebelumnya diselenggarakan secara daring akibat adanya pandemi covid-19. Sebagai Jesuit muda, saya memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbincang secara langsung dengan Jesuit lain yang membuat saya semakin mengenal wajah Serikat. Selain itu, pembahasan dan pendalaman mengenai rencana apostolik provindo juga menjadi agenda yang menarik bagi saya. Melalui sesi ini, tampak bahwa para pembesar Jesuit Provindo memiliki sikap rendah hati dengan mau mendengarkan apa yang disuarakan akar rumput sehingga kegiatan apostolik provindo diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan berbuah lebih banyak. Pada sesi diskusi pendalaman rencana apostolik, saya banyak belajar dengan mendengarkan sharing dari Jesuit yang terjun langsung ke lapangan dan berkecimpung di bidangnya. Kegiatan forum ini sangat bermanfaat dan memiliki efek positif.

Kebahagiaan Ketujuh: Hospitalitas bagi Rekan Kerja

Sdri. Margareta Revita Endah Susanti

Forum provinsi tahun ini adalah forum provinsi kedua yang saya ikuti. Untuk pertama kalinya, saya bertemu banyak Jesuit secara langsung. Forum Provinsi tahun ini sangat menegangkan karena saya tidak memiliki bayangan sebelumnya. Sebagai salah satu orang yang mendukung penyelenggaraan acara ini, salah satu hal yang saya khawatirkan adalah jaringan internet karena terdapat beberapa Jesuit yang mengikuti secara daring. Segala persiapan tampaknya berjalan dengan lancar sampai pada akhirnya panitia persiapan baru sadar kalau ada permasalahan di sound. Kami sempat kebingungan mencari solusi bagaimana peserta secara daring bisa ikut menyampaikan pendapat dan terdengar oleh peserta yang lain. Di luar hal-hal teknis yang perlu kami siapkan, saya merasa speechless karena bertemu dengan Jesuit sebanyak itu secara langsung. Walau demikian, suasananya sangat seru karena saya bisa mendengarkan berbagai cerita dan pergulatan mereka. Selain itu, mereka welcome dan terasa tidak ada jarak antara senior dan junior, semua bisa membaur baik yang tua maupun muda.

Kepercayaan Diri Menjalankan Missio Dei

Fr. Roberthus Kalis Jati Irawan, S.J.

Saya gembira dapat mengikuti Forum Provinsi 2022 kali ini. Terlebih lagi, saya bersyukur bahwa Forum tahun ini, akhirnya, dapat dilaksanakan secara luring (meski dengan beberapa keterbatasan mengingat situasi yang masih belum baik-baik saja). Bagi saya, Forum Provinsi 2022 merupakan sebuah sarana perjumpaan dengan Serikat yang nyata melalui kehadiran para nostri di sana. Melalui forum ini, saya juga semakin diundang untuk semakin mengenal situasi Serikat dan situasi karya secara nyata. Semoga seluruh pengalaman selama Forum semakin mengundang Serikat Provindo untuk terlibat dalam karya Allah di dunia, terutama di Indonesia, yang tidak pernah baik-baik saja. AMDG.

Kesatuan Hati Para Nostri

Pater Effendi Kusuma Sunur, S.J.

Sungguh sebuah pengalaman yang spesial berjumpa dengan banyak sahabat Jesuit Provindo dalam Forum Provinsi tahun 2022. Tentu sebuah pengalaman yang tidak hanya menggembirakan namun juga menyatukan hati karena perjumpaan dan perbincangan insani secara langsung memberikan daya hadirnya ikatan emosional, sosial dan spiritual. Ada rasa syukur yang mendalam sebagai buah perjumpaan dengan para sahabat yang sebagian besar sudah “terpisah” selama lebih dari 2 tahun karena pandemi ini. Kesatuan hati dan budi tersebut membuat saya secara pribadi merasakan tumbuhnya harapan baik bagi Serikat dan Provinsi kita. Forum Provinsi kali ini juga menjadi semakin spesial dengan adanya pengucapan kaul akhir dari 3 sahabat kita. Sesuatu yang mengingatkan bahwa kita sudah sejak semula adalah bagian dari Serikat Jesus universal. Ikatan-ikatan manusiawi dan pemahaman (kembali) akan kesatuan dalam tubuh apostolik Serikat, menyadarkan sekali lagi akan penyelenggaraan ilahi, bahkan dalam dunia yang masih sakit ini: All shall be well, all shall be well.

Editor: Fr. T. B. Pramudita, S.J.

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.