De Statu Forum Provinsi 2022: Di Mata Novis

Date

Setelah dua tahun tidak bertatap muka, akhirnya para Jesuit bisa berkumpul bersama di Rumah Retret Panti Semedi, Klaten untuk menghadiri Forum Provinsi tahun ini. Para novis yang merupakan anggota termuda Serikat Jesus juga diundang untuk mengikuti Forum Provinsi selama dua hari, yaitu Senin-Selasa (25-26/7/2022). Salah satu sesi yang sangat berkesan dan membuat kami semua semakin mengenal Serikat lebih dalam adalah presentasi De Statu 2022 dari Pater Provinsial.

Dalam pembahasan awal De Statu, ada pernyataan yang menarik, yakni pandemi membuka mata kita terhadap berbagai macam hal, baik secara pribadi maupun kelompok. Pandemi hendaknya tidak dilihat sebagai sesuatu yang melulu

negatif sehingga kita dilingkupi bayang-bayang kecemasan. Pandemi jika dilihat secara lebih jernih dan positif membuat kita menangkap bahwa ada persoalan-persoalan mendasar yang terjadi, yakni ketidakadilan, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan. Ini adalah cara pandemi membuka mata kita terhadap realitas yang ada. Kita tidak hanya berpangku tangan melihat hal ini. Kita dipanggil untuk berperan aktif dalam menangani akar persoalan yang terjadi. Kita dipanggil untuk memberi makna bagi hidup ini.

Di bagian promosi panggilan ada bagian yang menarik, yakni ada beberapa calon yang mengenal Serikat melalui media sosial. Kehadiran media sosial saat ini memang sangat sulit untuk dihindari.

Namun, kita tidak perlu melihat media sosial sebagai musuh yang membawa arus negatif dan karena itu patut dijauhi. Serikat Jesus menjadikan media sosial sebagai sahabat yang membawa arus positif. Melalui beberapa akun media sosialnya, seperti @jesuitinsight, @prompangsj, dan @jesuitindonesia, Serikat Jesus ingin mewartakan sesuatu yang baik dan berguna bagi sesama. Serikat juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau kaum muda sehingga bisa mengenal Serikat Jesus dengan lebih dekat dan memiliki semangat untuk mengikuti Yesus di bawah panji salib.

Pada bagian karya, melalui Examen Karya yang telah diinisiasi dari tahun 2017, karya-karya yang sekarang ada menjadi lebih terfokus dan terarah sehingga mendukung perkembangan Serikat Jesus Provinsi Indonesia dengan sangat baik. Pater Provinsial juga dengan tegas memberikan pengarahan pada semua pemimpin karya bahwa setiap karya harus mampu membiayai dirinya sendiri, jika tidak mampu maka karya tersebut harus dipertimbangankan lagi, apakah mau dipertahankan atau tidak? Pandemi yang berlangsung lama juga memaksa Pater Provinsial dan tim untuk mengukur kembali setiap karya terutama yang terkena dampak pandemi. Hebatnya, dari karya-karya yang bertahan atau dipertahankan, Serikat Jesus Provinsi Indonesia semakin bertumbuh di tahun ini.

Dalam bagian karya juga dibahas mengenai kehadiran Serikat di Papua. Kita bersyukur karena Serikat tidak memperhitungkan soal apakah ada keuntungannya atau tidak. Hal ini memang penting namun bukanlah

prioritas teratas. Semangat dasar kehadiran Serikat Jesus di Papua, yakni panggilan untuk mereka yang paling membutuhkan di negeri ini, adalah semangat yang menjiwai tujuan Serikat Jesus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ini juga merupakan gambaran nyata semangat “cuma-cuma.” Semangat dasar tanpa memperhitungkan untung dan rugi demi pelayanan dalam kasih Kristus. Semangat ini pula yang membuat karya-karya Serikat masih tetap eksis sampai saat ini.

Karya Serikat Jesus termasuk juga formasi awam, yakni spiritualitas, kaderisasi, orang muda, dengan visi kolaborasi dalam perutusan. Kami menyadari bahwa Gereja bukan hanya milik para imam, melainkan juga umat awam. Melibatkan awam dalam perutusan kita sungguh-sungguh menghadirkan Gereja yang sebenarnya. Ini pun membangun semangat berjalan bersama Gereja (sinodalitas). Umat awam merasakan secara lebih dekat kehidupan bermasyarakat dan dengan melibatkan umat awam kita bisa membangun semangat tersebut. Selain itu, kaum muda juga menjadi bagian yang penting. Merekalah penerus-penerus Gereja masa depan. Bisa juga terjadi dengan melibatkan kaum muda maka akan muncul benih-benih panggilan menjadi imam, biarawan-biarawati.

Dalam bagian formasi, Pater Provinsial memberikan update tentang bagaimana perkembangan orang muda serikat yang menjadi tumpuan Serikat di masa depan. Program Formasi yang solid dan formator yang berdedikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan formasi di Serikat Jesus Provinsi Indonesia. Namun, ada juga yang disoroti oleh

Pater Provinsial yaitu kemampuan akademis dalam bahasa Inggris dan menulis yang semakin menurun di tengah perkembangan digital. Selain itu, dalam bagian formasi dibahas tentang kelelahan dan kejenuhan selama masa pandemi. Pater Provinsial juga mengatakan bahwa para skolastik menjadi kecanduan internet, mengalami adiksi medsos, dan pornografi. Ini juga ternyata berdampak pada kemampuan akademis tadi. Kehadiran internet dengan daya visualnya yang besar membuat orang muda zaman sekarang menjadi asing dengan hal-hal berkaitan dengan baca tulis. Kejenuhan dan kelelahan ini bisa diolah menjadi sesuatu yang berharga, misalnya olahraga, kerja tangan, dan bermain musik, atau mengembangkan bakat dan hobi yang diminati. Hal ini disimpulkan oleh Pater Provinsial dengan menegaskan pentingnya Serikat mengenal orang-orang muda Serikat di zaman digital ini.

Pelaksanaan UAP juga menjadi salah satu sorotan Pater Provinsial dalam presentasi De Statu 2022 ini. Sebanyak 33 karya telah menyusun rencana apostolis untuk implementasi UAP dan akan dilanjutkan dengan perencanaan apostolik di tingkat Provinsi. Dari paparan Pater Provinsial, ada tiga jenis reaksi terhadap UAP yaitu pertama, sekadar menamai hal-hal yang sudah terjadi sesuai UAP; kedua, membuat kegiatan-kegiatan baru; dan yang ketiga, terinspirasi dan melakukan perubahan penting. Ditegaskan juga bahwa reaksi ketiga adalah yang ideal karena UAP ditanggapi sebagai ajakan untuk berubah untuk mencapai cita-cita yang besar melalui proses diskresi bersama. Oleh karena itu, kita semua diajak untuk ikut terlibat dan berani

untuk berubah melalui pelaksanaan UAP ini dari lingkup terkecil yaitu diri kita sendiri hingga lingkup yang terbesar. Provindo ternyata juga menjadi bagian yang sangat penting di level konferensi (JCAP). Sumbangan Provindo terhadap konferensi ternyata memberikan dampak kepada negara-negara yang menerima bantuan. Dari program tersiat di JCAP, kuria JCAP, sekretariat sektoral JCAP, dan juga sumbangan dalam bidang formasi yaitu dengan mengirimkan formator ataupun menerima skolastik dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di Indonesia, diantaranya skolastik dari Myanmar, Thailand, MAS (Malaysia-Singapore), Pakistan, dan Timor Leste. Provindo juga akan mendapatkan tanggung jawab Regio Thailand sebagai regio dependent dan juga mendapatkan permohonan untuk membantu misi Pakistan.

Pada bagian finansial yang biasanya merupakan bagian yang sensitif pun dipresentasikan dengan sangat jelas dan gamblang oleh Pater Provinsial. Hal membanggakan, bahwa di tengah pandemi dan kesulitan yang dihadapi, Serikat Jesus Provinsi Indonesia masih mampu memiliki financial statement yang sehat dan mengalami keuangan yang surplus. Sebanyak sembilan komunitas dari total 15 komunitas mengalami surplus di tahun 2020. Hal ini tidak terlepas dari peran benefactor dan juga pihak-pihak yang membantu Serikat mengelola investasi keuangan dan menghasilkan keuntungan yang membantu Serikat dalam menjalankan operasional dan karyanya. Di akhir presentasi, Pater Provinsial menutupnya dengan memberikan statement bahwa Arcae Provindo dalam keadaan aman, kecukupan meskipun tidak berkelimpahan.

Dari De Statu 2022 ini, kami semakin mengenal Serikat Jesus Provinsi Indonesia dan juga karya-karyanya. Kami juga semakin jelas dengan arah Provindo lewat presentasi dan pengarahan dari Pater Provinsial. Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari Forum Provinsi 2022. Kami membangun kehendak untuk bertekun dalam formasi dan memberikan yang terbaik dari apa yang kami miliki sebagai bentuk kontribusi dan dedikasi kami sebagai anggota muda Serikat yang baru memulai formasinya. Teriring doa untuk Serikat Jesus Provinsi Indonesia supaya Serikat semakin menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam melayani semua yang membutuhkan terutama semua yang menderita dan terpinggirkan. Amin.

Kontributor : Franky Njoto, nS.J. dan F.X. Satrio Nugraha, nS.J.Novis

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.