Kaul Pertama dan Kaul Akhir Serikat Jesus

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Pada 25 Desember 2020, Pater Provinsial, Benedictus Hari Juliawan, SJ menerima Kaul Pertama Skolastik Albertus Alfian Ferry Setiawan, SJ di Kapel St. Ignatius Loyola, Girisonta dan pada 1 Januari 2020 menerima Kaul Akhir dari 5 Jesuit yaitu, Elias Ambirat Duhkito, SJ, Agustinus Budi Nugroho, SJ, Herbertus Dwi Kristanto, SJ, Fransiskus Wawan Setyadi, SJ dan Ignatius Windar Santoso, SJ.

Semangat Kaul dalam Serikat Jesus merupakan sebuah motivasi atau komitmen yang unggul yang berasal dari dalam. Kaul bukanlah ancaman bagi seorang anggota Jesuit ataupun pembatasan yang membelenggu. Serikat Jesus sendiri tidak mengenal meritokrasi. Dengan mengikuti nasehat Santo Ignatius, Serikat Jesus lebih condong menekankan pemberian diri sebagai motivasi untuk mengikuti Kristus, motivasi untuk pelayanan.

Pater Provinsial menekankan bahwa kaul adalah sebuah bentuk empowerment, yang menjadi motor di dalam batin yang menggerakan orang untuk maju. Kaul itu bukan usaha untuk menahan diri atau ngampet, melainkan sebuah empowerment agar para Jesuit menjadi orang-orang yang merdeka. Kaul bukan pembatasan melainkan sebuah pembebasan dari kelekatan dari harta benda, keinginan untuk berkuasa dan juga relasi-relasi yang toxic.

Untuk melihat foto-foto Kaul Pertama di Girisonta dan Kaul Akhir di Purbayan, silahkan klik di sini.