Pilgrims on Christ’s Mission

Obituary

Obituary

Selamat Jalan Bruder Petrus Canisius Hardjawardaja, S.J.

Pada hari Minggu, 8 Februari 2026, pukul 15.00, telah dipanggil Tuhan di Wisma Emmaus, Girisonta:   BRUDER PETRUS CANISIUS HARDJAWARDAJA, S.J. dalam usia 89 tahun   Bruder Hardjawardaja lahir di Sleman, pada 27 Mei 1937, dari pasangan Bapak Adrianus Hardjasumarta dan Ibu Theresia Hardjasumarta. Ia dibaptis di Paroki Pugeran, Yogyakarta pada 6 Agustus 1937 dan menerima sakramen Krisma pada 3 Mei 1950 di Paroki Medari, Sleman. Bruder Hardjawardaja menamatkan pendidikan dasar di dua tempat, yaitu SD Negeri Medari dan PPDI Medari (1949-1955). Setamat SD, ia melanjutkan ke Sekolah Teknik Pertama Kanisius Muntilan jurusan Logam (1952-1955) dan kemudian ke Sekolah Teknik Negeri Magelang (1955-1958). Setelah lulus dari STN Magelang, lantas ia bekerja lepas selama satu tahun     Merasa sangat tertarik menjadi Jesuit, ia diminta menjalani masa aspiran/postulant sebagai Jesuit di Kolese Stanislaus, Girisonta selama satu tahun. Setelah siap dan mantap, ia melamar menjadi anggota Serikat Jesus dan diterima. Ia masuk Novisiat St. Stanislaus, Girisonta pada 7 Januari 1960 dan dua tahun kemudian mengucapkan kaul pertama, tepatnya pada 8 September 1962, diterima oleh Pater Provinsial waktu itu, Pater G. Kester, S.J., di Kolese Stanislaus, Girisonta. Setelah itu, ia ditugaskan menjalani program juniorat dengan bekerja di Kamar Mesin Kolese Stanislaus, Girisonta selama satu tahun (1962-1963). Tahun 1963-1964 ia kursus permesinan sepeda motor di Semarang sambil bertugas di Kolese Stanislaus sebagai penjilid buku dan juga pengawas mesin di Kebun Kayu Semarang dan pengajar agama katolik di SDK Kobong, Semarang hingga tahun 1965. Setelah itu, ia mendapat penugasan ke Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan sebagai tenaga teknik (1965-1971).        Bruder Hardjawardaja menjalani formasi akhir tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta pada 25 Januari 1971 – 30 Oktober 1971 dengan hasil memuaskan di bawah bimbingan Pater Prawirasuprapta, S.J. Satu tahun kemudian, tepatnya pada 2 Februari 1972, Bruder Hardjawardaja mengucapkan kaul akhir di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan dan diterima oleh Provinsial Pater Antonius Soenarja, S.J.   Kita mengenang Bruder Hardja dengan penuh syukur atas kontribusi dan dedikasinya dalam karya Serikat Jesus. Beliau adalah seorang katekis dan guru agama yang mendedikasikan hidupnya untuk membina iman umat di paroki-paroki. Di sisi lain, beliau juga adalah seorang bruder yang andal di bidang kelistrikan. Dia menghidupi spiritualitas Ignasian yang melihat Tuhan dalam segala karya, sekalipun yang bersifat teknis. Dalam kerendahan hati dan ketekunannya, Bruder Hardja mengajarkan pada kita bahwa setiap talenta, entah itu mengajar atau memperbaiki instalasi kelistrikan, dapat menjadi sarana pelayanan yang mulia.   Berikut riwayat tugas Bruder Hardjawardaja setelah kaul akhir:   1972-1981 : Bagian teknik, pemeliharaan Gedung, kendaraan, dan kekaryawanan di Seminari Menengah St. Petrus Canisius, Mertoyudan, Magelang 1981-1984 : Tugas di ATMI Surakarta 1984-1986 : Tugas guru agama di Namlea, Pulau Buru 1986-1987 : Katekis di Gereja Paroki Santo Antonius Padua Muntilan 1987-1994 : Katekis di Gereja Paroki Santo Isidorus, Sukorejo 1994-2009 : Asisten Minister dan tugas kerumahtanggaan Komunitas Kolese Santo Ignatius Loyola, Semarang 2009-2010 : Ekonom dan Asisten Minister Komunitas Kolese Santo Petrus Kanisius, Jakarta 2010-2021 : Operator modifikasi dan pengujian mesin di ATMI Surakarta 2021-wafatnya : Pendoa bagi Gereja dan Serikat di Wisma Emmaus   Beberapa minggu terakhir ini kesehatan Bruder Hardja mengalami penurunan. Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Elisabeth, Semarang dan akhirnya dipanggil Tuhan di Wisma Emmaus, Girisonta.   Selamat jalan, Bruder Hardjawardaja.    Misa Requiem dan Pemakaman Misa Requiem akan diadakan pada:    Hari, tanggal : Selasa, 10 Februari 2026 pukul : 10.00 WIB Tempat : Gereja St. Stanislaus Girisonta, Ungaran   dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Girisonta, Bergas, Ungaran.

Obituary

Selamat Jalan Pater Petrus Pramudyarkara Witonowarso. S.J.

Pada hari Senin, 26 Januari 2026, pukul 22.20 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit At-Tin, Bawen, Kabupaten Semarang: PATER PETRUS PRAMUDYARKARA, S.J. dalam usia 66 tahun   anggota Komunitas Kolese Santo Stanislaus Kostka, Girisonta. Pater Pramudyarkara telah banyak berkarya dalam formasi orang muda, terutama bidang pastoral kemahasiswaan, pelayanan paroki, dan juga melayani komunitas sebagai minister. Lahir di Ambarawa, 27 Oktober 1960, Pater Pramudyarkara adalah putera dari pasangan suami-istri Bapak Ignatius Mardiatmadja dan Ibu Augustina Maryunah. Ia dibaptis pada 30 Oktober 1960 di Gereja Santo Thomas Rasul, Bedono. Pendidikan dasar dan menengah pertama ia tempuh di SD Kanisius Bedono dan SMP Theresiana, Bedono (1967-1975) dan pendidikan menengah atas ia tempuh di SMA Seminari St. Petrus Canisius, Mertoyudan (1976-1980).   Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 19 Juli 1980 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 16 Juli 1982. Setelah itu, ia melanjutkan formasi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1982-1985).   Selesai filsafat, Frater Pramudyarkara menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) di Wisma Mahasiswa Surakarta sebagai Asisten Moderator Kerasulan Mahasiswa (1985-1987) dan SMA Kolese de Britto, Yogyakarta (1987-1988). Setelah selesai menjalani formasi TOK dan siap menjalani formasi teologi, Frater Pramudyarkara diutus ke Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta untuk belajar teologi selama empat tahun (1988-1992).   Tahbisan diakon ia terima pada 3 Juni 1992 dan satu bulan kemudian, 29 Juli 1992, ia ditahbiskan imam di Gereja Santo Antonius Padua, Yogyakarta oleh Bapak Uskup Julius Darmaatmadja. Enam tahun setelah tahbisan imam, Pater Pramudyarkara menjalani formasi tersiatnya di Loyola House of Studies, Filipina pada 1 Juli 1998 hingga 13 Maret 1999 di bawah bimbingan Pater Thomas O’Gorman, S.J. Kemudian pada 26 November 2011, Pater Pramudyarkara mengucapkan kaul akhir di Kapel Santo Aloysius Gonzaga, Provinsialat SJ Semarang dan diterima oleh Provinsial Pater Robertus Bellarminus Riyo Mursanto S.J.   Pater Pramudyarkara ketika muda dikenal sebagai Jesuit yang tekun. Karena itulah beliau diutus untuk studi. Pendampingan kepada orang muda pun dilakukan dengan tekun. Banyak mahasiswa yang terkesan dengan pendampingannya. Ketekunan itu juga tercermin lewat tugas-tugas keministerannya. Beberapa tahun terakhir ini, dia menghidupi semangat Laudato Si, yang terungkap lewat kegemarannya memelihara kambing dan sapi lalu kotorannya digunakan untuk pupuk tanaman.     Riwayat Tugas Pater Pramudyarkara setelah Tahbisan Imam 1992-1998: Moderator Kerasulan Mahasiswa di Wisma Mahasiswa Driyarkara dan Karya Pastoral di Paroki Gedangan, Semarang. 1998-1999: Tersiat di Loyola House of Studies, Quezon City, Filipina. 1999-2000: Persiapan studi khusus dan tinggal di Kolese Kanisius, Jakarta. 2000-2002: Studi khusus bidang Ilmu Politik di Marquette University, Wisconsin, USA. 2002-2009: Asisten Moderator Kerasulan Mahasiswa Yogyakarta. 2009-2011: Moderator Kerasulan Mahasiswa Yogyakarta. 2011-2013: Pelaksana Tugas Pastor Paroki St. Ignatius, Danan, Wonogiri. 2013-2016: Pastor Kepala Paroki St. Ignatius, Danan, Wonogiri. 2016-2020: Minister Arrupe International Residence, Filipina. 2020-wafatnya Minister Komunitas Kolese Santo Stanilsua Kostka, Girisonta.   Senin malam, 26 Januari 2026, Pater Pramudyarkara dibawa ke RS At-Tin, Bawen setelah mengalami serangan jantung dan meninggal dunia di rumah sakit.   Misa Requiem diadakan pada:   hari, tanggal : Rabu, 28 Januari 2026 pukul         : 10.00 WIB tempat        : Gereja Santo Stanislaus, Girisonta dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.  

Obituary

Selamat Jalan Pater Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, S.J.

Pada hari Minggu, 28 Desember 2025, pukul 20.43 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Carolus, Jakarta:  PATER FRANCISCUS XAVERIUS MUDJI SUTRISNO, S.J.  dalam usia 71 tahun    anggota Komunitas Kolese Santo Petrus Kanisius, Jakarta. Pater Mudji adalah seorang Jesuit yang banyak berkiprah dalam karya pendidikan tinggi, terutama sebagai pengajar filsafat kebudayaan di STF Driyarkara, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Seni Indonesia, Surakarta. Lahir di Surakarta, 12 Agustus 1954, Pater Mudji adalah putera dari pasangan suami-istri Bapak Marcellianus Mudji Tjitroaditenaja dan Ibu Antonia Kasijem Tjitroaditenaja. Ia dibaptis pada 17 Agustus 1954 di Gereja Santo Antonius Padua, Purbayan. Pendidikan dasar ia tempuh di Surakarta (1960-1966) dan kemudian setamat SD, Pater Mudji melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA Seminari Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1967-1972).     Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 5 Januari 1973 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 1 Januari 1975. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melanjutkan ke jenjang formasi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1975-1976).    Selesai formasi filsafat, Pater Mudji menjalani formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai sub-moderator sementara di SMA Seminari Mertoyudan dan kemudian ke Universitas Gregoriana untuk studi khusus bidang filsafat (1976-979). Setelah selesai menjalani studi khusus dan Pater Mudji diutus menjalani formasi teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta (1979-1982).     Dalam masa akhir studi teologi ini, Pater Mudji menerima tahbisan diakon pada 30 Oktober 1982 di  Yogyakarta dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono dan dua bulan kemudian, 30 Desember 1982, ia menerima tahbisan imam, juga dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono, di Gereja Santo Antonius Kotabaru–Stadion Kridosono, Yogyakarta.     Setelah ditahbiskan imam, Pater Mudji ditugasi menjadi Vikaris Parokial Paroki Wonogiri (1982-984) dan kemudian diutus menjalani studi khusus program doktorat filsafat di Universitas Gregoriana, Roma (1984-1987). Mulai tahun 1987, Pater Mudji menjadi pengajar filsafat di STF Driyarkara, Jakarta. Pada periode 15 Mei 1987-15 Februari 1988, Pater Mudji menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta di bawah bimbingan Pater Ferdinandus Heselaars, S.J. Dua tahun setelah tersiat, tepatnya pada 31 Juli 1989, di hadapan Provinsial Pater J. Darminta, S.J., Pater Mudji mengucapkan kaul akhir sebagai professed di Gereja Santo Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta.    Pater Mudji dikenal sebagai imam dan budayawan Indonesia yang telah banyak menulis ragam buku dan artikel, terutama yang bertema filsafat kebudayaan. Ia juga beberapa kali dari tahun 2008-2020 terlibat dalam pameran karya lukisan di Bali, Jakarta, Magelang, dan Yogyakarta. Beliau juga kerap tampil di media-media nasional untuk memberikan pandangannya mengenai budaya dan tema-tema ke-Indonesian-an.   Pater Mudji meninggal karena sakit. Selanjutnya, misa requiem untuk mengantar kepergian Pater Mudji akan diadakan pada:  hari, tanggal : Senin, 29 Desember 2025 dan Selasa, 30 Desember 2025  waktu  : pukul 19.00 WIB  tempat  : Kapel Kolese Kanisius, Jakarta      Jenazah Pater Mudji akan diberangkatkan ke Girisonta pada Selasa malam, 30 Desember 2025, pukul 21.00 WIB. Perayaan Ekaristi sebelum pemakaman akan diadakan pada:  hari, tanggal  : Rabu, 31 Desember 2025   waktu  : pukul 10.00 WIB  tempat  : Gereja St Stanislaus, Girisonta   dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta.    Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, S.J.  

Obituary

Selamat Jalan Pater Franciscus Xaverius Arko Sudiono, S.J.

Pada hari Jumat, 12 Desember 2025 pukul 12.00, telah dipanggil Tuhan di Wisma Emmaus, Girisonta: PATER FRANCISCUS XAVERIUS ARKO SUDIONO, S.J. dalam usia 69 tahun   Dilahirkan di Yogyakarta pada 28 Juli 1956 dari pasangan suami istri Bapak Saja Wongsorejo dan Ibu Chatarina Raminah Wongsorejo, Pater Arko menghabiskan masa kecilnya di Yogyakarta. Pendidikan dasar hingga menengah (1964-1976) ia tempuh di Yogyakarta. Setelah lulus dari SMA Kolese de Britto, Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan program Kelas Persiapan Atas (KPA) di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Mertoyudan.   Setelah menyelesaikan KPA di Seminari Mertoyudan, ia mendaftar ke Novisiat St. Stanislaus Kostka. Setelah dinyatakan diterima, ia mulai formasi awal Serikat Jesus di Novisiat SJ Girisonta pada 15 Juli 1979. Dua tahun kemudian Frater Arko mengucapkan Kaul Pertama pada 16 Juli 1981 di Gereja St. Stanislaus, Girisonta. Usai formasi Novisiat, ia diutus menjalani formasi Filsafat di STF Driyarkara Jakarta (1981-1984).   Selesai formasi Filsafat, oleh Serikat Frater Arko ditugasi menempuh formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) di Xavier High School, Chuuk, Micronesia selama dua tahun (1984-1986). Setelah itu, ia ditugasi untuk melanjutkan ke tahap formasi Teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti (FTW), Yogyakarta (1986-1989). Setelah formasi Teologi, ia ditahbiskan menjadi Diakon oleh Bapak Uskup Julius Darmaatmadja pada 25 Januari 1989. Enam bulan kemudian, 24 Juli 1989, ia menerima tahbisan Imam di Gereja St. Antonius Padua, Yogyakarta dari tangan Bapak Uskup Julius Darmaatmadja.   Pater Arko menjalani formasi tersiatnya di Kolese Stanislaus, Girisonta pada tahun 1990-1991 di bawah bimbingan Pater Josephus Darminta, S.J. Pada 7 September 1992, Pater Arko mengucapkan kaul akhir sebagai profess di hadapan Bapak Uskup Julius Darmaatmadja, S.J. yang mewakili Provinsial Serikat Jesus saat itu, di Gereja St. Ignatius, Jakarta.   Riwayat Pelayanan dan Karya Pater Franciscus Xaverius Arko Sudiono, S.J. Pastor Kepala Paroki St. Robertus Bellarminus, Cililitan  Moderator SMP-SMA Kolese Kanisius Kepala Sekolah SMP Kolese Kanisius Sekretaris Kantor Provinsialat SJ Jakarta   Jakarta Jakarta Semarang 1991 – 1994    1994 – 1995  1995 – 1997  1997 – 1999  Koordinator Imam Muda Provindo Pastor Rekan Paroki St Yusup, Baturetno Pastor Kepala Paroki St Ignatius, Danan Pastor Rekan Paroki St Martinus, Weleri Pastor Kepala Paroki St Antonius, Muntilan   ● Wonogiri Wonogiri Weleri Muntilan 1997 – 2007  1999 – 2000  2000 – 2003 2003 – 2004  2004 – 2011  Pastor Kepala Paroki St Yusup, Gedangan Semarang 2011 – 2016  Acting Superior Komunitas St. Yusup Semarang 2014 – 2016  Tugas Transisi di Rumah Provinsialat SJ Semarang 2016 – 2017 Anggota Staf Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Magelang 2017 – 2021 Pendoa bagi Gereja dan Serikat Jesus Girisonta 2021 – wafatnya   Misa Requiem dan Pemakaman Misa Requiem akan diadakan di: Tempat : Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta Hari, tanggal : Minggu, 14 Desember 2025 Waktu : Pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.   Semua anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa saudara kita dalam Serikat, Pater Franciscus Xaverius Arko Sudiono, S.J.

Obituary

Selamat Jalan Pater Markus Yumartana, S.J.

Pada hari Kamis, 7 Agustus 2025, pukul 23.02 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Semarang: PATER MARKUS YUMARTANA, S.J. (dalam usia 60 tahun)     Pater Yumartana adalah seorang Jesuit yang banyak berkiprah dalam karya formasi, kerasulan orang muda, dan juga paroki. Lahir di Kokap, Kulon Progo, 27 April 1965, Pater Yumartana adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Yohanes Giran dan (Almh.) Ibu Margaretha Kemijah. Ia dibaptis di Gereja Santa Maria Bunda Penasihat Baik, Paroki Wates, Kulon Progo. Pater Yumartana menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, Sentolo. Pendidikan SD hingga SMP ia tempuh di Sentolo (1972-1981). Setamat SMP, Pater Yumartana melanjutkan pendidikan menengah atas di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Magelang (1981-1985).     Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 7 Juli 1985 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 Juli 1987. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melaksanakan formasi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta selama empat tahun (1987-1991).     Selesai filsafat, Frater Yumartana menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai Sub- pamong Seminari Menengah Mertoyudan selama satu tahun (1991-1992). Setelah selesai menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Yumartana diutus ke Fakultas Teologi Universitas Gregoriana, Roma untuk studi teologi sekaligus mengambil lisensiat teologi (1992-1977).     Dalam masa studi teologi ini, Frater Yumartana menerima tahbisan diakon pada 18 April 1995 di Roma dari tangan Bapak Uskup Kardinal Achile Silvestrini. Tiga bulan setelah tahbisan diakon, ia menerima tahbisan imam dari tangan Bapak Uskup Julius Kardinal Darmaatmadja, pada 28 Juli 1995 di Gereja Santo Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta.     Setelah menerima tahbisan imamat dan studi teologi, Pater Yumartana ditugasi menjadi pengajar di Fakultas Teologi Wedabhakti-Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta sekaligus pustakawan Kolese Santo Ignatius, Yogyakarta (1997-1999). Setelah itu, ia diminta mempersiapkan diri untuk menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta (15 Januari 1999 – 15 Juli 1999) di bawah bimbingan Pater Josephus Darminta, S.J. Setelah menjalani formasi tersiat, Pater Yumartana ditugasi untuk menjalani studi khusus bidang pendidikan agama di Ateneo de Manila University, Filipina (1999-2005). Pada 20 Juli 2009, Pater Yumartana mengucapkan kaul akhir sebagai profes di Kapel Kampus III Universitas Sanata Dharma, Paingan, Yogyakarta dan diterima oleh Pater Jenderal Adolfo Nicolas, S.J.     Pater Yumartana dikenal sebagai pribadi yang ramah, terbuka, dan dekat dengan banyak orang, khususnya orang muda. Dalam masa penyembuhan di Girisonta, sesekali ia menuliskan refleksi hidupnya, termasuk pada saat ulang tahun imamatnya yang ke-30 akhir Juli lalu. Ia merefleksikan bahwa kata “presbiter” memiliki makna “penatua” atau “mereka yang dituakan.” Tetapi mengapa justru banyak imam ditahbiskan saat mereka masih berusia 28 atau 30 tahun. Ia merasa takut karena melihat dirinya tidaklah pantas disebut sebagai orang yang dituakan. Demikian pula dengan istilah “sacerdos” yang baginya justru menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin seorang pendosa seperti dirinya dapat disebut “yang mendapat anugerah kesucian?” Pater Yumar secara sadar menyatakan bahwa imamat bukanlah untuk keuntungan pribadi, melainkan untuk kebaikan seluruh umat dan sarana untuk menyalurkan berkat Allah.     Riwayat Tugas Pater Markus Yumartana, S.J. setelah Tahbisan Imam   Mengajar di Fakultas Teologi Wedabhakti-Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 1997-1999 Tersiat di Kolese Stanislaus Girisonta 1999-1999 Studi Khusus bidang Pendidikan Agama Katolik Manila 1999-2005 Moderator Kerasulan Mahasiswa KAJ Unit Selatan dan pengajar bidang studi Agama di Universitas Indonesia Jakarta 2005-2014 Direktur Tahun Orientasi Rohani (TOR) Puruhita – KAJ Jakarta 2014-2018 Acting Superior Lokal Komunitas Apostolik Beato Miguel Pro Jakarta 2015-2018 Pastor Rekan Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga Jakarta 2018-2019 Acting Superior Lokal Komunitas Apostolik Kolese Santo Stanislaus Kostka Girisonta 2019-2020 Superior Lokal Komunitas Apostolik Kolese Santo Stanislaus Kostka Girisonta 2020-2023 Ketua Pengurus Yayasan Stanislaus Girisonta 2021-2023 Direktur Rumah Retret Kristus Raja dan Pusat Spiritualitas Girisonta (Puspita) Girisonta 2021-2023 Superior Lokal Komunitas Apostolik Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan 2023-2024 Menjalani pemulihan kesehatan di Wisma Emmaus Girisonta 2024- wafatnya     Dalam satu tahun belakangan, kondisi kesehatan Pater Yumartana sering tidak stabil. Hari Selasa pagi, 5 Agustus 2025 yang lalu ia mengalami kondisi lemah dan kemudian dibawa ke RS St. Elisabeth untuk penanganan terbaik. Hari Rabu, 6 Agustus 2025, ia menerima Sakramen Perminyakan dan ketika itu ia masih bisa tertawa bersama Pater Provinsial. Namun setelah tiga hari opname di rumah sakit, kondisinya tidak kunjung membaik hingga akhirnya pada Kamis malam pukul 23.02 WIB, Pater Yumartana dipanggil menghadap Bapa di surga.     Jenazah Pater Yumartana disemayamkan di Domus Patrum Kolese Stanislaus, Girisonta mulai siang ini, Jumat, 8 Agustus 2025. Selanjutnya, Misa Requiem akan diadakan pada: hari, tanggal   : Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul             : 10.00 WIB tempat           : Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran dan dilanjutkan dengan pemakaman. Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Markus Yumartana, S.J.  

Obituary

Selamat Jalan P. Bruno Herman Tjahja, S.J.

Pada hari Jumat, 02 Mei 2025, pukul 23.25 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Semarang: PATER BRUNO HERMAN TJAHJA, S.J. (dalam usia 64 tahun)    anggota Komunitas Apostolik Kolese Santo Stanislaus Kostka, Girisonta. Pater Herman Tjahja adalah seorang Jesuit yang telah banyak berkiprah dalam karya pastoral paroki dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga dikenal sebagai seorang yang peduli lingkungan. Lahir di Semarang, 21 Mei 1961, Pater Herman Tjahja adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Paulus Hadiwardaya (Hoo Sing Hok) dan Ibu M.M. Oni Linarni (Ong Liang Nio). Ia dibaptis pada 06 Oktober 1961 di Gereja Santo Yusup, Gedangan, Semarang. Pendidikan dasar dan menengah ia tempuh di Semarang (1966-1976). Setamat SMP, Pater Herman Tjahja melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1977-1981).    Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 7 Juli 1981 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 Juli 1983. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melanjutkan ke jenjang formasi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1983-1986).   Selesai filsafat, Frater Herman Tjahja menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai Sub-pamong di Seminari Menengah Mertoyudan (1986-1989). Setelah selesai menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Herman Tjahja diutus ke Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta untuk belajar teologi (1989-1994).    Frater Herman Tjahja menerima tahbisan diakon di Kapel Sekolah Tinggi Kateketik, Yogyakarta pada 16 Juni 1994 dari tangan Bapak Uskup A. Djajasiswaja. Lebih kurang satu bulan kemudian, 29 Juli 1994, ia menerima tahbisan imam dari tangan Bapak Uskup Julius Kardinal Darmaatmadja, di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Yogyakarta.    Setelah menerima tahbisan imamat, Pater Herman Tjahja ditugasi menjadi Minister dan Ekonom di Seminari Menengah Santa Maria Fatima – SMA Santo Yosef, Dili (1994-1996). Karena lisensiat teologi belum selesai, Pater Herman Tjahja diminta untuk menyelesaikannya (1996-1998) dan setelah selesai, ia diutus menjadi Pastor Paroki Girisonta (1998-2000). Setelah itu, ia ditugasi menjadi Vikaris Parokial Paroki Ambarawa (2000-2006). Dalam masa tugasnya di Paroki Ambarawa, Pater Herman Tjahja menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta (15 Januari – 15 Juli 2003) di bawah bimbingan Pater J. Darminta, S.J. Sembilan belas tahun setelah tersiat, tepatnya pada 25 Juli 2022, di hadapan Provinsial Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J., Pater Herman Tjahja mengucapkan kaul akhir sebagai Spiritual Coadjutor di Kapel Rumah Retret Panti Semedi, Klaten.   Pater Herman Tjahja dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan menghidupi kaul religiusnya dengan baik. Ia juga dikenal rendah hati, murah hati dalam melayani umat dan para sahabat, pekerja keras, dan mudah menyapa orang lain.   Riwayat Tugas Pater Bruno Herman Tjahja, S.J. setelah Tersiat Pastor Rekan Gereja Santo Petrus dan Paulus, Mangga Besar Jakarta 2006-2011 Pastor Rekan Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Tangerang Tangerang 2011-2012 Anggota Staf Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga 2012-wafatnya   Jenazah Pater Herman Tjahja disemayamkan di Kapel Santo Ignatius, Girisonta mulai Sabtu siang hingga Minggu pagi sebelum dilaksanakan misa requiem.   Selanjutnya, Misa Requiem akan diadakan pada:  hari, tanggal : Minggu, 04 Mei 2025 pukul : 10.00 WIB tempat : Kompleks Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah. dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran. Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Bruno Herman Tjahja, S.J.

Obituary

Selamat Jalan P. Augustinus Mangunhardja, S.J.

Pada hari Selasa, 04 Februari 2025, pukul 17.27 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Semarang:   PATER AUGUSTINUS MANGUNHARDJANA, S.J. (dalam usia 82 tahun)   anggota Komunitas Apostolik Kolese Santo Stanislaus Kostka, Girisonta. Pater  Mangunhardjana adalah seorang Jesuit senior dengan model formasi Jesuit yang  cukup lama. Ia banyak berkiprah dalam karya gubernasi Serikat Jesus Provinsi  Indonesia dan karya pastoral lainnya. Lahir di Sleman, 28 Agustus 1943, Pater  Mangunhardjana adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Samidi  Mangunhardjana dan (Almh.) Ibu Juventia Masirah Mangunhardjana. Ia dibaptis  di Gereja Santo Yoseph Paroki Medari, Sleman. Pater Mangunhardjana  menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, Dusun Malang, Medari, Sleman.  Setamat SD, Pater Mangunhardjana melanjutkan pendidikan menengah pertama  dan atas di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Magelang (1956-1963). Pada masa tersebut, memang pendidikan Seminari Mertoyudan dimulai dari tingkat SMP.    Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia  memulai formasi novisiat pada 7 September 1963 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1965. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melanjutkan ke program Juniorat selama  satu tahun di Kolese Santo Stanislaus, Girisonta (1965-1966). Setelah itu, ia ditugasi belajar filsafat di  Pune, India selama empat tahun (1966-1970). Dalam masa studi filsafat di India ini, Frater  Mangunhardjana menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah pada 4 Februari 1969 dari tangan  Uskup Pune, Mgr. William Zephyrine Gomes.    Selesai filsafat, Frater Mangunhardjana menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai  Asisten Sekretaris di Yayasan Kanisius Pusat, Semarang selama dua tahun (1970-1972). Setelah selesai  menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Mangunhardjana diutus ke  Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (waktu itu masih bernama  Institut Filsafat dan Teologi, Kentungan) untuk belajar teologi selama tiga tahun (1972-1975).     Dalam masa studi teologi ini, Frater Mangunhardjana menerima tahbisan diakon pada 17 September 1975 dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono. Tiga bulan setelah tahbisan  diakon, ia menerima tahbisan imam, juga dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono, pada 03 Desember 1975 di Yogyakarta.     Setelah menerima tahbisan imamat, Pater Mangunhardjana ditugasi menjadi prefek atau pamong  disiplin di SMA Kolese de Britto, Yogyakarta (1975-1977). Setelah itu, ia diminta mempersiapkan diri  untuk menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta (15 Januari 1977 – 31 Juni 1977) di bawah bimbingan Pater Antonius Soenarja, S.J. Pada 16 Februari 1983, Pater Mangunhardjana mengucapkan kaul akhir sebagai profes di Kapel Provinsialat SJ Semarang (waktu itu masih berada di  Kompleks Gereja Santo Athanasius, Karangpanas, Semarang) dan diterima oleh Provinsial Pater Julius  Darmaatmadja, S.J.    Pater Mangunhardjana dikenal sebagai pribadi yang sangat tekun dalam menulis dan  menerjemahkan buku dalam bidang pendidikan dan kepemimpinan dan itu semua menjadi sumbangan  berarti bagi dunia pendidikan Indonesia dan Serikat Jesus.     Riwayat Tugas Pater Augustinus Mangunhardjana, S.J. setelah Tahbisan Imam Prefek Disiplin SMA Kolese de Britto Karanganyar 1975-1977 Tersiat di Kolese Stanislaus Girisonta Ungaran 1977-1977 Socius Provinsial Semarang 1977-1985 Direktur Penerbit dan Percetakan Kanisius dan membantu  redaksi Majalah Basis Yogyakarta 1985-1986 Studi Khusus Adult Education program magister di Dekalb Illinois USA 1986-1988 Pastor Mahasiswa Semarang – Wisma Mahasiswa Driyarkara Jl. Dr. Cipto Semarang 1988-1990 Sekretaris Eksekutif Lembaga Studi Realino Yogyakarta 1990-1993 Extra Domus Sidoarjo 1993-2009 Asisten Pelayanan Pastoral di Paroki Purbayan Surakarta 2009-2013 Anggota Staf dan Ketua Panitia Ad-Hoc Revitalisasi Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga 2013-2015 Pendoa bagi Gereja dan Serikat di Wisma Emmaus Girisonta Ungaran 2015- wafatnya Jenazah Pater Mangunhardjana disemayamkan di Rumah Duka RS Santa Elisabeth, Semarang mulai  malam ini, Selasa, 04 Februari 2025 hingga Rabu pagi, 05 Februari 2025. Selanjutnya, Misa Requiem  akan diadakan pada:   hari, tanggal : Rabu, 05 Februari 2025  pukul             : 11.00 WIB  tempat          : Gereja St. Stanislaus Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran. Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Augustinus Mangunhardjana, S.J. 

Obituary

Selamat Jalan P Ferdinandus Yuswar Riyana, S.J.

Pater Ferdinandus Yuswar Riyana, S.J. adalah seorang imam Jesuit dari Klaten yang menerima sakramen baptis setelah ia dewasa. Sepanjang hidupnya sebagai Jesuit, Pater Yuswar banyak berkarya di bidang pelayanan paroki di sekitar Jawa Tengah.    Pater Yuswar dilahirkan di Klaten pada 7 Juli 1952 dari pasangan suami–istri Sunda- Jawa Soekardi Partaatmadja dan Soepartinah Partaatmadja. Dua puluh delapan tahun setelah kelahirannya, ia dibaptis di Paroki St. Petrus dan Paulus, Mangga Besar, Jakarta dan empat tahun kemudian, ia menerima Sakramen Penguatan (22/9/1979) di paroki yang sama. Pendidikan dasar hingga pendidikan menengah ia tempuh di Klaten dan pendidikan diploma bahasa asing ia peroleh dari Akademi Bahasa Asing Negeri di Jakarta (1972).    Tertarik untuk bergabung dengan Serikat Jesus, delapan tahun setelah lulus dari pendidikan diplomanya, Pater Yuswar melamar menjadi anggota Serikat Jesus di Novisiat St. Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia kemudian secara resmi memulai masa novisiat pada 15 Juli 1980. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 16 Juli 1982, ia mengucapkan kaul pertama dan melanjutkan ke jenjang formasi Filsafat.    Formasi Filsafat dijalani Pater Yuswar di STF Driyarkara, Jakarta selama tiga tahun (1982-1985). Setelah selesai Filsafat, ia ditugaskan untuk menjalani tahap orientasi kerasulan (TOK) di Keuskupan Agung Jakarta, yaitu menjadi pendamping guru–guru agama di sekolah Inpres (1985-1988). Kemudian selama empat tahun (1988-1992), ia menjalani formasi Teologi di Yogyakarta.    Tahbisan diakon diterima Pater Yuswar di Kapel Seminari Tinggi St. Paulus, Yogyakarta dari tangan Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja pada 25 Januari 1991 dan enam bulan kemudian, juga oleh Mgr. Darmaatmadja, ia ditahbiskan imam (29 Juli 1991) di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Empat tahun setelah tahbisan imam, Pater Yuswar menjalani program Tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta di bawah bimbingan PJ. Darminta, S.J. selama sembilan bulan (1 September 1995 – 1 Juni 1996). Akhirnya pada 3 Desember 1998, Pater Yuswar mengucapkan kaul akhirnya di Kapel SAV Puskat, Yogyakarta dan diterima oleh PP. Wiryono Priyotamtama, S.J. dengan gradus coadjutor spiritualis.    Riwayat tugas Pater Yuswar Riyana, S.J. setelah tahbisan Pastor Rekan Gereja St. Pius X   Karanganyar   1991-1992   Pastor Administrator Gereja St. Pius X   Karanganyar   1992-1995   Pastor Kepala Gereja St. Pius X   Karanganyar   1995-1998   Pastor Rekan Gereja St. Theresia   Semarang   1998-2004   Pastor Kepala Gereja St. Yusup   Baturetno   2004-2009   Moderator SMPK Baturetno   Baturetno   2006-2012   Pastor Rekan Gereja St. Yusup   Baturetno   2009-2013   Pastor Kepala Gereja St. Stanislaus   Ungaran   2013-2015   Pastor Rekan Gereja St. Stanislaus   Ungaran   2015-2016   Penulis & Pendoa bagi Gereja dan Serikat di Wisma Emmaus   Ungaran   2016-wafatnya     Pater Yuswar, selamat beristirahat dalam damai di pangkuan Tuhan. Doakan kami agar bisa menekuni dengan setia hidup dan ziarah di bumi ini.   Misa Requiem dan Pemakaman  Misa Requiem akan diadakan di:  Tempat           : Gereja St. Stanislaus, Girisonta  Hari, tanggal : Rabu, 11 Desember 2024  Waktu             : Pukul 11.00 WIB  dan akan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.    Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Ferdinandus Yuswar Riyana, S.J.