Penjelajahan dengan Orang Muda

Medicine Relationship

Setiap Jumat Podcast season 3 Di dunia yang berjalan serba cepat dan instan seperti saat ini, banyak orang muda yang kesulitan untuk menemukan makna dan kedalaman hidup. Sebagai sebuah siniar (podcast) yang hadir dalam bentuk audio, Setiap Jumat Podcast (SJP) hadir sebagai platform (sarana) berbagi obrolan ringan tentang kedalaman refleksi, pengalaman doa, dan pergulatan orang muda dalam kacamata Spiritualitas Ignasian. Program SJP, melalui tagline-nya, mengajak para pendengarnya untuk masuk ke kedalaman hidup dengan cara “rehat sejenak, ngobrol bersama supaya hidup tidak terlewat begitu saja”. Tahun 2023 ini, SJP memasuki season ke-3 dengan tema utama “Orang Muda Ignatian Ngobrol tentang UAP”. Tema ini berbicara tentang orang muda dan peran mereka dalam mewujudkan empat preferensi kerasulan apostolik yang mendasari karya dan pelayanan Serikat Jesus atau sering disebut UAP (Universal Apostolic Preferences); (e-book UAP dapat diunduh di https://jesuits.id/download/e-book-uap/). Empat poin dalam UAP diturunkan menjadi tema-tema yang berkaitan dengan anak muda diantaranya Orang Muda dan Spiritualitas, Orang Muda dan Orang yang terpinggirkan, Orang Muda dan Persahabatan, serta Orang Muda dan Lingkungan. Pada SJP Season 3 kali ini, Tim Komunikator SJ Indonesia membentuk program kolaborasi model baru dengan melibatkan Komunitas Magis Indonesia dengan monolog sharing refleksinya, PT Kanisius dengan renungan dari buku-buku terbitannya, dan OMK Ignasian Semarang dengan dialognya bersama para Jesuit. Setiap poin dari UAP dibahas bergantian selama sebulan dengan episode tayang setiap Jumat selama empat bulan. Total tercipta 17 episode. SJP Season 3 ini juga disemarakkan Proses kolaborasi di SJP Season 3 ini sepenuhnya berjalan secara daring selama enam bulan dan puncaknya pada 7-8 Oktober 2023 para kolaborator Tim SJP season 3 berkumpul secara tatap muka dalam acara Evaluasi dan Malam Keakraban (Makrab) di Refter Shakuntala, Gunung Kidul, Yogyakarta. Akhirnya setelah sekian waktu bekerja bersama hanya melalui layar gawai (gadget), masing-masing tim dapat bertemu langsung dan tanpa menunggu lama, kehangatan pun tercipta dan dengan giveaway buku dari PT Kanisius di setiap akhir tema UAP. Harapannya, hal ini juga dapat meningkatkan minat membaca dari para pendengar. Proses kolaborasi di SJP Season 3 ini sepenuhnya berjalan secara online selama enam bulan dan puncaknya pada 7-8 Oktober 2023 para kolaborator Tim SJP season 3 berkumpul secara tatap muka dalam acara Evaluasi dan Malam Keakraban (Makrab) di Refter Shakuntala, Gunung Kidul, Yogyakarta. Akhirnya setelah sekian waktu bekerja bersama hanya melalui layar gawai (gadget), masing-masing tim dapat bertemu langsung dan tanpa menunggu lama, kehangatan pun tercipta dan melebur dalam tim. Tim berangkat bersama ke Gunung Kidul dari Taman Komunikasi Kanisius. Kegiatan langsung dibuka dengan bermain ke Pantai Slili dan dilanjutkan dengan makan malam serta evaluasi. Dikarenakan ada beberapa personil yang berhalangan hadir, maka evaluasi berlangsung secara hybrid, luring dan juga daring melalui Zoom. Selama makan malam dan evaluasi, Tim SJP season 3 membagikan kesan masing-masing mengenai pengalaman mereka selama terlibat dalam program ini. Teman-teman dari PT Kanisius bercerita bahwa karena produk yang dihasilkan hanya audio saja maka tim Kanisius tertantang untuk mengemas konten sedemikian rupa agar bisa membuat pendengar tertarik dengan episode yang dihasilkan PT Kanisius. Menurut Mas Danang, akhir-akhir ini platform yang berkualitas untuk didengarkan oleh orang muda cukup sedikit. Kehadiran SJP sangat berarti karena bisa membahas isu-isu berat, terutama dengan kacamata rohani, serta mampu dibuat menjadi lebih santai dan relate dengan anak muda zaman sekarang. Selain itu, Mas Widi bercerita bahwa dengan berpartisipasi di SJP Season 3 ini, dirinya menemukan tantangan-tantangan yang membuatnya belajar banyak hal, terutama terkait bagaimana mengembangkan skrip dan menemukan talent pengisi suara yang cocok. Perwakilan OMK Ignasian dari Semarang juga berbagi kisah suka duka yang dirasakan. Menurut Haryadi (Didi), melalui SJP season 3 ini dirinya bisa bertemu orang-orang hebat, baik itu para Imam Jesuit yang menjadi narasumber maupun tim SJP Season 3 secara keseluruhan yang bekerja sama dengan baik hingga akhir. Didi berkata bahwa SJP season 3 ini memberikan kesempatan bagi dirinya untuk bisa mengobrolkan topik-topik yang merangsang imajinasi untuk berpikir maju. Harapannya, “Semoga temen-temen yang terlibat di SJP bisa terus kontak, terus solid, syukur-syukur kita bisa kembali berkarya bersama lewat SJP karena jelas pengalaman terlibat di SJP ini once in a lifetime experience yang bermanfaat banget buat diri kita.” Pada malam evaluasi, hampir seluruh kolaborator tim SJP season 3 merasa bahwa SJP perlu untuk terus dilanjutkan dan harapannya semakin bisa menjangkau lebih banyak pendengar. Rasa syukur atas perjumpaan ini membuat semua merasa bahwa program ini diharapkan dapat membuka kesempatan dan melibatkan lebih banyak orang-orang baru yang mau secara sukarela berkembang bersama. Seusai evaluasi, malam hari sebelum tidur dan istirahat, tim melanjutkan dengan acara barbeque dan ngobrol santai bersama. Di pagi hari kedua, tim SJP Season 3 menyempatkan diri untuk menikmati matahari terbit di Pantai Krakal sembari mensyukuri rahmat kehidupan dan kebersamaan yang diberikan Tuhan dari awal program hingga selesai. Seusai sarapan, tim SJP Season 3 menghabiskan waktu untuk bermain di Pantai Sadranan sambil snorkeling melihat terumbu karang dan ikan. Jeje, Designer Tim Sosial Media SJP Season 2 hingga Season 3, merasa sangat senang memiliki ruang belajar desain grafis di SJP, bertemu teman-teman baru dengan latar belakang yang berbeda-beda tapi bisa kompak dalam satu tim. Walau ada duka yang dirasakannya karena selama proses pengerjaan hampir tidak pernah bertemu tatap muka langsung, hampir seluruh koordinasi berlangsung daring. Jeje mengungkapkan dirinya juga bersyukur karena di setiap akhir Season bisa refleksi dan refreshing bersama seluruh tim. Dalam evaluasi kali ini, sesi ngobrol dan sharing serta snorkeling menjadi bagian terfavorit Jeje. Acara hari kedua ditutup dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Pater Hendricus Satya selaku Koordinator Tim Komunikator SJ Indonesia. Membuka misa, Pater Hendric mengajak setiap anggota tim untuk memikirkan satu kata tentang kebersamaan Tim SJP Season 3 selama enam bulan terakhir. ‘Sukacita, kolaborasi, syukur, senang, bahagia, kebersamaan’ menjadi beberapa kata-kata yang diungkapkan dalam misa. Pater menyampaikan tiga pesan dalam homilinya. Pertama, bagaimana sekarang ini manusia membutuhkan relasi yang dapat menjadikan diri mereka lebih baik dan menyembuhkan mereka bagaikan obat, atau bisa dikatakan sebagai Medicine Relationship. Hubungan ini adalah lawan dari tren Toxic Relationship yang marak di situasi sekarang. Dukungan hubungan yang positif ini dapat dimulai dari dukungan teman sebaya atau peer support. Satu sama lain saling memberikan dan menerima bantuan, menghormati dan saling memberdayakan