Obituari

Pada hari Kamis, 25 Juli 2019, pukul 20.27 WIB, telah dipanggil Tuhan di RS St. Carolus, Jakarta: PATER ADOLF HEUKEN, S.J.  dalam usia 90 tahun.

Romo Heuken dikenal luas sebagai penulis, penerjemah, dan orang yang sangat antusias dengan sejarah Indonesia, khususnya Batavia. Selama hidup dan karyanya di Indonesia, sudah ada puluhan, bahkan ratusan ragam tulisan karya Romo Heuken yang dicetak dan diterbitkan untuk melayani Gereja dan masyarakat secara umum.
Banyak orang terkesan dengan totalitasnya dalam membingkai Jakarta melalui kaca mata sejarah. Buku monumental tentang Jakarta yang hingga kini banyak dibaca atau dikoleksi adalah The Historical Sites of Jakarta. Tak kurang, mantan gubemur Fauzi Bowo dan Basuki Tjahaja Pumama juga mengagumi buku tersebut. Bukan hanya sumbang pikiran dan karya dalam bidang sejarah Jakarta, dalam bidang lintas budaya, khususnya bahasa, Romo Heuken menulis kamus Jerman-Indonesia dan Indonesia-Jerman yang cukup komprehensif dan diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. Dalam bidang pengembangan kota Jakarta, sejak 2011 Romo Heuken juga menjadi salah satu anggota tim penasihat arsitektur kota OKI.
Ia melibatkan diri sepenuhnya dalam karya pelayanannya di bidang pewartaan dan komunikasi melalui penulisan dan penerbitan di CLC meski pada awal masa karyanya ia ingin menjadi dosen filsafat di Yogyakarta. Akhirnya, di ujung tahun 1960-an ia mendirikan Yayasan CLC yang berfokus pada karya pengolahan teks sebagai bentuk karya pelayanan. Praktis, lebih dari 80% masa karyanya di Indonesia ia habiskan di Yayasan CLC di mana ia menjadi direktumya sejak tahun 1971.
. Romo Heuken adalah putera dari seorang rektor bemama Franz Wilhelm Heuken. Ibunya, Clara Heuken, sangat berperan dalam perkembangan Romo Heuken hingga ia sangat gemar membaca dan menulis. Dilahirkan pada 17 Juli 1929 di Distril< Coesfeld, Jerman, Romo Heuken menempuh pend.idikan dasamya di Volkschule Mathematisc-naturwisseuscheeflt Gymnasium, Selgte, 4 klasse (1936-1940). Setamat volkschule, ia melanjutkan pendidikannya di Kourael Schlaun, Muenster, Jerman selama sepuluh tahun (1940-1950). Lalu pada usia 21 tahun, ia mulai menjalani masa novisiatnya di Novisiat Evagerfeld, Jerman, tepatnya pada 7 September 1950. Kaul pertama ia ucapkan dua tahun kemudian, yaitu pada 8 September 1952. Selama setahun, 1952-1953, ia menjalani masa yuniorat di Rottmanskike. Formasi filsafat ia jalani selama tiga tahun (1953-1956) di Pullach. Pada tahun terakhir formasi filsafatnya (Juni 1956), ia menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah dari tangan Mgr. Neuhausler. Setelah itu ia menjalani tahap orientasi kerasulan selama dua tahun (1956-1958) sebagai pamong di Aloisiuskolleg, Bad-Godesberg, Bonn. Tahun 1958-1962, ia menempuh pendidikan Teologi di St. George, Frankfurt. Tahbisan diakon (18 Maret 1961) dan tahbisan imam (31 Juli 1961), keduanya di Frankfurt, dari tangan Mgr. Kempt.
Tahun 1962-1963 Romo Heuken menjalani program Tersiat di St. Beuno's di bawah bimbingan Pater Kennedy, S.J. dan di Novisiat Girisonta di bawah bimbingan Mgr. Willekens, S.]. Kaul akhir dalam Serikat ia ucapkan di Jakarta pada 2 Februari 1968 dengan gradus Prof es empat kaul.

Riwayat tugas Romo Heuken, S.J. 

  • Bidang komunikasi (penulisan dan penerbitan) Jakarta, 1964-1968
  • Formatio di Kolese St. Ignatius Yogyakarta, 1968-1971
  • Bidang komunikasi (Direktur Yayasan CLC), Jakarta, 1971-wafatnya 
  • Anggota Tim Penasihat Arsitektur Kota DKI, Jakarta, 2011-2016 

Romo Heuken, selamat beristirahat dalam damai di pangkuan Bapa Abadi. Doakan karni agar bisa menekuni dengan setia hidup dan ziarah di burni ini.

Pada Jumat, 5 Juli 2019, pukul 16.15 WIB, telah dipanggil Tuhan di R.S Santa Elisabeth, Semarang: BRUDER PAULUS WIEDERKEHR, S.J. dalam usia 87 tahun. 

Paul, nama panggilan akrab Br. Paulus Wiederkehr, lahir pada 13 Desember 1932 di Basel, Swiss. Ia adalah putra pasangan Alm. Bapak Max Wiederkehr dan Alm. Ibu Friedia Wiederkehr. Dua hari sesudah kelahirannya ia dibaptis (15 Desember 1932) di Paroki St Marien, Keuskupan Basel, Swiss. Sebelum masuk Serikat Jesus, Paul menempuh pendidikan dasar di Prirnare Schule, Basel  (1940- 1944); Sekundar Schule di Basel (1944-1948); Schreinervorlehre, di Basel (1948-1949); dan Schreinerlehre, juga di Basel (1949-1 952). Usai pendidikan formalnya  Paul  bekerja  sebagai  "ahli kayu" di Basel (1952-1954), lalu berlanjut sebagai seorang mandor (officium militaris in fabrica specialis) pada 1954-1956.

Paul masuk Novisiat Serikat Jesus di Rue, Swiss pada 10 Oktober 1956 dan mengucapkan kaul pertama pada 11 Oktober 1958 di Rue (Fribourg), Swiss.

Bruder Paul Wiederkehr ditugaskan studi khusus bidang arsitektur interior (architecturae interioris) di Bern (1961-1962), dan berhasil meraih Magister Architecturae lnterioris pada 30 Oktober 1962 dengan  prestasi  "Summa  cum  Laude."  Selanjutnya  Paul  ditugaskan  ke tanah misi Indonesia, menjadi anggota staf Kebon Kajoe Semarang (sekarang PIKA) pada 1963-1964, dan berlanjut menjadi Direktur PIKA pada 1965-1969.

Formasi terakhir sebagai Jesuit ditempuhnya dalam tersiat pada 1970 di Bad-Schonbrunn. Di tempat yang sama pula, yaitu Bad-Schonbnmn, Paul mengucapkan kaul akhirnya sebagai Jesuit pada 2 Februari 1971 di hadapan Pater A. Soenarja SJ, Provinsial Indonesia Serikat Jesus. Kaul akhirnya ini menandai perjalanan  hidup selanjutnya  yang diabdikan di dan untuk PIKA dengan menjadi Direktur PIKA Semarang selama 28 tahun (1970- 1998), di samping tugas-tugas lain seperti anggota Pengurus ITK, Semarang (sejak 1973), Koordinator Komisi Bruder Provinsi Indonesia Serikat Jesus selarna beberapa tahun, dan anggota Komisi Pendidik.an.

Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya.
Anggota Komisi Pendidikan Provinsi :1975; 1976-1978
Koordinator Panitia Bruder:  1975; 1996-2007
Pejabat Pimpinan Umum PIKA: 1979
Pimpinan Umum PIKA (Bidang Produksi dan Pendidikan): 1980-1998
Anggota Komisi Promosi Panggilan Provinsi Indonesia SJ: 1986-2008
Penghubung antara PIKA dan para derma wan PIKA: 2000-2008
Pelaksana dan Penghubung jaringan kerja PIKA: 2003-2008
Istirahat dari PIKA, aktif dalam kegiatan sosial: 2008-2018
Pendoa bagi Gereja dan Serikat: 2018-wafatnya​

Pada hari Selasa, 18 Juni 2019, pukul 23.15 WIB, telah dipanggil Tuhan di RS St. Elisabeth, Semarang: PATER HENRICUS VAN OPZEELAN D, S.J. dalam usia 90 tahun.

 Sederhana. Murah senyum. Barangkali itulah kesan umum yang ditangkap banyak orang pada sosok Pater van Opzeeland,  atau lebih akrab disapa Romo Henk. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa di balik kesederhanaan dan keramahannya tersimpan pengalaman dan pergulatan yang kaya dalam banyak hal di berbagai ranah kerasulannya sebagai Jesuit. Wilayah pelayanannya terentang luas di bidang formasi, pastoral, pendidikan menengah dan tinggi, keyayasanan, keuangan, gubemasi, kerohanian, dan media komunikasi. Padal1al, Romo Henk, yang lalur di Rotterdam, 28 Mei 1929, dari pasangan suami-istri (Alm) Bapak Wilhehnus J. van Opzeeland dan (Alm) Ibu Hendrica van Schendelen van Opzeeland ini menempuh jenjang pendidikan formal di sekolah pada umumnya atau dengan kata lain tidak belajar ilmu tertentu secara khusus. Pendidikan dasar MULO ditempulmya  di Rotterdam (1943-1945), dan sesudah itu pendidikan menengah di Schola Carolina di Den Haag (1945-1947).

Demikian pula pembinaan sebagai Jesuit dijalaninya secara normal. Masuk Novisiat Serikat Jesus di Mariendaal pada 7 September 1947; pada 29 Januari 1949 £rater novis Henk menginjakkan kakinya di bumi misi Indonesia; dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1949 di Novisiat  Girisonta.,  Ungaran, dilanjutkan  tahun  juniorat  (1949-1951)  di  Girisonta. Setelah  itu Frater Henk menempuh studi filsafat di Yogyakarta selama 3 tahun (1951-1954). Tahap Orientasi kerasulan dijalani Frater Henk di Seminari Menengah St Petrus Canisius, Mertoyudan sebagai surveillant pada 1954. Baru enam bulan di  Mertoyudan  Frater  Henk  jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta selama hampir satu tahun (1955-1956). Pulih dari sakitnya Frater Henk kembali menempuh Tahap Orientasi Kerasulan , kali ini sebagai pengasuh Majalah Basis dan Spirit (1956-1957). TOK selesai, dan ia ditugaskan menempul1. studi Teologi di Kolese St Ignatius, Yogyakarta (1957-1961).

Dari tangan Mgr. A. Soegijapranata, S.J, Fr Henk menerima berturut-turut tahbisan rendah (24 Juli 1954, di Ambarawa), subdiakon (28 April 1960 di Yogyakarta), diakon (29 April 1960 di Yogyakarta), dan imam (22 Agustus 1960 di Yogyakarta).

Setahun sebagai imam muda Henk masuk tahap Tersiat di Girison ta dalam bimbingan Mgr P. Willekens, S.J. (September 1961 s.d. Juli 1962). Romo Henk akhim ya mengucapkan kaul terakhirnya dalam Serikat pada 2 Februari 1965 di hadapan Pater Jon ckbloed t, S.J, di Girisonta.

Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya

 

Socius Magister Novisiat

Girisonta

1962-1966

Formasi para Bruder

Girisonta

1962-1966

Pastor Kepala Paroki SS Petrus-Paulus

Mangga Besar, Jkt.

1966-1968

Pastor Kepala Paroki St Alfonsus, Pademangan

Jakarta

1968-1973

Direktur STM Perk. Strada

Jakarta

1968-1974

Pastor Kepala Paroki Katedral

Jakarta

1974-1976

Anggota Concilium Pastorale

 

1975

Direktur Nasional Kerasulan Doa & Penanggung

  

Jawab Majalah UTUSAN

 

1975-1980

Sekretaris Keuskupan Agt.mg Jakar ta

Jakarta

1976-1982

Superior Nostrorum Jakarta

Jakarta

1977-1984

Ekonom Keuskupan Agung Jakar ta

Jakarta

1984-1991

Pem:bimbing Rohani Kolese St Ignatius (Kolsani)

Yogyakarta

1991-2000

Dewan Pembina PenPer Kanisius

Yogyakarta

1994

Sekretaris Yayasan Karya Bakti Surakarta

Surakarta

1996-2009

Anggota.Bad an Pengurus Yayasan Kanisius

 

1996

Ekonom Kolese St Ignatius (Kolsani)

Yogyakarta

2003

Bendahara Badan Pengurus Yayasan Kar ya ATMI

Cika.rang

2003

Bendahara Uinum Yayasan Sanata Dharma

Yogyakarta

1993-2014

Adm <; mitor Rektor Kolese St Johanes de Britto

Yogyakarta

2005

 

Pendoa bagi Gereja dan Serikat

Girisonta

2018-wafatnya

Romo Henk sungguh terlibat dalam setiap karya yang dipercayakan kepadanya. Formasi yang wajar sebagai Jesuit telah membentuknya menjadi pribadi yang ekstraordiner dalam hal ketekunan, ketelitian, efisiensi, efektivitas, dan kemampuan m n jaga nusdauer at au daya tahannya.  Ketelitiannya   di  bidang  keuangan  dikagumi  banyak  orang.  Ia  pun   dikenal gigih menggaiang dana bagi banyak proyek pembangunan ged1.mg dan prasarana kerasul.an. Ia juga dikenal pebagai seorang pembimbing rohani dan bapa pengakuan yang sabar mendengarkan mereka   yang   datang   kepadanya.  Ia  menyediakan   waktu,   perhatian   dan   energinya untuk. dtenyadari dan menemukan Allah yang menyatakan keinginan dan kellendak-Nya dalam diri niereka yang dibimbingnya.. Dalam teladan kesederhanaan, kerendallan hati dan kesabarannya untukmendengarkan, seluruh Provinsi Indonesia, bersama-sama dengan setiap orang dan karya yang merasakan keterlibatan Rm. Henk, patut bersyukur atas rahmat Tuhan yang disalurkan dal.am diri Rm. Henk. : · . Romo Henk, selamat beristirahat dalam damai di rumah Bapa Abadi.

Pada hari Rabu, 6 Maret 2019, pukul 12.54 WIB, telah dipanggil Tuhan di RS St. Elisabeth, Semarang: BRUDER PHILIPPUS SATIDJA MULYOHARJONO, S.J. dalam usia 94 tahun.

 Bruder Mulyoharjono, atau lebih akrab disapa Bruder Mul, lahir di Bekang Panggang, Ganjuran pada 1 Mei 1925, dari pasangan petani (Alm) Bapak dan (Alm) Thu Sapawira. Bruder Mui menempuh pendidikan dasar Sekolah Rakyat (SR) Schakelschool di Ganjuran (1941-1944).

Pada usia 25 tahun ia masuk Novisiat Serikat Jesus di Novisiat St Stanislaus, Girisonta pada 7 September 1950; dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1952 di Novisiat Girisonta, Ungaran. Setelah mengucapkan kaul, Bruder Mul ditugaskan bekerja di Girisonta (1952-1956). Selanjutnya Bruder Mul menerima penugasan di Seminari Menengah Mertoyudan (1956) selama satu tahun, lalu tiga tahun di Seminari Tinggi St Paulus, Kentungan (1957-1960).

Tahap tersiat dijalani Bruder Mul di Girisonta (1960-1961). Ia mengucapkan kaul terakhirnya dalam Serikat pada 15 Agustus 1961 di Girisonta.

 

Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya

Kerumahtanggaan Komunitas Novisiat

Girisonta

1960-1968

Kerumahtanggaan Pastoran Tangerang dan Marfati

Tangerang

1968-1981

Karya sosial dan pastoral Paroki Bongsari

Semarang

1981-1986

Perkebunan KPTT

Salatiga

1986-2006

Pendoa bagi Gereja dan Serikat Jesus

Girisonta

2006-wafatnya

Rasanya, tidak ada hal yang membuat Bruder Mul merasa resah dalam hidupnya. Sebab, rupanya ada tiga hal sederhana yang membuatnya tetap kelihatan bugar dan sehat pada masa senja hidupnya: motor BMW R 56-nya, rokok yang selalu mengepulkan asap, dan ketawanya yang renyah. Bruder Mul, terima kasih atas kehadiran Bruder di antara kami semasa hidup. Sugeng tindak untuk menikmati istirahat yang damai di pangkuan Bapa Abadi. Doakan kami yang masih berziarah di bumi ini.

Pada hari ini Minggu, 10 Februari 2019 pukul 09.00 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta: BRUDER ROMUALDUS PRIYARSA, S.J. dalam usia 73 tahun.

Bruder Priyarsa lahir di Wates, Kulon Progo pada 6 Juni 1946 dari pasangan (Alm) Bapak Yanuarius Suyadi Martosisworo dan (Alm) Ibu Robertha Godeliva Sutijah Martosisworo. Bruder Priyarsa menempuh pendidikan dasar hingga SMA (1953-1967) di Wates sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam Serikat Jesus Provinsi Indonesia.

Lebih kurang setahun setelah lulus SMA, Priyarsa muda merasa tertarik dan terpanggil untuk menjadi rohaniwan. Rupanya benih panggilannya semakin subur sehingga ia melamar menjadi bruder Serikat Jesus. Setelah melalui serangkaian test dan dinyatakan diterima, Br  Priyarsa memulai formasinya sebagai novis bruder di Novisiat St. Stanislaus, Girisonta pada pada 7 Desember 1968. Setelah selesai menempuh formasi Novisiat dan mengucapkan kaul pertama di Gereja St. Stanislaus pada 6 Januari 1970, ia menjalani tahun yuniorat di Kolese Stanislaus (1970-1971). Seusai menjalani formasi yuniorat, ia langsung ditugaskan belajar akuntansi di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (1971-1975). Setelah menyelesaikan studi di Sanata Dharma, Br. Priyarsa bertugas di SMA Kolese Loyola, Semarang sebagai Asisten Ekonom (1975-1982).

Bruder Priyarsa menempuh formasi Tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta, bulan Januari 1979 hingga Juli 1979 di bawah bimbingan Pater Soenarja, S.J. Tersiat mengantarnya untuk mengucapkan kaul akhir dalam Serikat di Gereja St. Yusup, Ambarawa pada 15 Agustus 1981 di hadapan Pater J. Darmaatmadja, S.J., Provinsial kala itu.

Bruder Priyarsa menghayati panggilannya sebagai bruder dengan setia melalui ketekunannya penugasannya di berbagai karya dan komunitas. Tugas pertamanya ialah selama 14 tahun (1982-1996), ia ditugaskan menjadi Ekonom Komunitas Kolese Hermanum, Jakarta. Tugas terakhir beliau ialah Minister Kolese Kanisius, Jakarta mulai 2013 sampai meninggalnya. Br. Pri berniat mengikuti pertemuan para bruder di Bandungan pada 19 Januari 2019, namun kondisi kesehatannya membuat beliau terpaksa opname di RS. Panti Rapih. Tidak lama setelah kembali ke Jakarta, Br. Pri kembali opname di RS St. Carolus, Jakarta sampai dengan meninggalnya.

 

Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya

Ekonom       Komunitas                     Kolese

Hermanum

Jakarta

1982-1996

Minister Komunitas Kolese Kanisius

dan Ekonom Yayasan Budi Siswa

Jakarta

1996-1997

Asisten   Direktur   Rumah               Retret

Panti Semedi

Klaten

1997-2002

Asisten Pastoral Paroki Sukorejo,

khususnya di Stasi Bejen, Ngaliyan, & Temanggung

Sukorejo

2002-2006

Minister ATMI Cikarang

Cikarang

2006-2012

Asisten Direktur KPTT

Salatiga

2012-2013

Minister Komunitas Kolese Kanisius

Jakarta

2013-2019

 Bruder Priyarsa, selamat beristirahat dalam damai di pangkuan Bapa Abadi. Doakan kami untuk bisa menekuni dengan setia hidup panggilan dan ziarah di bumi ini.

Pada hari Senin, 4 Februari 2019, pukul 15.40 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta: PATER NICOLAUS DUMAIS, S.J. dalam usia 81 tahun. Pater Nicolas Dumais kelahiran 5 Desember 1938 di Jakarta di Yogyakarta, adalah anak dari pasangan almarhum Bapak Alfred Dumais dan Almarhumah Ibu Elize Henriette  van Slooten. Beliau belajar di Kolese Kanisius tahun 1950 – 1951 sebelum meneruskan ke SMP Strada dari tahun 1951 – 1953 dan akhirnya masuk Seminari Rendah di Jakarta dari 1952 - 1953. Setelah menyelesaikan pendidikan Seminari Rendah di Jakarta, beliau melanjutkan ke Seminari Menengah Mertoyudan dari 1953 – 1956.

Pater Dumais masuk Novisiat SJ di Girisonta pada 7 September 1956; mengucapkan kaul pertama pada 8September 1958, dan dilanjutkan tahun juniorat di Girisonta tahun 1958 – 1960. Studi filsafat ditempuhnya di Poona, India (1960-1963). Usai studi filsafat Frater Nico ditugaskan belajar Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma (1963-1965). Setelah menyelesaikan tugas studi, Frater Nico menjadi moderator di Kolese Loyola (1965 – 1967).

Tiga tahun berikutnya (1967-1970) Frater Nico belajar teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta. Ia ditahbiskan diakon pada 2 September 1969 dan imam pada 18 Desember 1969, keduanya di Yogyakarta, oleh Justinus Kardinal Darmoyuwono, Uskup Agung Semarang.

Pater Nico menjalani formasi tersiatnya di Girisonta mulai 19 Juni – 19 Desember 1976 di bawah bimbingan P A. Soenarja, S.J. dan mengucapkan kaul akhir di Kapel St. Ignatius Loyola, Kolese Loyola, Semarang di hadapan P P. Suradibrata, S.J. dengan gradus Coadjutor Spiritualis.

Setelah tahbisan dan selesai teologi, tugas pertamanya ialah menjadi guru Bahasa Inggris di SMA Kolese Loyola (1971 – 1975), lalu menjadi wakil kepala sekolah (1976 – 1983) dan kemudian menjalani sabatikal di Faber House, Chicago, Amerika Serikat (1983 – 1984).  Setelah sabatikal, beliau menjadi kepala sekolah SMA Kolese Kanisius (1985 – 1988), Pater Unit Pulo Mas, Kolese Hermanum Jakarta (1988 – 1993), Pater Unit Rawasari, Kolese Hermanum dan dosen bahasa Inggris di STF Driyarkara (1994 – 1999). Dari Kolese Hermanum, Pater Nico kemudian ditugaskan sebagai pastor mahasiswa di Wisma SJ Depok (1999 – 2013), pastor rekan dan tugas pastoral care di Paroki Ekspatriat (1999 – 2018). Per 3 Januari 2019, Pater Nico Dumasi mendapatkan SK baru untuk berdoa bagi Serikat Yesus di Wisma Emmaus, Girisonta. Namun sebelum beliau sempat menempati tempat yang baru di Girisonta, beliau beberapa kali masuk rumah sakit dan akhirnya dipanggila Tuhan.

Riwayat tugas Pater Nicolaus Dumais, S.J. setelah Tahbisan

Guru Bahasa Inggris SMA Kolese

Loyola Tersiat

Semarang

 

Girisonta, Ungaran

1971-1975

 

1976

Wakil Kepala Sekolah SMA Kolese

Loyola

Semarang

1976-1983

Sabatikal

Chicago, USA

1983-1984

Kepala Sekolah SMA Kanisius

Jakarta

1985-1988

Pater Unit Pulo Nangka

Jakarta

1988-1993

Pater Unit Rawasari

Jakarta

1993-1999

Dosen Bahasa Inggris STF Driyakara

Jakarta

1993-1999

Pastor Mahasiswa Wisma SJ Depok

Depok

1999-2013

Pastor Rekan dan Pastoral Care Paroki

Ekspatriat

Jakarta

2013-2018

Pendoa bagi Serikat Yesus

Girisonta

2019-wafat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *