capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

Menjadi Pewarta Injil yang Berkualitas

Date

“Ada 6 kualitas tertentu yang harus dipenuhi oleh mereka yang layak ditahbiskan sebagai diakon dan imam (nantinya): integritas pribadi-manusiawi, spiritualitas-kerohanian, intelektualitas, pastoral, hidup berkomunitas, dan kesehatan fisik-mental. Semua itu harus diperjuangkan terus menerus agar dapat menjadi pewarta Kabar Sukacita yang efektif bagi banyak orang yang dilayani. Ini tantangan bagi Anda semua seumur hidup sembari terus mengingat bahwa Allahlah yang memilih Anda, bukan sebaliknya.”

Itulah pesan penting yang disampaikan Bapak Uskup Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang dalam Ekaristi Tahbisan Diakon di Kapel Seminari Tinggi St Paulus Kentungan, Yogyakarta pada Kamis, 25 Januari 2024. Dalam kesempatan ini ada 16 frater dari pelbagai macam keuskupan dan kongregasi yang ditahbiskan sebagai diakon oleh Bapak Uskup Rubiyatmoko. Di antara mereka terdapat 4 skolastik Serikat Jesus Provinsi Indonesia, yakni Diakon (DD) Andreas Aryono Mantiri, S.J., Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, S.J., Tiro Angelo Daenuwy, S.J., dan Vincentius Doni Erlangga Satriawan, S.J. Turut serta sebagai konselebran dalam Ekaristi tersebut, Pater Cyprianus Kuntoro Adi, S.J. sebagai Rektor (Superior Lokal) Kolese St. Ignatius (Kolsani) Yogyakarta, Rumah Teologat Provinsi Indonesia.

Para diakon tertahbis ini kemudian mendapat perutusan untuk melanjutkan tugas yang saat ini sedang mereka kerjakan. Diakon Andre melanjutkan studi S2 Manajemen di Universitas Atma Jaya Jakarta sembari menjadi pendamping para frater filosofan di Unit Johar Baru, Kolese Hermanum Jakarta. Diakon Doni melanjutkan studi S2 Teknik di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sementara itu, Diakon Tiro dan Diakon Bagas melanjutkan studi S2 Teologi dan Licensiat di Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma.

Setelah Ekaristi, para diakon bersama keluarga serta tamu undangan menuju ke Kolsani untuk makan siang bersama dalam suasana keakraban dan kesederhanaan. Sesuai dengan agenda Provinsi Indonesia, tahbisan imamat akan dilaksanakan pada 31 Juli 2024 bertepatan dengan Hari Raya St. Ignatius Loyola.

Kontributor: Sch. Amadea Prajna Putra Mahardika, S.J.

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top