capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

Lima Santo Santa, Satu Pesta

Date

Peringatan 400 Tahun Kanonisasi Lima Orang Kudus

Lima ratus tahun yang lalu, Tuhan mengubah hidup Ignatius dari Loyola (1491-1556) dengan cedera kaki. Cedera itu akhirnya membuat Ignatius mengabdikan dirinya untuk melayani Paus dan Gereja Universal, serta mendirikan Serikat Jesus bersama para sahabat perdananya. Karena cedera kaki, Ignatius berjalan pincang saat pertama tiba di Roma. Ia pergi ke Roma karena keinginan yang sangat besar untuk meneladan Yesus. Siapa yang menyangka bahwa peziarah berkaki pincang ini kemudian dikanonisasi oleh Paus Gregorius XV di Basilika Santo Petrus kurang lebih satu abad kemudian, tepatnya pada 12 Maret 1622. 

Sabtu, 12 Maret 2022, menjelang tahun kesembilan masa pontifikalnya, Paus Fransiskus hadir di Gereja Gesu-Roma untuk merayakan pesta kanonisasi ini. Dengan berjalan tertatih tetapi dengan rasa cinta yang besar bagi Gereja -ini mengingatkan kita pada sosok Ignatius- Bapa Suci menghadiri perayaan ini dengan penuh cinta dan semangat.

Dalam peringatan tersebut, Bapa Suci tidak hanya hadir karena memperingati Santo Ignatius Loyola. Selain Santo Ignatius, ada juga Santo Fransiskus Xaverius (1506-1552), misionaris dan salah satu Jesuit perdana; Teresa dari Yesus atau kita kenal juga sebagai Teresa dari Avilla (1515-1582), seorang mistikus dan biarawati pendiri Ordo Suster, Imam dan Bruder Karmel Tak Berkasut; Santo Isidorus (1079-1172), petani yang menjadi pelindung para penggarap tanah dan pelindung Kota Madrid; dan Santo Philipus Neri (1515-1595), imam Italia dan pendiri Kongregasi Oratorian. “Empat orang Spanyol dan seorang santo,” demikian orang Italia berkelakar. Itu adalah kanonisasi kolektif pertama dalam sejarah. Maka, Bapa Suci datang untuk berdoa bersama para Jesuit, Oratorian, Karmelit, perwakilan dari keuskupan Madrid, serta banyak umat awam dari seluruh dunia. Mereka hadir dan ribuan lainnya mengikuti siaran tersebut. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Jenderal Arturo Sosa.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Jenderal Arturo Sosa, S.J.
Dokumentasi : Chiesa del Ges – Arsip Jesuit Global

Dalam homilinya, Bapa Suci menekankan bahwa jejak agung orang-orang kudus ini, yang telah melampaui waktu berabad-abad, kebangsaan, dan pribadi-pribadi, adalah pertama dan terutama melulu karena prakarsa dari Tuhan. Dan prakarsa itu, sebagaimana diingat Bapa Suci saat ia mengkontemplasikan Injil Transfigurasi di mana “Yesus membawa serta Petrus, Yakobus, dan Yohanes,” adalah panggilan yang berakar dalam komunitas. Dalam menghadapi godaan individualisme, klerikalisme, kekakuan dan ideologi yang memecah belah … orang-orang kudus ini mampu menjadi “pilar persekutuan.”

Ignatius menjadi contoh dari persekutuan melalui discernment serta cintanya terhadap Gereja, dan Latihan Rohani menjadi hadiah bagi kita semua saat ini. Dengan penuh keberanian, Santa Teresa berupaya mendaki tempat tinggi dimana bumi dan langit bertemu, yaitu tempat manusia “bertatap muka” dengan Tuhan. Bapa Suci juga mengenang Santo Fransiskus Xaverius yang mengabarkan Injil ke sudut-sudut dunia dan bangsa yang tidak dibayangkan sebelumnya. Di tengah realitas yang hancur oleh perang, ketidakadilan, dan kejahatan lainnya, Bapa Suci menyerukan doa yang tidak berpaling dari belukar dunia melainkan mengubahnya sebagaimana yang dilakukan Santo Philipus Neri yang setia merawat anak jalanan atau Santo Isidorus yang tekun mengolah ladang.

Paus Fransiskus berdoa di depan makam Pater Jendral Pedro Arrupe, S.J.
Dokumentasi : Chiesa del Ges – Arsip Jesuit Global

Perayaan ini juga dilakukan untuk menandai momen-momen penting lainnya. Kita dibuat takjub mendengar nyanyian Mazmur tanggapan “Kasihanilah aku, jawablah aku,” yang dibawakan oleh seorang perempuan muda Ukraina. Kita tergerak oleh doa di makam Ignatius dan di hadapan relikwi empat santo lainnya; oleh persembahan yang dibuat para pengungsi di Centro Astalli, Roma kepada Bapa Suci; oleh paduan suara Collegio del Gesu yang luar biasa; dan oleh kasih sayang dan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus. Sebagai Gembala Universal Gereja, Bapa Suci menampilkan dirinya sebagai putra rohani Serikat pada peringatan dua sahabat besarnya tanpa melupakan yang ketiga, Petrus Faber, yang ia kanonisasi pada September 2013 lalu.

Diterjemahkan oleh Herman Wahyaka dari artikel berbahasa Inggris “FIVE SAINTS AND ONE FEAST – 400th Anniversary of five canonisations” https://www.jesuits.global/2022/03/14/five-saints-and-one-feast/

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *