Pilgrims on Christ’s Mission

Author name: Komunikator Serikat Jesus

Pelayanan Gereja

Gereja St. Theresia, Jakarta berbagi Makan Siang

Pater Provinsial Serikat Jesus dalam suratnya mengajak kita mendukung berbagai inisiatif yang muncul untuk menanggulangi bencana ini. Kita patut menghargai dan mendukung inisiatif dari berbagai karya yang berupaya mewujudkan solidaritas dalam krisis ini. Paroki Teresia, Jakarta juga terlibat memberikan makan siang kepada para sopir-sopir Ojol yang lewat di samping Gereja. Mereka sangat gembira melaksanakan solidaritas ini karena banyak masyarakat yang terdampak Covid tidak bisa menjalankan rutinitas pekerjaannya seperti biasa.

Pelayanan Gereja

Paroki Gedangan berbagi Makan Siang

Pater Provinsial Serikat Jesus dalam suratnya mengajak kita mendukung berbagai inisiatif yang muncul untuk menanggulangi bencana ini. Kita patut menghargai dan mendukung inisiatif dari berbagai karya yang berupaya mewujudkan solidaritas dalam krisis ini. Paroki Gedangan juga ikut terlibat berbagi makan siang dan masker untuk warga-warga yang membutuhkan. Mereka membagikan makan siang kepada sopir ojol, tukang sampah, dan lainnya.

Pelayanan Gereja

Video Kegiatan Solidaritas dan Bela Rasa dari Paroki Bongsari

Pater Provinsial Serikat Jesus dalam suratnya mengajak kita mendukung berbagai inisiatif yang muncul untuk menanggulangi bencana ini. Kita patut menghargai dan mendukung inisiatif dari berbagai karya yang berupaya mewujudkan solidaritas dalam krisis ini. Paroki Bongsari juga selalu setia bersolidaritas untuk warga yang terdampak Covid-19 bersama kelompok Gusdurian. Mereka kali ini berbagi nasi bungkus untuk makan siang.

Pelayanan Gereja

Video Kegiatan Solidaritas dan Bela Rasa dari Paroki Tangerang

Selama pandemi Covid-19 ini, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Tangerang menjalankan aksi solidaritas untuk warga paroki dan juga warga lainnya di sekitar gereja. Sumbangan dari paroki ini disiapkan oleh PSE yang ditujukan untuk keluarga-keluarga yang terdampak oleh Covid-19 untuk sedikit membantu meringankan beban keluarga di masa pandemi ini.Rm Teguh Santosa juga begitu bersemangat dengan aksi ini dan ia sendiri mengajak seluruh umat untuk terlibat dalam aksi ini karena keterlibatan tersebut juga merupakan wujud iman. Beliau mengatakan, “Makin beriman, makin bersaudara, makin berbela rasa.”

Pengumuman A24

Pengumuman Solisitasi 2020

PENGUMUMAN SOLISITASI SERIKAT JESUS   Tahun 2020 ini, Pater Provinsial Serikat Jesus, setelah mendengarkan para examinator, memutuskan sementara ini untuk menerima sebelas orang novis dan dua orang pra novis. Satu orang masih akan diputuskan setelah seluruh proses solisitasi selesai dilakukan. Mereka adalah: Seminari Menengah Petrus Kanisius Mertoyudan1.      Yohanes Deo Yudistiro Utomo                      2.      Henrikus Harkrismoyo Vianney                    3.      Beda Holy Septianno                                        4.      Feliks Erasmus Arga                                        5.      Sirilus Maximilian Maloring                           6.      Sirilus Hari Prasetyo                                          7.      Alexander Claudio Constantin Betekeneng   8.      Agustinus Andreas Faja Febrianto Manalu    Promosi Panggilan9.      Petrus Guntur Supradana                                10.    Alexander Michael Tjahjadi11.    Johanes Chaesario Octavianus Pra-Novis1.    Yohanes Adrian Biku Pia2.    Yohanes Thadeus Goo PENGUMUMAN A24

Pengumuman A24

Pengumuman Kaul Akhir – April 2020

Dalam surat tertanggal 21 April 2020, Pater Jenderal Arturo Sosa, S.J. mengeluarkan dekrit yang memutuskan untuk meminta saudara-saudara kita di bawah ini untuk kaul akhir dalam Serikat Jesus. Mereka adalah:   Stefanus Bagus Aris Rudiyanto, SJ Ignatius Windar Santoso, SJ  Kita mengucapkan Proficiat untuk ke-dua saudara kita ini dan membawa mereka dalam doa-doa kita.  Tempat dan tanggal pengucapan kaul akhir akan diumumkan menyusul.  Bambang A. Sipayung, SJ PENGUMUMAN A24

Pelayanan Spiritualitas

Doa kepada St. Aloysius Gonzaga pada Wabah – St. Pelindung saat Wabah

St. Aloysius Gonzaga, Engkau dengan penuh semangat memperhatikan saudara dan saudari yang menderita dalam Kristus, di tengah-tengah wabah yang menakutkan. Engkau gigih meminta izin untuk merawat yang sakit meskipun sadar akan bahaya dan risikonya bagi kesehatanmu. Engkau tentu merasakan ketidaksukaan terhadap realitas yang tidak menyenangkan saat melihat penyakit yang berada di sekitarmu. Namun, dengan sepenuh hati engkau menceburkan dirimu dalam tugas untuk merawat mereka yang sakit dan menderita. Kami berdoa dengan perantaraanmu yang bagi semua orang yang terpapar wabah ini. Semoga Tuhan membawa kesembuhan bagi yang sakit, kebijaksanaan dan kekuatan bagi para tenaga medis, kebijaksanaan bagi para pemimpin kami, dan kasih bagi semua orang dan harapan bagi orang yang semangatnya patah. St Aloysius Gonzaga, doakanlah kami.Bapa kami ….Salam Maria…Kemulian …..

Pelayanan Spiritualitas

EKSAMEN IGNATIAN DALAM MASA PANDEMI COVID-19

Mari kita luangkan waktu sejenak untuk examen di masa pandemi Covid-19 ini. Ambil napas dalam-dalam. Rasakanlah kenyamanannya. Seperti batu yang mengendap di dasar danau setelah dilemparkan, biarkan diri kita tenang dan menetap. Sadari segala perasaan kita saat ini. Jika merasa sulit merasakan ketenangan, terimalah itu. Jika merasa frustrasi atau tertekan, terimalah juga itu.  Tuhan ingin hadir dalam semua bagian kehidupan kita, termasuk saat-saat sulit ini, bukan hanya saat-saat yang mudah dan nyaman. Mohonlah rahmat kepada Tuhan kesadaran dan penghiburan. Kesadaran atau penghiburan mungkin datang kepada kita dalam bentuk perasaan, namun kadang, hal itu juga datang dari lubuk hati kita yang paling dalam yang akan membentuk jati diri kita. Kita renungkan betapa COVID-19 ini berdampak pada hidup kita, walaupun kita tidak terinfeksi. Tidak hanya kita sendiri, tapi juga orangtua, teman, pekerjaan, orang-orang yang dekat dengan kita. Mereka dan aku juga menderita karena pandemi ini. Banyak orang membatalkan acara-acara mereka dan kita bayangkan berapa kerugian yang mereka alami dan juga orang-orang yang bekerja dibaliknya. Namun, rasa syukur tetap kita teguhkan karena kita masih hidup dan ini berkat sikap social and physical distancing.   Pandemi yang sedang kita hadapi ini menunjukkan kepada kita bahwa kita ingin berjalan bersama. Tidak ada perbedaan usia, ras, agama atau status sosial di dalam satu perjuangan melawan Covid ini. Kita semua prihatin, maka kita saling membantu untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan. Kita sadari semua orang di dunia ini saling bahu membahu. Kita bayangkan mereka yang menolong di rumah sakit, mereka yang menjadi aktivis kemanusiaan lewat berbagi sembako, masker dan makan siang, serta mereka yang hanya dirumah aja, yang work from home dan learn from home. Kita masing-masing mencari cara untuk membantu, mulai dengan menyingkirkan urusan pribadi kita, dan kemudian mengambil langkah-langkah dan pengorbanan-pengorbanan yang membuat kita tetap berkontribusi atau bersolidaritas demi kebaikan semua. Sedapat mungkin, bayangkan wajah orang-orang yang membantu kita saat ini, yang membuat kita bisa aman dan sehat di masa pandemi ini. Inilah relasi mendalam yang dari Tuhan, keterhubungan yang saling membangun budaya positif. Kita rasakan rasa syukur kita atas peranan Allah dalam kesehatan kita hingga saat ini? Kita syukuri dan ucapkan terima kasih kepada-Nya. Kita tidak tahu seberapa panjang jalan ini terbentang atau apa yang akan terjadi setelahnya. Maka, marilah kita, dalam satu persaudaraan, memohon terang untuk arah jalan kita ke depan dan juga rahmat agar kita mampu menjalankannya dalam satu solidaritas dengan seluruh bangsa manusia dan juga bersama bumi, tempat kita hidup ini. Semoga Tuhan memberkati kita dan menjaga kita selama menjelajahi bersama perjalanan ini. Bapa kami…