Pilgrims on Christ’s Mission

Menempa Pemimpin Ignatian

Date

LKI 2026 SMA YPPK Adhi Luhur Kolese Le Cocq d’Armandville

Dalam upaya menyiapkan kader pemimpin muda yang berintegritas dan berjiwa pelayanan, SMA YPPK Adhi Luhur Kolese Le Cocq d’Armandville kembali menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Ignatian (LKI) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan calon presidium OSIS, sekaligus ruang pembelajaran intensif untuk menumbuhkan kepemimpinan yang reflektif, disiplin, dan peka terhadap sesama.

 

LKI 2026 dilaksanakan selama tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu, 22–24 Januari 2026, bertempat di Gereja Stasi Santo Yosep Samabusa. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh para calon presidium terpilih dengan pendampingan para imam dan guru. Peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teoretis, tetapi juga diajak mengalami secara langsung proses pembentukan karakter melalui latihan, refleksi, dan hidup bersama.

 

Para peserta LKI tiba dilokasi kegiatan. Dokumentasi: Penulis

 

Kepemimpinan Ignatian sebagai Dasar Pembinaan

LKI 2026 disusun berdasarkan semangat kepemimpinan Ignatian yang menekankan kesadaran diri, kebebasan batin, dan keberanian mengambil keputusan demi kebaikan bersama. Peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal posisi, melainkan panggilan untuk melayani dan bertanggung jawab.

 

Melalui sesi pengantar dan latihan, peserta menggali pokok-pokok kepemimpinan Ignatian, termasuk pentingnya refleksi, kepekaan terhadap situasi sekitar, serta kemampuan membedakan mana yang baik dan lebih baik (magis). Proses ini diperkaya dengan latihan konkret agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi sungguh dihidupi.

 

Disiplin adalah Kunci Utama

Salah satu fokus utama LKI 2026 adalah pembentukan disiplin yang berkelanjutan. Peserta dilatih untuk mengelola waktu secara bertanggung jawab, setia pada tugas-tugas kecil, serta berani menerima konsekuensi atas pelanggaran. Latihan ini mencerminkan pemahaman bahwa kepemimpinan sejati dibangun melalui kesetiaan pada hal-hal sederhana.

 

Peserta juga diajak keluar dari zona nyaman melalui latihan yang sengaja dirancang “tidak nyaman.” Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan daya juang, ketangguhan, serta kepekaan terhadap penderitaan orang lain.

 

Para peserta mendengarkan arahan yang disampaikan oleh
Pater Rikhardus Sani Wibowo, S.J. Dokumentasi: Penulis

 

Belajar Mengelola Aturan dan Konflik

Dalam dinamika komunitas sekolah, pemimpin tidak terlepas dari aturan dan konflik. Karena itu, LKI 2026 membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang tata tertib sekolah melalui simulasi kasus. Peserta diajak menyadari bahwa aturan bukan alat pengekangan, melainkan sarana untuk menjaga keteraturan dan keadilan.

 

Selain itu, peserta dilatih untuk mengingatkan teman sebaya dan menengahi konflik dengan pendekatan komunikasi tanpa kekerasan (non-violent communication). Melalui presentasi dan latihan, peserta belajar menyampaikan pendapat, kritik, dan teguran secara tegas namun tetap menghargai martabat sesama.

 

Merancang Kegiatan dan Mengelola Keberagaman

Sebagai calon pemimpin organisasi siswa, peserta juga dibekali keterampilan praktis dalam merancang dan melaksanakan kegiatan. Mereka diajak memahami tahapan perencanaan, mulai dari perumusan ide, penyusunan proposal, hingga pelaksanaan dan evaluasi.

 

Dalam latihan ini, peserta diminta menyusun proposal kegiatan yang realistis, inovatif, kreatif, serta inklusif dengan melibatkan keberagaman suku dan budaya. Pendekatan ini sejalan dengan semangat sekolah sebagai komunitas belajar yang menghargai perbedaan.

 

Mengenali Diri dan Sesama sebagai Dasar Kepemimpinan

Kesadaran diri menjadi bagian penting dalam LKI 2026. Melalui kegiatan outbound, pengisian kuesioner, refleksi pribadi, dan sharing kelompok, peserta diajak mengenali kapasitas diri dan teman secara jujur dan terbuka.

 

Dari proses tersebut, peserta kemudian menentukan pasangan calon ketua dan wakil ketua presidium secara objektif. Tahapan ini diakhiri dengan pemungutan suara untuk memilih tiga pasangan calon yang akan melanjutkan proses kampanye.

 

Proses pendirian tenda para peserta LKI. Dokumentasi: Penulis

 

Menumbuhkan Pemimpin yang Melayani

Melalui Latihan Kepemimpinan Ignatian 2026, SMA YPPK Adhi Luhur Kolese Le Cocq d’Armandville menegaskan komitmennya untuk menciptakan pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki kedalaman rohani, integritas pribadi, kepekaan sosial, serta semangat melayani. LKI menjadi ruang pembelajaran penting untuk menempa karakter agar para siswa mampu memaknai kepemimpinan sebagai panggilan untuk hadir, peduli, dan bertanggung jawab bagi sesama.

 

Merumuskan Visi dan Misi yang Bermakna

Tahap akhir LKI 2026 difokuskan pada perumusan visi dan misi. Peserta diajak berdiskusi dalam tim untuk menyusun visi dan misi yang tidak hanya menarik, tetapi juga berakar pada kebutuhan nyata komunitas sekolah. Proses pendampingan intensif dilakukan agar visi-misi yang dihasilkan mencerminkan semangat pelayanan, keberpihakan pada kebaikan bersama, serta nilai-nilai Ignatian.

 

Ritme Kegiatan yang Seimbang

Seluruh rangkaian LKI 2026 dirancang seimbang antara aktivitas fisik, intelektual, sosial, dan spiritual. Setiap hari diisi dengan olahraga pagi, sesi pelatihan, refleksi harian melalui Examen, doa malam, dan diakhiri dengan istirahat. Kegiatan ditutup dengan perayaan Ekaristi sebagai ungkapan syukur atas seluruh proses.

 

 

 

Kontributor: Reinaldo Rahawarin

More
articles