Yayasan Kanisius Peduli Pada Bencana Banjir Semarang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Hujan deras pada Hari Rabu, 24 Februari 2021 merendam sebagian Kota Semarang. Hujan terus berlangsung kurang lebih selama tiga hari hingga hari Jumat, 26 Februari 2021. Di beberapa titik, jalanan terendam banjir sehingga kendaraan bermotor tidak bisa lalu lalang di atasnya. Ini adalah banjir kedua setelah beberapa minggu sebelumnya banjir juga merendam Kota Semarang. Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa daerah yang rendah dan rawan banjir dengan cepat terendam, juga disebabkan pompa air yang tidak berfungsi optimal pada saat hujan turun dengan derasnya. Beberapa rumah guru, karyawan dan murid-murid Kanisius Cabang Semarang juga terkena banjir. Sebelumnya, pada saat terjadi banjir pada pertengahan Februari, Yayasan Kanisius Cabang Semarang bergerak membantu korban banjir. Sekolah-sekolah Kanisius Cabang Semarang, di Rayon Kota dan Rayon Timur (Kudus, Pati, Juwana, Jepara) turut membantu korban terdampak banjir bahkan juga mendirikan posko bantuan. 

Belum selesai kasus guru, keluarga guru, siswa, keluarga siswa yang terpapar Covid-19 hingga meninggal dunia, bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor datang dan menyasar ke rumah siswa dan guru Kanisius di Kota Semarang pada hari Sabtu, 6 Februari 2021. Bencana banjir ini sampai menewaskan kakak kandung salah satu siswi  SD Kanisius Lamper Tengah, Semarang. Berita duka tersebut beredar di media sosial hingga memunculkan ide di WA grup Rescue Team yang berisi para murid SD Kanisius Kurmosari. Dalam grup WA tersebut, ada seorang murid yang menuliskan pesan, “Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu teman-teman, Bu?”

Pesan singkat ini seolah menampar kami para guru yang mendampingi mereka. Anak kecil ini memiliki empati yang begitu besar hingga ia menawarkan diri untuk membantu sesamanya. Kami tidak berpikir sampai sejauh itu untuk melakukan sesuatu bagi para korban banjir. Kami hanya heran dan sibuk menilai kinerja pemerintah dengan membaca komentar-komentar yang ada di media sosial. Tapi di satu sisi kami juga bangga bahwa nilai Kanisius yaitu peduli, yang kami tanamkan selama ini menumbuhkan  ide dan kepedulian murid disaat bencana banjir Semarang.

Ide murid tersebut kami tindak lanjuti ke kelompok Kepala Sekolah Rayon Kota Semarang dan terbentuk Tim Peduli Korban Bencana. Tim ini dibentuk sebagai aksi cepat tanggap terhadap kebutuhan komunitas Kanisius saat terjadi bencana dan pandemi. Dari proses penggalangan dana dan bantuan yang dilakukan, terkumpul terkumpul paket beras, mie instan, telur, gula, serta bahan untuk kebersihan. Semua bantuan tersebut dibuatkan paket sembako untuk 250-an korban yang terdampak banjir Semarang. Tim ini akan terus bekerja dan akan melebarkan cakupan sasaran yang pada awalnya hanya untuk Kanisius Rayon Kota Semarang menjadi Kanisius Cabang Semarang. Semoga bantuan dana/barang dari donatur dan pemerhati Kanisius terus mengalir.

Kontributor: K. Ika Wardhani S.Psi – Kepala Sekolah SD Kanisius Kurmosari, Semarang