Yayasan Kanisius Cabang Surakarta: Pendidikan Kontekstual Refleksi Berbagi Saat Bencana

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Rasa duka mendalam  terjadi saat bencana Siklon Tropis Seroja yang membuat banjir bandang melanda daerah Nusa Tenggara Timur hari Minggu, 4 April 2021. Kepedulian atas peristiwa ini datang dari berbagai pihak yang memberikan bantuan secara moral maupun material. Doa, ungkapan bela rasa, dan bantuan yang lain menjadi wujud rasa persaudaraan pada saudara-saudari yang baru terkena musibah.

Menarasikan Konteks Bencana

Yayasan Kanisius Cabang Surakarta melalui ajakan Kepala Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, Romo Joseph M.M.T. Situmorang, S.J. mengajak komunitas sekolah baik guru, karyawan, maupun siswa ikut peduli membantu saudara-saudari di NTT yang sedang mengalami musibah dengan doa dan dana. Tidak menjadi soal berapa dana yang diperoleh namun yang penting kerelaan membantu secara ikhlas dan sukarela. Dana disalurkan melalui Yayasan KARINAKAS Keuskupan Agung Semarang.

Dalam konteks pendidikan, Romo Joseph mengajak 40 sekolah yang ada di Yayasan Kanisius Cabang Surakarta selain membangun rasa solidaritas juga mengedukasi para siswa tentang badai (siklon) Seroja yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di NTT. Edukasi dilakukan agar para siswa mengetahui penyebab, proses terjadinya badai, gejala yang perlu diamati, dampak yang terjadi serta meminimalisasi dampak resiko bencana di masa depan.. Edukasi yang bisa dilakukan para guru pada siswa dapat dilakukan dengan mencari referensi dari sarana-sarana internet (Google, Youtube dll). Edukasi dapat dilakukan secara kreatif dan disesuaikan dengan situasi, kondisi dan daya tangkap para siswa. Yayasan berharap dengan belajar dari bencana ini, insan Kanisius dapat mengembangkan pengetahuan (kognitif), hati (afektif), dan tergerak memiliki solidaritas untuk mengulurkan tangan membantu dana bagi yang sedang terkena bencana (konasi/psikomotorik). Konteks, refleksi, dan aksi yang dilakukan merupakan pendidikan kontekstual dan komprehensif seturut Paradigma Pedagogi Reflektif ( PPR). 

Edukasi bencana: Refleksi dan Aksi

Edukasi pendidikan kontekstual saat bencana menjadi bagian keterlibatan guru mendidik para siswa masuk ke dalam “laboratorium masyarakat.” Guru mendidik para siswa untuk membiasakan mengamati, berempati, beraksi dan ikut merasakan bela rasa dalam menyikapi adanya bencana. Dalam pendidikan refleksi ini, sangat penting campur tangan orang tua untuk mendampingi dan menjadi pembimbing sikap empati anak agar di tengah pandemi anak ikut merasakan derita yang dialami saudara-saudari yang lain.  Pendidikan reflektif menjadi bagian pembentukan karakter para siswa agar memahami situasi yang dialami oleh orang lain di tengah hidup masyarakat. 

Menanggapi sekolah-sekolah Kanisius memberikan pendidikan kebencanaan dengan mengembangkan literasi bencana berupa berita-berita dari media online, tayangan televisi, portal-portal berita, dan pemberian tugas bagi siswa yang bertujuan memberikan pemahaman pentingnya mengetahui sebab terjadinya badai Seroja, dampak, dan sikap kehati-hatian jika terjadi bencana serupa. Informasi dan penjelasan  dari BMKG yang ditayangkan televisi juga menjadi bahan edukasi. 

Di sisi lain, untuk membangun solidaritas melalui pengumpulan dana SMK Kanisius dan SD Kanisius Keprabon 2 membagikan video Friends Are Family yang berisi sikap peduli siswa-siswi di suatu kelas yang memberi bantuan temannya yang tidak membawa bekal makan saat istirahat. Video ini sebagai sarana menggugah empati para siswa untuk menyisihkan uang saku yang tidak dikeluarkan karena pembelajaran di rumah atau meminta orang tua untuk membantu berdonasi tanpa melihat nominalnya.

Gerakan bersama sekolah yang melibatkan guru,  siswa, orang tua, komite sekolah, dan pihak-pihak yang peduli pendidikan, serta umat dan masyarakat merupakan bentuk pendidikan kontekstual yang memberikan arti lebih pada edukasi, refleksi, dan berbagi terutama dalam pendidikan para siswa.

Menggalang Dana Lewat Bazar

Salah satu cara yang dilakukan SD Kanisius Wonogiri dalam menanggapi ajakan Yayasan Kanisius Cabang Surakarta dalam penggalangan dana dilakukan dengan cara bazar dan live music. Siswa-siswi yang bisa memainkan keyboard dan alat musik bersama guru, komite sekolah, umat dan masyarakat sekitar bersama-sama menggalang dana dengan gembira dan ikhlas sambil bernyanyi dan membeli aneka makanan dan stand yang disediakan sekolah, orang tua, komite, dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dalam penggalangan dana di SD Kanisius Wonogiri diinformasikan melalui Instagram sebagai bentuk ucapan terima kasih bagi yang sudah berkenan membantu.

Pada akhir pengumpulan dana, 30 April 2021, Yayasan Kanisius Cabang Surakarta berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 39.072.500,00. Dana tersebut ditransfer kepada Yayasan KARINA KAS yang akan disalurkan melalui Jaringan CARITAS untuk NTT. Dana sudah diterima disertai ucapan terima kasih dari pengelola Yayasan KARINA KAS. Semoga pola pendidikan kontekstual reflektif saat berbagi ini menjadi sarana insan pendidikan Kanisius, khususnya para siswa Kanisius, untuk semakin memiliki hati yang peduli. Semoga Kanisius semakin di hati anak-anak Indonesia.

Kontributor: F.X. Juli Pramana – Guru dan Kepala SMK Kanisius Surakarta