Tahbisan Imam 2019

Eight deacons of the Indonesian Jesuit Province were ordained as priests on July 31, 2019, the feast of St. Ignatius Loyola. The new Jesuit priests are Fr Agustinus Wahyu Dwi Anggoro SJ, Fr Benny Beatus Wetty SJ, Fr Bernadus Christian Triyudo Prastowo, Fr Fransiskus Kristino Mari Asisi, Fr Harry Setianto Sunaryo, Fr Hendricus Satya Wening Pambudi, Fr Paulus Prabowo and Fr Rafael Mathando Hinganaday

Pre-Ordination 2019

Pada 31 Agustus 2019, bertepatan dengan pesta St.Ignatius Loyola, kami segenap anggota Serikat Yesus merasa sungguh bahagia karena 8 Diakon Serikat Yesus menerima rahmat Sakramen Imamat dari Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dan menerima perutusan perdana mereka sebagai imam dari Provinsial Provinsi Indonesia Serikat Yesus, Rm. Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Tahbisan Diakon 2019

One of the six deacons responded to the question posed by the Archbishop of Semarang, Msgr. Robertus Rubiyatmoko about the background and meaning of their chosen motto or deaconate ordination on May 8, 2019. Sch. Fransiskus Kristino Mari Asisi (Tino), who did his regency with Jesuit Service Cambodia in 2014 – 2016 said that the motto is reflections of their ups and downs to follow Jesus in their formation. Sch. Paul Prabowo (Paul) added that the motto summed how they focused on the experience of Peter, whom Jesus calls despite his imperfection. It sums up their experiences of being imperfect and yet is called by Jesus to become witnesses of love.

Preferensi Kerasulan Universal

Preferensi Kerasulan Universal adalah buah proses diskresi yang berlangsung selama dua tahun. Semua Yesuit dan rekan dalam perutusan diundang untuk ambil bagian. Preferensi ini memberi cakrawala, titik rujukan bagi seluruh Serikat. Preferensi ini adalah imajinasi yang membangkitkan hasrat-hasrat kita dan yang mempersatukan kita dalam perutusan. Serikat Yesus akan memperhatikan secara khusus preferensi-preferensi ini untuk sepuluh tahun ke depan. Pater Provinsial SJ, Pater Petrus Sunu Hardiyanta, SJ mengundang Anda untuk mendalami dan mengambil tindakan bersama kami. Kami ingin membuat perbedaan seturut Injil.

Tahbisan Diakon 2019

Pada 31 Agustus 2019, bertepatan dengan pesta St.Ignatius Loyola, kami segenap anggota Serikat Yesus merasa sungguh bahagia karena 8 Diakon Serikat Yesus menerima rahmat Sakramen Imamat dari Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dan menerima perutusan perdana mereka sebagai imam dari Provinsial Provinsi Indonesia Serikat Yesus, Rm. Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Tahbisan Diakon 2019

One of the six deacons responded to the question posed by the Archbishop of Semarang, Msgr. Robertus Rubiyatmoko about the background and meaning of their chosen motto or deaconate ordination on May 8, 2019. Sch. Fransiskus Kristino Mari Asisi (Tino), who did his regency with Jesuit Service Cambodia in 2014 – 2016 said that the motto is reflections of their ups and downs to follow Jesus in their formation. Sch. Paul Prabowo (Paul) added that the motto summed how they focused on the experience of Peter, whom Jesus calls despite his imperfection. It sums up their experiences of being imperfect and yet is called by Jesus to become witnesses of love.

Preferensi Kerasulan Universal

Preferensi Kerasulan Universal adalah buah proses diskresi yang berlangsung selama dua tahun. Semua Yesuit dan rekan dalam perutusan diundang untuk ambil bagian. Preferensi ini memberi cakrawala, titik rujukan bagi seluruh Serikat. Preferensi ini adalah imajinasi yang membangkitkan hasrat-hasrat kita dan yang mempersatukan kita dalam perutusan. Serikat Yesus akan memperhatikan secara khusus preferensi-preferensi ini untuk sepuluh tahun ke depan. Pater Provinsial SJ, Pater Petrus Sunu Hardiyanta, SJ mengundang Anda untuk mendalami dan mengambil tindakan bersama kami. Kami ingin membuat perbedaan seturut Injil.

Video Awal Tahun 2019

Serikat Yesus, komunitas yang menyedulur – menyegarkan dan membangun persaudaraan dan persahabatan untuk kehidupan bersama.

Jesuit adalah pendosa yang dipanggil dan siap-sedia diutus ke wilayah tapal batas. Tapal batas yang dimaksud ialah batas-batas yang mengekang kita tidak bebas berbuat sesuatu.

Where we are?

Jesuit adalah pendosa yang dipanggil dan siap-sedia diutus ke wilayah tapal batas. Tapal batas yang dimaksud ialah batas-batas yang mengekang kita tidak bebas berbuat sesuatu.

Di mana saja Jesuit Provindo?