Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan

Date

Tidak pernah terbersit sebelumnya di pikiran kami untuk berdinamika dan berproses bersama di Perkampungan Sosial Pingit, sebuah tempat yang namanya saja terdengar asing untuk kami. Namun, sepertinya memang Tuhan telah menyiapkan rencana yang luar biasa agar kami dapat melayani dan melakukan kegiatan yang bermanfaat di sana.

Berawal dari tugas agama untuk melakukan bakti sosial yang diberikan oleh guru kami, akhirnya kami memulai diskusi untuk menentukan kegiatan apa yang sekiranya dapat kami lakukan sesuai dengan kapasitas kami. Pada awalnya, Pingit bukanlah sasaran pertama kami dalam melakukan kegiatan bakti sosial. Rencana awal yang telah kami sepakati adalah membagikan beberapa paket makanan dan minuman kepada tukang becak, pemulung, pengamen, dan pengemis di pinggir jalan sambil mengitari kota Jogja. Alasannya adalah karena kegiatan ini sederhana dan mudah untuk dilakukan. Namun, salah satu teman kelompok kami merasa bahwa kegiatan itu kurang meninggalkan kesan yang mendalam karena kami hanya berbagi saja tanpa mengetahui lebih dalam tentang kehidupan mereka.

Kami pun akhirnya berdiskusi kembali, memilah dan memilih masukan serta pendapat yang ada, hingga akhirnya memutuskan untuk membuat kegiatan kecil-kecilan di sebuah komunitas anak pinggiran di kota Yogyakarta. Kegiatan ini sangat menarik bagi kami karena kami dapat lebih belajar mengenai kondisi dan kehidupan saudara-saudara kami di luar sana. Banyak sekali pertimbangan dan perdebatan dalam memilih tempat untuk kami melakukan bakti sosial ini. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk memilih Perkampungan Sosial Pingit sebagai tempat kami untuk berdinamika, berproses, dan berbagi.

Setelah menentukan tempat ini, dua teman perwakilan melakukan survei langsung ke Perkampungan Sosial Pingit. Puji Tuhan, niat baik kami disambut baik oleh para frater, ketua RT, dan warga setempat. Setelah itu pun, masih banyak proses yang kami lalui, mulai dari mencari dana, menentukan kegiatan apa yang akan kami lakukan di sana, apa yang bisa kami bagikan kepada mereka, dan lain sebagainya.

Para siswi SMA Stece 1 Yogyakarta bersama para frater dan volunteer PSP.
Dokumentasi: PSP Yogyakarta

Waktu terus berjalan hingga sampailah pada hari di mana kami akan melaksanakan bakti sosial di Perkampungan Sosial Pingit, yakni pada Sabtu, 8 Oktober 2022. Kami berdinamika serta berproses bersama dengan kurang lebih 30 anak SD yang ada di sana. Kami mengadakan lomba kecil-kecilan mulai dari membuat name tag hingga bermain estafet karet agar kegiatan kami dapat lebih menyenangkan. Di akhir acara, kami melakukan sesi foto sebagai kenang-kenangan.

Melihat mereka senang dalam berproses bersama kami, rasanya segala lelah yang kami rasakan menjadi terbayarkan. Kegiatan yang kami lakukan bisa terbilang kegiatan yang sederhana, namun mereka menghargai dan menikmati kesederhanaan itu. Kegiatan ini membuat kami sadar, bahwa setiap orang memiliki situasi yang berbeda-beda. Mereka yang mungkin kurang beruntung, tetapi selalu tersenyum walau tahu bahwa hidup ini berat.

Ketika bertemu dengan mereka, terlintas di benak kami bahwa ada satu hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kehidupan kita menjadi lebih menyenangkan, lebih menggembirakan, bahkan mulia. Hal itu adalah bersyukur.

Apa yang kami lihat pada anak-anak tersebut membuat kami merasa tertampar dan akhirnya tersadar bahwa selama ini pola berpikir kami masih terlalu sempit. Kami menyadari bahwa seringkali kami terus-menerus mengeluh terhadap hidup yang kami jalani dan tidak mensyukuri limpahan berkat Allah. Berproses bersama mereka, akhirnya membuat kami mengubah pola pikir kami tentang bagaimana cara memaknai hidup.

Jadi, jika ditanya pengalaman apa yang paling mengesankan dari kegiatan ini, kami rasa akan sulit untuk menjawabnya. Sebab, melaksanakan kegiatan bakti sosial di Pingit ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami semua. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan momen yang akan selalu kami ingat dan menjadi salah satu kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Kami juga sangat terkesan dengan para frater serta volunteer yang bersedia untuk bekerja sama serta dengan loyal membantu kami dalam mempersiapkan semua rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir acara ini. Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan kami hingga akhir juga memiliki kesan yang luar biasa untuk kami. Atas kerja keras kami dan juga bantuan dari frater, volunteer, warga Pingit, dan tentunya juga dengan campur tangan Tuhan, acara yang kami buat dapat berjalan dengan lancar.

“The most beautiful thing in life is when we are grateful for what we have without any regrets.”

Kontributor: Zora, Lydia, Nathania, Dinda, Vania, Nania, Dela, Karin, dan Filia (Siswi-siswi Kelas XII MIPA 2 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta)

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *