Pilgrims on Christ’s Mission

Sukacita Sejati di Cafe Puna

Date

Memetik Buah Discernment:

Pada hari Kamis, 27 November 2025, komunitas Serikat Jesus (SJ) Pulo Nangka kembali menyelenggarakan acara Cafe Puna. Ruang belajar bersama yang terbuka untuk umum ini berlangsung pukul 19.30–21.00 WIB dan dihadiri secara luring maupun daring oleh umat paroki, kelompok kategorial, serta peserta dari beragam latar belakang usia dan profesi.

 

Pertemuan edisi ini mengangkat tema “The Fruits of Discernment: True Joy in Living God’s Will”, yang diambil dari bagian ketiga buku Discerning the Will of God: An Ignatian Guide to Christian Decision Making karya P. Timothy M. Gallagher, O.M.V. Tema ini sekaligus menutup rangkaian pembahasan buku tersebut, setelah peserta diajak mendalami disposisi dan proses discernment pada dua pertemuan sebelumnya. Melalui tema penutup ini, para peserta diajak untuk melihat bahwa discernment bukan sekadar metode mengambil keputusan, melainkan sebuah cara hidup yang menuntun seseorang untuk semakin selaras dengan kehendak Allah dan mengalami sukacita sejati.

 

Frater Wishal, S.J. menjelaskan pentingnya discernment sebagai landasan dalam mengambil keputusan hidup. (Dokumentasi: Penulis)

 

Sebagai narasumber utama, hadir dua frater dari Komunitas SJ Pulo Nangka, yaitu Frater Wishal, S.J. dan Frater Yuhan, S.J. Dalam pemaparannya, Frater Wishal mengawali dengan menjelaskan pentingnya discernment sebagai landasan dalam mengambil keputusan hidup. Melalui proses ini, seseorang diajak untuk mengenali pilihan-pilihan yang selaras dengan kehendak Tuhan, yang pada gilirannya menumbuhkan kejernihan batin, kedamaian hati, dan pertumbuhan rohani.

 

Merujuk pada tulisan Gallagher, Frater Wishal menjabarkan tiga tanda penting dari discernment yang sejati, yaitu: rasa damai (bukan kesenangan sesaat, melainkan kejernihan batin yang mendalam atau inner clarity), konsolasi, dan rasa terpenuhi atau ditemukan (being found). Ia mengilustrasikannya dengan pengalaman Santo Ignatius Loyola, yang justru menemukan kekosongan dalam imajinasi tentang kejayaan duniawi, sementara refleksi atas hidup para kudus membawanya pada kedamaian dan arah hidup yang baru.

 

Frater Yuhan Felip, S.J. menyampaikan discernment yang merupakan bagian dari hidup sehari-hari yang tak terpisahkan. (Dokumentasi: Penulis)

 

Frater Yuhan Felip, S.J. kemudian melengkapi pemaparan tersebut dengan menekankan bahwa discernment merupakan bagian dari hidup sehari-hari yang tak terpisahkan. Ia menggambarkannya sebagai “rumah” di saat keraguan, batu pijakan untuk sebuah keputusan berharga, dan yang terpenting, sebagai “a way of living”. Pada akhirnya, kebahagiaan sejati akan dicapai karena melalui discernment, seseorang bersatu dengan kehendak Tuhan.

 

Pater Widy, S.J. menanggapi pertanyaan dalam sesi tanya jawab Acara Cafe Puna. (Dokumentasi: Penulis)

 

Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif yang dipandu oleh Pater Guido Chrisna Hidayat, S.J. dan Pater Widyarsono, S.J. Beragam pertanyaan yang mengalir, baik dari peserta luring maupun daring, mencerminkan antusiasme dan ketertarikan yang luas terhadap topik ini. Partisipasi aktif dari peserta muda hingga senior menunjukkan bahwa tema discernment tetap relevan bagi berbagai lapisan usia dan pengalaman rohani.

 

Pater Guido, S.J. menanggapi pertanyaan dalam sesi tanya jawab Acara Cafe Puna. (Dokumentasi: Penulis)

 

Sebagai penutup acara, para peserta diajak untuk hening sejenak merefleksikan gerak batin yang muncul selama sesi berlangsung. Suasana kemudian berlanjut menjadi obrolan ringan dan hangat sembari menikmati hidangan kecil di ruang makan. Melalui Cafe Puna, komunitas SJ Pulo Nangka terus berupaya menghadirkan ruang yang edukatif, reflektif, dan inspiratif, sekaligus membangun jejaring yang lebih luas dengan akademisi, umat beriman, dan masyarakat umum.

 

Kontributor: Sch. Sirilus Hari Prasetyo, S.J. – Humas Cafe Puna

More
articles