Pilgrims on Christ’s Mission

Selamat Jalan Pater Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, S.J.

Date

Pada hari Minggu, 28 Desember 2025, pukul 20.43 WIB, telah dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Carolus, Jakarta: 

PATER FRANCISCUS XAVERIUS MUDJI SUTRISNO, S.J. 

dalam usia 71 tahun 

 

anggota Komunitas Kolese Santo Petrus Kanisius, Jakarta. Pater Mudji adalah seorang Jesuit yang banyak berkiprah dalam karya pendidikan tinggi, terutama sebagai pengajar filsafat kebudayaan di STF Driyarkara, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Seni Indonesia, Surakarta. Lahir di Surakarta, 12 Agustus 1954, Pater Mudji adalah putera dari pasangan suami-istri Bapak Marcellianus Mudji Tjitroaditenaja dan Ibu Antonia Kasijem Tjitroaditenaja. Ia dibaptis pada 17 Agustus 1954 di Gereja Santo Antonius Padua, Purbayan. Pendidikan dasar ia tempuh di Surakarta (1960-1966) dan kemudian setamat SD, Pater Mudji melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA Seminari Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1967-1972).  

 

Tertarik menjadi Jesuit, ia melamar ke Novisiat Santo Stanislaus, Girisonta dan diterima. Ia memulai formasi novisiat pada 5 Januari 1973 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 1 Januari 1975. Setelah mengucapkan kaul pertama, ia diminta untuk melanjutkan ke jenjang formasi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1975-1976). 

 

Selesai formasi filsafat, Pater Mudji menjalani formasi Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai sub-moderator sementara di SMA Seminari Mertoyudan dan kemudian ke Universitas Gregoriana untuk studi khusus bidang filsafat (1976-979). Setelah selesai menjalani studi khusus dan Pater Mudji diutus menjalani formasi teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta (1979-1982).  

 

Dalam masa akhir studi teologi ini, Pater Mudji menerima tahbisan diakon pada 30 Oktober 1982 di  Yogyakarta dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono dan dua bulan kemudian, 30 Desember 1982, ia menerima tahbisan imam, juga dari tangan Bapak Uskup Justinus Kardinal Darmojuwono, di Gereja Santo Antonius Kotabaru–Stadion Kridosono, Yogyakarta.  

 

Setelah ditahbiskan imam, Pater Mudji ditugasi menjadi Vikaris Parokial Paroki Wonogiri (1982-984) dan kemudian diutus menjalani studi khusus program doktorat filsafat di Universitas Gregoriana, Roma (1984-1987). Mulai tahun 1987, Pater Mudji menjadi pengajar filsafat di STF Driyarkara, Jakarta. Pada periode 15 Mei 1987-15 Februari 1988, Pater Mudji menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta di bawah bimbingan Pater Ferdinandus Heselaars, S.J. Dua tahun setelah tersiat, tepatnya pada 31 Juli 1989, di hadapan Provinsial Pater J. Darminta, S.J., Pater Mudji mengucapkan kaul akhir sebagai professed di Gereja Santo Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta. 

 

Pater Mudji dikenal sebagai imam dan budayawan Indonesia yang telah banyak menulis ragam buku dan artikel, terutama yang bertema filsafat kebudayaan. Ia juga beberapa kali dari tahun 2008-2020 terlibat dalam pameran karya lukisan di Bali, Jakarta, Magelang, dan Yogyakarta. Beliau juga kerap tampil di media-media nasional untuk memberikan pandangannya mengenai budaya dan tema-tema ke-Indonesian-an.

 

Pater Mudji meninggal karena sakit. Selanjutnya, misa requiem untuk mengantar kepergian Pater Mudji akan diadakan pada: 

hari, tanggal : Senin, 29 Desember 2025 dan Selasa, 30 Desember 2025 

waktu  : pukul 19.00 WIB 

tempat  : Kapel Kolese Kanisius, Jakarta 

 

 

Jenazah Pater Mudji akan diberangkatkan ke Girisonta pada Selasa malam, 30 Desember 2025, pukul 21.00 WIB. Perayaan Ekaristi sebelum pemakaman akan diadakan pada: 

hari, tanggal  : Rabu, 31 Desember 2025  

waktu  : pukul 10.00 WIB 

tempat  : Gereja St Stanislaus, Girisonta 

 dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta.  

 Seluruh anggota Provinsi dimohon merayakan Ekaristi khusus bagi kedamaian jiwa Pater Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, S.J.

 

More
articles