Pilgrims on Christ’s Mission

The First Jesuit Indonesia Open Golf Tournament

Pada Jumat, 11 September 2026, Jesuit Indonesia resmi menyelenggarakan acara The First Jesuit Indonesia Open Golf Tournament yang digelar di Damai Indah Golf – PIK Course, Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Acara ini merupakan acara perdana yang diselenggarakan Jesuit Indonesia untuk menggalang dana guna mendukung pembinaan Jesuit muda yang saat ini tengah menjalani masa formasi, serta mendukung para Jesuit usia lanjut yang sepanjang hayatnya telah memberikan diri secara utuh dalam pelayanan dan misi Serikat.

Turnamen Golf ini diketuai oleh Pater Effendi Kusuma Sunur, S.J., sebagai penyelenggara utama, serta didukung oleh beberapa figur penting yang ikut hadir dalam acara ini, seperti Pater Albertus Bagus Laksana, S.J. selaku Provincial Serikat Jesus Indonesia dan Pater Franz Magnis Suseno, S.J. Turnamen ini dirancang sebagai bagian dari ungkapan syukur yang mendalam atas dukungan dari banyak pihak yang dengan ketulusan telah menaruh cinta mereka kepada Serikat hingga saat ini. Tercatat ada sekitar 148 pemain golf yang terlibat dalam acara ini. Merekalah orang-orang yang tergabung dalam jaringan alumni Kolese Jesuit Indonesia dan turut berkontribusi dengan terlibat sebagai pemain. Terselenggaranya acara ini juga tidak lepas dari peran para sponsor, donatur, serta umat paroki yang dengan murah hati telah mendukung acara ini dan berkenan ikut serta sebagai panitia.

Acara ini resmi dibuka sekitar pukul 12.30, yang ditandai dengan seremoni tee-off, yaitu seremoni pembukaan yang dilakukan dengan pemukulan bola pertama oleh beberapa perwakilan peserta. Pada awal pembukaan acara, para peserta terlihat sangat antusias, kendati mereka mau tidak mau harus membiarkan diri mereka dijemur di bawah terik matahari yang menyengat. Dalam seremoni pembuka ini, ada juga beberapa Jesuit yang ikut serta dalam pemukulan bola pertama, seperti Pater Tiro, S.J., Pater Spillane, S.J., dan tentu saja, Pater Effendi, S.J.

Seperti halnya acara fundraising pada umumnya, kegiatan turnamen golf ini juga diperkaya dengan adanya trofi bergilir sebagai bentuk apresiasi nyata dan pengakuan atas keterlibatan serta kontribusi para donatur dan peserta. Trofi ini diharapkan dapat menjadi sesuatu yang ‘baru’ — yang menyemangati para peserta, sekaligus menjadi rahmat besar bagi Jesuit Indonesia. Trofi yang diperebutkan dalam turnamen golf ini merupakan trofi istimewa — sebuah piala yang telah ditandatangani oleh Pater Jenderal Serikat Jesus, Pater Arturo Sosa, S.J., serta mendiang Paus Fransiskus saat kunjungannya ke Indonesia. Karena terkesan oleh semangat kaum muda Serikat Jesus Provinsi Indonesia, mendiang Paus meninggalkan dukungannya melalui piala bergilir tersebut. Piala ini kiranya sungguh menjadi rahmat konkret yang dapat menjadi sarana bagi Jesuit untuk menganimasikan ruang-ruang perjumpaan berkelanjutan di antara para donatur melalui acara-acara turnamen seperti ini setiap tahun. Harapannya, acara semacam ini dapat terus diupayakan demi menjaga misi kolaborasi, mengikat hubungan di antara para pemerhati serikat, hingga menjadi bentuk dukungan bagi arca seminarii dan arca praevisionis.

 

Peserta The First Jesuit Indonesia Open Golf Tournament melakukan pukulan.

 

Waktu bermain golf berlangsung selama kurang lebih 5 jam. Di tengah teriknya matahari, para pemain, yang setiap kelompoknya terdiri dari 4 orang, harus berjalan ke setiap hole untuk melakukan pukulan golf sesuai dengan jumlah kesempatan yang telah ditentukan pada masing-masing hole. Total keseluruhan ada 18 hole yang harus dilalui oleh para golfer. Kenyataan di lapangan ini agaknya menegaskan bahwa para partisipan benar-benar datang dengan semangat dan harapan. Tentu saja, karena di beberapa hole terdapat grand prize dengan masing-masing tantangannya yang relatif sulit, hal ini memicu para golfer agar semakin bermain serius jika ingin mendapatkan reward tersebut, meski peluangnya sangat kecil. Di sela-sela hole, terdapat beberapa shelter, tempat di mana para golfer dapat beristirahat sejenak sambil menikmati makanan dan minuman ringan yang disediakan.

Tidak hanya para golfer yang berada di lapangan, para panitia juga ikut membantu membuat acara ini semakin hidup. Beberapa frater skolastik filosofan hadir di shelter-shelter tersebut untuk menyapa dan menemani para peserta yang mungkin lapar dan kehausan. Wajah-wajah orang muda Serikat Jesus yang terlibat dalam acara ini menjadi representasi orang-orang yang diberi dukungan. Hospitalitas atau keramahan adalah semangat yang coba mereka persembahkan kepada para tamu maupun golfer sebagai wujud rasa terima kasih atas kemurahan hati para donatur yang telah mendukung Arca Seminarii. Lebih dari sekadar ungkapan terima kasih, perjumpaan ini juga membuka ruang dialog hangat yang menjawab rasa ingin tahu peserta tentang perjalanan formasi para Jesuit muda. Kata-kata dukungan pun turut mengalir kepada para skolastik, sehingga suasana perjumpaan di shelter menjadi lebih hidup dan tidak sekadar lewat begitu saja tidak meninggalkan kesan apa-apa.

 

Suasana hangat saat sesi ramah tamah dan makan malam.

 

Ruang perjumpaan ini berlanjut hingga sesi makan malam dan ramah tamah. Dalam kesempatan ini, para peserta berkumpul di aula utama untuk menyantap makan malam sambil mendengarkan beberapa sambutan, pengumuman, dan persembahan. Acara ramah tamah dibuka dengan nyanyian doa Salve Regina yang diwakili oleh 2 skolastik filosofan dan 1 orang dari panitia. Setelah itu, MC mulai memandu rangkaian acara, yang mencakup sambutan-sambutan dari para pater dan panitia penyelenggara, pembacaan sponsor-sponsor, persembahan hadiah-hadiah dan sponsorship, pengumuman nominasi juara, serta pelelangan lukisan-lukisan. Ada beragam lukisan rohani yang merupakan hasil reproduksi ulang dan beberapa di antaranya telah ditandatangani oleh Bapa Suci. Lukisan-lukisan ini menjadi sarana berdonasi dan didedikasikan untuk arcae seminarii dan praevisionis.

Momen ramah tamah hingga paripurnanya acara ini berlangsung cukup semarak dan cair. Tentunya, ada begitu banyak kesan dan hal-hal baik yang membekas dari perjumpaan yang terjadi sepanjang hari. Berkenaan dengan terselenggaranya acara ini, Pater Provincial Albertus Bagus Laksana, S.J., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini membawa suasana hangat, penuh kesegaran, persaudaraan, dan sukacita. Ia sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung penggalangan dana bagi para Jesuit dalam formasi, serta para Jesuit senior.

Dalam rangka menyambut bentuk kemurahan hati ini, Provincial turut memberikan gambaran aktual mengenai dinamika para Jesuit dan beberapa karya-karyanya. Ia mengungkapkan bahwa Jesuit Indonesia terus berkembang dalam karyanya, dipercaya oleh banyak orang, dan diundang untuk berkarya di daerah-daerah terpencil dan sulit, misalnya di Kalimantan dan Papua. Meskipun perutusan ini memiliki tantangan yang cukup sulit, seorang Jesuit tetap diajak untuk melayani mereka yang terpencil dan terpinggirkan di tengah tantangan ekologi serta gejolak sosial dan politik yang mengikis rasa aman. Jesuit juga mendapatkan undangan dari Uskup Timika untuk mendirikan seminari menengah di sana.

 

Pater Albertus Bagus Laksana, S.J. memberikan selamat kepada pemenang The First Jesuit Indonesia Open Golf Tournament.

 

Pater Provincial merasa bertanggung jawab untuk memilih Jesuit yang paling tepat untuk diutus ke tempat-tempat seperti ini. Serikat membutuhkan sustainibility, pertumbuhan sumber daya manusia para frater muda, agar para kaum muda Serikat Jesus mendapatkan pendidikan yang terbaik karena mereka akan dikirim ke tempat yang paling sulit dan menantang dalam banyak hal. Selain mendukung pendidikan kaum muda, serikat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat para anggota yang sudah menginjak usia senja, terutama mereka yang kesehatannya menurun. Oleh karena itu, kedua arcae ini menjadi sumber dana pokok untuk menopang pendidikan dan kesehatan para Jesuit berusia lanjut.

Sambutan yang disampaikan Pater Provincial ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi para pemerhati Serikat Jesus, yang semakin menegaskan bahwa kemurahan hati para donatur merupakan sesuatu yang amat berharga bagi para Jesuit dalam formasi dan senior. Keterlibatan para Jesuit dalam keseluruhan acara ini juga menunjukkan adanya resiprositas hubungan, yakni bentuk timbal balik berupa kejujuran dalam menyambut niat baik orang lain. Mengakhiri sambutannya, Pater Provincial berharap semoga ruang kolaborasi ini terus berlanjut dari tahun ke tahun, semakin berbuah, mempererat bonding, serta menumbuhkan semangat solidaritas dan silaturahmi satu sama lain sebagai warga Gereja dan masyarakat yang disatukan oleh keprihatinan untuk membantu sesama.

Get in Touch With Us

More News