Amazing Race Gedangan:
Halaman Gedung Bintang Laut Gereja Katolik St. Yusuf Gedangan pagi itu berbeda dari biasanya. Umat berbondong-bondong berkumpul dengan aneka atribut unik, mulai pakaian adat hingga kostum menarik lainnya. Mereka bersiap mengikuti Amazing Race, sebuah acara jalan sehat sambil menelisik kembali sejarah Gereja Katolik St. Yusuf Gedangan yang merupakan salah satu rangkaian acara menuju 150 Tahun Pemberkatan Gereja Gedangan pada 12 Desember 2025 lalu.
Pada awalnya, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada September 2025. Meski persiapannya sudah matang dan umat sudah begitu bersemangat, situasi sosial politik ternyata tidak kondusif sehingga panitia memutuskan menunda acara ini. Akhirnya, pada Jumat pagi, 16 Januari 2026, acara ini dapat dilaksanakan. Meski tahun telah berganti, semangat dan gairah untuk bergerak dan belajar bersama melalui Amazing Race tetap sama.
Menjelang dini hari tanggal 16 Januari lalu, umat dan panitia harap-harap cemas. Cuaca sulit diprediksi karena Kota Semarang setiap hari diguyur hujan. Pepatah Gusti Allah mBoten Sare meyakinkan para panitia dan umat bahwa cuaca akan baik selama acara. Benar saja, cuaca selama pelaksanaan Amazing Race sejuk, tidak sepanas biasanya, tetapi juga tidak mendung. Pas untuk berolahraga!

Mengenal Sejarah
Pekikan yel-yel dari seratus sembilan puluhan peserta yang terbagi dalam 18 kelompok di depan Gedung Bintang Laut membuka semarak Amazing Race Gedangan. Dari depan Gedung Bintang Laut, setiap kelompok melewati sejumlah rute yang berbeda dengan beberapa pos yang sama, di mana masing-masing pos menawarkan keseruannya sendiri.
Pos “memecahkan kode” yang dibuat dalam bentuk sandi Morse bertujuan untuk mengundang umat memahami bahwa iman menjangkau semua bangsa manusia, termasuk yang memiliki cara dan bahasa komunikasi yang berbeda. Pos “menyusun puzzle” agar utuh membuat peserta menyusun puzzle foto Gereja Gedangan pada tahun 1900-an untuk menyadarkan umat bahwa berdirinya Gereja Gedangan yang megah adalah bagian dari kepingan-kepingan usaha berbagai pihak dan karya Allah sendiri.
Tempat-Tempat Bersejarah
Karena Amazing Race adalah sarana umat untuk mengenal lebih dekat histori Gereja Katolik Gedangan, pos yang dituju merupakan tempat bersejarah dan erat kaitannya dengan perkembangan iman dan pembangunan Gereja Katolik Gedangan.
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, atau yang dikenal sebagai Gereja Blenduk, adalah salah satu posnya. Di bangunan gereja yang berdiri kokoh dengan kubah merah dan dinding putih menjulang ini, umat Katolik awal di Semarang merayakan Ekaristi.
Taman Srigunting No. 5-6 ini pernah menjadi gereja sekaligus tempat tinggal para imam, di mana lantai satu menjadi tempat peribadatan dan lantai dua menjadi rumah tinggal. Saat ini, bangunan tersebut menjadi salah satu destinasi wajib karena di sana rutin diadakan pameran karya seni rupa kontemporer dan kini ditempati oleh PT EMKL Marabunta.
Lokasi Gereja Katolik St. Yusuf, Gedangan yang kini berada, diusahakan oleh seorang imam diosesan dari Belanda, Romo J. Lijnen, Pr. Ia membeli lahan yang lebih strategis yang dulunya adalah kebun pisang.
Dua tempat lain yang menjadi pos permainan adalah Teater Oudetrap dan Rumah Akar. Oudetrap Theatre merupakan sebuah ruang untuk seni pertunjukan atau teater, sekaligus salah satu gedung cagar budaya bernuansa bangunan Belanda di kawasan Kota Lama Semarang yang difungsikan sebagai galeri kesenian dan kebudayaan. Kedua bangunan ini, gedung teater dan Rumah Akar, memang tidak memiliki kaitan langsung dengan perkembangan Gereja Gedangan, akan tetapi tempat-tempat ini adalah bagian dari saksi sejarah perkembangan dan pertumbuhan iman Katolik di Gedangan, tempat umat tinggal, dan para misionaris menjalankan karya luhur mereka.

Kembali ke Rumah
Setelah lelah menyusuri gedung dan lokasi bersejarah di Kota Lama, semua peserta dan panitia berkumpul di dalam Gereja Gedangan. Ternyata, meski telah lama menjadi umat Gedangan, tidak semua umat mengenal dengan baik sejarah gerejanya. Amazing Race menjadi jalan bagi umat untuk semakin mengenal dan merasakan jejak-jejak perkembangan dan pertumbuhan iman Katolik yang berawal dari kawasan pusat Kota Lama Semarang. Bukankah untuk mengenal dan dekat, umat perlu menelusuri sendiri tempat-tempat bersejarah gereja mereka sendiri?
Pesta Umat
Rangkaian Amazing Race dilanjutkan dengan lomba yel-yel antarkelompok. Semua kelompok mencoba menampilkan aneka yel-yel terbaik mereka, lengkap dengan gerakannya. Lingkungan Benedictus Banjarsari dan Marta Mlayu Darat yang lebih dominan diisi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu menampilkan yel-yel unik disertai gerakan atraktif yang begitu menghibur. Hadiah-hadiah yang dibagikan dalam doorprize berasal dari kalangan umat sendiri yang dengan penuh sukacita dan rela hati berbagi. Pengumuman juara Amazing Race menjadi penutup rangkaian keseruan pesta umat ini.

Mimpi yang Jadi Kenyataan
Siang itu umat Gedangan pulang dengan penuh kegembiraan. Mimpi untuk jalan sehat sambil belajar sejarah yang sudah dinantikan sejak tahun 2025, kini sudah jadi kenyataan. Ini adalah pesta umat, pesta bersama. Tuhan sudah menyelenggarakan waktu yang tepat. Ini menjadi pegangan bagi semua, bahwa Tuhan selalu punya rancangan yang terbaik bagi umat-Nya.
Akhirnya, melalui Amazing Race, jalan sehat dan napak tilas sejarah Gedangan, semua umat semakin mantap untuk melangkah bersama, memeluk, dan mencintai gereja dan sejarahnya. Sejarah Gereja Katolik Gedangan dan sejarah Kota Lama Semarang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan. Dari sudut-sudut Kota Lama itulah iman Katolik di Semarang ini bertumbuh dan berkembang hingga sampai pada generasi sekarang ini.
Semoga, lewat momen bersejarah ini, Amazing Race: Napak Tilas Sejarah dan Perkembangan Iman Katolik, setiap pribadi umat Katolik di Gedangan khususnya semakin mantap menjadi penopang iman dan cinta bagi satu sama lain, sebagaimana tiang-tiang gereja yang menopang Gereja Gedangan yang gagah dan megah.
Kontributor: Sch. Engelbertus Viktor Daki, S.J.

