Paroki Tangerang : Berjalan Bersama yang Tersingkirkan

Date

Senada dengan Preferensi Kerasulan Universal Serikat Jesus (UAP), Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menetapkan tahun 2022 sebagai Tahun Penghormatan Martabat Manusia. Atas dasar inilah beberapa umat di Paroki Tangerang yang memiliki kemampuan berbeda (different ability / difabel) layak untuk terus direngkuh. 

Misa Vigili Paskah 16 April 2022 terasa istimewa. Ada dua misa vigili Paskah, yakni pukul 16.30 WIB dan 20.00 WIB. Pada kedua misa tersebut Paroki Tangerang memberikan kepercayaan kepada dua orang umat difabel untuk menjadi petugas liturgi, yaitu menjadi lektor. Mereka adalah Aurelia Lim, seorang tunanetra dan Pak Nico Indrianto, seorang tunarungu. Keduanya menjadi pembaca Kitab Kejadian 1:1, 26-31a. Mereka berdua dapat menjalankan tugas dengan baik. Hal ini juga didukung oleh sumbangan “Alkitab Braille” dari LBW. Love Works menyediakan “Alkitab Braille” berbahasa Indonesia dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). 

Aurel adalah anak tunanetra yang mampu menulis bagian perikop yang dibacakan dalam Misa Vigili dengan tulisan tangan braille. Setelah menyelesaikan pendidikan di SLB selama 11 tahun, ia bisa melanjutkan di sekolah umum. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di SMP Negeri 13 Kota Tangerang kelas VII. Sementara Pak Nico merupakan tunarungu yang bisa berkomunikasi dan berbicara dengan membaca gerak bibir. Ia merupakan alumnus SLB B Don Bosco, Wonosobo. “Mereka yang tersingkirkan” dapat mengacu pada mereka yang tidak mendapat kesempatan merata, termasuk juga dalam kesempatan pelayanan. Tugas kita semua adalah terus berusaha untuk tidak menyingkirkan mereka. Terbukti bahwa saudara-saudara kita yang difabel dan seringkali disingkirkan dalam kesempatan bertugas sebagai pelayan pun bisa berperan dengan baik ketika diberi kepercayaan.

Kontributor : P. W. Teguh Santosa, S.J. – Pastor Paroki Tangerang 

More
articles

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.